Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 140. Dendam Lama


__ADS_3

Tanpa ragu Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie mengambil pedang tersebut dimana mereka dapat merasakan aura yang sangat kuat dari pedang tersebut.


Di sisi lain Guang Louzhy yang berada di tubuh Shen Long, langsung menyipitkan matanya karena mengenal kedua pedang tersebut saat dia belum terkurung di Pedang Kesunyian.


" Kedua pedang itu." Guang Louzhy memasang wajah memerah padam karena ulah kedua wanita tersebut dia harus menghadapi Kultivator Iblis seorang diri.


Wuush!


Guang Louzhy keluar dari tubuh Shen Long menatap tajam ke arah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.


" Ternyata mereka berdua adalah reinkarnasi dari wanita angkuh itu." Guang Louzhy yang amarahnya memuncak langsung menyerang Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.


Namun karena dia hanyalah roh, Guang Louzhy tidak bisa menyentuh kedua wanita tersebut.


' Kakak, ada apa denganmu?' Shen Long mengirim pesan jiwa kepada Guang Louzhy, merasa heran karena wanita itu seperti memiliki dendam pribadi kepada kedua istrinya.


" Long'er, berhati-hatilah kepada kedua istrimu itu. Di masa lalu mereka adalah orang licik. Dulu kami bertiga ditugaskan untuk membunuh Kultivator Iblis. Tapi setelah aku bertarung melawan Kultivator Iblis itu, mereka berdua langsung meninggalkanku seorang diri."


" Aku tidak menyangka bahwa kedua wanita itu juga membunuh jenius Klan Shen dan tunangannya." Guang Louzhy mengingatkan kepada Shen Long.


' Tapi kak, itu semua masa lalu. Lagi pula mereka tidak mengingatnya lagi.' Shen Long kembali mengirim pesan jiwa kepada Guang Louzhy.


" Terserah kamu saja, aku hanya mengingatkan. Karena sebuah ambisi, seseorang bisa berubah. Tidak ada yang abadi di dunia ini." Guang Louzhy terlihat kesal langsung masuk ke tubuh Shen Long.


" Deeeg." Jantung Shen Long seakan terhenti saat mendengar kata ' Tidak ada yang abadi.'


Tentu Shen Long mengingat kata-kata yang terngiang-ngiang di pikirannya saat pemilik Pedang Kesunyian masih ada padanya.


Shen Long mengingat jelas ada sebuah kesedihan yang mendalam dari sosok mengerikan tersebut.


Jika saja Shen Long bisa menggali informasi dari sosok mengerikan, mungkin dia tau apa yang terjadi pada sosok tersebut sehingga dia mengambil jalan yang salah.

__ADS_1


Di sisi lain setelah mengambil kedua pedang tersebut, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie langsung mundur ke belakang sambil menatap pedang mereka masing-masing.


" Sepertinya kalian masih mengenal pedang milik kalian. Jangan sampai kalian ulangi kesalahan yang sama." Pria sepuh mengingatkan kepada kedua wanita tersebut.


" Baik kakek, kami akan mengingatnya." Jawab Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.


" Sekarang teteskan darah kalian pada Pedang itu! Dengan demikian pedang itu akan mengenal kembali tuannya." Ucap pria sepuh.


Dengan sebuah anggukan, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie langsung meneteskan darah mereka ke dalam pedang masing-masing.


Seketika udara sekitar bergetar hebat dimana kedua pedang tersebut melayang di udara mengelilingi tubuh tuan mereka.


Beberapa menit kemudian....


Jleeep!


Kedua pedang tersebut masuk ke tubuh tuannya masing-masing.


Setelah itu pria sepuh menoleh ke arah Shen Long dengan wajah serius, karena tidak tau apa yang harus dia berikan kepada pemuda tersebut.


" Salah satunya Kitab untuk mempelajari jenis Sumberdaya, dan kedua Kitab ini tidak bisa dibuka oleh siapapun. Bahkan untuk ayahku kakekku sendiri." Pria sepuh memberikan tiga Kitab kepada Shen Long.


" Terimakasih kakek." Shen Long mengambil Kitab tersebut lalu menyimpannya di Cincin miliknya.


" Tidak ada harta yang bisa aku berikan kepada kalian. Chen'er, Yi'er... Ikutilah majikan kalian." Pria sepuh menatap ke arah Guang Chen dan Guang Yunyi.


" Baik kakek." Jawab mereka serempak.


" Sekarang kalian boleh pergi. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan ku." Pria sepuh menatap ke arah mereka bergantian.


" Baik kakek." Shen Long menundukkan kepala, meskipun dia tidak ingin membawa Guang Chen dan Guang Yunyi bersamanya, namun dia tidak bisa menolak.

__ADS_1


Tentu karena Shen Long tidak ingin mengecewakan pria sepuh tersebut dan berharap agar Guang Chen dan Guang Yunyi bisa mencari tempat sebagai tempat tinggal mereka.


Saat kelima sosok tersebut sudah pergi, pria sepuh menarik napas dalam-dalam seakan beban berat di pundaknya terangkat.


" Leluhur... Semoga saja keputusanku tidak salah. Aku harap di masa depan tidak ada lagi permusuhan diantara generasi muda." Pria sepuh berjalan ke arah tertentu untuk menikmati masa-masa tuanya.


*******


( Di tempat lain )


Terlihat sosok wanita cantik yang sedang duduk Berkultivasi langsung membuka mata sambil menatap ke arah tertentu.


Wanita itu tidak lain adalah Xiao Ai Qing yang mengeluarkan aura intimidasi Pendekar Langit tingkat 2 seakan memiliki kebencian.


" Leluhur, sepertinya kedua wanita itu sudah menemukan Pedang Giok Hijau dan Pedang Giok Biru. Saatnya aku membalaskan dendam pada masa lalu. Sepertinya mereka juga mendiami daratan Sangay ini." Ucap Xiao Ai Qing sambil menatap ke arah sosok pria sepuh di depannya.


" Qing'er, sebaiknya kamu berhati-hati. Jangan sampai kamu terbunuh untuk kedua kalinya. Beruntung aku bisa menemukan tempatmu bereinkarnasi, jadi aku bisa mengembalikan setengah kesadaranmu di masa lalu." Ucap pria sepuh tersebut.


" Tapi leluhur... Bagaimana dengan kekasihku? Apa dia juga sudah bereinkarnasi di tempat ini? Tanya Xiao Ai Qing.


" Bukankah kamu pernah mengatakan bahwa pernah bertemu dengan pemuda dengan nama depan Shen? Apa dia bukan reinkarnasi dari kekasihmu?" Pria sepuh balik bertanya kepada Xiao Ai Qing.


" Namanya memang sama, yaitu Shen Long. Tapi aura dan wajahnya sangat berbeda. Lagi pula dia memiliki unsur bawaan elemen angin, sedangkan di masa lalu, Shen Long yang aku kenal memiliki unsur bawaan elemen Petir." Xiao Ai Qing mengingat wajah dari Shen Long kekasihnya pada masa lalu tidak ada kemiripan dengan Shen Long yang dia kenal sekarang, meskipun merasa tertarik.


" Jadi begitu? Aku masih penasaran, kenapa ada orang yang bermarga Shen di daratan ini. Bukankah dulu mereka telah pindah dari daratan Sangay sejak perperangan itu." Pria sepuh bertanya kepada dirinya sendiri.


" Aku harap bisa menemukan jawaban saat pergi ke Hutan Kuno." Xiao Ai Qing menghela nafas panjang lalu bangkit berdiri.


" Kamu tidak bisa pergi ke Hutan Kuno sebelum mencapai Pendekar Suci. lebih baik sekarang kamu fokus mengumpulkan Ginseng Darah Serigala. Dengan begitu kekuatan fisikmu semakin meningkat." Ucap pria sepuh.


Ginseng Darah Serigala adalah Ginseng yang hanya tumbuh di bangkai Serigala yang sudah berusia lebih dari seribu tahun.

__ADS_1


Semakin tua Ginseng Darah Serigala, maka semakin tinggi khasiat ginseng tersebut.


" Baik leluhur. Kalau begitu aku pamit dulu." Xiao Ai Qing menundukkan kepala lalu meninggalkan tempat tersebut untuk mencari keberadaan pemilik Pedang Giok Hijau dan Pedang Giok Biru.


__ADS_2