
Dengan kata lain Yan Rou Lie harus mengikuti arahan dari Hao Tian demi kebaikannya sendiri.
" Baiklah paman, aku siap menjadi Muridmu." Yan Rou Lie berjalan mendekati Hao Tian " Terimalah hormatku Guru." berlutut di hadapan sosok tersebut.
" Lie'er, kamu tidak perlu memanggilku Guru. Paman saja sudah cukup." Hao Tian merasa tidak layak menjadi Guru Yan Rou Lie, karena yang dia ajarkan berasal dari Kitab pemberian pria sepuh sebelumnya.
Meskipun Hao Tian juga berniat mengajarkan tentang pemahaman yang dia miliki kepada gadis tersebut.
" Tapi Guru." Yan Rou Lie merasa itu adalah hal yang layak.
" Sudahlah, kamu jangan membantah. Karena kamu adalah calon Istri dari keponakanku." Ucap Hao Tian.
" Ba... Baik paman." Yan Rou Lie kembali menundukkan kepala.
" Mmmm." Hao Tian mengangguk sambil mengeluarkan sebuah Bak besar lalu mengeluarkan semua Sumberdaya yang dibutuhkan.
Tanpa menunggu lama Hao Tian menaruh berbagai jenis Sumberdaya tersebut ke dalam bak air, sesuai arahan dari Kitab yang diberikan sebelumnya.
Sesaat Bak air tersebut mengeluarkan aura yang sangat kuat diikuti udara di sekitar bergerak liar hingga menyebabkan gempa kecil.
Memakan waktu yang cukup lama akhirnya udara di sekitar kembali normal, dimana gempa juga menghilang.
Kini di dalam bak tersebut telah berubah menjadi cairan berwarna merah muda.
" Paman, apa Ini?" Tanya Yan Rou Lie sambil menunjuk ke arah bak tersebut dimana airnya terlihat sangat menarik.
" Lie'er, ini adalah ramuan untuk menyempurnakan tubuhmu. Tapi sebelumnya kamu harus belajar dari Kitab ini." Hao Tian memberikan sebuah Kitab kepada Yan Rou Lie.
Hao Tian tidak menyangka begitu banyak menghabiskan Sumberdaya yang seharusnya dia berikan kepada Shen Long hanya untuk menyempurnakan tubuh Dewi Phoenix.
Namun setelah dipikir lagi, Sumberdaya tersebut lebih berharga untuk Yan Rou Lie. Terlebih gadis itu adalah kekasih Shen Long, tentu Shen Long juga tidak keberatan.
" Terimakasih paman." Yan Rou Lie mengambil Kitab tersebut lalu membacanya, namun itu langsung dicegah oleh Hao Tian.
" Kamu bawa bak ramuan ini dibalik dinding goa disana! Kamu baru bisa membuka Kitab itu disana. Paman akan menunggumu di mulut Goa sampai proses itu selesai." Hao Tian terlihat gugup lalu keluar menuju mulut goa.
__ADS_1
Yan Rou Lie yang melihat tingkah sosok tersebut sedikit mengerutkan kening, namun dia harus menuruti apa kata dikatakan Hao Tian.
Tanpa menunggu lama, Yan Rou Lie mengambil Bak tersebut lalu membawanya ke dalam balik dinding goa.
Hao Tian memang sengaja mencari goa yang cocok untuk latihan Yan Rou Lie, kebetulan goa tersebut memiliki celah tersembunyi yang membentuk sebuah ruangan kecil.
Yan Rou Lie pun memasuki celah tersebut yang hanya seukuran tubuhnya, lalu menaruh Bak tersebut di tengah ruangan goa.
Sesaat Yan Rou membuka Kitab tersebut hingga terlihat wajahnya langsung memerah seperti kepiting rebus.
" Pantasan paman memintaku untuk mempelajari Kitab ini di ruangan ini." Yan Rou Lie memperhatikan sekelilingnya hingga tertuju pada sebuah batu memanjang di samping celah goa.
Beruntung Yan Rou Lie memiliki fisik yang sangat kuat, sehingga dia mampu menggeser batu tersebut untuk menutupi celah goa.
Yan Rou Lie masih mengingat jelas bahwa batu tersebut hanya bisa digerakkan dengan kekuatan fisik. Jika ada orang yang menggunakan Qi, maka batu itu akan menyedot Qi orang tersebut.
Setelah menggeser batu tersebut, Yan Rou Lie kembali mempelajari Kitab tersebut halaman demi halaman.
Memakan waktu yang cukup lama, akhirnya Yan Rou Lie berhasil mempelajari kitab tersebut, lalu melepaskan pakaiannya dan berendam di dalam Bak tersebut.
( Satu tahun Kemudian )
Di dalam sebuah Hutan, terlihat sosok Naga Emas yang baru saja menyerap Inti Hewan Roh yang berhasil dia dapatkan beberapa hari yang lalu.
Hutan yang dipilih oleh Naga Emas adalah Hutan yang pernah dia kunjungi sebelumnya saat pergi ke Sekte Pedang Suci.
Hutan itu juga adalah tempat Shen Long mendapatkan Pedang Kesunyian.
Karena itulah Shen Long berpikir bahwa Hutan itu cukup aman untuknya.
" Haaahh.... Sepertinya semua Hewan Roh disini hanya tersisa tingkat 7 dan tingkat 8 saja. Ini benar-benar merepotkan." Shen Long yang berwujud Naga Emas merasakan dirinya tidak bisa melakukan perburuan lebih banyak lagi.
Itu semua karena Kultivasinya sekarang hanya mencapai Pendekar Kaisar tingkat 5, Shen Long hanya mampu melawan Hewan Roh tingkat 6.
Namun berkat Aura Naga Ilahi, Shen Long harus memaksakan diri untuk melawan Hewan Roh tingkat 7, meskipun harus banyak mendapatkan luka.
__ADS_1
" Aku harus berhati-hati lagi dalam berburu." Shen Long kembali berjalan dengan tubuh besar layaknya hewan buas berkaki empat.
Tentu itu terjadi karena jika harus terbang, maka sangat banyak mengeluarkan Qi.
Meskipun Qi Sejati milik Shen Long jauh lebih banyak dari Kultivator seusianya, tapi masih belum bisa terbang dengan bebas.
Apalagi untuk kalangan Kultivator, harus mencapai Pendekar Langit terlebih dulu agar bisa terbang.
Itupun hanya dalam waktu tidak terlalu lama, sesuai dengan jumlah Qi yang dimiliki.
" Jika saja aku memiliki darah Kera Salju itu lagi, aku bisa menggunakan teknik dari kedua Guruku." Shen Long teringat saat kedua wanita yang pernah mengajarkan kepadanya teknik untuk menyerap energi dari Kultivator.
Namun sekarang dia tidak tau cara untuk membuat ramuan darah Kera Salju. Sekalipun dia berhasil mendapatkan darah Kera Salju, jika tidak mengetahui jenis Sumberdaya yang dibutuhkan. Maka sama saja tidak berfungsi.
" Sayangnya ramuan darah Kera Salju itu hanya berfungsi satu hari. Dan kedua Guru itu tidak meninggalkan cara untuk membuat ramuan itu." Shen Long sedikit kesal karena kedua gurunya hanya memiliki beberapa koin perunggu dan koin perak.
Ggooooaaarr!
Terdengar suara Auman dari tempat yang tidak jauh dari Shen Long berada.
" Siapa itu?" Apa ada manusia yang berburu di hutan ini." Shen Long merasa khawatir jika ada orang yang mengetahui keberadaannya.
Dengan sedikit penasaran Shen Long berjalan dengan mengendap seperti hewan buas yang mencari mangsanya.
Tidak lama kemudian Shen Long melihat dari sosok wanita yang menggunakan pakaian serba hitam dan penutup wajah sedang melakukan pertarungan melawan dua Serigala yang merupakan Hewan Roh tingkat 7.
" Siapa wanita itu? Kenapa dia berani memasuki Hutan ini seorang diri?" Shen Long memperhatikan cara bertarung wanita itu mirip dengan murid Sekte Seribu Pedang.
" Long'gege, aku tau kalau kamu tinggal di tempat ini." Teriak wanita itu di sela pertarungannya.
" Lie'er? Tapi kenapa aku bisa mendengar suaranya sekarang?" Shen Long sedikit heran karena sebelumnya mereka tidak bisa berinteraksi.
Gggrrrrrrr!
Terlihat sosok Naga Emas muncul dari persembunyiannya sambil menatap ke arah kedua Serigala tersebut.
__ADS_1
" Long'gege, apa itu kamu?" Yan Rou Lie terlihat senang dengan kehadiran sosok Naga Emas yang sangat familiar untuknya.