Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 243. Pertemuan Tidak Terduga


__ADS_3

Jun Mei Yin yang merasakan bahwa Xiao Ai Qing telah melepaskan genggaman tangannya, kini terlihat khawatir jika wanita itu tidak bisa bertahan.


" Saudari Qing, apa yang kamu lakukan?"Ucap Jun Mei Yin, sambil meraba keberadaan Xiao Ai Qing.


Mendengar perkataan dari Jun Mei Yin, Shen Long juga ikut mencari keberadaan Xiao Ai Qing, meski dengan mata tertutup.


Namun seberapa lama mereka meraba keberadaan Xiao Ai Qing, Shen Long dan Jun Mei Yin tidak berhasil menemukannya.


" Nona Qing?" Tanpa sengaja Shen Long mendengar Isak tangis wanita itu dibalik suara teriakan histeris dan suara yang memanggilnya.


Di sisi lain, Xiao Ai Qing hanya duduk memangku lututnya, seakan sudah bersikap pasrah karena suara kekasihnya selalu terngiang-ngiang di telinganya.


" Saudari Yin... Kamu jalan saja dulu! Aku akan membawa nona Qing." Meskipun kekuatan spiritual Shen Long tidak berfungsi di lorong tersebut, namun pendengarannya bisa merasakan keberadaan Xiao Ai Qing.


" Tapi saudara Long... Ini terlalu berbahaya." Jun Mei Yin merasa enggan untuk melepaskan genggaman tangannya kepada Shen Long.


" Percayalah saudari Yin! Bunyikan saja hentakan kakimu, aku bisa mendengarnya." Shen Long meyakinkan Jun Mei Yin, karena dia tidak ingin meninggalkan Xiao Ai Qing yang hanyut dalam kesedihannya di lorong tersebut.


Meskipun terlihat khawatir, Jun Mei Yin dengan terpaksa melepaskan genggamannya pada tangan Shen Long, dimana pemuda itu langsung berjalan mendekati arah suara isak tangis Xiao Ai Qing.


" Nona Qing... Kita harus cepat tinggalkan tempat ini." Shen Long yang merasa khawatir, berusaha membujuk Xiao Ai Qing agar cepat melanjutkan langkahnya.


Namun Xiao Ai Qing tidak berkata apapun, dimana dia terus menangis sambil memangku lututnya.


Tidak ada pilihan lain, dengan terpaksa Shen Long meraba keberadaan Xiao Ai Qing, lalu mengangkat dan membopong wanita itu agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Merasakan sentuhan dari Shen Long, Xiao Ai Qing langsung terdiam, dimana dirinya hanya menurut.


Duuung!Duuung! Duuung!


Jantung Xiao Ai Qing berdetak kencang, karena sentuhan dari Shen Long membuat bebannya seakan terangkat.

__ADS_1


Di sisi lain Shen Long meminta kepada Jun Mei Yin melanjutkan langkahnya, dimana Shen Long mengikuti hentakan langkah kaki wanita itu.


Sedangkan Xiao Ai Qing, begitu menikmati apa yang dilakukan Shen Long, hingga tanpa sadar tangannya memeluk tubuh Shen Long dengan penuh kebahagiaan.


Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di pintu dimensi dimana Jun Mei Yin langsung masuk ke dalamnya.


Sementara Xiao Ai Qing yang belum menyadari bahwa mereka sudah berada di dalam dimensi, kini terus merangkul tubuh Shen Long dimana dalam hatinya penuh dengan kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan.


" Nona Qing, kita sudah sampai." Ucap Shen Long agar wanita itu bisa melepaskan pelukannya.


Namun Xiao Ai Qing sama dengan yang mendengar ucapan Shen Long, meskipun cukup jelas.


" Hei... Saudari Qing, apa yang kamu lakukan?" Jun Mei Yin terlihat kesal saat melihat pemandangan antara Shen Long dan Xiao Ai Qing yang begitu romantis.


Mendengar ucapan dari Jun Mei Yin yang begitu keras, sesaat Xiao Ai Qing tersadar dari lamunannya lalu melepaskan pelukannya dan berdiri di samping Shen Long.


" Maaf, aku kira kita belum sampai." Xiao Ai Qing tersenyum canggung karena tanpa menyadari bahwa mereka sudah berada di dataran luas, karena sebelumnya matanya masih terpejam.


" Kita harus secepatnya mencari sesuatu yang berharga di tempat ini." Shen Long tidak ingin terlalu memikirkan perdebatan antara kedua wanita itu, langsung melangkahkan kakinya.


Melihat Shen Long yang sudah melangkahkan kakinya, Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin saling berpandangan, lalu berjalan mengikuti Shen Long.


*******


Di tempat yang lain, terlihat dua sosok wanita yang sedang berjalan menuju ke sebuah batu besar karena berniat untuk beristirahat.


" Benar kata Dewi Bunga Sakura, tempat ini benar-benar tidak memiliki Sumberdaya, kecuali mendapatkan izin dari roh penjaga di dunia ini." Yan Rou Lie tertunduk lesu sambil melangkahkan kakinya.


" Ini semua salahku. Aku kira di tempat ini memiliki banyak Sumberdaya." Cang Li Yuan merasa bersalah karena membawa mereka untuk menelusuri dunia dimensi tersebut.


Cang Li Yuan berpikir bahwa di tempat tersebut banyak memiliki Sumberdaya, karena hamparan hijau dan tanah yang sangat subur.

__ADS_1


Namun diluar perkiraan mereka, justru tidak menemukan apapun.


Saat Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie ingin menyandarkan tubuh mereka pada batu besar tersebut, kini tiba-tiba muncul sosok pria sepuh berambut putih dengan menggunakan pakaian serba putih dari dalam batu besar tersebut.


" Akhirnya ada orang yang mampu masuk ke dunia dimensi ini." Ucap sosok tersebut, sambil menatap ke arah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.


Sontak kedua wanita itu kaget karena kemunculan pria sepuh diluar perkiraan mereka.


" Apakah senior adalah roh penjaga dunia ini?" Tanya Cang Li Yuan.


" Ya... Aku adalah roh penjaga yang ditugaskan oleh Dewa tertinggi untuk mencari jenius muda dari dunia fana ini." Ucap roh penjaga, sambil mengelus jenggotnya.


Sesaat roh penjaga, tersenyum lebar karena selama ribuan tahun tidak ada yang berhasil mencapai tempat itu.


Namun kali ini tidak hanya satu orang yang berhasil, melainkan lima orang yang semuanya memiliki kemampuan khusus.


" Sebelum aku melanjutkan pembicaraan, kita tunggu tiga sosok yang sedang menuju kesini." Ucap roh penjaga, lalu meminta kepada Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie untuk beristirahat sejenak sambil menunggu kedatangan tiga calon jenius muda.


Meskipun tidak mengerti dengan apa yang dikatakan roh penjaga, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie hanya menurut lalu menyandarkan tubuh mereka pada batu besar tersebut.


Setelah menunggu waktu yang cukup lama, kini Shen Long, Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin mendekati batu besar tersebut.


" Ka... Kamu?" Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie sontak kaget saat melihat Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin sedang berjalan bersama sosok pemuda yang terlihat asing.


Namun saat melihat Shen Long, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie merasakan getaran yang aneh di hati mereka, meskipun mereka sudah melupakan Shen Long.


" Kebetulan sekali... Sudah waktunya kami akan membalas dendam kepada kalian." Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie mengeluarkan pedang milik mereka, lalu melesat ke arah Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin.


Melihat kedua wanita itu ingin memiliki niat membunuh, Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin tidak tinggal diam, langsung mengeluarkan pedangnya lalu mengayunkan pedang mereka untuk menangkis tebasan dari pihak lawan.


Di sisi lain Shen Long merasa serba salah karena keempat wanita itu adalah orang terdekatnya semua.

__ADS_1


__ADS_2