
Namun apa yang diharapkan oleh Hao Xiang diluar dugaannya dimana hanya melihat dua sosok wanita yang sedang bertarung melawan kelompok berpakaian serba hitam.
" Cepat tinggalkan tempat ini, sebelum mereka menyadari keberadaan kita." Ucap Hao Mingzi sambil membawa kelompoknya meninggalkan goa tersebut.
" Tunggu! Kakak, bukankah disana adalah Long'er?" Mata Hao Xiang tertuju pada sosok yang sedang terbaring sambil menunjuk ke arah tertentu.
Sesaat Hao Mingzi menatap ke arah pemuda yang berbaring dengan selidik, hingga dia merasa yakin bahwa sosok itu adalah Shen Long.
" Sialan... Bantu kedua wanita itu!" Hao Mingzi yang terlihat khawatir, langsung melompat ke arah kelompok berpakaian serba hitam diikuti rekannya.
" Oh... Ternyata kalian ingin membantu kedua wanita ini? Padahal aku masih ingin bermain-main dengan mereka." Pemimpin kelompok tersenyum lebar lalu melesat ke arah Hao Mingzi.
Kini suara pertarungan menggema dari arah belakang, dimana kelompok Sekte Kalajengking Hitam lebih menargetkan kelompok Klan Hao terlebih dulu, sebelum bermain-main dengan Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin.
" Sialan... Kenapa ada orang lain lagi?" Jun Mei Yin terlihat khawatir karena akan banyak orang yang mengenalnya karena sebelumnya dia tidak lagi menggunakan penutup wajah.
Meskipun Jun Mei Yin terlihat senang dengan bantuan dari kelompok Klan Hao, namun dia merasa khawatir jika ada orang lain yang melaporkan keberadaannya.
Di sisi lain Shen Long yang baru saja terbangun, kini dikejutkan dengan pertarungan yang tidak jauh dari tempatnya.
" Kakak." Shen Long yang mulai memahami situasi tersebut, langsung melesat ke arah pertarungan dengan sebilah pedang di tangannya.
Slaaash! Slaaash! Slaaash!
Shen Long yang terlihat marah, langsung menebas satu-persatu leher kelompok berpakaian serba hitam dengan kekuatan penuh.
" Bajingan! Siapa pemuda ini yang membunuh kelompokku?" Pemimpin kelompok tersebut terlihat geram karena Shen Long jauh lebih berbahaya dari Hao Xiang dan Hao Mingzi.
Di sisi lain Hao Mingzi dan Hao Xiang yang melihat Shen Long begitu menikmati pembunuhan tersebut kini membulatkan mata dengan rahang terbuka.
Jika saja Hao Mingzi dan Hao Xiang tidak mengenal Shen Long, maka mereka berpikir bahwa sosok tersebut jauh lebih kejam dari kelompok berpakaian serba hitam.
__ADS_1
" Long'er... Kenapa kamu seperti pembunuh berdarah dingin?" Hao Mingzi seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat, dimana Shen Long seperti sedang melakukan pembantaian.
Melihat apa yang dilakukan Shen Long, nyali kelompok berpakaian serba hitam menjadi ciut karena pemuda itu jauh lebih kejam dari mereka.
Bahkan pemimpin kelompok yang awalnya hanya ingin bermain-main terlebih dulu, kini tangannya mulai gemetar saat melihat Shen Long yang membunuh anggotanya tanpa ekspresi apapun.
" Kau... Kau... Kenapa begitu keji membunuh bawahanku?" Pemimpin kelompok tersebut berkeringat dingin sambil menunjuk ke arah Shen Long.
" Keji? Aku rasa kalian sebelumnya sudah memperkosa dan membunuh kelompok yang lain." Shen Long seringai lebar sambil mengayunkan pedangnya untuk membunuh kelompok berpakaian serba hitam.
Mendengar ucapan tersebut, pemimpin kelompok tersebut memasang wajah jelek karena apa yang dikatakan Shen Long memang benar.
Melihat pembantaian yang dilakukan Shen Long, pemimpin kelompok tersebut berlari dan berlutut di hadapan Shen Long, berharap agar mendapatkan pengampunan.
" Tuan Pendekar, tolong ampuni kami! Kami berjanji tidak akan membunuh orang lagi. Kami juga akan menyerahkan harta yang kami miliki." Ucap pemimpin tersebut, sambil memberikan Cincin miliknya.
Slaaash!
" Kalian pikir aku bisa dikelabui?" Shen Long tidak akan membiarkan kelompok tersebut hidup dengan tenang.
Melihat apa yang dilakukan Shen Long, semua yang berada di tempat itu terlihat ketakutan, bahkan Hao Mingzi dan Hao Xiang juga seakan tidak percaya dengan apa yang dilakukan Shen Long.
" Apakah dia benar-benar adikku yang aku kenal sebelumnya?" Hao Mingzi menatap ke arah Shen Long seperti melihat orang lain.
Tidak lama kemudian semua kelompok berpakaian serba hitam mati dalam kondisi menggenaskan, dimana Hao Mingzi dan kelompoknya merasa mual.
" Cepat bakar semua mayat ini!" Hao Mingzi memberi perintah kepada rekannya agar cepat menyingkirkan mayat tersebut.
" Ba... Baik tuan muda." Mau tidak mau, anggota Klan Hao membersihkan mayat tersebut, meskipun merasa enggan karena anggota tubuh mereka banyak yang tidak lengkap.
Sesaat Hao Mingzi dan Hao Xiang menatap ke arah Shen Long, lalu menoleh ke arah Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin, karena banyak pertanyaan di benak mereka.
__ADS_1
" Terimakasih karena telah membantu kami." Ucap Xiao Ai Qing, sambil menundukkan kepala.
Di sisi lain Jun Mei Yin masih memasang sikap waspada, karena dia takut jika kelompok Klan Hao mengetahui statusnya.
" Kakak... Kalian juga disini?" Shen Long sedikit heran karena sebelumnya dia tidak melihat kelompok tersebut.
" Kami juga tidak ingin menyiakan kesempatan ini untuk mencari keberuntungan." Ucap Hao Mingzi sambil menatap ke arah Shen Long.
Mendengar ucapan tersebut, Jun Mei Yin menurunkan kewaspadaan, lalu berjalan ke sebuah arah untuk menyandarkan tubuhnya.
" Long'er, apa boleh kami menginap disini? Berhubung hari sudah mulai gelap, kelompok kami juga harus membutuhkan istirahat." Hao Xiang merasa tidak baik jika melanjutkan perjalanan karena anggota mereka banyak yang terluka.
Terlebih dia ingin menanyakan tentang Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie yang tidak ada di sampingnya, juga ingin menanyakan kedua wanita yang bersamanya sekarang.
" Tidak masalah... Lagi pula goa ini sangat luas." Ucap Shen Long, lalu menoleh ke arah Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin yang menjauhi rombongan.
Mendengar ucapan tersebut, Hao Mingzi meminta kepada rekannya untuk membuat api unggun, agar mereka bisa beristirahat.
Malam semakin larut, kini anggota Klan Hao sudah tertidur pulas, dimana hanya Shen Long, Hao Mingzi dan Hao Xiang saja yang masih asik berbincang.
Di sisi lain Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin juga sedang berbaring, namun masih belum tidur, karena mereka secara diam-diam menguping pembicaraan ketiga sosok tersebut.
Sesaat Hao Xiang melirik ke arah Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin yang dia pikir sudah tertidur pulas, lalu menoleh ke arah Shen Long.
" Long'er... Bagaimana keadaan kedua Istrimu? Kenapa mereka tidak disini?" Hao Xiang merasa itu waktu yang tepat untuk bertanya, karena kedua wanita itu sudah tertidur.
Sesaat Shen Long menoleh ke arah Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin seraya menarik napas dalam-dalam.
" Kakak... Mereka berdua sudah menentukan pilihan yang lain. Aku juga tidak bisa memaksa keinginan mereka, mungkin dengan demikian mereka bisa hidup dengan tenang." Shen Long menceritakan tentang hubungannya dengan Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.
Mendengar ucapan tersebut, Hao Mingzi dan Hao Xiang menghela nafas, seakan tidak percaya bahwa kedua wanita itu meninggalkan Shen Long.
__ADS_1