Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 139. Peninggalan Klan Guang


__ADS_3

Mendengar kata 'Shen', pria sepuh sontak kaget berusaha untuk memperjelas penglihatannya ke arah Shen Long, karena pandangannya sudah kabur.


Sesaat pria sepuh kembali bersedih seakan mengingat kembali peristiwa yang sudah lama.


" Kakek, aku datang kesini bukan karena ingin menjadikan Guang Chen dan Guang Yunyi menjadi budakku, melainkan menginginkan sebuah informasi." Tanya Shen Long yang terlihat serius.


Sedangkan Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie hanya berdiam diri karena masih belum mengetahui situasi tersebut.


" Jawaban dari pertanyaan itu hanya berada di Hutan Kuno. Tapi sayangnya dengan kemampuanmu sekarang, kamu tidak bisa kesana. Paling tidak tuan muda harus mencapai Pendekar Suci tingkat 1."


" Dan untuk memasuki Hutan Kuno hanya bisa dimasuki oleh seseorang yang memiliki garis keturunan Tiga Klan Kono." Pria sepuh terlihat serius lalu menoleh ke arah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.


Sesaat tatapan pria sepuh memerah padam seakan amarahnya memuncak karena aura yang dipancarkan oleh kedua wanita itu mengingatkannya pada kejadian masa lalu.


" Gara-gara kalian berdua, tiga Klan Kuno diambang kehancuran." Pria sepuh berusaha untuk bangkit dari tempat duduknya berniat ingin membunuh kedua wanita yang ada di depannya.


Namun karena cacat fisik dan dantiannya sudah rusak, pria sepuh itu langsung jatuh tersungkur karena kondisinya sekarang seperti orang biasa.


" Kakek, apa yang terjadi?" Guang Chen bergegas untuk membantu dan mengangkat tubuh pria sepuh tersebut.


Di sisi lain Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie terlihat kebingungan karena pria sepuh tersebut memiliki niat membunuh yang sangat kuat terhadap mereka.


Begitupun dengan Shen Long, dia juga tidak mengerti mengapa pria sepuh tersebut tiba-tiba bertindak seperti itu.


Setelah menguasai diri dan berfikir jernih, pria sepuh menarik napas dalam-dalam lalu menoleh ke arah Shen Long.


" Sejak seribu tahun yang lalu ada dua Kultivator wanita berasal dari Klan Guang yang sudah mencapai Pendekar Dewa."


" Kedua wanita itu tidak terima jika ada orang yang lebih berbakat dari mereka. Dan orang berbakat itu berasal dari Klan Shen."

__ADS_1


" Bakat tersebut hanya terjadi pada Klan Shen setiap seribu tahun sekali. Sebelum pemuda itu berkembang, kedua wanita itu membunuhnya bersama tunangannya yang berasal dari Klan Xiao."


" Akibat terbunuhnya jenius dari Klan Shen dan tunangannya, Klan Shen dan Klan Xiao tidak tinggal diam. Mereka langsung menyatakan perang terhadap Klan Guang."


" Pada waktu itu aku masih berusia 10 tahun. Patriak Klan Guang, yang merupakan kakekku memintaku untuk melarikan diri dan membawa harta peninggalan Klan Guang."


" Untuk menyembunyikan keberadaanku, aku menghancurkan Dantian milikku sendiri. Dengan demikian mereka tidak bisa menemukanku." Pria sepuh menceritakan kejadian pada masa lalu.


Di sisi lain Shen Long, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie berusaha mencerna apa yang dikatakan pria sepuh tersebut, karena menurut mereka itu adalah hal yang tidak masuk akal.


Sementara Guang Louzhy yang berada di tubuh Shen Long, hanya bisa menyimak pembicaraan tersebut.


Dia tidak menyangka bahwa Klan Guang telah dihancurkan oleh Klan Shen dan Klan Xiao yang dulunya hubungan mereka sangat baik.


Di sisi lain Guang Chen dan Guang Yunyi hanya bisa diam, karena mereka sendiri tidak pernah mendengar hal itu.


Bahkan kedua orang tuanya saja mereka tidak mengetahui, karena kakek mereka saja yang merawat mereka dari sejak kecil tidak bercerita apapun mengenai kedua orang tuanya.


Mendengar ucapan tersebut, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie hanya bisa mengangguk kecil.


Yan Rou Lie memang sudah mengetahui bahwa dirinya adalah reinkarnasi Dewi Phoenix, tentu dia setuju dengan apa yang dikatakan pria sepuh.


Sedangkan Cang Li Yuan tidak tau apapun tentang dirinya, terus menatap ke arah Shen Long.


Tentu jika kedua wanita itu ingin membunuh pria sepuh tersebut, maka dapat dipastikan bahwa dia akan mati seketika.


Namun untuk kali ini Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie seperti tidak ingin mengambil hati.


" Kalian semua, ikuti aku." Ucap pria sepuh langsung beranjak dari tempat tersebut keluar dari rumah.

__ADS_1


Dengan bantuan kedua cucunya, pria sepuh menuntun mereka ke sebuah tempat di belakang rumah kediaman mereka.


Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di sebuah gua yang ditutupi tumbuhan merambat.


" Tubuhku tidak sekuat kalian. pria tua ini meminta bantuan kalian untuk membersihkan mulut goa ini." Ucap pria sepuh sambil menatap ke arah Shen Long dan yang lain.


" Baik kakek." Meskipun tidak mengetahui apa tujuan pria sepuh tersebut, Shen Long dan Guang Chen langsung membersihkan mulut goa tersebut.


Setelah mulut goa sudah tidak dihalangi tumbuhan merambat, pria sepuh membawa mereka untuk masuk ke dalam goa.


Tidak lama kemudian mereka telah sampai di bagian terdalam goa, dimana terdapat sebuah peti yang berukuran besar.


Dengan bantuan Shen Long dan Guang Chen, penutup peti tersebut terangkat dimana terlihat beberapa Kitab dan dua pedang yang berbeda dari pedang biasanya.


" Chen'er, Yi'er... Usiaku sekarang sudah lebih dari seribu tahun. Karena darah murni dari Klan Guang aku masih hidup sampai sekarang, meskipun tidak bisa Berkultivasi. Pria sepuh menatap ke arah kedua cucunya, lalu memberikan beberapa Kitab peninggalan Klan Guang.


" Kitab apa ini Kek.?" Tanya Guang Chen.


" Karena kalian sudah menjadi pelayan Tuan Long, sudah saatnya kalian mempelajari Kitab Klan Guan." Ucap pria sepuh yang terlihat serius.


" Baik Kek." Guang Chen dan Guang Yunyi mengangguk lalu menyimpan Kitab tersebut di balik pakaian mereka.


Sesaat pria sepuh menoleh ke arah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie lalu berkata " Kedua Pedang ini adalah pedang milik Dewi Phoenix dan Dewi Pedang Musim Semi yang disita oleh ayahku. Jika kalian memang reinkarnasi atau keturunan dari kedua wanita itu, maka kalian mengenal pedang ini." Pria sepuh mempersilahkan kepada Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie untuk mengambil pedang tersebut.


" Mmmm." Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie mengangguk lalu secara perlahan mendekati kedua pedang tersebut.


" Deeeg." Jantung Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie seakan terhenti saat melihat pedang yang tergeletak di dalam peti tersebut.


Kini mata Yan Rou Lie tertuju pada Pedang Giok berwarna hijau yang memiliki gagang bermotif sayap burung, sedangkan Cang Li Yuan tertuju pada Pedang Giok berwarna biru laut yang memiliki gagang bermotif cakar hewan buas.

__ADS_1



__ADS_2