Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 332. Kematian Jun Lixing


__ADS_3

Shen Long tidak menyangka bahwa sosok wanita yang menggunakan topi tudung yang selama ini berada di Akademi Pagoda Suci adalah Jun Lixing.


Meskipun terlihat marah, namun Shen Long merasa tidak enak karena kondisi Jun Lixing sangat mengkhawatirkan.


" Shen Long... Maafkan bibimu ini, karena telah membuat kesalahan." Ucap Jun Lixing, dimana setiap dia bicara darahnya keluar dari mulut dan seluruh lukanya.


" Ibu, jangan bicara lagi. Aku akan menyembuhkan lukamu." Jun Yun yang berniat ingin memberi pertolongan kepada ibunya, kini langsung dihentikan oleh Jun Lixing.


" Nak... Sekalipun kamu memulihkan kondisiku, itu sama sekali tidak berfungsi." Jun Lixing menggelengkan kepala karena sudah tidak ada harapan baginya untuk hidup.


" Shen Long... Meskipun kamu tidak bisa memaafkanku, paling tidak kamu bisa memaafkan kedua anakku." Jun Lixing kembali menoleh ke arah Shen Long.


Awalnya Shen Long masih menyimpan dendam kepada wanita itu. Namun saat melihat penyesalan dari raut wajah Jun Lixing, Shen Long langsung mengangguk.


" Ibu mertua... Aku sudah melupakan kejadian itu." Ucap Shen Long, meskipun lidahnya terasa kaku.


Mendengar perkataan dari Shen Long, Jun Lixing tersenyum puas, lalu menoleh ke arah Jun Mei Yin.


" Nak... Jadilah Istri yang baik. Maafkan ibu karena tidak bisa bersama kalian lagi." Jun Lixing yang pandangannya sudah kabur, kini berusaha sekuat tenaga untuk melawan kematian yang ingin menjemputnya.


" Ibu." Jun Mei Yin tidak kuasa menahan air matanya, langsung ikut memeluk ibunya dengan perasaan haru.


" Shen Long... Berjanjilah untuk melindungi putriku." Ucap Jun Lixing.


" Aku akan berjanji untuk menjaganya." Ucap Shen Long sambil memberi hormat, Lalu duduk di samping Jun Yun.


Mendengar ucapan tersebut, Jun Lixing terlihat senang hingga sesaat wanita itu menghembuskan nafas terakhirnya.


Kini terdengar suara tangisan dari Jun Yun dan Jun Mei Yin seakan memecahkan keheningan malam.


Di sisi lain Hao Tian yang mendengar percakapan mereka dari kejauhan, kini hanya menarik napas dalam-dalam karena situasi tersebut sangat rumit.

__ADS_1


" Semua orang memiliki kesempatan kedua. Bukankah Klan Hao pernah melakukan hal yang tidak baik kepada pemuda itu." Ucap Hao Xiong sambil menepuk bahu Hao Tian.


Mendengar perkataan dari sahabatnya itu, Hao Tian menurunkan emosinya, lalu berjalan mendekati anggota Klan Hao yang sedang terluka.


Setelah beberapa saat, Shen Long berpamitan kepada Hao Tian dan para Tetua yang lain, sambil menatap ke arah Hao Mingzi dan Hao Xiang yang terlihat bersedih.


" Kakak... Aku minta maaf karena telah datang terlambat." Shen Long berkata dengan tulus, merasa tidak enak karena demi membantunya Hao Mingzi dan Hao Xiang harus kehilangan Istrinya.


" Long'er... Ini bukan salahmu. Tapi keadilan harus ditegakkan. Mati dengan terhormat, jauh lebih mulia dari hidup sebagai pecundang." Meskipun Hao Mingzi dan Hao Xiang merasa kehilangan, namun mereka berusaha untuk menerimanya.


Shen Long pun mengangguk, lalu berpamitan kepada kedua kakaknya lalu bergegas menuju ke arah keempat Istrinya juga anggota Fraksi Gagak Emas.


Sedangkan Jun Yun harus kembali bersama Lan Nalan dan anggota Klan Lan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka yang lain.


*******


Satu minggu telah berlalu, dimana jasad Jun Lixing dikuburkan di tempat pemakaman di Sekte Naga Langit, tepat di samping kuburan kedua orang tua Shen Long.


Bahkan anggota Fraksi Gagak Emas juga sering berkunjung ke Sekte Naga Langit dan berencana untuk membuat permukiman di tempat itu Namun tidak ada yang bisa masuk ke wilayah makam kedua orang tua Shen Long dan Jun Lixing tanpa persetujuan dari ketua Fraksi Gagak Emas.


Kondisi Kerajaan Qing juga telah dikuasai oleh Klan Lan dimana anggota Klan Lan membuka sebuah surat perjanjian antara Klan Qing dan Klan Lan.


" Aku dengar bahwa Klan Lan adalah orang yang pernah membantu Klan Qing dalam membangun Kerajaan Qing."


" Namun Kerajaan Qing telah berkhianat dan tidak memenuhi janji mereka agar Klan Lan memiliki kedudukan di Kerajaan Qing." Niu Meily menjelaskan situasi yang terjadi di Kerajaan Qing.


Niu Meily juga menjelaskan bahwa leluhur Klan Lan banyak memberikan kontribusi kepada Klan Qing dalam membangun Kerajaan.


Surat perjanjian itu sangat jelas, sehingga pihak Istana Kekaisaran Wei langsung menutup kasus tersebut, karena bagaimanapun Klan Lan masih memiliki hak untuk mengambil alih wilayah Kerajaan Qing.


" Sekarang Jun Yun juga dinobatkan sebagai pangeran Kerajaan Qing yang kini sudah diganti menjadi Kerajaan Lan. Meskipun dia bukan berasal dari Klan Lan." Niu Meily tersipu malu saat menyebut nama Jun Yun.

__ADS_1


" Ada apa denganmu? Apa kamu menyukai kakakku?" Tanya Jun Mei Yin saat melihat perubahan sikap dari Niu Meily.


" Ah... Itu..."


" Ya... Kami berdua juga tidak lama lagi akan menikah dengan pangeran Jun Yun." Sebelum Niu Meily melanjutkan pembicaraannya, kini Gu An'an langsung bersuara.


" Tidak menyangka kakakku bisa memiliki dua Istri yang sangat kuat." Jun Mei Yin tersenyum lebar sambil menatap ke arah kedua wanita itu.


" Itu semua karena suamimu tidak tertarik padaku. Jadi mana mungkin aku menunggunya hingga menjadi perawan tua." Ucap Gu An'an sambil menggoda Shen Long.


Mendengar ucapan antara para wanita tersebut, Shen Long, Wuya Jinwu dan anggota Fraksi Gagak Emas yang pria hanya menggelengkan kepala.


Di sisi lain Bing Ziyun hanya berdiam diri sambil melirik ke arah Shen Long, seperti sedang menagih hutang yang belum dibayar.


" Saudara Long... Pihak Kerajaan Lan menitipkan sesuatu untuk kalian." Ucap Wuya Jinwu, lalu memberikan sebuah Cincin Ruang kepada Shen Long.


" Terimakasih saudara Jinwu." Shen Long mengambil Cincin Ruang tersebut tanpa melihat isinya, lalu menyimpan di Cincin miliknya.


" Bagaimana dengan Sekte Bambu Kuning dan Klan Hu?" Tanya Shen Long.


" Karena sekarang anggota Sekte Bambu Kuning dan Klan Hu tidak ada yang mencapai Pendekar Petapa apalagi Pendekar Suci, sekarang mereka langsung dijadikan budak oleh Klan Lan." Wuya Jinwu menceritakan tentang kondisi Sekte Bambu Kuning dan Klan Hu.


Mendengar ucapan tersebut, Shen Long bernafas lega. Jika Klan Lan tidak mengambil tindakan, maka dia sendiri yang pergi untuk menghancurkan Sekte Bambu Kuning dan Klan Hu.


Tentu ketika seseorang yang menjadi budak, maka hidup mereka tidak akan bebas lagi, bahwa lebih buruk dari sebuah kematian.


Segel budak tidak bisa dianggap enteng, karena hidup dan mati mereka ada di tangan tuannya.


Dengan kata lain, seumur hidup bahkan turun-temurun mereka tidak ada kebebasan.


" Saudara Long... Apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Wuya Jinwu, dimana Bing Ziyun secara diam-diam menguping pembicaraan mereka.

__ADS_1


Sambil menarik napas dalam-dalam, Shen Long menceritakan bahwa dirinya dan keempat istrinya akan pergi jauh setelah menyelesaikan pekerjaan yang lain.


__ADS_2