
[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk kasih Like, Koment dan Rate 🌟 5 ]
*******
Tidak hanya itu, dua Kultivator bergelar, Ling Yi Hua bahkan Lu Quan juga diam-diam merasa tertarik melihat penampilan Shen Long.
Apalagi dengan sepasang mata berwarna keemasan yang seakan menghipnotis lawan jenis, membuat para gadis hingga sampai nenek-nenek juga merasa tertarik.
" Sialan... Tampan dari mana pemuda itu?" Gerutu para penonton pria, karena para wanita sekitar mereka selalu melontarkan pujian kepada Shen Long.
Para penonton pria memang mengakui bahwa Shen Long sangat tampan, namun pujian yang dilontarkan oleh para wanita menurut mereka terlalu berlebihan karena pujian tersebut memenuhi pendengaran mereka.
" Menarik... Pemuda itu telah menjadi primadona di tempat ini." Sosok wanita yang diberi julukan Pendekar Dewi Ilusi merasa tertantang untuk mendapatkan Shen Long, agar semua wanita di tempat itu langsung patah hati.
" Aku yakin pemuda itu tidak tertarik denganmu." Ucap wanita yang diberi julukan Pendekar Dewi Roh dengan nada datar.
" Oh... Kau meragukanku? Siapa yang bisa menolak kecantikanku yang penuh dengan pesona?" Pendekar Dewi Ilusi penuh percaya diri sambil memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sangat panas.
Melihat tingkah wanita itu, dua sosok Kultivator bergelar yang lain menelan ludah, karena mereka juga sangat terpesona melihat lekukan tubuh Pendekar Dewi Ilusi.
Apalagi wanita itu memperlihatkan separuh gunung kembarnya yang begitu putih mulus, dan berisi.
Tidak hanya itu saja, Pendekar Dewi Ilusi juga memperlihatkan bagian perut yang putih tidak ditutupi kain, sehingga siapapun yang melihatnya pasti akan terpana.
" Kamu layaknya tinggal di rumah bordil dan menjadi wanita penghibur. Murahan." Dengus Pendekar Dewi Roh, merasa jijik dengan penampilan wanita selalu menggunakan pakaian serba terbuka.
" Jaga mulutmu! Sekalipun aku memperlihatkan kemolekan tubuhku, tapi aku akan mematahkan tangan orang yang berani menyentuh kulitku." Pendekar Dewi Ilusi merasa tidak terima jika dibandingkan dengan wanita penghibur.
" Gluug." Beberapa penonton yang mendengar ucapan tersebut, langsung menelan ludah berkeringat dingin.
Bahkan dua pria yang menduduki posisi Ke-2 dan Ke-3 juga tidak berani mengusik wanita itu, meskipun mereka berdua berada di posisi diatas Pendekar Dewi Ilusi.
Jika tanpa bantuan teknik rahasia dan senjata rahasia, kedua pria itu tidak mampu mematahkan ilusi dari wanita itu.
Di sisi lain Shen Long yang berada di atas arena, kini bergerak liar dimana kecepatannya meningkat dua kali lipat dari sebelumnya terus menekan pergerakan pihak lawan.
" Sialan... Bahkan kecepatannya hampir tidak terlihat." Pendekar Tubuh Baja berusaha untuk menghindari setiap serangan yang dilepaskan oleh Shen Long.
Para penonton juga hanya melihat bayangan keemasan yang terus melakukan serangan kepada Pendekar Tubuh Baja.
Hanya para Tetua saja yang bisa melihat jelas gerakan dari Shen Long, karena mereka sudah mencapai Pendekar Langit keatas.
Traaang! Traaang! Traaang!
Dengan kecepatan yang tidak terlihat, Shen Long terus menyerang pihak lawan dengan ayunan pedangnya.
__ADS_1
" Tebasan Naga Penghancur."
Ggooooaaarr!
Shen Long melepaskan Qi unsur angin yang memadat diikuti bayangan Naga Emas, melesat cepat ke arah pihak lawan.
Bboooom! Bboooom!
Ledakan yang sangat kuat, bersarang di tubuh pihak lawan, membuatnya terpental ke belakang.
" Uhuuk." Pria tersebut memuntahkan darah segar, meskipun kulitnya yang bisa tergores, namun tetap saja terkena luka dalam.
Pendekar Tubuh Baja merapatkan giginya, karena dia tidak bisa mengimbangi kecepatan Shen Long.
" Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan teknik itu." Pendekar Tubuh Baja memusatkan fikirannya.
Buussshh!
Seketika udara di sekitar bergerak liar, hingga berkumpul di satu titik.
Shen Long yang melihat kejadian itu, langsung menyipitkan matanya karena sosok tersebut menggunakan pertahanannya untuk melakukan serangan balik.
' Kau kira aku tidak mengetahuinya.' Shen Long membatin.
Dengan mengorbankan pertahanan, Pendekar Tubuh Baja bisa membunuh siapapun hanya dalam satu kali serangan.
Di sisi lain Shen Long tersenyum lebar, meskipun dia harus mengambil resiko besar, namun setelah itu dia bisa melukai Pendekar Tubuh Baja dengan mudah.
Para Tetua yang menyadari bahwa teknik tersebut sangat berbahaya, kini hanya berharap agar Shen Long tidak melakukan serangan dan memilih untuk menyerah.
Namun Shen Long sama sekali tidak menyerah, meskipun dia harus mengambil resiko besar.
Buussshh!
Shen Long melepaskan Aura Naga Ilahi diikuti bayangan Naga Emas yang melingkari tubuhnya untuk memperkuat pertahanan.
Wuush!
Shen Long melesat cepat ke arah pihak lawan, sambil mengayunkan pedangnya.
Merasakan adanya arah serangan dari samping kanan, Pendekar Tubuh Baja tersenyum lebar.
" Ledakan Pemusnah."
Bboooom!
__ADS_1
Saat Pendekar Tubuh Baja merentangkan kedua tangannya, kini tekanan energi dari tubuhnya seakan meledak, menyebar ke berbagai tempat.
Shen Long yang tidak mampu menahan tekanan energi tersebut langsung terpental ke udara.
Aaarrrggghhhh!
Shen Long berteriak keras merasakan seluruh tubuhnya seakan terkoyak sehingga Zirah Naga Emas yang dia gunakan langsung hancur.
Bruuuuk!
Tubuh Shen Long jatuh ke lantai arena dengan kondisi tubuh dipenuhi luka sayatan.
Di sisi lain kebahagiaan Pendekar Tubuh Baja hanya sesaat, karena tubuh Shen Long masih dalam keadaan utuh meskipun banyak mengalami luka sayatan.
" Bagaimana mungkin?" Pendekar Tubuh Baja membulatkan mata dengan napas memburu, karena sudah kehabisan tenaga.
Aaarrrggghhhh!
Dengan tenaga yang tersisa, Shen Long bangkit berdiri lalu berlari ke arah pihak lawan sambil mengayunkan pedangnya.
Pendekar Tubuh Baja yang melihat kejadian itu, kini memasang wajah jelek karena kondisinya juga tidak dalam keadaan baik-baik.
Craaash! Craaash! Craaash!
Tebasan demi tebasan Pedang Kesunyian bersarang di tubuh pihak lawan dimana tidak mampu lagi untuk bertahan.
" Cukup!" Tetua yang bertugas langsung menghentikan aksi Shen Long, karena kondisi pihak lawan sudah terluka parah.
Sesaat Shen Long menghentikan aksinya, dimana pandangannya menjadi kabur karena merasakan tubuhnya seakan remuk.
" Pemenangnya adalah Junior Louzhy." Ucap Tetua tersebut sambil mengangkat tangan Shen Long.
Sesaat Tetua tersebut membulatkan mata karena ternyata Shen Long telah pingsan dalam posisi berdiri.
" Pemuda ini." Tetua yang bertugas langsung membopong tubuh Shen Long, lalu memberi isyarat kepada pihak medis untuk membantu.
Tidak lama kemudian beberapa ahli medis memasuki arena, lalu membawa Shen Long dan Pendekar Tubuh Baja menuju ruang medis.
" Latih tanding akan ditunda sampai besok pagi, sambil menunggu perbaikan arena." Ucap Tetua yang bertugas sambil menatap atas arena yang kini sudah hancur.
Mendengar ucapan tersebut, para penonton meninggalkan tempat tersebut satu-persatu, untuk kembali ke kediaman masing-masing.
Di sisi lain beberapa murid wanita yang ingin melihat keadaan Shen Long, kini langkahnya terhenti karena Tetua Lu Quan ikut masuk ke ruang medis.
Sedangkan Zhang Yuxing tidak memperdulikan keberadaan Lu Quan, dimana dia langsung masuk ke ruang medis untuk memastikan keadaan Shen Long.
__ADS_1