
Mendengar perkataan dari suami mereka, Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin berlari ke arah Shen Long lalu mengambil Naga Emas yang berukuran kecil hingga saling berebutan.
" Kakak, maafkan aku. Kakak pasti sangat cantik." Jun Mei Yin dengan cepat mengambil sikap dengan menggenggam erat bagian kepala Naga Emas, berusaha untuk memeluknya.
" Kakak, aku juga minta maaf." Xiao Ai Qing yang menggenggam bagian ekor Naga Emas juga ingin memeluk makhluk mungil tersebut.
Aksi tarik-menarik antara kedua wanita itu membuat mata Naga Emas hampir keluar dari tempatnya, karena tenaga dari Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin tidak bisa dianggap enteng.
" Hentikan! Apa kalian ingin membunuhku?" Guang Louzhy berteriak keras merasakan tubuhnya hampir putus, akibat kedua wanita itu yang menariknya berlawanan.
Mendengar ucapan tersebut, Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin menghentikan aksinya, lalu melepaskan Naga Emas dari tangan mereka.
Dengan buru-buru Guang Louzhy melayang ke arah Shen Long, lalu hinggap di bahunya, dengan perasaan kesal kepada kedua istri adiknya.
" Menyesal aku meminta kepada Shen Long agar kedua Istrinya mempelajari Kitab Seribu Raga. Benar-benar wanita monster." Guang Louzhy menggerutu dalam hati, sambil bersembunyi dibalik kerah baju Shen Long.
Tentu Guang Louzhy dapat merasakan kemampuan kedua wanita itu, yang membuatnya tidak berdaya, meskipun sudah berusaha untuk melepaskan diri.
" Suamiku, sejak kapan kamu memiliki kakak seperti itu? Aku juga ingin mendapatkan mainan seperti itu." Mata Jun Mei Yin berbinar-binar sambil menatap ke arah Naga Emas yang hanya memperlihatkan bagian kepalanya saja dibalik baju Shen Long.
" Tidak bisa! Aku bukan mainan kalian." Gerutu Guang Louzhy, yang memiliki ketakutan tersendiri kepada kedua wanita tersebut.
" Suamiku, bolehkah kami bermain dengan Ca... Eh.. Maksudku kakak." Xiao Ai Qing hampir keceplosan sambil menatap ke arah Guang Louzhy dengan mata berkaca-kaca.
Mendengar ucapan dari kedua Istrinya, Shen Long menoleh ke arah Guang Louzhy yang bersembunyi dibalik kerah bajunya, mengingat Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin juga memiliki tatto di punggung mereka.
" Kakak... Apa kamu bisa membantu mereka?" Tanya Shen Long.
Mendengar pertanyaan dari adiknya, Guang Louzhy memasang ekspresi tidak senang. Namun jika dipikir lagi, jika kedua wanita itu memiliki mainan sendiri, maka hidupnya tidak terancam.
__ADS_1
" Baiklah aku akan membantu mereka. Tapi paling tidak kita harus mencari roh Hewan Suci." Guang Louzhy tidak bisa menolak permintaan adiknya, meskipun tidak senang dengan kedua Istri adiknya sendiri karena hampir membunuhnya.
Mendengar ucapan tersebut, Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin saling berpandangan, karena tidak mengetahui maksud dari Guang Louzhy.
" Baiklah, kalau begitu kita akan mencarinya." Ucap Shen Long, lalu menoleh ke arah Jun Mei Yin. " Istriku, bawa kami keluar dari dunia kecil ini."
Dengan sebuah anggukan, Jun Mei Yin membawa mereka keluar dari dunia kecil hingga muncul di kamar Shen Long.
Ketiganya langsung keluar dari kamar berniat untuk pergi ke hutan untuk mencari Hewan Suci.
" Salam tuan, nona." Guang Yunyi menyambut kedatangan ketiganya, dimana Guang Louzhy kembali ke dalam tatto.
" Mmmm... Yunyi, untuk sementara waktu kami ingin keluar." Shen Long meminta kepada Guang Yunyi agar merahasiakan kepergian mereka.
Meskipun situasi di Akademi Pagoda Suci terlihat baik-baik, namun tidak menutup kemungkinan masih ada beberapa sosok yang ingin menjual informasi kepada pihak luar.
" Baik tuan muda." Ucap Guang Yunyi, lalu mengeluarkan sebuah gulungan yang diberikan oleh Guang Chen.
" Mereka benar-benar keterlaluan, dengan membawa masalah ini kepada orang lain yang tidak ada sangkutannya denganku." Shen Long mengepal kedua tangannya, penyerangan itu hanya tinggal satu bulan lagi.
" Suamiku, apa yang terjadi?" Tanya Xiao Ai Qing.
Shen Long pun menceritakan kepada mereka bahwa dua kekuatan besar ingin menghancurkan Sekte Pedang Suci.
Mendengar keterangan dari Shen Long, Jun Mei Yin mengepalkan kedua tangannya karena sangat membenci yang namanya Sekte Naga Langit.
" Suamiku, meskipun aku tidak menyukai ibuku karena pernah memisahkan kita, tapi anggota Sekte Pedang Suci sangat baik denganku ketika aku tinggal disana." Jun Mei Yin berencana untuk membantu anggota Sekte Pedang Suci secara diam-diam.
" Ya... Kita akan kesana setelah selesai berburu." Shen Long juga tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk mengurangi jumlah anggota Sekte Naga Langit dan Klan Yang.
__ADS_1
" Yunyi... Karena kamu adalah bagian dari kami, kamu juga harus kuat. Nanti kami akan mencari Sumberdaya yang dibutuhkan, setelah kami pulang." Jun Mei Yin memberikan Kitab Seribu Raga kepada Guang Yunyi, agar wanita itu juga dapat mempelajarinya.
Setelah itu ketiganya langsung pergi ke gunung Kunlun untuk mencari Hewan Suci, dimana tempat itu sudah tidak terlalu berbahaya lagi.
Meskipun di wilayah gunung Kunlun pernah ditelusuri oleh para Kultivator untuk berburu Hewan Roh, namun tidak semua hewan buas yang bisa dibunuh.
Terlebih di puncak gunung Kunlun, masih belum terjamah oleh para Kultivator sebelumnya, karena hanya seorang Pendekar Suci saja yang berani naik ke puncak gunung Kunlun.
*******
( Hutan Kuno )
Kini terlihat dua sosok wanita yang sedang menelusuri hutan Kuno, karena mereka sudah mencapai Pendekar Suci tingkat 1 berkat bantuan kelopak bunga Yin.
Kedua wanita itu tidak lain adalah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie yang baru saja pergi dari Sekte Pedang Suci dengan alasan melakukan latihan tertutup.
" Saudari Rou Lie." Ucap Cang Li Yuan, sambil menunjuk ke arah sebuah permukiman yang terbengkalai dan hanya menyisakan bangunan kuno, tapi tidak berpenghuni.
Diantara bangunan tersebut sudah banyak yang sudah hancur akibat termakan usia dan tidak terawat.
Namun hanya beberapa bangunan yang masih berdiri kokoh, yaitu tempat peninggalan Klan Kuno.
" Kita harus masuk kedalam! Aura di luar membuatku merasa tidak enak." Yan Rou Lie merasa bulu kuduknya berdiri sejak memasuki hutan kuno, seperti ada sesuatu yang mengintai mereka.
Kedua wanita itu dengan buru-buru masuk ke dalam permukiman terbengkalai, dimana dapat merasakan aura yang familiar hingga seakan ada yang menuntun jalan kepada mereka menuju ke sebuah tempat.
Sambil meningkatkan kewaspadaan, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie berjalan menuju ke sebuah bangunan yang terlihat masih kokoh.
" Aura ini... Kenapa mirip denganku?" Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie menyusuri ruangan tersebut hingga menemukan sebuah pintu rahasia yang terbuka dengan sendirinya.
__ADS_1
Dengan wajah penasaran, keduanya memasuki ruang rahasia sambil menatap patung yang berjejer rapi.
Sesaat keduanya tertuju pada patung yang mirip dengan wajah mereka berdua, sehingga keduanya berjalan mendekati kedua patung itu.