Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 356. Persaingan


__ADS_3

Pada keesokan pagi Long Yunuan keluar dari kamarnya dengan wajah cemberut, karena meskipun sekamar dengan Shen Long, namun pemuda itu seakan tidak terpengaruh dengan godaannya.


" Ada apa denganmu?" Tanya Long Lijing saat melihat wajah putrinya tidak bersemangat.


" Ibu... Apa wajahku kurang menarik?" Tanya Long Yunuan, karena Shen Long sama sekali tidak terpengaruh dengan godaannya.


Mendengar ucapan tersebut, Long Lijing menggelengkan kepala karena tidak menyangka menantunya yang 'sampah' itu tidak tertarik pada putrinya.


" Aku memang tidak menyukai menantu sampah itu, tapi ulahmu sendiri membuatku juga marah kepadamu." Long Lijing terlihat kesal, karena perbuatan Long Yunuan mencoreng nama baik keluarga mereka.


Meskipun demikian, Long Lijing masih tetap peduli kepada putrinya, sehingga dia meminta kepada Long Yunuan agar memberikan sesuatu yang berharga kepada Long Yutian demi mendapatkan perhatian dari Long Yutian.


Meskipun merasa tidak rela memberikan sesuatu yang berharga kepada Long Yutian, Long Yunuan meminta kepada Ibunya untuk mengantarnya ke kota Daifang untuk mencari Sumberdaya yang cocok untuk Shen Long.


" Baiklah, kali ini aku akan membantumu. Namun ini untuk yang terakhir kalinya." Long Lijing langsung membawa putrinya menuju ke kota Daifang.


*******


Sementara di tempat lain, terlihat Shen Long sedang berada di belakang gudang seperti biasanya untuk berlatih.


Tidak lama kemudian terlihat Long Yaohan dan dua Tetua yang bertugas untuk menjadi guru Long Yutian.


" Salam ayah, Tetua." Shen Long memberi hormat kepada ketiga sosok tersebut.


Sementara dua Tetua itu secara diam-diam mengukur tingkat Kultivasi Shen Long, juga memeriksa kualitas fisiknya.


Kedua Tetua itupun sontak kaget karena ada aura yang lain pada tubuh Shen Long yang tidak dimiliki oleh anggota Klan Long.

__ADS_1


" Mmmm, nak... Mulai hari ini kedua Senior ini yang akan menjadi gurumu. Belajarlah dengan giat, karena aku ingin agar kamu juga ikut turnamen." Long Yaohan langsung mengutarakan tujuannya dan meminta kepada kedua Tetua untuk mengajari Long Yutian.


Tanpa membuang waktu, Tetua Cakar Naga langsung maju ke depan untuk memperagakan serangan cakaran yang dia miliki.


" Yutian... Perhatikan gerakanku baik-baik! Dulu mantan gurumu Long Qianxue mempelajari seni serangan cakaran selama dua tahun. Tapi aku yakin kamu pasti menguasainya kurang dari satu minggu." Tetua Cakar Naga memperagakan permainan cakaran secara detail, meskipun ucapannya hanya untuk menghibur Shen Long.


Meskipun dalam hatinya begitu berat untuk mengatakan hal itu karena untuk cucunya Long Qianxue saja membutuhkan waktu lama dua tahun. Apalagi untuk Shen Long yang terlihat biasa-biasa saja.


Melihat seni gerakan dari Tetua Cakar Naga begitu rumit, Shen Long secara diam-diam menggunakan Mata Dewa miliknya untuk mempelajari teknik tersebut.


Sudah satu jam Tetua Cakar Naga memperagakan gerakan cakaran yang dia kuasai, kini kembali ke samping Long Yaohan.


" Yutian... Sekarang giliranmu! Aku yakin kamu melebihi cucuku." Tetua Cakar Naga mempersilahkan kepada Shen Long untuk memperagakan gerakan yang dia tunjukkan, meskipun ucapannya hanya bualan.


" Baik Guru." Jawab Shen Long, lalu berjalan menuju lapangan.


Sambil menarik napas dalam-dalam, Shen Long memperagakan setiap gerakan yang diajarkan oleh Tetua Cakar Naga, membuat ketiganya membuka matanya lebar-lebar.


Kini Tetua Tapak Naga melotot ke arah Tetua Cakar Naga, karena pria sepuh itu hanya menyembunyikan rasa malunya karena teknik yang dia ajarkan seakan tidak berharga di mata Shen Long.


Namun Tetua Cakar Naga tidak memperdulikan tatapan tersebut, karena kali ini dia dengan mudah mendapat Pil Jiwa Abadi.


" Sekarang giliranku." Tetua Tapak Naga tidak ingin kalah, langsung memperagakan seni tapak yang dia miliki.


Lagi-lagi Shen Long dengan mudah menguasai teknik yang diajarkan oleh Tetua Tapak Naga, membuat Long Yaohan memasang wajah masam.


" Jika seperti ini, aku akan bangkrut." Pikir Long Yaohan, karena kedua Tetua itu dengan mudah mendapat Pil Jiwa Abadi.

__ADS_1


Namun Long Yaohan tidak kehabisan akal, karena tidak mungkin baginya untuk memberikan Pil Jiwa Abadi dengan mudah kepada kedua Tetua itu.


" Senior Cakar Naga, senior Tapak Naga... Apa hanya itu saja teknik yang kalian ajarkan kepada menantuku? Bukankah kalian pernah mengatakan bahwa teknik itu susah dipelajari oleh orang lain. Kenapa menantuku menganggap bahwa teknik kalian biasa-biasa saja?" Long Yaohan mencoba memprovokasi kedua Tetua itu, agar dia tidak mengalami kerugian besar.


" Patriak, apa maksudmu? Aku sudah mengajarkan kepada menantumu dengan baik. Jadi jangan mengelak lagi! Berikan Pil Jiwa Abadi itu untukku." Kedua Tetua langsung menadah tangannya untuk menerima upah mereka.


Namun Long Yaohan tidak kehabisan akal, dia tetap memikirkan cara agar kedua Tetua itu tidak mudah mendapatkan Pil Jiwa Abadi.


" Senior Cakar Naga, senior Tapak Naga... Sebelum aku memberikan Pil itu kepada kalian, menurut penilaian kalian, sebutan apa yang cocok untuk menantuku?" Tanya Long Yaohan, yang berusaha untuk menjebak kedua Tetua tersebut.


Mendapatkan pertanyaan seperti ini, kedua Tetua memasang wajah jelek karena pertanyaan tersebut sama-sama menjebak mereka.


Jika kedua Tetua mengatakan bahwa Long Yutian adalah sampah, maka teknik yang mereka ajarkan juga bisa dikatakan sebagai sampah, karena Shen Long dengan mudah menguasainya.


Namun jika dikatakan sebagai jenius, lalu apakah mereka berani mengatakan bahwa Long Yutian adalah jenius diantara para jenius lainnya?


" Sialan... Ternyata tidak mudah untuk mendapatkan Pil Jiwa Abadi itu." Kedua Tetua menggerutu dalam hati, karena tidak ada pilihan lain, mereka harus mengakui bahwa Long Yutian adalah jenius diantara para jenius lainnya.


" Baiklah, aku mengakui bahwa menantumu adalah jenius diantara para jenius lainnya." Ucap Tetua Tapak Naga, meskipun ucapannya terasa kaku.


" Terimakasih atas pengakuan dari senior. Jika begitu, hadiah apa yang pantas diberikan kepada seorang paling jenius?" Tanya Long Yaohan.


Tentu kedua Tetua mengetahui arah pembicaraan dari Long Yaohan. Dengan kata lain kedua Tetua itu harus mengajarkan kepada Shen Long tentang teknik yang mereka miliki ke tahap selanjutnya.


Atau paling tidak, kedua Tetua itu harus memberikan sesuatu yang berharga kepada Long Yutian sebagai hadiah.


" Yutian... Aku ini sudah tua. Oleh karena itu, aku meminta kepada cucuku untuk untuk menjadi gurumu ketika berada di Klan utama Long." Tetua Cakar Naga yang melihat potensi yang dimiliki Shen Long, tidak keberatan jika pemuda itu mendekati cucunya Long Qianxue.

__ADS_1


Apalagi Long Yunuan memiliki predikat buruk terhadap Long Yutian, sehingga di masa depan Long Qianxue bisa disandingkan dengan Long Yutian.


" Tua bangka sialan. Apa dia ingin merebut menantuku?" Long Yaohan memasang wajah masam karena dia mengetahui apa tujuan dari Tetua Cakar Naga.


__ADS_2