Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 185. Xiao Ai Qing Vs Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie


__ADS_3

[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk kasih Like Koment dan Rate 🌟 5 ]


*******


Di sisi lain Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie tergeletak di tanah dengan kondisi menggenaskan.


" Haaahh... Hanya begitu saja kemampuan kalian." Xiao Ai Qing menatap ke arah kedua wanita itu yang sudah lemah tidak berdaya.


Teriakkan dan rintihan dari Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie begitu menyedihkan karena tubuh mereka tidak mampu digerakkan sama sekali atas penyiksaan yang dilakukan Xiao Ai Qing.


" Kali ini aku tidak akan membunuh kalian, karena aku dengar kalian sudah memiliki suami yang sama. Kalian tau artinya?" Xiao Ai Qing menatap ke arah kedua wanita itu tanpa belas kasihan sedikitpun.


" Apa yang kamu lakukan kepada suami kami?" Cang Li Yuan berusaha sekuat tenaga untuk bersuara, meskipun seluruh tubuhnya dipenuhi dengan luka sayatan.


" Tentu aku akan melakukan hal yang sama seperti kalian membunuh dan menyiksa kekasihku. Tenang saja, aku akan mengirimkan kepala suami kalian sebelum aku membunuh kalian. Dengan begitu kalian akan mengetahui betapa menyakitkan saat orang yang kalian cintai dibunuh di depan mata kalian sendiri." Xiao Ai Qing dengan nada mengancam, namun mengandung kesedihan dari raut wajahnya.


Xiao Ai Qing mengingat jelas bagaimana kedua wanita itu membunuh tunangannya di masa lalu tanpa belas kasihan sedikitpun.


Mendengar ancaman tersebut, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie berusaha sekuat tenaga untuk bangkit berdiri.


Namun jangankan untuk berdiri, bersuara saja hampir tidak mampu karena luka di wajah mereka sangat parah.


Tidak hanya itu, wajah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie juga terlihat pucat seperti kapas karena banyak mengeluarkan darah hingga seluruh tubuh mereka dilumuri darah mereka sendiri.


" Aku penasaran dengan wajah suami kalian. Tapi suatu saat aku akan mencari dan membunuhnya di depan mata kalian." Ucap Xiao Ai Qing, lalu meninggalkan tempat tersebut karena dia dapat merasakan ada aura yang lebih kuat darinya.


Saat Xiao Ai Qing telah pergi, kini terlihat dua sosok wanita yang melesat ke arah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie tergeletak.


Wuush!


Satu sosok wanita melesat cepat ke arah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie yang kini sangat sulit untuk dikenali.


" Yuan'er, Lie'er." Tetua Agung yang terlebih dulu sampai di tempat itu menatap ke arah kedua wanita yang sedang terluka parah.

__ADS_1


Sesaat Tetua Agung ingin mengejar pelaku tersebut, namun jika terlambat sedikit maka kondisi Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie tidak bisa ditolong.


" Nona Rou Lie, nona Li Yuan." Guang Yunyi berteriak histeris ketika melihat kedua wanita itu hampir tidak bisa dikenali.


" Lupakan masalah latihan. Kita harus membawa mereka kembali ke Sekte untuk memberikan pertolongan." Tetua Agung membopong tubuh kedua wanita itu yang bersimbah darah.


Tanpa menunggu lama Tetua Agung melesat cepat ke arah Sekte Bunga Sakura, dimana Guang Yunyi berlari untuk mengejar.


*******


( Akademi Pagoda Suci )


Shen Long yang baru saja pulang dari misinya, kini langsung masuk ke kediamannya sambil mencari keberadaan Guang Louzhy.


" Kakak, aku pulang." Shen Long yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kakaknya tersebut, langsung memeriksa ruang tamu namun tidak menemukan siapapun.


Sesaat Shen Long terus mencari keberadaan Guang Louzhy hingga sampai ke dapur, namun tidak menemukan apapun.


Dengan perasaan cemas, Shen Long membuka pintu kamar Guang Louzhy, hingga melihat wanita itu sedang berbaring di tempat tidurnya.


" Haaahh... Syukurlah, ternyata kakak hanya sedang tidur." Shen Long menatap ke arah Guang Louzhy yang hanya menampakkan kepalanya, karena seluruh tubuhnya ditutupi selimut tebal.


Tanpa merasa curiga, Shen Long kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri, lalu memasak untuk mereka.


Namun setelah selesai makan, Guang Louzhy masih belum keluar dari kamarnya yang membuat Shen Long sedikit khawatir.


" Apa yang terjadi dengan kakak?" Shen Long yang sudah selesai makan, langsung membawa beberapa makanan untuk Guang Louzhy.


Saat berada di kamar Guang Louzhy, Shen Long langsung berjalan mendekati wanita itu dimana terlihat jelas dari wajahnya sangat pucat.


" Kakak, apa yang terjadi denganmu?" Shen Long yang melihat itu, langsung meletakkan makanan yang dia bawa sebelumnya, lalu memeriksa keadaan Guang Louzhy.


Sesaat saat Shen Long menyentuh tangannya di kening Guang Louzhy, langsung kaget karena tubuh kakaknya dingin seperti es.

__ADS_1


" Kakak, apa yang terjadi?" Shen Long yang terlihat panik langsung menyalurkan Qi miliknya untuk memulihkan kondisi Guang Louzhy.


" Long'er, percuma saja! Sepertinya kakak tidak bisa lebih lama tinggal bersamamu." Terdengar suara pelan dari mulut Guang Louzhy yang dalam kondisi menggigil.


Saat Shen Long memeriksa kondisi tubuh Guang Louzhy, Shen Long menghela nafas berat karena kakaknya terlalu memaksakan diri untuk berlatih.


" Long'er... Kamu terlalu menikmati posisimu sebagai seorang adik. Kelak di kehidupan selanjutnya aku akan menjadi kakakmu yang baik. Atau bisa juga menjadi Istrimu." Ucap Guang Louzhy dengan nada pelan sambil menahan hawa dingin di tubuhnya.


" Kakak, kamu jangan bicara seperti itu! Aku akan melakukan apapun agar kakak bisa pulih kembali." Shen Long yang terus menyalurkan Qi miliknya berusaha untuk mengusir hawa dingin dari tubuh Guang Louzhy.


" Long'er, percuma saja! Semuanya sudah terlambat." Guang Louzhy menggelengkan kepala sambil menatap ke arah Shen Long.


Sesaat Guang Louzhy mengalungkan kedua tangannya di leher adiknya, hingga membuat Shen Long sontak kaget.


" Untuk kali ini jangan melawan perintah kakak." Entah apa yang membuat Guang Louzhy merasa tertarik dengan Shen Long.


Meskipun mulutnya selalu memanggil Shen Long dengan adik, namun dalam hatinya mengatakan hal lain.


" Kakak, tapi...." Sebelum Shen Long melanjutkan ucapannya, Guang Louzhy langsung merangkulnya hingga tanpa sengaja tubuh Shen Long tertindih di atas Guang Louzhy.


" Long'er, sudah ribuan tahun kakak terkurung di Pedang Kesunyian. Sekuat apapun, kakak juga wanita biasa." Guang Louzhy berbisik di telinga Shen Long.


Bersamaan dengan ucapannya, Guang Louzhy meraba bagian punggung Shen Long, meskipun hangatnya tubuh Shen Long tidak mampu mengusir hawa dingin tersebut, namun Guang Louzhy merasa sedikit tertolong.


Mendapatkan sentuhan lembut tersebut, sebagai pria normal, Shen Long tidak bisa menolak hal tersebut dan membiarkan Guang Louzhy mengusap tubuhnya.


" Cup." Secara naluriah Guang Louzhy mengecup bibir Shen Long, dimana pemuda itu hanya membicarakannya.


Adrenalin Guang Louzhy yang berpacu hebat, kini memberi isyarat kepada Shen Long untuk meraba gunung kembarnya.


Mendapatkan Isyarat tersebut, Shen Long hanya menuruti keinginan Guang Louzhy, sambil meremas gunung kembar tersebut yang terasa dingin seperti es.


Merasakan sensasi yang berbeda, Guang Louzhy melepaskan pakaian Shen Long hingga hangat dari tubuh pemuda itu sedikit membantunya.

__ADS_1


__ADS_2