Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
191. Pelayan Shen Shandian


__ADS_3

[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk kasih Like, Koment dan Rate 🌟 5 ]


*******


Kuil Bunga Sakura yang dimaksud bukankah kuil biasa, melainkan sebagai tempat menuju ke dimensi lain.


Di tempat tersebut Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie disambut dengan pemandangan hamparan taman bunga yang memiliki aroma manjakan hidup.


Bahkan Cang Li Yuan yang lebih suka dengan aroma keringat suaminya dibandingkan dengan aroma wangi yang lain, kini hidungnya kembang kempis menghirup aroma wangi tersebut.


Aroma wangi dari hamparan bunga tersebut menjernihkan pikiran mereka, dimana mereka Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie tanpa sadar telah melupakan sesuatu yang berharga dalam hidupnya.


Secara perlahan Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie mengingat kembali kejadian pada masa lalu mereka mulai dari saat mengenal dunia Kultivator hingga sampai mereka meninggal dunia.


Deeeg!


Jantung Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie seakan terhenti, lalu saling berpandangan karena penyebab kematian mereka bukan dari orang lain, melainkan karena mereka sendiri.


" Saudari Rou Lie, ternyata kita tidak hanya membunuh jenius Klan Shen dan Xiao Ai Qing. Tapi kita juga saling membunuh satu sama lain." Cang Li Yuan tersenyum pahit karena ternyata penyebab kematiannya adalah Yan Rou Lie.


Begitupun dengan Yan Rou Lie, dia juga terbunuh oleh Cang Li Yuan itu sendiri hingga mereka berdua mati pada waktu yang sama.


Namun kali ini Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie tidak ada memiliki rasa dendam sedikitpun kepada yang lain, karena mereka sama-sama menganggap bahwa itu hanya masa lalu.


" Ya... Paling tidak kita sudah melupakan masa lalu." Ucap Yan Rou Lie yang kini sudah tidak memiliki dendam sedikitpun kepada Cang Li Yuan.


Sesaat mereka berdua merasakan energi yang sangat padat dan berlimpah di tempat itu masuk ke dalam dantian mereka seperti angin yang masuk ke tubuh mereka.

__ADS_1


Aura yang keluar dari hamparan bunga juga seakan masuk ke dalam dantian Cang Li Yuan, dimana dia merasakan gambaran tentang berbagai pengetahuan di pikirannya.


Begitupun dengan Yan Rou Lie, aura yang keluar dari hamparan bunga seakan membuat dantiannya bergejolak hebat karena energi yang berada di tempat itu masuk dengan cepat namun tidak merusak dantiannya.


" Saudari Rou Lie, sepertinya energi yang berada di tempat ini sudah tidak sabar ingin masuk ke dalam tubuh kita." Ucap Cang Li Yuan yang kini masih berdiri, masih bisa menerima energi tersebut.


" Ya... Jika kita Berkultivasi sekarang, mungkin energi yang akan masuk akan lebih banyak lagi hingga berkali-kali lipat." Yan Rou Lie merasa senang.


Tidak hanya energi yang sangat padat, tapi juga tubuh mereka berdua seakan lebih enteng dan sangat ringan layaknya kapas.


Tanpa menunggu lama, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie mengambil tempat duduk Berkultivasi untuk menyerap energi dari hamparan bunga tersebut.


*******


Di sebuah hutan, terdapat sebuah bangunan tua yang terlihat seorang pemuda sedang terbaring di atas tempat tidur dengan kondisi tidak sadarkan diri.


Pemuda itu tidak lain adalah Shen Long yang kondisinya sangat memprihatinkan, karena banyak sekali tulang-tulang yang patah.


Di tempat itu juga terlihat sosok Pria sepuh dengan rambut panjang berwarna putih, serta jenggot dan kumis memanjang berwarna putih.


Pria sepuh itu menatap ke arah Shen Long yang terbaring, sambil menggelengkan kepala karena dantian milik Shen Long seakan meregenerasi sel-sel bahkan tulang-tulangnya mulai menyatu.


" Sepertinya tuan muda tidak salah memilih bayi merah dulu untuk meneruskan kekuatannya." Ucap pria sepuh sambil menatap ke langit yang begitu cerah.


Pria sepuh mengingat kembali akan tuannya yang memiliki dantian khusus yang membuatnya sangat sulit untuk meningkatkan Kultivasi, sehingga dia diusir dari Klannya dan mengasingkan diri ke daratan Sangay.


" Wu Xiang, Wu Rong Rong... Putra kalian memang sangat jenius, sehingga dantian milik tuan muda Shen Shandian bisa digunakan oleh pemuda ini dengan baik." Pria sepuh tersenyum pahit karena tuan mudanya Shen Shandian hampir tidak mampu meningkatkan Kultivasi dengan cepat akibat dantiannya terlalu banyak mengkonsumsi Sumberdaya.

__ADS_1


Beruntung pada saat itu ada sepasang kekasih yang mau menyerahkan putranya yang masih mungil untuk dijadikan wadah dantian milik Shen Shandian.


Wu Xiang dan Wu Rong Rong adalah sepasang kekasih yang hubungan mereka tidak direstui oleh Ketua Klan Wu, karena Wu Xiang hanya dari Klan cabang Wu.


Sedangkan Wu Rong Rong adalah putri Patriak utama Klan Wu yang menaruh hati kepada Wu Xiang.


" Anak muda, semoga saja suatu saat kamu mengetahui jati dirimu sendiri. Jika aku memberitahukan sekarang, kamu masih terlalu lemah meskipun karena kejeniusan mu kamu bisa mengatasi dantian milik tuan muda Shen Shandian." Pria sepuh menatap ke arah Shen Long dengan tatapan penuh makna.


Wu Xiang adalah seorang Kultivator yang jenius di Klan Wu, dimana Wu Rong Rong membawa mereka ke daratan Sangay untuk menjalani kehidupan baru, karena hubungan mereka tidak direstui.


Kejeniusan Wu Xiang menurun kepada anaknya yang dia beri nama Shen Long, sedangkan dirinya sendiri diganti menjadi Shen Wu karena ingin membalas jasa kepada Shen Shandian yang menyelamatkan hidup mereka saat melarikan diri.


Di dalam darah Klan Shen memiliki kemampuan untuk hidup lebih lama, sehingga Shen Shandian bisa mencapai usia 10.000 tahun lebih sebelum memberikan dantiannya kepada Shen Long.


Sedangkan pada saat itu Wu Xiang dan Wu Rong Rong masih berusia 20 tahun yang harus melarikan diri ke daratan Sangay.


Bisa dikatakan Shen Long memiliki dantian Klan Shen dan memiliki kejeniusan Klan Wu, sehingga dia bisa mewarisi garis keturunan Klan Wu dan Klan Shen.


Meskipun Shen Shandian memiliki dantian khusus, namun karena tidak jenius sehingga dia diusir agar tidak banyak membuang sumberdaya.


" Anak muda, semoga saja keputusan orang tuamu dan tuan muda bisa membawamu pada puncak Kultivator di dunia ini." Pria sepuh yang merupakan pelayan setia Shen Shandian yang dimana usianya setara dengan Shen Shandian berharap penuh kepada sosok pemuda yang sedang terbaring di atas tempat tidur.


Tidak lama kemudian pria sepuh menghilang dari pandangan, seakan mencari sesuatu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan Shen Long yang sedang terluka berat.


Butuh waktu yang cukup lama, kini pria sepuh muncul kembali dengan membawa ramuan herbal untuk menyembuhkan Shen Long dengan singkat.


" Suatu saat kamu bersama Rubah Giok akan menjadi rekan tim hidup dan mati pada saat melakukan pertarungan." Pria sepuh menggelengkan kepala karena dapat merasakan aura dari dalam Cincin milik Shen Long.

__ADS_1


Meskipun sekarang Rubah Giok hanya seperti hewan biasa, namun pria sepuh merasa yakin bahwa Rubah Giok tersebut bisa menjadi lebih kuat.


__ADS_2