
Sebenarnya Gui Hua baru saja mengetahui apa saja yang dimiliki Shen Long, ketika dia menyerap Kultivasi dari ular hitam.
Dengan kemampuan khusus yang dimiliki ular hitam yang masuk ke tubuhnya, Gui Hua merasa tertarik untuk memiliki benda tersebut demi perkembangannya.
" Untuk Cincin Buas, aku bisa menariknya ke Cincin milikku. Sedangkan Gelang Delapan Naga Penjuru, sudah bisa dilepaskan, karena sudah mengakui guru sebagai tuannya." Jawab Gui Hua dengan wajah memelas.
Shen Long yang sudah berjanji akan memberikan hadiah sesuai keinginan muridnya, kini menghela nafas berat, lalu mengeluarkan satu-persatu benda yang diinginkan gadis itu.
Terlebih Sebelumnya Shen Long tidak pernah memberikan sesuatu kepada muridnya, sehingga dia sedikit merasa bersalah.
" Terimakasih guru. Dengan benda berharga ini, aku akan melindungi guru. Lagi pula guru masih memiliki Cincin Ruang tingkat Surgawi dan Kendi Samudra." Ucap Gui Hua, sambil menarik simbol dari Cincin Ruang tingkat Surgawi milik Shen Long ke dalam Cincin miliknya.
Lagi-lagi Shen Long dibuat kaget karena Gui Hua juga mengetahui benda lain yang dia miliki.
Sementara itu, Gui Hua melepaskan pakaiannya di depan Shen Long, tanpa merasa bersalah, lalu memakai baju Zirah Kura-kura dan Sepatu Angin lalu memasangkan kembali pakaiannya.
" Sekarang aku minta izin kepada guru, untuk membunuh mereka yang menghuni goa ini."
Saat Cincin Buas, Zirah Kura-kura dan Sepatu Angin melekat di tubuhnya Gui Hua, berjalan menuju bagian terdalam goa.
Melihat tingkah muridnya, Shen Long hanya menggelengkan kepala, karena gadis itu terlalu bersemangat untuk menjajal kemampuannya.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Terdengar sebuah ledakan dari arah dalam goa, dimana Gui Hua kembali bertarung melawan ular hitam yang lebih kuat dari sebelumnya.
" Ternyata gadis ini juga menyadari kehadiran ular yang mendiami goa ini." Shen Long menaikan alisnya, sambil melihat ke arah pertarungan.
Waktu terus berlalu, Gui Hua berhasil membunuh satu-persatu ular yang mendiami goa itu hingga mencapai puluhan ekor.
Kasusnya masih tetap sama, dimana Gui Hua menyerap Kultivasi lawannya untuk meningkatkan kualitas fisik dan jiwa, serta Kultivasi.
Kekuatan ular hitam juga tidak bisa dianggap enteng, meskipun Gui Hua masih mampu mengalahkan mereka berkat kedua Gelang Delapan Naga Penjuru, Zirah Kura-kura dan Sepatu.
__ADS_1
Namun Gui Hua tidak tertarik dengan Inti Roh dari buruannya untuk mengaktifkan Cincin Buas.
Kraaack!
Terdengar sebuah retakan tulang-tulang dari tubuh Gui Hua, diikuti asap hijau dimana tubuhnya telah mencapai batasan, sehingga membentuk fisik yang lebih kuat lagi.
Bboooom!
Dalam waktu singkat, Gui Hua menerobos Pendekar Alam tingkat dua, diikuti terpaan angin mengelilingi tubuhnya.
Tentu dengan menyerap tingkat Kultivasi dari puluhan ular yang rata-rata setara dengan Pendekar Alam tingkat satu, merupakan Sumberdaya paling berharga bagi Gui Hua, karena ular hitam memiliki racun yang berguna untuknya.
Gui Hua Hua yang berdiri di depan, kini menoleh ke arah Shen Long yang hanya mengikuti dari belakang.
" Guru... Tugasku sudah selesai." Ucap Gui Hua, sambil menundukkan kepala.
Meskipun gadis itu terlihat kelelahan, namun semangatnya tidak menurun sedikitpun.
Shen Long mengangguk kecil, lalu menoleh ke arah belakang, karena dia sudah menyadari bahwa ada tiga sosok yang mengikuti mereka.
Karena persembunyian mereka sudah diketahui, Long Shangxing, Wu Yunjiang dan Wu Dong keluar dari persembunyian, lalu berjalan mendekati Shen Long dan Gui Hua.
Pada awalnya ketiga sosok itu menunggu di mulut goa. Namun karena Shen Long dan Gui Hua belum juga muncul, sehingga mereka berinisiatif untuk menyusul.
Namun Saat melihat aksi yang ditujukan Gui Hua saat bertarung melawan ular hitam, mereka berinisiatif untuk memperhatikan dari kejauhan.
" Maafkan kami karena telah mengikuti kalian." Long Shangxing merasa tidak enak karena terus mengikuti dari kejauhan.
" Tidak masalah. Lagi pula tujuan kita kesini untuk mencari keberuntungan." Jawab Shen Long, sambil menatap ke arah dua lorong yang berada di depan mereka.
Tanpa membuang waktu, Shen Long melangkahkan kakinya, lalu meminta kepada mereka untuk membentuk dua kelompok agar bisa menyusuri dua lorong tersebut.
" Kakak, aku ikut kalian saja." Wu Dong dengan buru-buru mengusulkan diri untuk bergabung bersama Wu Yunjiang dan Long Shangxing, karena dia tidak berani mendekati Gui Hua.
Begitupun dengan Wu Yunjiang, tidak berani mengambil resiko jika berdekatan dengan Gui Hua, saat mengetahui bahwa gadis itu memiliki Raga Beracun.
" Baiklah, kita berpencar disini! Kalian ambil lorong bagian kiri, sedangkan aku bersama muridku menyusuri lorong bagian kanan." Ucap Shen Long, lalu berjalan menuju lorong, diikuti Gui Hua.
__ADS_1
Sedangkan Long Shangxing, langsung membawa kelompoknya menyusuri lorong bagian kiri.
Shen Long dan Gui Hua yang sudah berjalan cukup jauh dari persimpangan goa, kini tatapan mereka tertuju pada sebuah danau kecil di depannya.
" Guru... Sepertinya Air Nektar Alam ini sangat cocok untuk guru." Ucap Gui Hua, sambil menoleh ke arah Shen Long.
" Ya... Lebih baik kita menyerapnya sekarang." Shen Long tidak ingin membuang waktu, langsung berjalan mendekati danau Air Nektar Alam.
" Aku menunggu disini saja, karena aku sudah mendapatkan bagianku." Ucap Gui Hua, karena sebelumnya dia sudah banyak mengambil harta milik Shen Long.
Mendengar ucapan tersebut, Shen Long mengangguk kecil, lalu berendam di danau Air Nektar Alam dengan posisi Berkultivasi.
Sedangkan Gui Hua mengambil tempat duduk bersila untuk memulihkan diri, sekaligus mendalami seni beladiri yang dia miliki.
*******
Di beberapa tempat, hampir semua wilayah gunung sudah ditelusuri oleh anggota Sekte Naga Langit, kecuali bagian puncak gunung.
Sedangkan bagi para murid dari Sekte lainnya, hanya mendapatkan beberapa Sumberdaya karena kalah cepat dari anggota Sekte Naga Langit.
Terlebih anggota Sekte Naga Langit memiliki jumlah yang paling banyak, sehingga pergerakan mereka paling dominan.
Terlebih untuk para Tetua muda Sekte Naga Langit, mereka banyak mengalami kemajuan karena wilayah gunung itu banyak menyimpan harta.
Bahkan para Tetua Sekte Naga Langit juga mendapatkan beberapa Token misterius, sehingga mereka belum mengetahui fungsi Token tersebut.
" Lebih baik kita serahkan Token ini kepada Patriak, Tetua Agung atau Guru Suci. Semoga saja Token ini berhubungan dengan tempat rahasia yang belum diketahui." Ucap salah satu Tetua yang ikut menjelajahi gunung.
" Ya... Aku rasa token ini sangat berharga." Tetua yang lain ikut menimpal.
Semua mengangguk setuju, lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju ke arah kaki gunung.
*******
Di tempat lain terlihat para murid Sekte Seribu Pedang berjalan dengan wajah lesu, karena sebelumnya mereka telah mengalami kekalahan melawan Guang Louzhy dan Tiga Feniks Pedang juga bertarung melawan anggota Sekte Naga Langit yang lain.
Disamping banyak mendapatkan luka dalam, harta yang mereka miliki juga habis terkuras oleh Guang Louzhy dan Tiga Feniks Pedang, ataupun anggota Sekte Naga Langit lainnya.
__ADS_1