
Pada keesokan harinya Shen Long sudah dalam kondisi segar bugar karena hidangan dari pihak Istana bisa membuatnya dalam keadaan prima.
Shen Long sedikit mengerutkan kening, saat melihat kedatangan belasan wanita berparas cantik ke kediamannya.
" Selamat atas keberhasilan saudara." Ucap para selir, saat berada di depan pintu kediaman Shen Long.
Para selir itupun memberi Isyarat kepada beberapa pelayan untuk menyajikan hidangan di kediaman Shen Long.
Meskipun sedikit gugup, Shen Long mempersilahkan kepada mereka untuk masuk.
Belasan selir itupun tersenyum, lalu meminta kepada pelayan untuk menyuguhkan secangkir arak kepada Shen Long dan untuk mereka sendiri.
" Shen Long... Arak ini memiliki kualitas terbaik. Mari kita minum bersama untuk merayakan keberhasilan mu." Para selir mengangkat secawan arak di tangannya, memberi isyarat agar Shen Long juga ikut meminumnya.
" Terimakasih atas kebaikan kalian semua." Meskipun masih belum mengerti apa yang dimaksud para selir, Shen Long hanya menurut, lalu meneguk arak miliknya.
Saat itu juga Shen Long merasakan tubuhnya terasa panas, hingga kepalanya sedikit pusing akibat efek alkohol di arak miliknya.
Bukan hanya Shen Long, tapi belasan wanita berparas cantik di depannya juga merasakan hal yang sama, membuat wajah mereka yang putih bersih, seketika memerah seperti kepiting rebus.
" Kalian boleh kembali ke tempat kalian, biarkan kami yang minum bersama saudara dari pangeran kesebelas ini." Salah satu selir memberi isyarat kepada para pelayan.
" Baik nona selir." Para pelayan itupun mengangguk kecil, lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Di sisi lain, salah satu selir berinisiatif untuk menyuguhkan arak kepada Shen Long dan para selir lainnya, hingga semakin lama sudah mabuk.
Belasan para selir yang awalnya sedikit malu-malu, kini mulai merapatkan diri kepada Shen Long yang juga sudah mabuk, sehingga pikirannya mulai melayang.
Karena semuanya sudah berada dalam kendali alkohol, belasan para selir langsung melepaskan pakaian mereka satu-persatu, hingga memperlihatkan keindahan tubuh mereka.
Melihat pemandangan di depan matanya, Shen Long menelan ludah kasar, sehingga adik kecilnya seakan memberontak.
Tanpa membuang waktu, Shen Long yang sudah kehilangan kendali, langsung mengeluarkan adik kecilnya yang sudah berdiri kokoh.
Melihat benda milik Shen Long begitu besar dan berotot, para selir saling berpandangan, karena itu artinya bagian milik mereka akan kesulitan untuk diseimbangkan.
__ADS_1
" Tunggu apa lagi? Aku sudah tidak tahan lagi." Salah satu selir langsung mengambil alih adik kecil Shen Long, meskipun ukurannya sangat besar dan membutuhkan waktu lama untuk disetarakan.
Melihat rekannya yang sangat menikmati adik kecil Shen Long, para selir yang lain juga semakin bersemangat untuk merasakan kenikmatan yang tidak pernah mereka dapatkan dari pangeran kesebelas.
Satu-persatu para selir mengambil alih adik kecil Shen Long, membuat mereka semakin bergairah karena hasrat mereka bisa dipuaskan.
Saat kebutuhan biologis mereka sudah disalurkan, belasan selir itupun keluar dari kediaman Shen Long dengan wajah berseri-seri.
Para selir yang lain yang sedang menunggu diluar, kini satu-persatu masuk ke kediaman Shen Long untuk mendapatkan sesuatu yang mereka butuhkan selama ini.
Shen Long yang sudah dalam kondisi mabuk, tanpa merasa bersalah terus menunjukkan keperkasaannya, kepada satu-persatu para selir yang mengendalikan adik kecilnya.
" Tidak salah jika kita membeli arak ini sebelumnya. Kekuatan pemuda ini bisa berlipat ganda." Bisik salah satu selir kepada selir lainnya, sambil menatap ke arah Shen Long yang sedang menguasai tubuh selir yang lain.
*******
Waktu terus berjalan, 300 selir benar-benar menguras habis energi dari Shen Long hingga membuatnya merasa kelelahan, meskipun dia memiliki jiwa naga kabut yang memang ahli di bidangnya.
Di sisi lain, 300 selir kembali ke kediaman masing-masing secara bergantian dengan wajah berseri-seri, karena keinginan mereka bisa disalurkan.
" Kalian tunggu disini saja, sampai pemuda itu terbangun." Beberapa selir yang mendapatkan giliran terakhir, memberi perintah kepada kedua pelayan.
Tentu kedua pelayan sangat senang karena mereka mendapatkan hadiah yang cukup besar.
Sementara itu, Shen Long yang sudah tertidur pulas selama seharian, kini memasang wajah jelek karena para selir tidak memberikan waktu kepadanya untuk beristirahat selama enam hari.
" Apa aku sekuat itu?" Gumam Shen Long, sambil menatap ke arah beberapa bercak darah di beberapa tempat yang sudah mengering pada sebuah kain sprei sebagai alas mereka sebelumnya.
Shen Long tidak menyangka bahwa ada beberapa selir yang benar-benar tidak pernah disentuh oleh pangeran kesebelas.
Sesaat tatapan Shen Long tertuju pada guci arak yang dia minum sebelumnya, yang membuat tenaganya seakan tidak pernah habis.
" Jadi mereka berhenti karena arak ini sudah habis?" Gumam Shen Long sambil memegang guci arak yang sudah habis.
Tanpa membuang waktu, Shen Long mengambil tempat untuk memulihkan diri, karena seluruh persendian otot-ototnya seakan mengering.
__ADS_1
*******
Pada keesokan pagi, Shen Long sudah berada di halaman belakang Istana, untuk menyelesaikan ujian ketiga.
Pangeran kesebelas dan kesepuluh Istrinya yang sudah berada di tempat itu, langsung memberi perintah kepada Shen Long agar menyelesaikan ujian langit.
Sedangkan para selir, semuanya menggunakan cadar agar raut wajah mereka tidak diketahui oleh pangeran kesebelas karena telah berhubungan dengan Shen Long sebelumnya.
Para selir sangat senang karena harta yang mereka keluarkan sebanding dengan apa yang mereka inginkan.
Di sisi lain, Shen Long yang sudah masuk ke dalam tanah terlarang, kini sudah berdiri di atas puncak gunung.
Duaarr! Duaarr! Duaarr!
Satu-persatu sambaran petir bersarang pada tubuh Shen Long, membuatnya sedikit kesemutan.
" KEMARILAH ANAK-ANAK! SERANGAN KALIAN HANYA MENGGELITIK TUBUHKU." Shen Long berseru dengan lantang, sambil merentangkan kedua tangannya ke atas langit.
Seakan mengerti apa yang dikatakan Shen Long, Petir Surgawi kembali menyambar tubuh Shen Long hingga berkali-kali lipat, dengan serangan yang lebih kuat lagi.
" APA INI YANG DIMAKSUD UJIAN LANGIT? SERANGAN KALIAN HANYA SEPERTI PUKULAN WANITA YANG SEDANG KASMARAN." Shen Long seakan menantang Petir Surgawi, karena dia menginginkan kekuatan besar untuk meningkatkan Kultivasinya.
Duaarr! Duaarr! Duaarr!
Sambaran petir seakan tanpa jeda, bersarang pada tubuh Shen Long, membuatnya tertawa dengan lantang.
Mendengar ucapan dari Shen Long yang menantang Petir Surgawi, pangeran kesebelas memasang wajah masam, karena Shen Long justru menikmati sambaran petir yang menyambar tubuhnya.
" Pemuda ini kuat sekali. Apa dia manusia?" Para petinggi Istana seakan lupa bernafas, karena aksi yang ditujukan Shen Long sudah diluar nalar.
Para petinggi Istana yang awalnya berpikir bahwa tubuh Shen Long akan gosong dalam satu kali sambaran petir, kini tidak terjadi, karena Shen Long justru menikmatinya.
" Apa ada yang salah dengan ujian langit ini?" Tanya salah satu petinggi Istana.
Tanpa berkata apapun, pangeran kesebelas memasukkan satu tawanan ke dalam tanah terlarang.
__ADS_1
Duaarr!
Dalam satu kali sambaran petir, tubuh tawanan itu langsung menghitam hingga menjadi abu.