Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 490. Pagoda


__ADS_3

Sesaat Long Fengxia melirik ke arah Shen Long dibalik cadar dan topi tudungnya, sambil memikirkan cara untuk menghadapi situasi tersebut.


Jika taruhan mereka dilanjutkan, Long Fengxia tidak hanya menjadi pelayan Shen Long, tapi juga mendapatkan kerugian besar.


" Jika seperti ini terus, maka aku akan berada di urutan terakhir." Long Fengxia menghela nafas berat, sambil menatap ke Plakat miliknya.


Di dalam Plakat tersebut Long Fengxia hanya fokus melihat peringkatnya sendiri, sehingga tidak menyadari bahwa ada keanehan dari Shen Long.


" Meskipun kamu menggunakan cadar dan topi tudung, aku bisa merasakan bahwa kamu mencuri pandangan kepadaku." Ucap Shen Long, sambil menyandarkan tubuhnya di pohon besar.


" Ciiih." Long Fengxia mendengus dingin, karena Shen Long mengetahui bahwa dia sedang melirik ke arah pemuda itu.


Bukan karena Long Fengxia menyukai Shen Long, melainkan dia sedang berpikir keras untuk mengatasi situasi tersebut.


" Bilang saja kalau mau menyerah. Tapi selain menjadi pelayanku, aku juga meminta kompensasi karena kamu sudah membuatku kelelahan seperti ini." Ucap Shen Long, meskipun tatapannya tertuju pada arah lain.


Long Fengxia merapatkan giginya, ingin mencabik-cabik wajah Shen Long, karena pemuda itu justru meminta kompensasi.


Sesaat Long Fengxia tersenyum penuh makna, hingga terlintas di pikiran untuk memanfaatkan situasi tersebut.


" Baiklah, aku akan memberikan kompensasi untukmu. Tapi kamu harus membantuku untuk mendapatkan mutiara hitam." Ucap Long Fengxia, karena dengan bantuan Shen Long dia bisa mengembalikan urutannya yang sudah di peringkat 16.


" Baiklah, aku akan membantu. Asalkan kamu mau berlutut di hadapanku dan mengakui kekalahan mu." Shen Long bicara dengan santai, tanpa menoleh sedikitpun.


Mendengar ucapan tersebut, Long Fengxia berusaha menahan diri. Berlutut dan mengakui kekalahannya jauh lebih sulit daripada bertarung melawan Kultivator yang lebih kuat darinya.


Namun karena tidak ada pilihan lain, Long Fengxia menurunkan egonya, meskipun merasa tidak terima jika berlutut di hadapan Shen Long.


" Baiklah, aku mengaku kalah." Ucap Long Fengxia, sambil berlutut di hadapan Shen Long.


Shen Long tersenyum puas, karena gadis yang angkuh dan sombong telah mengakui kekalahannya.


" Mmmmm... Sebagai kompensasinya aku menginginkan sesuatu padamu." Ucap Shen Long, sambil menatap ke arah Long Fengxia yang berlutut di depannya.

__ADS_1


" Apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Long Fengxia, sambil meningkatkan kewaspadaan, lalu menjauhi Shen Long.


Tentu Long Fengxia bersikap hati-hati, karena dia berpikir bahwa Shen Long akan melakukan sesuatu padanya.


Shen Long tersenyum lebar, lalu bangkit berdiri sambil menatap ke arah Long Fengxia.


" Kamu pikir aku meminta tubuhmu? Aku sama sekali tidak tertarik." Shen Long menggelengkan kepala sambil berjalan mendekati Long Fengxia yang mengarah pedangnya ke arah Shen Long.


Mendengar ucapan dari Shen Long, Long Fengxia merasa dirinya seakan direndahkan, karena pemuda yang dengan wajah pas-pasan juga tidak menyukainya.


" Aku hanya menginginkan Inti Roh yang kamu miliki." Ucap Shen Long, sambil menjulurkan tangannya.


Mendengar ucapan tersebut, Long Fengxia bertanya-tanya, mengapa Shen Long mengetahui bahwa dia memiliki Inti Roh Banteng Emas pada Cincin miliknya.


" Baiklah, aku akan memberikan untukmu." Ucap Long Fengxia, lalu memberikan Inti Roh Banteng Emas bersama Cincin Ruang tingkat dasar kepada Shen Long.


Tentu Long Fengxia memberikan Cincin Ruang kepada Shen Long, karena dia menyadari pemuda itu tidak memiliki cincin penyimpanan.


" Sepertinya kamu sedang menyogok ku." Ucap Shen Long, sambil mengambil Cincin Ruang tersebut, lalu memakainya dan menyimpan Inti Roh pada Cincin miliknya.


Shen Long mengangguk kecil, lalu berjalan meninggalkan tempat tersebut, diikuti Long Fengxia.


Selama dalam perjalanan, Shen Long tidak lagi mengganggu buruan Long Fengxia, bahkan sesekali dia membantu gadis itu agar bisa mendapatkan mutiara hitam lebih cepat.


Namun ketika bertemu dengan kelompok Kultivator lainnya yang sedang melakukan pertarungan melawan sekelompok Hewan Iblis, Shen Long dengan senang hati membantu mereka agar bisa membunuhnya dengan cepat.


" Bocah sialan." Beberapa Kultivator mengumpat dalam hati, karena Shen Long merebut buruan mereka.


" Awas saja nanti. Aku akan melaporkan kejadian ini kepada senior kami." Ucap salah satu sosok, karena tidak terima atas perlakuan dari Shen Long.


" Dasar idiot yang tidak tau rasa berterimakasih." Ucap Shen Long, lalu melesat ke arah Long Fengxia yang berada di tempat yang cukup jauh.


Mendengar ucapan tersebut, kelompok tersebut memasang wajah jelek karena pemuda itulah yang dibilang idiot, karena tidak mengetahui aturan di dunia tersembunyi.

__ADS_1


Di sisi lain Shen Long yang sudah berada di tempat Long Fengxia yang sedang menunggu, kini langsung melanjutkan perjalanan.


" Kenapa kamu mengganggu mereka?" Tanya Long Fengxia, karena kali ini dia tidak ingin mengganggu orang lain.


" Bukankah sebelumnya kamu juga menikmatinya?" Shen Long berbalik bertanya, karena saat taruhan, Long Fengxia juga ikut mengambil buruan para Kultivator lainnya.


Long Fengxia tersenyum pahit, karena sebelumnya dia juga tanpa sadar dengan apa yang dia lakukan, demi memenangkan taruhan.


Tentu akibat ulah mereka sebelumnya, pasti akan banyak para Kultivator yang menaruh dendam kepada Shen Long bahkan Long Fengxia, karena mereka sudah banyak mengambil buruan para Kultivator.


Semakin mereka berjalan menuju ke bagian tengah dunia tersembunyi, kemampuan Hewan Iblis juga semakin meningkat, meskipun tingkat Kultivasi mereka masih sama.


Meskipun demikian, jumlah Hewan Iblis juga semakin sedikit, sehingga bagi beberapa Kultivator masih mampu bertahan.


" Sepertinya dunia tersembunyi ini sudah diatur oleh penciptanya." Pikir Shen Long, karena terkadang mereka hanya bertemu dengan Hewan Iblis tidak lebih dari empat ekor.


Tidak lama tatapan Shen Long tertuju pada sebuah bangunan berbentuk pagoda yang cukup jauh dari tempat mereka berdiri.


" Sepertinya di dalam pagoda itu menyimpan sesuatu yang berharga." Ucap Shen Long, lalu melesat ke arah pagoda yang cukup jauh dari mereka.


" Tapi aura di tempat ini sangat kuat." Long Fengxia merasa ada sesuatu yang tidak beres di tempat itu.


Meskipun aura tersebut sangat kuat, namun Shen Long dan Long Fengxia tidak menyurutkan semangat mereka untuk mendekati pagoda tersebut.


Tidak lama kemudian Shen Long dan Long Fengxia telah berada di dekat pagoda tersebut yang memiliki ukuran hingga menembus awan.


Di tempat itu juga terdapat beberapa Kultivator yang berdatangan yang mencoba mencari keberuntungan di dalam pagoda.


GOOAAAH!


Terdengar suara raungan dari arah pagoda, hingga terlihat puluhan tengkorak keluar dari dalam tanah yang berwarna hitam pekat.


Para tengkorak itupun berpencar ke berbagai arah untuk menghadang para Kultivator yang ingin memasuki pagoda.

__ADS_1


Bahkan dua tengkorak yang mengeluarkan uap hitam juga mendatangi tempat Shen Long dan Long Fengxia sedang berdiri.


__ADS_2