Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 415. Latihan Tertutup


__ADS_3

Long Zhenhua langsung meninggalkan tempat itu untuk melaporkan kepada Tetua Naga Tunggal bahwa Shen Long sudah bersamanya.


" Bagaimana dengan Yutian? Apa dia baik-baik saja?" Saat Long Zhenhua baru saja muncul, Tetua Naga Tunggal langsung bertanya kepada wanita itu.


" Tetua tenang saja! Pemuda itu mampu bertahan hampir satu jam." Jawab Long Zhenhua yang mengetahui arah pertanyaan tersebut.


Kini Tetua Naga Tunggal terdiam sejenak, seakan tidak percaya bahwa pemuda itu bisa bertahan ketika Long Zhenhua mengujinya.


Namun Tetua Naga Tunggal tidak terlalu membahas hal itu, karena mereka juga sedang tidak baik.


" Zhenhua... Pemuda itu adalah murid yang berhasil menemukan permata bumi. Sebaiknya kamu perlakukan dia dengan baik." Tetua Naga Tunggal meminta kepada Long Zhenhua bisa menjadi seorang guru yang baik.


Tetua Naga Tunggal juga menjelaskan bahwa tidak lama lagi mereka akan membuka segel jiwa naga.


" Untuk masalah itu aku serahkan kepada Tetua senior." Long Zhenhua tidak ingin membahas terlalu jauh, karena hatinya sedang tidak baik.


Apalagi mengingat kejadian sebelumnya, Long Zhenhua akan mencari dan membunuh sosok yang merenggut kesuciannya.


Namun Long Zhenhua juga memahami situasi yang terjadi pada Klan Long, yang kapan saja berada pada masa kejayaannya atau sebaliknya.


Di sisi lain Tetua Naga Tunggal begitu tertarik dengan Long Yutian untuk dijadikan sebagai inang jiwa naga tunggal, karena pemuda itu mampu bertahan ketika Long Zhenhua mengujinya.


Namun mengingat bahwa Long Yutian bukan murni dari keluarga Klan Long, sehingga dia mengurungkan niatnya.


" Tetua... Kalau begitu aku pamit dulu. Aku akan mencari Kitab yang cocok untuk pelatihan Long Yutian." Long Zhenhua mengepal kedua tangannya, lalu meninggalkan tempat itu menuju Paviliun Kitab.


*******


Di tempat lain, Shen Long bernafas lega karena Long Zhenhua tidak bisa mengenalinya.

__ADS_1


" Untung saja teknik yang diberikan Long Yutian bukan teknik perubahan wujud biasa. Jika itu teknik biasa, dapat dipastikan aku sudah ketahuan." Gumam Shen Long, sambil duduk di tempat tidur.


Setelah itu Shen Long memilih untuk mempertajam pemahaman tentang teknik yang dia miliki, juga mempertajam Mata Dewa miliknya.


Pada keesokan pagi, Shen Long yang baru saja keluar dari kediamannya,. kini langsung dibawa oleh Long Zhenhua menuju ke sebuah hutan.


" Apa tidak ada cara lain untuk membawaku?" Shen Long yang baru saja menunjukkan batang hidungnya, kini kerah bajunya langsung ditarik oleh Long Zhenhua dan membawanya pergi ke sebuah hutan.


Tanpa berkata apapun, Long Zhenhua membawanya terbang ke bagian terdalam sebuah hutan sebagai tempat latihan Shen Long.


Tidak lama kemudian mereka telah sampai di sebuah bukit yang dibawahnya terdapat hutan yang sangat lebat, membuat Shen Long bergidik ngeri.


" Guru, tempat apa ini?" Shen Long berkeringat dingin karena dia dapat merasakan bahwa tempat itu sangat berbahaya.


" Hutan dibawah sana adalah tempatmu untuk berlatih. Di dalam hutan terdapat banyak sekali Hewan Roh."


Long Zhenhua menjelaskan bahwa di hutan itu terdapat Rubah Petir yang memiliki serangan petir, Rubah Angin yang memiliki kecepatan tinggi hingga seperti bayangan dan Kera Batu yang memiliki kekuatan fisik seperti benda logam.


" Gluug." Shen Long menelan ludah kasar, karena dia tidak akan mampu melawan Hewan Roh tingkat 5. Apalagi harus membunuh seratus ekor.


" Tenang saja! Semua Inti Roh dari ketiga Hewan Roh tingkat 5 itu bisa membantu pelatihanmu agar bisa mengeluarkan petir yang kamu miliki jika kamu mempelajari Kitab ini." Long Zhenhua memberikan sebuah Kitab kepada Shen Long.


Untuk Kultivator biasa, mereka harus menunggu sampai mencapai Pendekar Alam tingkat 1 untuk mengeluarkan unsur elemen.


Namun berkat bantuan Kitab yang diberikan Long Zhenhua, maka Shen Long bisa mengeluarkan unsur elemen petir, meskipun masih mencapai Pendekar Raja tingkat 6.


" Baik guru." Shen Long tidak memiliki pilihan lain, kecuali harus mengikuti arahan dari Long Zhenhua.


" Mmmm... Berusahalah agar kamu berhasil." Long Zhenhua memberi semangat kepada Shen Long, karena dia berpikir bahwa sosok itu juga seorang monster.

__ADS_1


Long Zhenhua meminta kepada Shen Long agar tidak menggunakan pedang di punggungnya, karena dia menginginkan agar Shen Long hanya bertarung menggunakan tangan kosong.


Dengan sebuah anggukan, Shen Long menuruni bukit tersebut untuk menjalankan latihannya.


" Jika dia berhasil menemukan kediaman Ular Petir dan berhasil membunuhnya, maka dia akan mendapatkan sesuatu yang berharga di goa itu." Gumam Long Zhenhua sambil menatap ke arah Shen Long yang sudah berada di bawah kaki bukit.


Tidak lama kemudian, terdengar suara pertarungan dari arah kaki bukit, dimana Shen Long langsung berhadapan dengan seekor Rubah Angin.


" Beruntung Hewan Roh di tempat ini memiliki wilayah tersendiri. Jadi aku bisa bertarung dengan mereka satu-persatu." Gumam Shen Long, sambil menatap ke arah rubah berwarna putih.


Pertarungan antara keduanya membutuhkan waktu yang sangat lama. Meskipun Shen Long berhasil membunuh Rubah Angin, namun dia juga mengalami luka berat.


Shen Long mengambil Inti Roh Rubah Angin yang berhasil dia bunuh, lalu mengambil posisi Berkultivasi untuk menyerap Inti Roh tersebut sesuai arahan dari Kitab yang diberikan Long Zhenhua.


" Kemampuan bocah ini boleh juga. Akhirnya aku memiliki murid yang cocok dengan pelatihan yang aku ajarkan." Long Zhenhua yang mengawasi dari kejauhan, tersenyum puas sambil menatap ke arah Shen Long yang sedang mempelajari Kitab yang dia berikan.


*******


Satu bulan telah berlalu, kini lima kandidat yang cocok sebagai inang jiwa naga juga telah berhasil dilakukan.


Dari kelima murid yang sebagai inang jiwa naga, yaitu Long Duanjun sebagai inang jiwa naga kabut.


Kabar itu pun tersebar luas ke berbagai Klan yang lain, sehingga banyak sekali para petinggi Klan yang ingin menjodohkan putrinya kepada salah satu dari kelima inang jiwa naga.


Bahkan beberapa keluarga Klan yang berada di daratan murni emas juga tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menjodohkan putri terbaik mereka.


Meskipun Klan Long masih tinggal di daratan murni perak, namun kemampuan kelima murid yang sebagai inang jiwa naga, tidak bisa dianggap enteng.


Salah satu Klan yang ingin menjodohkan putri terbaik di Klan mereka adalah Klan Yan itu sendiri.

__ADS_1


" Para Tetua semuanya... Menurut kalian, siapa yang cocok untuk dijadikan sebagai Istri dari keluarga Klan Long yang mewarisi jiwa naga itu?" Tanya Patriak Klan Yan sambil menatap ke arah beberapa Tetua yang hadir di rapat tertutup.


Meskipun Klan Yan tinggal di daratan murni emas, namun mereka juga mengetahui tentang kehebatan dari pemilik jiwa naga, sehingga kedepannya masa depan Klan Yan akan lebih baik lagi.


__ADS_2