Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Persaingan


__ADS_3

Setelah berada di penginapan, Shen Long dan Yan Rou Lie berpapasan dengan Cang Li Yuan, dimana gadis bercadar tersebut masih menyimpan kemarahan kepada Shen Long karena menganggapnya seperti orang yang gila kekuasaan.


Sementara Shen Long sendiri menganggap Cang Li Yuan sebagai wanita murahan, karena menilai tubuhnya hanya dengan harta benda dan Sumber daya.


" Lie'er... Aku harap kamu jangan berteman dengan orang yang hanya menilai sesuatu dengan harta benda. Status kita hanya orang biasa, tapi kita memiliki harga diri. Bagi orang yang memiliki status sosial lebih tinggi, pasti akan memandang rendah kepada kita dan ingin berbuat sesuka hatinya." Shen Long bicara pelan sambil membawa Yan Rou Lie melanjutkan langkahnya.


Tanpa berkata apapun, Yan Rou Lie hanya mengangguk kecil meskipun tidak terlalu memahami apa yang dikatakan Shen Long.


Di sisi lain Cang Li Yuan yang mendengar perkataan dari Shen Long yang tertuju padanya, seperti mendapatkan tamparan keras di wajahnya.


Gadis itu memang berniat untuk menggunakan nama kebesaran Sekte Pedang Suci untuk memberi perhitungan kepada Shen Long dan Sekte Seribu Pedang.


Bahkan dengan kecantikannya dia tidak ingin diketahui oleh siapapun kecuali calon suaminya dimana dia memiliki keinginan untuk menjadi Istri atau selir anggota keluarga Kerajaan.


Karena itulah Cang Li Yuan berlatih keras untuk menjadi seorang Kultivator hebat agar memudahkan rencananya.


Namun keinginan tersebut seakan terhalang oleh seorang pemuda yang telah merenggut kesuciannya.


" Apa ada yang salah denganku?" Gumam Cang Li Yuan yang mendengar perkataan dari Shen Long, meskipun dengan nada pelan.


Cang Li Yuan yang awalnya ingin mencari beberapa makanan, kini langsung menghentikan langkahnya karena tidak ada selera lagi.


Dengan menahan rasa marah, Cang Li Yuan kembali ke kamarnya lalu membaringkan tubuhnya di atas Ranjang sambil mencerna apa yang dikatakan Shen Long.


Sesaat Cang Li Yuan mengeluarkan dua kelopak bunga Yin yang diberikan Yan Rou Lie, sehingga gadis itu tersadar dengan ucapan dari Shen Long.


" Ternyata aku tanpa sadar menjadi salah satu bagian dari orang munafik." Cang Li Yuan tersenyum pahit karena sindiran Shen Long menganggap tubuhnya bisa dinilai dengan materi.


Dalam perasaan marah dan gelisah, Cang Li Yuan berjalan mondar-mandir karena dia tidak ingin Shen Long menganggapnya sebagai orang munafik.


Kini Cang Li Yuan selalu terbayang dengan wajah Shen Long bagaimana pemuda itu telah menguasai tubuhnya yang dia tutupi selama ini.


Masih teringat jelas bagaimana sosok yang begitu liar kedua gunung kembarnya dan anggota tubuh lainnya hingga bagian terlarang meskipun saat itu dia tidak melihat wajah pelakunya.

__ADS_1


" Apa aku harus meminta pertanggung jawaban pemuda itu? Lalu bagaimana dengan saudari Rou Lie?" Cang Li Yuan yang merasa bimbang sambil berjalan mondar-mandir dengan memainkan jarinya.


Sesaat tatapan Cang Li Yuan mengandung isyarat yang tidak tergambarkan dengan senyuman jahat dibalik cadarnya.


" Lihat saja! Aku akan memintamu untuk bertanggung jawab. Jika tidak, maka aku akan membunuh siapapun yang mendekatimu." Cang Li Yuan tersenyum lebar dibalik cadarnya.


*******


Pada keesokan hari, Shen Long keluar dari kamarnya karena para Tetua dan Guru masih belum muncul.


" Haaahh... Berkultivasi terlalu lama membuatku lapar saja." Shen Long turun ke lantai dasar penginapan.


Saat berada di lantai dasar, Shen Long langsung memesan makanan lalu mengambil tempat duduk sambil menunggu pesanan.


Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie yang baru saja keluar, juga langsung menuju meja dimana Shen Long berada tanpa saling menyapa.


" Aku yang duluan duduk disini, kamu cari tempat lain." Ucap Cang Li Yuan dengan tegas karena dia tidak ingin saat menikmati makanan, ada orang lain yang melihat wajahnya.


Kebetulan tempat Yan Rou Lie duduk, langsung berhadapan dengan dinding pembatas, yang tentu tidak ada yang mengetahui wajahnya jika duduk di tempat itu.


Beberapa pengunjung yang kebetulan berada di tempat itu, langsung tertuju pada kedua gadis itu yang sedang rebutan tempat duduk.


Namun mereka tidak berani berkata apapun, karena mereka hanya warga biasa. Mereka tau sendiri konsekuensinya jika berurusan dengan Sekte.


" Nona Li Yuan... Masih banyak meja yang kosong." Shen Long merendahkan nada bicaranya untuk menghormati pengunjung yang lain.


" Apa peduli mu?" Ketus Cang Li Yuan yang tidak bisa berkata ramah kepada seorang Pria.


Meskipun ucapannya tidak searah dengan hati dan pikirannya.


Dengan terpaksa Cang Li Yuan mengambil tempat duduk di samping Shen Long yang menghadap arah pengunjung yang lain.


Saat suasana sedang hening, tiba-tiba muncul Ying Shui berjalan mendekati Cang Li Yuan agar bisa satu meja makan.

__ADS_1


" Apa aku boleh duduk disini?" Tanya Ying Shui sambil menatap ke arah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.


" Tidak boleh!" Jawab Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie secara bersamaan membuat Ying Shui sedikit heran.


Ying Shui tidak menyangka dengan perubahan sikap Cang Li Yuan, dimana sebelumnya wanita itu sangat ramah padanya.


" Saudari Shui, kamu boleh duduk satu meja dengan kami." Ucap Yi Hao sambil melambaikan tangan.


Keempat pemuda tersebut terlihat senang karena Ying Shui tidak memiliki tempat duduk.


Sesaat Ying Shui menoleh ke arah keempat pemuda tersebut, lalu menoleh ke arah kedua gadis di depannya penuh selidik.


" Haaahh." Ying Shui mendengus kesal karena kedua gadis itu tidak menanggapinya, lalu berjalan menuju meja tempat Yi Hao dan ketiga pemuda yang lain.


Saat Ying Shui meninggalkan tempat tersebut, kedua gadis itu memanggil seorang pelayan yang kebetulan tidak jauh dari mereka.


" Pelayan, aku ingin memesan makanan terbaik untuk dua orang." Yan Rou Lie mengetahui bahwa Shen Long pasti memesan makanan seperti sebelumnya.


Dugaan Yan Rou Lie memang benar, Shen Long tidak ingin menghamburkan uangnya, karena dia ingin mengumpulkan koin miliknya untuk membeli Pil pengumpul Qi.


" Pelayan, aku juga memesan makanan terbaik untuk dua orang." Ucap Cang Li Yuan yang tidak mau kalah.


" Baik Nona, silahkan tunggu sebentar." Pelayan tidak mau mempermasalahkan pesanan tersebut.


Pelayan itu pun meninggalkan tempat tersebut, untuk mengambil pesanan mereka.


Di sisi lain Yan Rou Lie menatap Cang Li Yuan penuh selidik, karena gadis tersebut memesan makanan untuk dua orang.


Tidak lama kemudian pelayan sebelumnya membawa makanan yang mereka pesan, lalu meninggalkan tempat tersebut saat semua sudah disajikan di atas meja.


" Long'gege, kamu makan yang ini saja!" Yan Rou Lie memberikan satu porsi makanan yang dia pesan.


" Long'gege, ini untukmu!" Cang Li Yuan menyodorkan satu porsi miliknya dengan cara kasar.

__ADS_1


Shen Long yang tengah sibuk menikmati hidangannya kini berhenti sejenak sambil menatap kedua gadis di sampingnya.


__ADS_2