Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Perundingan


__ADS_3

Setelah puas melepaskan kerinduannya, Jun Lixing menatap kedua anaknya itu dimana dia merasakan bahwa tingkat Kultivasi mereka sudah banyak melakukan terobosan saat pertama kali melihat mereka.


Namun Jun Lixing tidak mempertanyakan masalah tersebut, karena dia pikir bahwa kedua anaknya mendapatkan Sumberdaya yang langka saat berada di Hutan dimensi.


" Nak, tinggallah bersama ibu disini. Nanti aku akan mengurus kalian agar menjadi murid disini." Ucap Jun Lixing sambil menatap mereka.


Mendengar perkataan dari Ibunya, Jun Mei Yin langsung terdiam karena dia tidak ingin berpisah dengan Shen Long.


Sedangkan Jun Yun masih terlihat ragu untuk tinggal di Sekte Pedang Suci, karena dia juga sudah menganggap bahwa Sekte Seribu Pedang adalah bagian hidupnya.


" Yun'er, Yin'er... Nanti aku yang akan mengurus kalian kepada Patriak Sekte Seribu Pedang. Jika kalian tinggal disini, maka perkembangan kalian akan lebih cepat dengan bantuan Sumberdaya yang memadai." Jun Lixing sudah mempertimbangkan sebelumnya bahwa kedua anaknya pasti tidak mudah untuk meninggalkan Sekte Seribu Pedang.


Dengan berbagai cara Jun Lixing terus membujuk kedua anaknya, sehingga keduanya menjadi luluh karena bagaimanapun sosok wanita itu adalah Ibu mereka.


" Tapi ibu, aku ingin Long'gege juga menjadi murid Sekte Pedang Suci juga." Jun Mei Yin memohon agar pujaan hatinya juga berada di tempat itu.


Mendengar ucapan tersebut, Jun Lixing langsung terdiam sambil menatap putrinya itu.


Jun Lixing memperkirakan bahwa Jun Mei Yin dan Shen Long memiliki hubungan khusus.


" Nanti ibu akan bicarakan masalah ini kepada Pemuda itu dan Tetua Sekte Seribu Pedang." Jun Lixing tidak ingin mengecewakan putrinya, namun dia juga tidak akan membiarkan putrinya memiliki kekasih dari seorang Pria yang hanya dari kalangan biasa.


Apalagi Jun Mei Yin memiliki paras yang cantik dan berbakat, tentu dia dengan mudah mencari pendamping hidup dari kalangan bangsawan bahkan kerajaan.


Sebagai orang tua, Jun Lixing menginginkan kehidupan kedua anaknya jauh lebih baik dari pada dirinya.


Karena itulah Jun Lixing ingin memberikan Sumberdaya yang terbaik untuk perkembangan kedua anaknya untuk mengangkat derajat mereka agar bisa dipersunting keluarga terpandang.

__ADS_1


Terlebih untuk Jun Mei Yin yang sangat cantik, tidak menutup kemungkinan jika ada keluarga kerajaan yang mengangkatnya sebagai menantu ataupu selir yang tentu akan dihormati.


" Terimakasih Ibu." Jun Mei Yin terlihat senang sambil memeluk ibunya.


" Mmmm." Jun Lixing mengangguk kecil sambil memikirkan cara untuk memisahkan putrinya dari Shen Long.


Setelah itu Jun Lixing meminta kepada salah satu Tetua untuk menemui petinggi Sekte Seribu Pedang dan juga Shen Long.


" Kalian tinggallah disini, aku akan meminta izin kepada Tetua Sekte Seribu Pedang." Jun Lixing membawa mereka ke kamar yang ada di tempat kediamannya.


" Baik Ibu." Jun Yun dan Jun Mei Yin mengangguk lalu berjalan mengikuti ibunya.


Saat kedua anaknya menempati kamarnya masing-masing, Jun Lixing langsung keluar dari rumahnya menuju ruang rapat Sekte Pedang Suci.


Tidak lama kemudian, Jun Lixing sudah berada di ruang rapat Sekte dimana Jin Song, Lin Kun dan Shen Long yang sudah menunggu kedatangannya.


" Salam Matriak." Jin Song, Lin Kun dan Shen Long memberi hormat saat melihat kedatangan Jun Lixing.


" Jika boleh tau, ada apa Matriak memanggil kami?" Tanya Jin Song dimana dia merasa heran karena Jun Lixing mengundang mereka secara pribadi.


Tanpa menjawab apapun, Jun Lixing sedikit mengatur nafasnya lalu menceritakan serangkaian kejadian yang pernah dia alami mulai saat Klan Jun dimusnahkan oleh Sekte Kalajengking Hitam yang mengakibatkan dia harus menitipkan anaknya di depan pintu gerbang Sekte Seribu Pedang.


Untuk memastikan tidak ada kebohongan dari apa yang dia ceritakan, Jun Lixing mengatakan sedetail mungkin waktu kejadian saat dia menitipkan kedua anaknya.


Lin Kun yang mendengar perkataan dari Jun Lixing langsung mengangguk mengerti, meskipun dia sudah menganggap bahwa Jun Yun dan Jun Mei Yin sebagai anaknya sendiri, namun dia tidak berhak untuk melarang kedua anak muda itu kembali bersama orang tua kandungnya.


" Sebagai ucapan terima kasihku kepadamu dan Sekte Seribu Pedang, mohon terimalah hadiah kecil dariku." Jun Lixing menyodorkan dua peti yang berisi Koin dan berbagai Sumberdaya kepada Lin Kun dan Jin Song.

__ADS_1


" Matriak... Sebagai orang tua angkat mereka, aku tidak pernah menginginkan imbalan apapun." Lin Kun merasa tidak enak dengan pemberian tersebut.


" Mohon Guru Lin Kun tidak menolaknya" Ucap Jun Lixing, lalu menoleh ke arah sosok pemuda botak yang sejak awal hanya mendengar percakapan mereka.


" Baiklah kalau begitu, aku akan menerimanya." Lin Kun mengambil kedua peti itu lalu menyimpan di Cincin miliknya.


Lin Kun berpikir dengan Sumberdaya itu, dia bisa membantu perkembangan Sekte Seribu Pedang.


" Anak muda, kalau tidak salah namamu Shen Long bukan?" Kini tatapan Jun Lixing begitu serius terhadap Shen Long.


" Benar Matriak." Jawab Shen Long sambil mengepalkan kedua tangannya untuk memberi hormat.


" Mmmm.... Klan Shen ya? Tapi aku tidak pernah mendengarnya." Jun Lixing mengangguk-angguk sambil memutar otaknya untuk mencari informasi tentang marga Shen.


" Saya hanya dari warga biasa Matriak. Saya juga hidup sebatang kara." Jawab Shen Long, karena dia tidak ingin menceritakan masa lalunya.


Setelah mendengar perkataan itu, wajah Jun Lixing terlihat buram, namun tetap bersikap ramah. Ternyata apa yang dia pikirkan sebelumnya memang benar.


" Tetua Song, Guru Lin... Kalian boleh mengantar murid kalian pergi ke Kerajaan Qing. Sementara satu murid kalian biar kami yang mengantarnya ke Sekte Seribu Pedang. Aku secara pribadi ingin bertemu Patriak Sekte Seribu Pedang untuk mengatakan tentang kedua anakku." Ucap Jun Lixing, karena bagaimanapun kedua anaknya telah dibesarkan di Sekte Seribu Pedang.


" Baiklah Matriak. Kebetulan murid yang gagal itu adalah Putraku. Jadi dia bisa menunjukkan jalan ke Sekte Seribu Pedang." Ucap Jin Song dengan napas berat karena putranya harus mengalami kegagalan.


Meskipun demikian, dia memahami situasi anaknya yang harus dihadapkan lawan sebanyak empat orang sekaligus. Tentu saja hal akan lebih sulit untuknya.


" Aku juga ingin mengatakan bahwa kedua anakku tidak ikut seleksi. Bagaimanapun kami baru saja bertemu. Sebagai seorang ibu, aku sangat membutuhkan kedua anakku." Ucap Jun Lixing yang tidak ingin berpisah lagi dari kedua anaknya.


Disamping itu juga dia tidak ingin Jun Mei Yin lebih dekat lagi dengan Shen Long. Agar perkembangan anaknya tidak terganggu.

__ADS_1


Mendengar perkataan dari Jun Lixing, Jin Song dan Lin Kun saling berpandangan. Mereka sangat menyayangkan jika kedua jenius tersebut tidak ikut kompetisi.


Namun mereka juga tidak berhak untuk ikut campur masalah keluarga mereka, yang tentu Jun Lixing memiliki cara lain untuk mengembangkan bakat kedua anaknya.


__ADS_2