Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 195. Pendekar Dewi Es


__ADS_3

Untuk teknik Tebasan Naga Penghancur sendiri Shen Long gabungkan dari teknik yang diajarkan Ming Yue Liang, Kitab Naga Langit, Kitab Seribu Pedang dan Kitab Pedang Suci yang dimiliki Cang Li Yuan.


Tidak hanya itu saja, teknik Tebasan Naga Penghancur juga dikembangkan oleh Shen Long sendiri dengan teknik Tinju Naga Penghancur miliknya.


Sedangkan teknik dari Sekte Naga Langit hanya bisa menciptakan bayangan kepala Naga di kedua tangan yang menyemburkan unsur elemen.


Namun Tebasan Naga Penghancur, jauh berbeda karena bayangan Naga Emas itu sendiri yang keluar dan menghantam tubuh lawannya.


" Junior... Apa kamu bisa memperagakan teknik yang dimiliki Sekte Naga Langit kepada kami?" Tanya Lu Quan yang tidak terima jika Shen Long dianggap sebagai pencuri. " Atau anggota Klan Yang ada yang bisa menunjukkan kepada kami?" Tanya Lu Quan.


Mendengar ucapan tersebut, semua anggota Sekte Naga Langit dan Klan Yang tertunduk malu karena senior mereka sekalipun tidak mampu menggunakan teknik seperti yang dilakukan Shen Long.


Di sisi lain Shen Long yang terus melancarkan serangannya, kini para penonton menelan ludah kasar karena pemuda itu seperti pembunuh berdarah dingin yang tidak memberikan kesempatan kepada pihak lawannya.


" Hentikan!" Tetua yang memandu latih tanding dengan buru-buru masuk ke arena.


Mendengar ucapan tersebut, Shen Long menghentikan aksinya lalu menoleh ke arah Tetua yang bertugas.


" Ka... Kau..." Dengan sekuat tenaga Pendekar Buas bangkit berdiri sambil menatap ke arah Shen Long dengan tatapan dingin.


Kultivator tersebut tidak menyangka bahwa sosok yang menjadi lawannya jauh lebih buas daripada dirinya sendiri.


" Terimakasih senior sudah mengalah." Shen Long mengepal kedua tangannya sebagai sikap hormat, tanpa memiliki rasa bersalah sedikitpun.


Tidak lama kemudian beberapa ahli medis memasuki arena dimana mereka bertugas untuk menyembuhkan Pendekar Buas.


Sedangkan macan hitam langsung kembali ke alam jiwa Kultivator tersebut.


Tidak hanya itu, para medis juga memberikan Pil kepada Shen Long untuk memulihkan diri karena dia akan melanjutkan ke pertandingan selanjutnya.


" Sekarang sang penantang akan melawan Pendekar Dewi Es yang menduduki posisi Ke-9." Ucap Tetua tersebut, sambil menatap ke arah kursi para Kultivator bergelar.


Wuush!


Sosok bayangan putih melesat cepat ke arah atas arena dimana setiap yang dia lewati menjadi dingin hingga membeku.


" Oh..." Shen Long yang sudah pulih kembali, menyipitkan matanya karena lawan yang dia hadapi sekarang adalah pengguna unsur elemen Es.


Tap!


Wanita tersebut langsung berdiri di hadapan Shen Long, tanpa ekspresi apapun.


" Salam senior, mohon bimbingannya." Shen Long mengepal kedua tangannya sambil memasang sikap waspada.


Tentu Shen Long menyadari bahwa wanita tersebut jauh lebih kuat darinya, karena setiap yang dilewatinya saja langsung membeku.


Tanpa berkata apapun, wanita tersebut langsung mengeluarkan pedang miliknya seakan siap untuk bertarung.

__ADS_1


" Tidak ada yang bisa aku sampaikan lagi. Mulai!" Tetua langsung memberi isyarat kepada mereka berdua.


Buussshh!


Seketika di atas arena langsung menjadi beku, dimana butiran salju berjatuhan di seluruh arena.


" Dingin sekali." Shen Long merasakan seluruh tubuhnya dingin menggigil sampai ke tulangnya.


Buussshh!


Shen Long mengalirkan Qi miliknya untuk mengusir hawa dingin tersebut, sehingga terlihat sosok Naga Emas melingkari tubuhnya sehingga tubuh Shen Long menjadi hangat.


" Apa? Siapa pemuda itu?" Para penonton tercengang melihat kejadian tersebut, karena pelindung yang diciptakan Shen Long sangat berbeda dari para Kultivator yang lain.


Straaing! Straaing!


Puluhan jarum yang tercipta dari elemen Es, mengelilingi tubuh wanita tersebut.


Wuush!


Wanita tersebut melesat cepat ke arah Shen Long sambil mengayunkan pedangnya.


Melihat hal itu, Shen Long juga tidak tinggal diam langsung melesat cepat sambil mengayunkan pedangnya untuk melakukan serangan.


Traaang!


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Namun saat itu juga bayangan Naga Emas yang melingkari tubuh Shen Long melahap jarum es tersebut sehingga tidak bisa melukai tubuhnya.


Kini pertukaran serangan dari kedua belah pihak semakin sengit hingga menciptakan gelombang kejut menyebar ke berbagai arah.


" Siapa pemuda ini? Kenapa teknik yang aku ciptakan seakan tidak berfungsi." Gumam wanita tersebut di sela pertarungannya.


" Patung Es."


Traaang!


Pedang milik Shen Long membentur benda keras, dimana letak wanita itu sebelumnya.


Melihat serangannya hanya bersarang pada patung es, Shen Long langsung meningkatkan kewaspadaan sambil menggunakan Mata Dewa miliknya.


" Hujan Es."


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Puluhan jarum es yang sangat runcing dan keras, melesat ke arah Shen Long layaknya hujan deras.

__ADS_1


Saat itu juga wanita sebelumnya telah berpindah tempat ke atas arena di paling pojok sambil mengendalikan jarum es tersebut.


" Langkah Naga Angin."


Shen Long melesat cepat untuk menghindari puluhan jarum es tersebut, karena dia sudah faham bahwa wanita yang menjadi lawannya adalah Kultivator jarak jauh.


" Apa? Secepat itu?" Wanita tersebut memutar bola matanya karena Shen Long sudah berdiri di belakangnya.


Baaam!


Sebuah tendangan keras bersarang pada bokong wanita tersebut membuat terpental ke tengah arena.


" Dasar pria mesum." Wanita tersebut terlihat geram karena Shen Long menyerang ke bagian bokongnya.


" Aku tidak peduli dimana arah seranganku. Yang penting bisa menang." Shen Long berkata dengan nada datar sambil menatap ke arah wanita tersebut.


" Kau..." Wanita itu yang sangat marah, langsung meningkatkan elemen Es miliknya, membuat Shen Long juga harus mengeluarkan Qi untuk melindungi tubuhnya.


" Tarian Dewi Es."


Wanita tersebut menggunakan teknik terkuatnya, karena Shen Long telah berani menyentuh bokongnya.


Para penonton juga terlihat tegang karena teknik Tarian Dewi Es sangat kuat dan berbahaya yang bisa mengunci pergerakan lawan.


" Tarian Seribu Naga Pedang."


Shen Long juga tidak mau kalah, langsung menggunakan teknik yang dia miliki sambil mengarahkan pedangnya kedepan.


Traaang! Traaang! Traaang!


Pertemuan pedang dari kedua belah pihak membuat percikan api kecil, dimana terlihat berimbang.


Namun hawa dingin tersebut membuat gerakan Shen Long secara perlahan mulai melambat.


Merasa dalam posisi tidak menguntungkan, Shen Long langsung menggunakan Mata Dewa miliknya untuk mencari titik lemah pihak lawan.


" Jadi..." Shen Long membulatkan mata karena titik kelemahan wanita itu berada di bagian gunung kembarnya.


Karena dalam keadaan terdesak, Shen Long terpaksa harus melakukan hal itu, meskipun nantinya dia akan dikutuk oleh para Kultivator yang lain.


Baaam! Baaam!


Telapak tangan kiri Shen Long bersarang di kedua gunung kembar wanita itu, hingga terpental ke pinggir arena.


Melihat apa yang dilakukan Shen Long, para penonton langsung bangkit berdiri sambil mengutuk keras apa yang dikatakan pemuda itu.


Bahkan para Tetua juga bangkit berdiri ingin sekali mencabik-cabik tubuh Shen Long, karena sudah berani menyentuh bagian terlarang seorang wanita.

__ADS_1


" Kau... Aku akan mengingat kejadian ini." Wanita tersebut merasa malu karena baru pertama kali bagian terlarang miliknya disentuh oleh seorang pemuda.


Dengan buru-buru wanita itu meninggalkan arena, karena tidak kuasa menanggung malu, tentu dia akan membalas perbuatan pemuda itu dilain waktu.


__ADS_2