
Meskipun ada beberapa dari para Tetua yang mengetahui bahwa Shen Long menggunakan sebuah trik, namun mereka memilih untuk diam dengan alasan pemuda itu tidak terlalu menarik perhatian karena mendapatkan predikat juara terakhir dalam kompetisi.
Tentu para Tetua berpikir bahwa Shen Long menggunakan sebuah jimat untuk menutupi kekurangannya agar bisa setara dengan para generasi muda yang lain.
Hanya satu Tetua yang begitu antusias kepada Shen Long, yaitu Tetua yang pernah mengawasinya.
' Kebetulan pemuda itu masuk ke Perguruan Naga Tunggal, jadi aku bisa meminta kepada Long Zhenhua untuk menjadi gurunya.' Pikir Tetua itu, sambil menatap ke arah Shen Long.
Long Zhenhua adalah salah satu Tetua paling muda di Perguruan Naga Tunggal dan banyak para murid tidak tahan kepadanya karena cara pelatihannya sangat ekstrim.
Long Zhenhua juga sering dipanggil Tetua monster atau wanita monster karena disamping pengajarannya sangat ekstrim, perkembangan tingkat Kultivasinya juga sangat mengerikan.
" Kalian ikutlah denganku!" Tetua Naga Tunggal membawa generasi muda yang memiliki aura putih menuju ke sebuah tempat.
Tetua Naga Tunggal dan para Tetua yang lain merasa ragu untuk mengangkat Long Yutian sebagai murid mereka, karena aura yang dikeluarkan masih samar-samar.
Saat berada di bawah kaki Gunung Tunggal, para guru langsung mengangkat muridnya masing-masing lalu membawanya ke atas Gunung Tunggal.
Sedangkan Shen Long masih belum beranjak dari tempatnya, karena tidak ada satupun guru yang mengangkatnya sebagai murid.
Tetua Naga Tunggal hanya bisa menggelengkan kepala, meskipun dia sudah meminta kepada salah satu guru untuk mengangkat Long Yutian sebagai muridnya.
Alasan mereka cukup masuk akal, karena generasi muda yang memiliki aura samar-samar hanya membuang waktu dan Sumberdaya jika mengangkatnya sebagai murid.
' Hanya satu Tetua yang tidak memiliki murid, yaitu wanita monster itu. Sayangnya dia masih berada di luar.' Pikir Tetua Naga Tunggal, sambil mengelus jenggotnya.
Tetua monster atau Long Zhenhua sangat jarang berada di Klan. Bahkan jika pulang, Long Zhenhua lebih senang tinggal di Lembah Kabut yang berada di lereng Gunung Kabut yang kebetulan berada di tengah-tengah Gunung Tunggal.
Kediaman keluarga utama Klan Long memiliki wilayah yang sangat luas, dimana Gunung Tunggal berada di barisan paling kanan arah pintu gerbang diikuti Gunung Kabut, Lembah Kabut, Gunung Biru, Lembah Hitam dan yang paling kiri Gunung Merah.
__ADS_1
Jarak antara pintu gerbang Klan Long sekitar seratus meter dari Lembah Naga. Sedangkan letak lima perguruan lebih dari satu kilometer dari Lembah Naga.
Begitupun dengan jarak antara kelima perguruan, dimana rata-rata sekitar lebih dari dua kilometer.
" Yutian, bagaimana kalau aku mengajakmu berkeliling di Klan ini." Tetua Naga Tunggal mencari cara agar Shen Long tidak kecewa.
" Terimakasih Tetua." Shen Long mengangguk setuju. Tidak keberatan jika mengetahui situasi di tempat itu.
Terlebih Shen Long tidak memerlukan seorang guru lagi, karena yang dia butuhkan adalah tempat tinggal dan Sumberdaya.
Selama dalam perjalanan, Tetua Naga Tunggal menunjukkan beberapa tempat yang bisa dijadikan sebagai tempat menjual atau membeli Sumberdaya untuk perkembangan Shen Long.
Tetua Naga Tunggal juga menjelaskan bahwa di Kerajaan Xing, Klan Long adalah salah satu dari tujuh Klan terbesar lainnya.
" Namun itu hanya gambaran umum. Yang jelas setiap Klan memiliki jagoan masing-masing, yang tidak dipublikasi untuk umum." Ucap Tetua Naga Tunggal, sambil melangkahkan kakinya.
Shen Long sebenarnya ingin bertanya tentang Klan Yan atau Sekte Seribu Pedang. Namun Shen Long mengurungkan niatnya, karena dia tidak mengetahui sifat asli dari Tetua itu.
Saat mereka sedang berjalan, kini keduanya berpapasan dengan murid baru dari Perguruan Naga Kabut.
" Kakak." Long Chieyu terlihat senang karena dia berpikir bahwa Shen Long masuk ke Perguruan Naga Kabut.
" Apa kalian saling mengenal? Tanya Tetua Naga Tunggal, karena dia sebelumnya dia tidak bertugas untuk menjemput generasi muda.
" Mmmm, kami sama-sama berasal dari kota Daifang. Dia...." Long Chieyu tidak berani melanjutkan ucapannya, karena takut salah bicara lagi.
Long Chieyu melirik ke arah seniornya yaitu Long Qianxue yang sedang bersama rombongan yang lain.
Sesaat Tetua Naga Tunggal melirik ke arah kedua gelang yang berada di tangan Shen Long.
__ADS_1
Tetua dari Perguruan Naga Kabut juga mengenal gelang yang berada di tangan Shen Long, sehingga dia menoleh ke arah Long Qianxue.
" Qianxue, bukankah gelang itu milik kakekmu? Apa hubunganmu dengannya?" Tanya Tetua wanita yang membawa mereka pulang dari tempat patung Dewa Naga.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Long Qianxue menggigit bibirnya, karena sangat sulit baginya untuk mengakui bahwa Long Yutian adalah calon suaminya.
Terlebih di dalam rombongan itu ada beberapa sosok pemuda berbakat, sehingga dia tidak ingin reputasinya jelek.
Jika mereka mengetahui bahwa Long Qianxue sudah memiliki calon suami, maka beberapa pemuda yang berbakat itu tidak akan mendekatinya.
" Tetua, kenapa pemuda itu bisa bersamamu?" Karena tidak mendapatkan jawaban dari Long Qianxue, Tetua wanita itu memilih untuk bertanya kepada Tetua Naga Tunggal.
" Yutian masih belum mendapatkan seorang guru. Sedangkan salah satu Tetua yang tersisa belum datang, jadi aku membawanya untuk berkeliling." Jawab Tetua Naga Tunggal, karena dia berharap agar salah satu dari generasi muda dari kota Daifang bisa membawanya terlebih dulu, sebelum Long Zhenhua mengambilnya.
Mendengar ucapan tersebut, Tetua wanita sedikit mengerutkan kening, karena rata-rata para Tetua dari Perguruan Naga Tunggal sangat pemilih.
" Guru, bagaimana kalau kakak Yutian ikut bersamaku saja?" Long Chieyu menawarkan diri karena sebagai putri Patriak, tentu dia memiliki kediaman yang cukup besar.
Mendengar ucapan tersebut, Tetua wanita menghela nafas panjang, lalu menganggukkan kepala.
Sebenarnya Tetua wanita itu tidak pernah mengangkat murid pria, sehingga jika Long Yutian tinggal di kediaman Long Chieyu, maka secara otomatis dia juga harus melatih Long Yutian untuk sementara waktu, sampai Long Zhenhua mengambilnya.
" Kalau begitu tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Yuanzhi, aku titipkan junior Yutian untuk sementara waktu." Tetua Naga Tunggal bernafas lega, lalu meminta kepada Shen Long untuk bersama rombongan.
Sebagai balas budi, Tetua Naga Tunggal memberikan sebuah Pil kepada Long Yuanzhi sebagai kontribusi agar Tetua wanita itu bisa melatih Shen Long seperti murid yang lain.
" Terimakasih Tetua, kalau begitu kami pamit dulu." Long Yuanzhi menundukkan kepala lalu membawa generasi muda menuju Perguruan Naga Kabut.
Tetua Naga Tunggal itupun menatap kepergian mereka, lalu kembali ke Perguruan Naga Tunggal.
__ADS_1
Di sisi lain Long Qianxue sedikit kesal karena dengan adanya Shen Long, maka dia tidak bisa bebas untuk dekat dengan pemuda lain, karena dia berpikir bahwa Shen Long akan melaporkan kepada Tetua Cakar Naga.