Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 199. Gu An'an


__ADS_3

[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk kasih Like, Koment dan Rate 🌟 5 ]


*******


Di dalam ruang medis, kini terlihat Shen Long sedang terbaring karena tidak sadarkan diri.


Di tempat itu juga terdapat Lu Quan dan Zhang Yuxing serta para medis yang merawat Shen Long.


Saat para medis telah menyelesaikan tugas mereka, kini langsung meninggalkan ruangan yang hanya menyisakan Lu Quan dan Zhang Yuxing selain Shen Long.


" Junior Yuxing... Kau tenang saja, biarkan aku yang menjaga junior Louzhy." Ucap Lu Quan sambil menatap ke arah Zhang Yuxing.


Mendengar ucapan tersebut, Zhang Yuxing menyipitkan matanya karena Tetua Lu Quan yang dikenal sangat galak dan tidak peduli dengan siapapun, kini dengan senang hati menjaga Shen Long.


" Kamu jangan berpikir yang tidak-tidak. Sebagai seorang Tetua, tentu harus peduli dengan junior mereka." Lu Quan terlihat canggung, karena baru pertama kali berkomunikasi dengan murid diluar dari tugasnya.


Tentu Lu Quan mengetahui bahwa Shen Long pernah bergabung dengan kelompok Klan Zhang, sehingga hubungan mereka sangat baik.


Namun kali ini Lu Quan tidak mengerti mengapa dia begitu khawatir dengan keadaan Shen Long, sehingga dia menawarkan diri untuk menjaga pemuda tersebut.


' Apa wanita ini juga menyukai junior Louzhy?' Lu Quan membatin sambil menatap ke arah Zhang Yuxing.


" Baiklah. Tetua, jika saudara Louzhy sudah sadar, berikan Pil ini untuk memulihkan kondisinya." Zhang Yuxing mengeluarkan sebuah Pil dari Cincin miliknya, lalu memberikan kepada Lu Quan.


" Mmmm." Lu Quan mengangguk, lalu mengambil Pil tersebut.


" Nanti malam aku akan kesini lagi." Ucap Zhang Yuxing sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.


" Eh..." Lu Quan sontak kaget karena dia berpikir bahwa Zhang Yuxing akan menemani Shen Long semalaman.


Jika saja Zhang Yuxing mengetahui isi kepala Lu Quan si perawan tua, mungkin dia tidak akan berbicara seperti itu.


Saat Zhang Yuxing sudah keluar dari ruang medis, Lu Quan langsung menatap ke arah Shen Long yang sedang terbaring.


" Sungguh mata yang indah." Gumam Lu Quan sambil mengusap pipi Shen Long dengan lembut.


Sesaat Lu Quan tersadar dari tindakannya, lalu menarik tangannya kembali.


Tidak lama kemudian Shen Long perlahan membuka mata sambil menatap sekelilingnya.

__ADS_1


Sesaat matanya tertuju pada sosok wanita cantik yang menggunakan pakaian wanita tua pada umumnya.


" Syukurlah kamu sudah bangun." Ucap Lu Quan yang duduk di samping Shen Long.


" Apa aku sudah kalah?" Shen Long mencoba mencerna situasi sebelumnya, dimana saat dia tidak sadarkan diri.


" Kamu sudah menang. Lebih baik kamu pulihkan diri, karena besok pagi kamu kembali latih tanding." Ucap Lu Quan sambil memberikan Pil yang diberikan Zhang Yuxing sebelumnya.


Dengan sebuah anggukan, Shen Long mengambil Pil tersebut lalu memasukkan ke mulutnya.


Melihat Shen Long yang sudah berada di posisi Berkultivasi, Lu Quan memasang wajah masam karena tidak sempat berkata apapun.


Namun karena mengingat Shen Long akan melakukan latih tanding besok pagi, Lu Quan hanya bisa menunggu sampai Shen Long pulih kembali.


Bersamaan dengan Shen Long membuka matanya, Kini Zhang Yuxing dan Zhang Lee muncul di ruangan tersebut sambil membawa beberapa makanan.


" Saudara Louzhy, bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Zhang Lee, sambil menatap ke arah Shen Long yang duduk di atas tempat tidur.


" Saudara Louzhy, kamu makan dulu." Zhang Yuxing menyodorkan bubur di depan mulut Shen Long dengan menggunakan sendok makan.


" Terimakasih nona Yuxing. Tapi aku masih bisa makan sendiri." Shen Long merasa tidak enak karena diperlakukan seperti itu.


Melihat kedekatan Shen Long dan Zhang Yuxing, Lu Quan memasang wajah memerah padam terbakar api cemburu, lalu meninggalkan tempat tersebut tanpa sepatah kata apapun.


" Ada apa dengan Tetua Lu Quan?" Tanya Zhang Lee yang merasa heran.


" Sepertinya dia menyukai saudara Louzhy." Ucap Zhang Yuxing sambil menyuapi Shen Long tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Mendengar ucapan tersebut Shen Long langsung terbatuk, karena menurutnya itu hanya sebuah lelucon.


Setelah Shen Long selesai makan, mereka berbincang kecil untuk beberapa saat, lalu berpamitan mengingat hari sudah tengah malam.


Saat Zhang Lee dan Zhang Yuxing telah pergi, Shen Long langsung mengambil posisi duduk bersila untuk memulihkan diri.


*******


Pada keesokan pagi, kini seluruh tribun dipenuhi oleh para penonton yang ingin menyaksikan latih tanding antara Shen Long dan Kultivator bergelar.


Di atas arena telah terlihat Shen Long dan sosok wanita yang berbadan panas.

__ADS_1


" Saudara Louzhy... aku tidak menyangka bahwa kamu bisa sesampai ini." Ucap Pendekar Dewi Ilusi sambil mengedipkan matanya.


" Pffttt..." Shen Long menggelengkan kepala karena sosok yang menjadi lawannya sekarang adalah wanita yang menggunakan pakaian serba terbuka.


Bahkan separuh gunung kembarnya keluar dari tempat yang seharusnya.


" Aku sudah mengenal namamu, tapi kamu belum tau namaku. Perkenalkan namaku Gu An'an. Semoga kamu mengingatnya. Kamu sangat beruntung bisa mengetahui namaku." Gu An'an berjalan lenggak-lenggok sambil memperlihatkan pantatnya kepada Shen Long seperti itik yang sedang berjalan.


Melihat tingkah Gu An'an, Shen Long membuka rahangnya dengan lebar ingin sekali mencakar pantat besar wanita itu agar tidak terlihat lagi.


Melihat ekspresi wajah dari Shen Long, Gu An'an menganggap bahwa Shen Long tertarik padanya.


" Saudara Louzhy, bagaimana kalau kita taruhan?" Tanya Gu An'an.


" Taruhan? Sepertinya sangat menarik. Apa taruhan kita?" Shen Long menaikkan alisnya, merasa sedikit tertarik dengan tawaran tersebut.


" Jika kamu kalah, maka kamu harus memberikan isi dari Cincin Ruang milikmu. Tapi jika aku kalah, maka aku bersedia menjadi kekasihmu." Ucap Gu An'an sambil menggoda Shen Long.


" Tidak! Aku hanya menginginkan isi dari Cincin Ruang milikmu saja." Ucap Shen Long dengan tegas.


Mendengar ucapan tersebut, Gu An'an tersenyum lebar sambil menatap ke arah Shen Long.


" Setuju." Jawab Gu An'an dengan cepat.


" Apa kalian sudah selesai negosiasi?" Tanya Tetua yang bertugas, karena sejak awal dia hanya mendengar percakapan mereka berdua.


Dengan sebuah anggukan, Gu An'an dan Shen Long mengangguk lalu memasang sikap untuk siap bertarung.


" Baiklah. Pertarungan dimulai!" Tetua memberi instruksi, lalu meninggalkan atas arena.


Wuush!


Gu An'an melesat cepat ke arah Shen Long, lalu mengayunkan kakinya dengan gerakan memutar untuk melakukan tendangan.


" Hmmm." Shen Long menyipitkan matanya karena sosok yang menjadi lawannya adalah Kultivator tangan kosong.


Baaam! Baaam! Baaam!


Serangan tendangan dari kedua kaki Gu An'an terus menekan pergerakan pihak lawan, dimana Shen Long terus menangkis dengan menggunakan kedua tangannya.

__ADS_1


Para penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut memasang wajah serius, karena kedua belah pihak masih terlihat seimbang.


__ADS_2