
Sesuai dengan apa yang dikatakan petugas sebelumnya, saat Hewan Iblis berhadapan dengan Shen Long, tingkat Kultivasi mereka langsung disesuaikan dengan tingkat Kultivasi Shen Long.
Dengan demikian Shen Long dengan mudah mengalahkan kecoa raksasa, karena kemampuannya setara dengan Pendekar Alam tingkat 5, melebihi Long Yuanzhi.
" Dengan begini, aku bisa membunuh Hewan Iblis sebanyak mungkin." Setelah selesai membunuh kecoa raksasa, Shen Long melesat ke sebuah arah untuk mencari keberadaan Hewan Iblis yang lain.
Kebetulan Shen Long dan semua Kultivator yang masuk ke dunia tersembunyi, mereka semua dipindahkan secara acak di bagian pinggiran dunia tersembunyi, sehingga tujuan mereka adalah menuju ke bagian pusat dunia tersembunyi.
Setelah melakukan pertarungan di sepanjang perjalanannya, Shen Long mulai merasakan bahwa semakin masuk ke pusat dunia tersembunyi, kekuatan Hewan Iblis semakin meningkat, meskipun berbeda di tingkat Kultivasi yang sama.
" Sepertinya di dunia tersembunyi ini, jika semakin masuk kedalam, maka kekuatan Hewan Iblis semakin kuat." Gumam Shen Long, sambil membunuh serangga raksasa selama dalam perjalanan.
Baik itu Shen Long, ataupun semua anggota Klan Long tidak mengetahui apa saja yang berada di dunia tersembunyi, karena dari generasi ke generasi tidak ada yang pernah memasuki dunia tersembunyi itu.
" Tuan muda... Jika tidak salah, dunia tersembunyi ini memiliki banyak harta peninggalan. Salah satunya adalah danau pedang." Jian Qianxing menjelaskan kepada Shen Long, menurut pengalamannya saat bersama tuan pertamanya.
" Benarkah? Kalau boleh tau, tunjukkan dimana letaknya!" Shen Long terlihat antusias, karena dia juga membutuhkan senjata yang lain untuk ketiga pecahan tubuhnya.
" Untuk itu aku tidak ingat. Untuk itu tuan harus mencari seseorang yang mengetahui apa saja yang ada di dunia tersembunyi ini." Jian Qianxing menyarankan agar Shen Long mencari seorang rekan yang berasal dari daratan murni emas yang juga pergi ke dunia tersembunyi.
Jian Qianxing juga menjelaskan bahwa para Kultivator yang berada di daratan murni emas juga ikut masuk ke dunia tersembunyi, karena semuanya saling terhubung.
" Baiklah, aku akan mencari orang yang mengetahui dunia tersembunyi ini." Ucap Shen Long, sambil mengayunkan pedangnya untuk membunuh Hewan Iblis yang dia temui, bersama ketiga pecahan tubuhnya.
*******
( Daratan murni emas, Kerajaan Xing )
Di sebuah tempat, terlihat beberapa sosok yang sedang berkumpul di depan pintu dimensi yang terhubung dengan dunia tersembunyi.
Di tempat itu juga terlihat tiga sosok wanita yang diberi julukan Tiga Feniks Pedang yang tidak lain adalah Xiao Aiqing, Cang Liyuan dan Yan Roulie.
Saat keluar dari Goa Seribu Pedang, Tiga Feniks Pedang berhasil mendapatkan niat pedang hingga mampu mendapatkan Jiwa Pedang tahap awal, sehingga mendapatkan julukan Tiga Feniks Pedang.
__ADS_1
Banyak sekali murid Sekte Seribu Pedang ingin mendekati salah satu dari Tiga Feniks Pedang, namun ketiganya tidak menggubris sama sekali.
Tidak lama kemudian, terlihat sosok pemuda yang terlihat tampan dan berwibawa yang merupakan jenius muda dari Sekte Seribu Pedang.
Sosok itu tidak lain adalah Yan Hui, merupakan salah satu dari Raja Pedang Sekte Seribu Pedang.
" Bukankah itu Yan Hui?" Tanya salah satu dari murid.
" Benar... Dia adalah Yan Hui merupakan Raja Pedang peringkat kesepuluh diantara Raja Pedang yang lain."
" Waaah, dia sangat tampan sekali."
" Tidak hanya tampan, tapi juga sangat berbakat di Sekte Seribu Pedang."
Beberapa murid wanita sangat kagum dengan penampilan Yan Hui, begitu mendambakan bisa menjadi kekasih pemuda itu.
Di sisi lain, Yan Hui sama sekali tidak peduli dengan pujian dari para gadis itu, karena tatapan matanya tertuju pada adik seperguruannya yang diberi julukan Tiga Feniks Pedang.
Yan Hui berjalan menghampiri ketiga wanita itu, sambil melewati beberapa sosok wanita yang ingin mendekatinya.
Sesaat ketiga wanita itu menoleh ke arah Yan Hui, lalu membuang muka, tanpa memperdulikan keberadaan pemuda itu.
Yan Hui memasang wajah masam, karena Tiga Feniks Pedang sama sekali tidak peduli padanya.
Bahkan beberapa murid wanita begitu iri kepada Tiga Feniks Pedang yang bersikap acuh kepada Yan Hui.
" Karena kalian baru pertama kali memasuki dunia tersembunyi itu, aku tidak keberatan jika kalian bergabung bersama kelompokku." Meskipun merasa malu, Yan Hui menawarkan diri agar Tiga Feniks Pedang bisa bergabung dengan mereka.
Para murid wanita yang mendengar tawaran dari Yan Hui, kini semakin kesal kepada Tiga Feniks Pedang, karena Yan Hui justru memberi tawaran kepada orang lain.
" Tidak, terimakasih." Jawab Yan Roulie, tanpa menoleh ke arah Yan Hui.
" Lebih baik kamu pergi dari sini. Mulutmu sangat bau." Cang Liyuan mengibaskan tangan di wajahnya, seakan ada yang mengganggu penciumannya.
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Cang Liyuan, Yan Hui memasang wajah jelek sambil mencium bau mulutnya.
' Tidak ada bau mulut.' Pikir Yan Hui, sambil menahan rasa malu.
" Yan Hui... Jika mereka tidak mau, aku dengan senang hati bergabung dengan kelompok kalian." Ucap salah satu murid wanita, menawarkan diri.
" Yan Hui, aku juga ingin bergabung dengan kelompok kalian."
Beberapa murid wanita lainnya juga ikut menawarkan diri untuk mendekati Yan Hui.
" Lihat saja nanti, aku akan menaklukkan hati kalian." Pikir Yan Hui, lalu meninggalkan tempat itu, menuju ke kelompoknya.
Tidak lama kemudian, terlihat satu Tetua Sekte Seribu Pedang naik ke atas mimbar.
" Hari ini dunia tersembunyi sudah terbuka. Ingat, saat kalian berada di dunia tersembunyi, maka garis darah kalian akan ditekan."
" Jadi, gunakan kesempatan untuk meningkatkan Kultivasi dan mencari benda peninggalan yang ada disana."
Tetua tersebut menjelaskan tentang berbagai aturan yang ada di dunia tersembunyi, agar para Kultivator dari daratan murni emas tidak menggangu para Kultivator dari daratan terendah.
Dengan demikian semua Kultivator yang datang ke dunia tersembunyi akan memiliki garis darah yang sama.
" Kalian akan berpindah secara acak, sehingga kalian harus berhati-hati. Kecuali bagi yang memiliki Plakat khusus, sehingga kalian akan berpindah ke tempat yang sama." Tetua itu juga menjelaskan bahwa beberapa murid yang menggunakan Plakat, bisa membawa murid yang lain agar tidak berpindah secara acak.
Tanpa membuang waktu Xiao Aiqing dan Cang Liyuan meneteskan darahnya pada Plakat yang dimiliki Yan Roulie, sehingga mereka akan berpindah di tempat dimana Yan Roulie berada.
" Tiga Feniks Pedang, apa kami boleh bergabung bersama kalian?" Tanya beberapa murid kepada mereka.
" Tidak." Jawab ketiga wanita itu dengan serempak.
Beberapa murid pria yang ingin mendekati ketiga wanita itu hanya menghela nafas berat, karena ketiga wanita itu tidak ingin ada orang lain bernama kelompoknya.
" Jika sudah mendapatkan kelompok, kalian boleh masuk ke dalam portal teleportasi yang disediakan." Ucap Tetua tersebut, sambil menunjuk ke arah pintu teleportasi.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu, Tiga Feniks Pedang langsung masuk ke dalam portal teleportasi, bersama murid lainnya.