
Mendengar perkataan dari Tetua yang diberi julukan Tetua Cakar Naga, Long Yaohan tersenyum pahit, karena cucu dari Tetua Cakar Naga melebihi bakat dari Long Chieyu.
Julukan Tetua Cakar Naga itu sendiri karena dia sangat berbakat dalam serangan cakaran.
Pada generasinya, Tetua Cakar Naga paling ditakuti oleh para Kultivator yang seusia dengannya. Jika Tetua Cakar Naga menggunakan serangan cakarannya, maka tidak tidak ada yang berani menyambut serangan cakaran tersebut, meskipun berada di tingkat Kultivasi yang sama.
Begitupun dengan Tetua Tapak Naga, Jika seorang Kultivator yang berada di tingkat Kultivasi yang sama, maka tidak ada yang berani membenturkan serangan tapak miliknya.
" Tetua terlalu memuji. Bukankah Long Qianxue lebih berbakat dari putriku." Long Yaohan masih ingat dengan Long Qianxue yang sekarang tinggal di Klan utama Long.
Long Yaohan berpikir bahwa Long Qianxue akan kembali ke kota Daifang untuk mengambil gelar Putri Naga, agar bisa mewarisi 1% darah Dewa Naga, karena ritual tersebut hanya bisa dilakukan sekali dalam sepuluh tahun.
" Patriak benar. Long Qianxue memang sangat berbakat. Bahkan ketika berada disini, dia juga pernah menjadi guru dari Long Yutian, meskipun usia mereka tidak terlalu jauh." Tetua Tapak Naga ikut menimpal.
Mendengar ucapan tersebut, Tetua Cakar Naga hanya mengangguk kecil. Karena tanpa sepengetahuan para Tetua yang lain, cucunya lebih berbakat dari dirinya.
" Semoga saja Long Qianxue datang kesini. Dengan begitu dia bisa mewarisi kekuatan darah Dewa Naga." Pikir Tetua Cakar Naga, karena itu adalah kesempatan bagi cucunya.
Meskipun di kota Daifang, mereka bisa dikatakan jagoan terkuat, namun ketika berada di Ibukota Kerajaan Xing, masih ada yang lebih kuat dari Tetua Cakar Naga dan Tetua Tapak Naga.
Karena itulah Tetua Cakar Naga berharap agar cucunya bisa kembali ke kota Daifang.
" Terlepas dari masalah kelompok pembunuh bayaran itu, aku juga memberi usul agar cabang kita memberikan satu tempat lagi untuk generasi muda kita." Karena Klan utama Long hanya memberikan empat jenius muda untuk pergi ke Klan utama, Long Yaohan memberi usul agar bisa mengirim lima jenius muda mereka.
Dengan demikian satu tempat itu dia bisa memberikan token rekomendasi, agar generasi muda yang lain bisa ikut ke Klan utama Long.
Agar tidak menjadi pusat perhatian, Long Yaohan akan mengadakan latih tanding kepada jenius muda mereka untuk mendapatkan satu token rekomendasi.
" Jika kita memberikan satu tempat bagi generasi muda, maka kita harus mengeluarkan uang dari pendapatan Klan kita."
__ADS_1
" Itu benar. Dengan demikian, kita harus membiayai satu generasi muda kita selama di Klan utama Long."
" Aku rasa itu usulan yang bagus."
Satu-persatu para Tetua mengeluarkan pendapat masing-masing, terlebih untuk Tetua Sumberdaya yaitu Long Guayi, dimana dialah yang paling antusias.
Dengan adanya penambahan satu token rekomendasi maka Long Feyu putranya masih diberikan kesempatan untuk ikut kompetisi, karena sebelumnya di diskualifikasi karena mendapatkan hukuman.
" Baiklah, jika semuanya setuju, maka satu minggu lagi generasi muda akan melakukan latih tanding." Long Yaohan menutup diskusi tersebut, lalu meminta kepada dua Tetua agar pulang belakangan.
Tentu para Tetua sangat senang dengan keputusan Patriak mereka. Dengan demikian mereka bisa merekomendasikan anak ataupun cucunya untuk latih tanding.
" Aku harus mengeluarkan uang banyak untuk membeli Pil juga tetesan darah Banteng Emas. Dengan demikian Long Feyu bisa mendapatkan kesempatan untuk pergi ke Klan utama." Pikir Long Guayi sambil berjalan keluar ruangan.
Begitupun dengan para Tetua yang lain, mereka juga mengeluarkan harta milik mereka untuk perkembangan anak atau cucu mereka.
" Patriak... Ada apa kamu meminta kepada kami untuk tinggal?" Tetua Cakar Naga merasa heran, karena tidak seperti biasanya Long Yaohan seperti itu.
Hanya saja mereka tidak ingin menjadi Patriak Klan, karena mereka lebih memilih untuk santai menikmati masa tua mereka.
" Apa? Mengajarkan menantumu yang tidak bisa berlatih itu?" Tetua Tapak Naga menggelengkan kepala, karena tidak mungkin baginya untuk mengajar Long Yutian yang kesulitan dalam Berkultivasi.
" Aku juga tidak mau. Mungkin butuh seratus tahun untuk melatih dasar pada menantumu itu." Tetua Cakar Naga merasa hal yang mustahil untuk mengajarkan Long Yutian untuk menggunakan teknik yang mereka miliki.
Apalagi hanya diberikan waktu hanya satu minggu, tentu itu adalah hal yang mustahil, karena mereka sendiri harus berlatih sepuluh tahun untuk menguasainya.
Mendengar ucapan tersebut, Long Yaohan mengeluarkan sebuah Pil berwarna merah darah, membuat kedua Tetua itu menelan ludah kasar.
" Pil Jiwa Abadi?" Gumam kedua Tetua yang sangat mendambakan Pil tersebut yang paling sulit untuk didapatkan.
__ADS_1
Sesuai dengan namanya, Pil Jiwa Abadi bisa memperpanjang usia, juga meregenerasi sel-sel tubuh agar awet muda.
Tidak hanya itu saja, Pil Jiwa Abadi bisa memperlancar peredaran darah agar para Kultivator yang mengalami kebuntuan bisa naik tingkat.
Meskipun Pil Jiwa Abadi sangat langka, namun Long Yaohan tidak memperdulikan hal tersebut karena dia menginginkan agar Shen Long bisa menggunakan teknik yang dimiliki anggota Klan Long.
Karena teknik pedang yang Long Yutian miliki bukan berasal dari Klan Long, maka dia menginginkan agar kedua Tetua itu bisa mengajarinya.
Dengan demikian Long Yutian tidak dianggap sebagai pencuri teknik dari orang lain.
" Jika kalian mampu mengajarkan Long Yutian hingga menguasai teknik yang kalian miliki selama satu minggu, maka aku akan memberikan Pil ini kepada siapa saja yang berhasil." Ucap Long Yaohan, lalu memasukkan kembali Pil tersebut.
" Aku setuju." Jawab kedua Tetua dengan cepat, meskipun merasa ragu bisa mengajarkan teknik tersebut kepada Long Yutian.
" Hei, aku yang lebih dulu menyetujuinya." Tetua Cakar Naga terlihat kesal dengan Tetua Tapak Naga yang ikut bersuara.
" Kamu pikir kamu saja yang mau. Akulah yang lebih dulu." Tetua Tapak Naga juga tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan Pil Jiwa Abadi.
" Kalian tidak perlu berebut. Aku hanya memberikan Pil ini kepada yang berhasil mengajarkan menantuku selama satu minggu."
" Jika gagal, maka Pil ini tidak ada pemiliknya." Ucap Long Yaohan.
" Besok pagi aku akan mengajarkan menantumu." Kedua Tetua menjawab dengan serentak, karena bagaimanapun caranya, mereka harus mendapatkan Pil Jiwa Abadi.
Dengan anggukan kecil, Long Yaohan meninggalkan ruangan tersebut, kembali ke kediamannya.
Begitupun kedua Tetua, dengan semangat yang menggebu-gebu langsung kembali ke kediaman masing-masing.
Meskipun Long Yaohan dijuluki Naga Kabut, namun dia merasa belum waktunya untuk mengajarkan kepada Long Yutian, karena membutuhkan Qi dalam jumlah besar.
__ADS_1
Karena itulah Long Yaohan meminta kepada kedua Tetua itu untuk menjadi guru Long Yutian.