Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Pedang Kesunyian


__ADS_3

( Di luar kamar Shen Long)


Terlihat dua sosok yang sedang mengawasi dimana kamar tempat Shen Long berada, dimana mereka adalah orang yang ditugaskan oleh Tetua Cang Mu.


Saat tengah malam tiba kedua sosok tersebut merasakan aura kematian dari tempat kamar Shen Long, meskipun hanya samar-samar.


" Saudara... Sepertinya Aura ini berasal dari kamar itu." Salah satu dari mereka menunjuk ke arah kamar Shen Long.


" Mmmm... Kita gunakan Mata Dewa untuk memeriksanya." Ucap sosok tersebut dimana mereka langsung menggunakan Teknik Mata Dewa agar bisa menembus dinding kamar Shen Long.


Namun setelah mereka melihat Shen Long sedang berbaring di tempat tidur, tiba-tiba asap tebal berwarna hitam pekat menutupi tubuh Shen Long sehingga mereka berdua tidak bisa menggunakan Teknik Mata Dewa.


" Siapa Pemuda itu? Kenapa Teknik Mata Dewa tidak mampu menembus dinding kamar ini lagi." Tanya salah satu sosok kepada rekannya dimana mereka hanya melihat dinding pembatas saja.


" Saya juga tidak tau. Baru kali ini ada orang yang mampu menangkal Teknik turun temurun keluarga Klan kita." Ucap yang lain merasa tidak percaya dengan hal tersebut.


" Sepertinya tidak ada gunanya kita mengawasi Pemuda itu, karena dia sudah menyadari keberadaan kita." Kedua sosok tersebut berpendapat bahwa Shen Long sudah menyadari keberadaan mereka.


" Lebih baik kita laporkan kejadian ini kepada Tetua Mu." Ucap sosok tersebut dimana mereka berdua langsung meninggalkan tempat tersebut agar Shen Long tidak mendatangi mereka.


*******


( Alam Mimpi Shen Long )


Shen Long yang melihat kengerian dari sosok yang ada di depannya itu, berusaha untuk berlari secepat mungkin.


Namun jangankan untuk berlari, untuk menggerakkan badannya saja tidak mampu.


" Kamu lihat semua kejadian yang kamu alami selama sepuluh tahun terakhir?" Tanya sosok mengerikan tersebut.


Shen Long hanya bisa terdiam sambil mencerna situasi tersebut. Yang menurutnya sangat tidak masuk akal, dimana di bisa melihat kelicikan demi kelicikan dari Patriak Yang Gang dan para Tetua.


" Maaf senior, jika boleh tau siapa senior sebenarnya?" Shen Long berusaha untuk bersikap ramah kepada sosok tersebut.

__ADS_1


" Aku adalah dirimu sendiri." Jawab sosok tersebut yang membuat Shen Long merasa heran.


" Maksud senior?" Tanya Shen Long yang tidak percaya dengan ucapan tersebut.


" Anak Muda... Di dunia ini tidak ada yang namanya teman sejati. Saat kamu berada di puncak kekuasaan, semua orang akan mengagumi dirimu dan menyanjung mu, bahkan bersedia menjadi budakmu dengan segala tipu muslihat. Tetapi jika kamu menjadi orang lemah, mereka tidak segan menginjak mu, mengucapkan sumpah serapah, memandang mu dengan penuh kebencian hingga mereka merasa jijik saat melihatmu. Semua penuh dengan ambisi, kelicikan, keserakahan, dan hawa nafsu dimana semuanya hanya semu." Sosok tersebut memejamkan mata, hingga muncul di depan mereka tumpukan mayat yang menggunung.


Di atas tumpukan mayat tersebut terlihat Pedang Bayangan Malam yang tertancap di puncak gunungan mayat.


" Senior, Apa itu Pedang milikmu?" Shen Long memberanikan diri untuk bertanya kepada sosok mengerikan tersebut.


" Ya... Aku memang pernah memiliki Pedang itu. Pedang itu aku namakan Pedang Kesunyian. Namun banyak orang yang menamakan Pedang itu adalah Pedang Bayangan Malam, karena saat fajar telah tiba, Pedang Kesunyian telah tertancap di gunungan mayat setiap tempat yang aku kunjungi." Tergambar sebuah kesedihan dari raut wajah sosok tersebut, meskipun masih terlihat mengerikan.


" Hanya Pedang Kesunyian yang selalu setia menemani perjalanan hidupku." Lanjut sosok tersebut.


Sosok itupun kembali menatap ke arah Shen Long, lalu mencongkel kedua matanya tapi seperti tidak merasa kesakitan.


Kedua mata itupun masuk ke mata Shen Long sehingga membuat Pemuda itu merasa kesakitan dan berteriak keras.


" Aaarrrggghhhh." Shen Long berteriak sejadi-jadinya sambil menutup kedua matanya yang terasa sakit melebihi sakit yang dia alami selama hidupnya.


" Ambilah Pedang Kesunyian itu dan bunuh mereka semua." Ucap Sosok tersebut kemudian menghilang dari pandangan.


" Tidak ada teman sejati, bunuh mereka semua!"


" Tidak ada teman sejati, bunuh mereka semua!"


" Tidak ada teman sejati, bunuh mereka semua!"


Ucapan tersebut terus berulang-ulang hingga masuk ke dalam pikiran Shen Long, dimana dia secara perlahan berjalan mendekati tumpukan mayat tersebut.


Tanpa ragu, Shen Long langsung mendaki gunungan mayat itu dan berusaha untuk mengambil Pedang Kesunyian dengan posisi memanjat.


Suara itupun terus terngiang-ngiang di alam pikiran Shen Long yang berusaha sekuat tenaga untuk memanjat gunungan mayat itu.

__ADS_1


Namun saat Shen Long ingin menyentuh Pedang Kesunyian, terlihat sebuah cahaya yang sangat menyilaukan matanya hingga membuat Shen Long terbangun dari tidurnya.


" Aaarrrggghhhh." Shen Long kembali berteriak karena ucapan tersebut terus merasuki pikirannya meskipun sudah terbangun.


" Long'gege, ada apa denganmu?" Terdengar suara Jun Mei Yin dari arah samping Shen Long.


Shen Long yang baru tersadar saat mendengar suara Jun Mei Yin, kini langsung melihat di sekitarnya dimana Lin Kun dan yang lain sudah berada di kamarnya.


" Tetua, Guru." Shen Long menatap kedua sosok tersebut yang sudah berdiri di sampingnya sedikit heran.


" Long'gege, apa yang terjadi padamu?" Jun Mei Yin yang merasa khawatir mengulang kembali pertanyaannya.


Sambil menghela napas panjang, Shen Long mendapati dirinya dimana tempat dia berbaring kini semua basah akibat keringatnya.


' Pedang itu benar-benar mengerikan.' Batin Shen Long yang kini merasa tidak enak karena seluruh tempat tidurnya semuanya basah.


" Aku hanya mimpi." Jawab Shen Long sambil menundukkan kepala.


" Cepatlah bersihkan dirimu! Kita harus mengikuti seleksi itu." Ucap Jun Mei Yin yang tidak peduli dengan keringat dari tubuh Shen Long.


Dengan sebuah anggukan kecil, Shen Long beranjak dari tempat tidur lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Di sisi lain Jun Mei Yin langsung membersihkan tempat tidur Shen Long tanpa memperdulikan aroma keringat dari Pemuda tersebut.


Bahkan Jun Mei Yin merasa senang dengan aroma tersebut dan menganggap dirinya seperti sedang berada di samping Shen Long.


Tidak lama kemudian, Shen Long sudah keluar dari kamar mandi dimana telah memakai pakaian yang baru.


" Maaf telah membuat kalian menunggu." Shen Long menundukkan kepala sambil menatap tempat tidurnya yang sudah terlihat rapi.


" Long'er, ada apa dengan mimpimu? Bahkan Gurumu ini melihat kamu seperti orang lain." Lin Kun merasa khawatir karena ada hal lain yang berada pada tubuh Shen Long.


" Maafkan aku Guru. Sepertinya aku kelelahan." Shen Long tidak ingin menceritakan mimpinya yang seperti nyata.

__ADS_1


" Saudara Long... Saat kamu bermimpi, aku mendengar suara dari mulutmu ' Bunuh, bunuh dan bunuh. Memang seperti apa yang ada dalam mimpimu hingga sampai seperti itu." Tanya Yan Rou Lie yang kebetulan mendengar jelas ucapan dari Shen Long.


Mendengar ucapan tersebut, Shen Long hanya bisa diam. Karena sangat sulit untuk menjelaskan kepada mereka tentang apa yang ada dalam mimpinya.


__ADS_2