Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 221. Sumur Roh


__ADS_3

[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk berikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]


*******


Dari balik cadarnya, raut wajah Jun Mei sangat kecewa karena di matanya Shen Long layaknya orang asing. Meskipun dari aura, Shen Long tidak ada yang berubah.


Di sisi lain Shen Long yang tidak menyadari bahwa teh hijau sudah dicampur Pil pemikat, kini langsung meminumnya hingga sampai habis.


Melihat kejadian tersebut, Jun Mei Yin ingin menghentikan Shen Long, namun langsung dihentikan oleh Lan Nalan.


Sesaat Shen Long merasakan seluruh tubuhnya menjadi panas diikuti kepalanya sedikit pusing.


" Apa yang terjadi pada tubuhku?" Gumam Shen Long sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing.


' Kakak... kenapa kamu menghentikanku?' Jun Mei Yin mengirim pesan jiwa kepada Lan Nalan.


Tanpa menjawab apapun, Lan Nalan hanya tersenyum lalu menoleh ke arah Shen Long dimana saat bersamaan pelayan juga menaruh hidangan di meja makan.


" Silahkan dinikmati tuan-tuan, dan nona semua." Pelayan mempersilahkan kepada mereka, lalu meninggalkan tempat tersebut.


" Saudara Long... Silahkan dinikmati." Ucap Lan Nalan sambil membuka cadarnya, karena merasa yakin tidak ada yang mengenalnya.


Mendengar ucapan tersebut, Shen Long menaikkan sudut bibirnya, sambil menoleh ke arah Lan Nalan.


" Aku tau siapa kamu sebenarnya. Tapi kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan membocorkan rahasiamu pada orang lain." Ucap Lan Nalan sambil menoleh ke arah dua wanita bercadar yang lain.


Mendapatkan isyarat tersebut, Jun Mei Yin dan satu wanita lain langsung membuka cadarnya.


" Yin'er." Shen Long sontak kaget, namun ada perasaan aneh di hatinya saat melihat Jun Mei Yin.


Tentu itu terjadi karena Pil pemikat sudah bekerja pada tubuhnya, sehingga tatapan Shen Long tidak lepas dari Jun Mei Yin yang membuatnya terpesona.


Apalagi tubuh Jun Mei Yin sekarang sangat berubah, dimana belahan dadanya sangat besar dan padat berisi.


Di sisi lain Jun Mei Yin merasa risih karena Shen Long selalu menatapnya dengan tatapan tertarik.

__ADS_1


Jika saja Shen Long memiliki penampilan seperti dulu, mungkin Jun Mei Yin yang terlebih dulu memeluknya.


' Ingat apa yang aku katakan sebelumnya. Shen Long akan gila jika kamu tidak ada di sampingnya.' Lan Nalan mengirim pesan jiwa kepada Jun Mei Yin untuk mengingatkan.


" Long'gege." Ucapan Jun Mei Yin terasa kaku, namun berusaha untuk menerima keadaan Shen Long yang sekarang.


Di sisi lain, banyak sekali para pengunjung restoran begitu terpesona dengan kecantikan Jun Mei Yin dan Lan Nalan.


Namun tidak ada yang berani mendekati mereka karena ada tiga sosok pria paruh baya juga berada di meja tersebut.


" Setelah menyelesaikan misi ini, kamu akan tinggal bersama Shen Long di Akademi Pagoda Suci. Tenang saja, aku akan mengurus semuanya. Disana kamu akan lebih aman." Ucap Lan Nalan.


" Apa?" Jun Mei Yin sontak kaget,. lalu melirik ke arah Shen Long.


Di sisi lain Shen Long tengah bertarung melawan gejolak pada tubuhnya, dimana darah naga ilahi dan darah Kera Salju seakan menolak Pil pemikat.


Meskipun Shen Long sudah terkena Pil pemikat, namun sebuah kesombongan, keegoisan dan lebih suka menyendiri membuat sikap Shen Long tidak berubah, meskipun dia tertarik kepada Jun Mei Yin.


Melihat hal itu, Jun Mei Yin merasa tidak enak, karena tanpa bantuannya Shen Long pasti akan tersiksa.


" Yin'er, aku tidak pernah menyalahkan mu." Shen Long tersenyum lebar mengusap rambut Jun Mei Yin, bersikap seperti biasanya.


Mendapatkan perlakuan tersebut, jantung Jun Mei Yin berdetak kencang, teringat saat Shen Long sering memperlakukannya seperti itu.


Namun masih ada sebuah kekhawatiran di hati Jun Mei Yin, jika tanpa bantuan Pil pemikat, apakah Shen Long masih bisa memaafkannya?


Sambil menikmati hidangan, Jun Mei Yin juga menyuapi Shen Long dan berusaha agar mereka berdua kembali seperti dulu lagi.


' Kenapa efek Pil pemikat tidak bekerja dengan sempurna padanya? Apa Pil itu palsu?' Batin Lan Nalan sambil menatap ke arah Shen Long yang bersikap seperti biasa.


' Haaah, paling tidak dia tidak membenci Jun Mei Yin.' Lan Nalan menggelengkan kepala karena sepertinya Jun Mei Yin yang meminum Pil pemikat itu.


Jika saja itu terjadi pada orang lain, dapat dipastikan dia akan selalu menempel pada Jun Mei Yin.


Di sisi lain Jun Mei Yin melakukannya karena masih merasa bersalah kepada Shen Long yang pernah hampir membunuhnya saat berwujud Naga Emas.

__ADS_1


Selesai makan, Lan Nalan, Jun Mei Yin dan satu wanita lain kembali menggunakan cadar, bergegas dari tempat tersebut menuju ke arah sumur roh.


Setelah menempuh perjalanan selama setengah hari, kini mereka telah sampai di tempat sumur roh berada.


Di tempat itu juga terdapat murid Kelas Berlian dari Akademi Pagoda Suci, dimana mereka semua ingin mencari keberuntungan di sumur roh.


" Tuan muda, bukankah pemuda itu yang bernama Shen Long?" Tanya salah satu dari kepala rekannya.


Sesaat sosok tersebut menoleh ke arah Shen Long, lalu menganggukkan kepala.


" Ya... Tidak menyangka bisa bertemu di tempat ini. Tapi kita tidak bisa membunuhnya sekarang, Kamu lihat sendiri tiga pria sepuh itu? Ketiga wanita itu juga sudah mencapai Pendekar Langit." Ucap Sosok tersebut yang tidak lain adalah Yang Yuchen.


Di kelompok lain juga terdapat Lu Quan bersama rombongannya, Bing Ziyun dan rombongannya, Niu Meily dan rombongannya, juga masih banyak lagi murid Akademi Pagoda Suci yang semuanya mencapai Pendekar Langit.


Di kelompok lain juga ada satu sosok yang menggunakan pakaian Istana, yaitu putra keempat Raja Qing Ziliong digandeng oleh dua sosok wanita dan dikawal oleh prajurit.


" Kamu lihat sendiri bagaimana sikap asli calon suamimu?" Bisik Lan Nalan sambil menunjuk ke arah pangeran keempat Kerajaan Qing.


Tentu Lan Nalan mengetahui bahwa baik itu Raja Qing Ziliong ataupun keempat putranya, dimana pun mereka bepergian pasti akan membawa wanita untuk menghibur mereka.


Tentu para wanita juga dengan senang hati melayani keinginan mereka karena demi mendapatkan harta, meskipun itu hanya senilai 2 sampai 10 keping koin emas.


" Saudara Long." Terdengar suara dari arah samping, dimana terlihat sosok wanita cantik menggunakan pakaian putih bergaris merah.


Sosok tersebut tidak lain adalah Xiao Ai Qing yang datang ke sumur roh seorang diri.


Mendengar ucapan tersebut, semua menoleh ke arah Shen Long, dengan tatapan heran, lalu menoleh ke arah Xiao Ai Qing.


" Nona Qing." Shen Long sedikit mengerutkan kening karena Xiao Ai Qing hanya seorang diri.


Sambil berlari kecil, Xiao Ai Qing mendatangi Shen Long, tanpa memperdulikan tatapan mata yang tertuju padanya.


Terlebih untuk Jun Mei Yin, dimana dia merasa cemburu karena Xiao Ai Qing begitu dekat dengan Shen Long.


__ADS_1


__ADS_2