
Terlebih lima sosok yang mengejarnya sudah mencapai Pendekar Alam tingkat dua, Gui Hua tidak ingin mengambil resiko.
" Sialan... Jika saja aku sudah menyeimbangkan tingkat Kultivasiku, aku akan membunuh mereka ini." Gui Hua merapatkan giginya, sambil meningkatkan kewaspadaan, karena kelima sosok itu sudah mengepungnya.
" Tangkap wanita ini dan rebut Ginseng Darah dari tangannya." Salah satu sosok langsung memberi perintah kepada rekannya.
Tanpa membuang waktu, kelima sosok itupun melesat ke arah Gui Hua, sambil mengayunkan tangan mereka untuk melumpuhkan gadis itu secepat mungkin.
Gui Hua yang tidak memiliki pilihan lain, langsung menyambut serangan dari kelima sosok itu dengan menggunakan tangan kosong.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari Gui Hua dengan kelima sosok yang menyerangnya, menciptakan gelombang energi yang menyebar ke berbagai arah.
" Tidak menyangka gadis cantik sepertimu memiliki kekuatan cukup tinggi." Salah satu sosok seringai lebar sambil bertukar serangan dengan Gui Hua.
" Benar saudara... Tapi sekuat apapun dirimu, kamu tidak mampu melawan kami." Ucap yang lain yang menyerang Gui Hua dari samping kanan.
Melihat gadis berparas cantik yang memiliki kemampuan bertarung cukup tinggi, kelima sosok itu semakin bersemangat untuk menikmati keindahan tubuh Gui Hua.
Di sisi lain, Gui Hua memasang wajah jelek karena selama perjalanannya belum menemukan anggota Sekte Naga Langit yang lain.
Tidak ingin terlalu lama beranda di tempat itu, kelima sosok itupun saling memberi isyarat satu sama lain, agar keberadaan mereka tidak diketahui para murid yang lain.
" Tinju Serigala Penembus Gunung."
Wuush!
Kelima sosok itupun menyalurkan Qi pada kepalan tangannya secara bersamaan, lalu mengarahkan kepada Gui Hua.
Melihat serangan pukulan dari kelima lawannya, Gui Hua dengan buru-buru mengeluarkan Qi pada kedua tangannya.
" Perisai Kura-kura."
Buussshh!
Gui Hua menyilangkan kedua tangannya, hingga tercipta pelindung transparan di depannya.
Bboooom!
Pukulan keras dari kelima lawannya, membuat Gui Hua terpental puluhan meter. Meskipun Gui Hua sudah menggunakan perisai energi, namun serangan gabungan dari kelimanya terlalu kuat.
__ADS_1
" Uhuuuk." Gui Hua memuntahkan segumpal darah, dengan buru-buru bangkit berdiri, meskipun seluruh tubuhnya seakan remuk.
Karena gabungan serangan dari kelima sosok yang menjadi lawannya tidak bisa dianggap remeh, Gui Hua tidak punya pilihan lain, kecuali harus mengerahkan seluruh kekuatannya.
" Cakar Pembelah Bumi."
Creeessh!
Gui Hua melompat ke arah depan, sambil mengayunkan kedua tangannya, hingga tercipta siluet cakar raksasa mengarah kepada kelima lawannya.
Melihat gadis berparas cantik itu masih mampu bertahan, kelima sosok itu tertawa terkekeh, lalu mengalirkan Qi pada mulanya.
" Teknik Suara, Raungan Serigala."
Ggooooaaarr!
Gelombang energi keluar dari mulut kelima sosok itu, menyambut serangan dari Gui Hua.
Bboooom!
Bboooom!
Cakar raksasa yang diciptakan Gui Hua, langsung menghilang, hingga gelombang energi terus menyerang Gui Hua, membuat gadis itu kembali terpental puluhan meter.
" Uhuuuk." Gui Hua kembali memuntahkan darah segar, berusaha untuk bangkit berdiri.
Tanpa membuang waktu, kelima sosok itupun melesat ke arah Gui Hua yang sudah tergeletak di tanah dengan kondisi menggenaskan.
Pandangan Gui Hua yang sudah mulai pudar, kini berusaha untuk menggerakkan tubuhnya sekuat tenaga, namun sama sekali tidak berhasil.
" Kakek... Maafkan aku." Gui Hua yang sudah terlihat pasrah, kini meneteskan air matanya membayangkan apa yang terjadi pada dirinya.
Di sisi lain, kelima sosok yang sudah berdiri di dekat Gui Hua yang tergeletak di tanah, kini tertawa dengan lepas, karena telah mendapatkan mangsa yang empuk.
Disamping mendapatkan Ginseng Darah, mereka juga bisa menikmati keindahan tubuh gadis yang memiliki paras cantik itu.
" Guru... Maafkan aku. Sepertinya perjalanan hidupku sampai disini." Gui Hua berkata dalam hati, berusaha sekuat tenaga untuk bunuh diri, agar tidak dikotori oleh kelima sosok yang mulai mendekatinya.
Di sisi lain, kelima sosok yang sudah tidak sabar ingin menikmati keindahan tubuh gadis cantik itu, dengan buru-buru merobek pakaian yang melekat di tubuh Gui Hua.
Melihat keindahan tubuh gadis di depannya, air liur kelima sosok yang seakan menetes, hingga saling berebut untuk menguasai tubuh Gui Hua.
Bboooom!
Bboooom!
__ADS_1
Bboooom!
Saat kelima sosok itu saling berebut untuk menjamah tubuh Gui Hua, sosok bayangan melesat cepat ke arah mereka diikuti pukulan keras bersarang pada tubuh mereka hingga terpental puluhan meter.
" Sialan... Siapa yang berani mengganggu kesenangan kami?" Kelima sosok itu sangat geram karena keinginan mereka telah digagalkan.
Di sisi lain Shen Long yang melihat kondisi Gui Hua yang sudah terluka berat, kini menoleh ke arah kelima sosok itu dengan tatapan dingin.
" Cepat bunuh pemuda ini, dia hanya seorang Pendekar Alam tingkat dua." Salah satu sosok yang terlihat marah, langsung melesat ke arah Shen Long.
Bboooom!
Sebuah pukulan yang sangat kuat membuat sosok itu terpental puluhan meter, hingga pingsan dengan kondisi tulang rusuknya banyak yang patah.
" Apa? Bagaimana mungkin?" Keempat sosok yang tersisa, terlihat pucat karena rekan mereka yang sudah mencapai Pendekar Alam tingkat dua bisa dikalahkan hanya dengan satu kali pukulan.
" Di..Dia..." Salah satu sosok menunjuk ke arah Shen Long, dengan gugup diikuti keringatnya bercucuran.
Tentu mereka mengingat jelas wajah Shen Long yang lebih dominan dari murid Sekte Naga Langit yang lain.
Di sisi lain, Shen Long langsung melesat ke arah keempat sosok yang tidak berani bergerak sedikitpun, karena mereka sudah melihat sendiri bagaimana kekuatan sosok pemuda yang berada di depan mereka.
Baaang! Baaang! Baaang!
Dengan kecepatan tinggi, Shen Long memukul satu-persatu dari keempat sosok tersebut hingga babak belur dimana beberapa tulang mereka banyak yang patah.
" Aarrgggh... Gigiku."
" Aarrgggh... Tanganku."
" Aarrgggh... Kakiku."
" Jangan pukul disitu! Aku tidak bisa lagi mendapatkan keturunan."
Satu-persatu dari keempat sosok itu berteriak keras, sambil menerima pukulan dari Shen Long, yang membuat beberapa bagian tubuh mereka banyak mengalami luka berat.
Kali ini Shen Long tidak ingin membunuh para murid dari Sekte lain, karena mereka sekarang sebagai tuan rumah.
" Ampun tuan muda... Tolong jangan bunuh kami." Keempat sosok itu berusaha sekuat tenaga untuk berbicara kepada Shen Long, lalu melepaskan Cincin Ruang yang mereka miliki.
" Kali ini aku memaafkan kalian. Sekarang pergi dari sini." Ucap Shen Long, sambil memberi penekanan kepada mereka.
Mendengar ucapan tersebut, keempat sosok itu saling berpandangan karena untuk merangkak saja sudah tidak kuat, apalagi harus berjalan?
Melihat kondisi keempat sosok itu, Shen Long menggelengkan kepala, sambil memasukkan Cincin Ruang milik mereka, lalu melepaskan Cincin Ruang milik satu sosok yang sudah pingsan.
__ADS_1
Setelah lima Cincin Ruang berada di tangannya, Shen Long mengambil sehelai kain untuk menutupi tubuh Gui Hua, lalu membawanya ke tempat yang aman.
Sedangkan keempat sosok itu, memasang wajah jelek karena Sumberdaya yang mereka kumpulkan sudah berpindah tangan.