
Tetua Fraksi Naga Merah itupun melemparkan sebuah Pil kepada Zhu Bai, dimana Zhu Bai langsung memberikan kepada Shen Long.
" Senior... Pulihkan dirimu terlebih dulu. Aku tidak ingin dianggap sebagai penindas orang lemah." Ucap Zhu Bai, sambil memberikan Pil tersebut kepada Shen Long.
" Tidak perlu! Gunakan saja untukmu." Shen Long langsung menolak pemberian tersebut, karena tujuan dari Zhu Bai hanya untuk menarik perhatian agar dirinya terlihat baik.
Tentu Shen Long sudah mengetahui bahwa Zhu Bai sangatlah licik, karena dengan kepandaiannya dalam berbicara, bisa memutar balikkan fakta.
" Baiklah jika kamu menolak. Jadi jangan salahkan aku jika kamu kehilangan nyawa." Ucap Zhu Bai dengan nada datar.
" Ya... Karena aku tidak bisa memanfaatkan orang lain. Apalagi memanfaatkan seorang wanita demi keuntungan pribadi." Ucap Shen Long.
Mendengar ucapan tersebut, Zhu Bai memasang wajah jelek, karena sebelumnya dia sudah meminta kepada anggota Fraksi Naga Merah regu Ke-5 untuk membunuh Shen Long secara diam-diam.
" Kali ini aku tidak akan menahan diri lagi." Bersamaan dengan ucapannya, Zhu Bai pedang berbentuk bulan sabit di kedua tangannya, lalu melesat ke arah Shen Long.
Melihat hal itu, Shen Long juga tidak tinggal diam langsung mengeluarkan Pedang Kesunyian, lalu mengayunkan pedangnya untuk menangkis tebasan dari Zhu Bai.
" Mata Dewa."
Shen Long langsung mengaktifkan Mata Dewa miliknya, karena dia merasa yakin bahwa sosok yang menjadi lawannya pasti akan menggunakan cara licik.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Puluhan jarum kecil melesat ke arah Shen Long, dari balik baju Zhu Bai, membuat Shen Long harus melompat ke arah lain.
Traaang! Traaang! Traaang!
Dengan ketangkasannya, Shen Long menangkis puluhan jarum yang mengarah kepadanya, membuat para penonton merasa heran.
Tentu mereka tidak bisa melihat jarum yang dilepaskan oleh Zhu Bai, karena sangatlah kecil.
Melihat hal itu, Zhu Bai memasang wajah jelek, karena senjata rahasia miliknya bisa diketahui oleh Shen Long.
Agar aksinya tidak diketahui, Zhu Bai mengayunkan pedangnya membelah ruang kosong hingga menciptakan unsur elemen angin ke arah Shen Long.
Melihat hal itu, Shen Long langsung membalikkan Pedang Kesunyian hingga bagian bilahnya miring.
__ADS_1
Traaang! Traaang! Traaang!
Setiap ayunan pedang milik Shen Long, membalikkan jarum tersebut ke arah Zhu Bai.
Melihat apa yang dilakukan Shen Long, mata Zhu Bai melotot, berusaha untuk menghindar dari jarum miliknya sendiri.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Puluhan jarum menancap sempurna di tubuh Zhu Bai, membuatnya jatuh terkapar merasakan seluruh tulangnya melemah.
Sementara serangan elemen angin yang mengarah kepada Shen Long, kini dia langsung menggunakan Langkah Naga Angin untuk menghindar.
Para penonton yang menyaksikan kejadian tersebut, kini langsung bangkit berdiri saat melihat Zhu Bai tiba-tiba terjatuh tanpa sebab.
" Apa yang terjadi?" Para penonton merasa tidak percaya jika Zhu Bai bisa tumbang tanpa sebab.
" Suamiku." Kedua Istri Zhu Bai yang menyaksikan kejadian tersebut, langsung melompat ke arah arena, untuk membantu suami mereka.
Melihat hal itu, Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin juga tidak tinggal diam, langsung melompat ke arah arena untuk melawan kedua wanita tersebut.
Kedua Istri Zhu Bai yang berusaha untuk menyerang Shen Long, kini membalikkan badan saat Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin melesat ke arah mereka.
Traaang! Traaang! Traaang!
" Hentikan!" Tetua yang bertugas, langsung melesat ke atas arena, saat melihat pertarungan antara keempat wanita tersebut.
Mendengar ucapan tersebut, keempat wanita itu menghentikan pertarungan mereka, lalu berjalan mendekati suami mereka masing-masing.
" Tetua... Pemuda itu menggunakan cara licik untuk mengalahkanku." Zhu Bai memanfaatkan situasi tersebut untuk melemparkan kesalahan kepada Shen Long.
" Cara licik? Apa maksudmu?" Tanya Tetua tersebut sambil menatap ke arah Zhu Bai.
Sementara itu kedua wanita itu memapah suami mereka, sambil memeriksa keadaan Zhu Bai.
" Benar Tetua. Pemuda itu menggunakan jarum ini untuk melumpuhkan ku." Ucap Zhu Bai sambil mengeluarkan jarum yang menancap di bagian dadanya.
Sesaat Tetua yang bertugas mengambil jarum tersebut lalu memeriksanya dengan teliti.
__ADS_1
" Racun pelemah tulang?" Ucap Tetua yang bertugas, lalu menoleh ke arah Shen Long.
" Waaah pantas saja pemuda itu selalu menang. Ternyata dia menggunakan senjata rahasia."
" Benar saudara. Kalau begitu, kita harus membunuhnya."
" Ya... Kita juga harus mengambil taruhan kita sebelumnya."
Para penonton merasa tidak terima jika Shen Long sudah mempermainkan mereka dengan cara licik untuk mengalahkan lawannya.
Menanggapi situasi tersebut, Shen Long masih terlihat santai sambil menatap ke arah Tetua yang bertugas.
" Junior... Kau telah berani berbuat curang. Kali ini kamu harus menerima hukuman cambuk api lagi." Tetua yang bertugas sangat marah, sambil melesat ke arah Shen Long.
Melihat hal itu, Shen Long juga tidak tinggal diam, langsung melepaskan Aura Naga Ilahi, menggunakan Zirah Naga Emas dan mengeluarkan bayangan Naga Emas sekaligus untuk menekan pergerakan Tetua tersebut.
" Apa kamu berani menentang Akademi Pagoda Suci?" Tetua yang bertugas menghentikan langkahnya saat melihat pemandangan tersebut.
Sementara itu Shen Long menatap tajam ke arah Zhu Bai sambil berdiri di punggung Naga Emas, lalu menoleh ke arah Tetua yang bertugas.
Pemandangan tersebut membuat para Tetua dan para penonton berdecak kagum karena ada seorang Kultivator yang mampu memanggil seekor Naga Emas juga menciptakan baju Zirah Naga.
" Aku harap Tetua lebih teliti lagi. Jangan sampai dibodohi oleh murid licik seperti dia" Ucap Shen Long sambil menunjuk ke arah Zhu Bai.
" Apa Tetua benar-benar idiot?" Shen Long sama sekali tidak menghormati Tetua yang bertugas, karena terlalu cepat mengambil keputusan.
Mendengar ucapan tersebut, Tetua yang bertugas memasang wajah memerah padam karena Shen Long telah berani mengatakan dirinya 'Idiot'.
" Tetua... Coba kamu periksa di tubuh keduanya. Dengan begitu, kamu akan mengetahui siapa yang menggunakan senjata rahasia itu." Jun Lixing langsung bersuara dengan mengeluarkan Qi, saat Tetua yang bertugas ingin menyerang Shen Long.
Mendengar ucapan tersebut, Tetua yang bertugas terdiam sejenak, lalu menoleh ke arah Zhu Bai.
Merasakan sesuatu yang tidak baik, Zhu Bai secara diam-diam mengeluarkan jarum,. lalu menancapkan ke pinggang kedua Istrinya.
Aarrgggh! Aarrgggh!
Kedua wanita itu berteriak hanya sesaat, karena dalam hitungan detik tubuh mereka langsung mengering.
__ADS_1
" Terimakasih Istriku, kalian sudah membantuku." Zhu Bai yang kini kembali pulih, langsung melesat ke arah Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin, berniat untuk membunuh kedua wanita itu.
Melihat kejadian tersebut, Xiao Ai Qing langsung menciptakan Zirah berwarna silver metalik, untuk melindungi tubuhnya, karena dia menjadi sasaran pertama.