Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Belajar Teknik Seribu Pedang


__ADS_3

Sementara untuk Shen Long sendiri begitu kaget setelah mendengar perkataan itu, sebagai sesama murid Sekte Seribu Pedang tentu dia menginginkan kedua sosok itu berjuang bersama.


Apalagi kedua sosok tersebut sangat berjasa kepada Shen Long hingga membuatnya seperti sekarang.


Namun Shen Long tidak berani berkata apapun karena sosok yang ada di depan mereka adalah Matriak Sekte Pedang Suci sekaligus orang tua dari Jun Yun dan Jun Mei Yin.


" Baiklah, jika itu keputusan dari Matriak." Ucap Jin Song dengan napas berat, namun tidak berani menyinggung Sekte besar yang berada di wilayah Kerajaan Qing.


" Terimakasih atas pengertian kalian." Jun Lixing terlihat senang, namun tidak ingin menyampaikan kepada Shen Long tentang permohonan Jun Mei Yin agar pemuda itu bisa bergabung di Sekte Pedang Suci.


Jika saja Jun Mei Yin dan Shen Long tidak memiliki hubungan khusus, Jun Lixing juga berniat untuk merekrut Shen Long.


" Kalau begitu kami pamit undur diri." Jin Song merasa tidak ada yang dibicarakan lagi, dia langsung membawa Lin Kun dan Shen Long kembali ke kediaman mereka.


Dengan anggukan kecil, Jun Lixing melihat kepergian mereka, meskipun merasa sedikit bersalah karena tidak bisa mengabulkan permintaan Jun Mei Yin.


Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di kamar masing-masing, dimana Yan Rou Lie sedang menunggu kedatangan Shen Long.


" Long'gege, dimana saudara Yun dan saudari Mei Yin?" Yan Rou Lie langsung melemparkan pertanyaan kepada Shen Long karena dua rekan mereka tidak terlihat.


" Mereka telah berkumpul dengan Ibunya." Jawab Shen Long sambil membuka pintu kamarnya.


Pemuda itu pun langsung masuk ke kamarnya dimana Yan Rou Lie masih berdiri di depan pintu.


" Long'gege, apa aku boleh masuk?" Tanya Yan Rou Lie, meskipun terlihat gugup karena baru pertama kalinya berdekatan dengan seorang pria.


" Masuk saja! Tapi maaf, aku tidak memiliki makanan untuk disajikan." Jawab Shen Long dengan jujur.


Mendapatkan izin dari Shen Long, Yan Rou Lie pun langsung masuk ke kamar Shen Long lalu mengambil tempat duduk dimana mereka saling berhadapan.

__ADS_1


Shen Long yang tanpa sengaja bagian belahan dada Yan Rou Lie sedikit terbuka, kini hanya menggelengkan kepala berusaha untuk mengendalikan pikirannya dimana naluri kejantanannya seakan memberontak.


Dari penilaian Shen Long, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie hampir memiliki kesamaan dimana bersikap dingin kepada seseorang Pria, namun peduli sesama wanita.


Hanya saja cara mereka berpakaian jauh berbanding terbalik dimana Yan Rou Lie menyukai pakaian yang sedikit terbuka, sedangkan Cang Li Yuan menutupi seluruh tubuhnya sehingga tidak ada seorangpun yang mengetahui wajah dari gadis tersebut.


Hanya Shen Long lah yang beruntung bisa melihat jelas wajah dan bentuk tubuh Cang Li Yuan, bahkan gunung kembarnya lebih besar dari milik Yan Rou Lie.


Shen Long yang tidak ingin terjadi masalah di kemudian hari dengan penampilan Yan Rou Lie seperti itu, dia bermain untuk mencari pakaian yang cocok untuk gadis tersebut agar tidak terlalu terbuka.


" Long'gege, aku penasaran dengan pedang yang kamu miliki. Apa aku bisa melihatnya?" Yan Rou Lie yang sejak awal ingin melihat Pedang Kesunyian.


" Tidak ada yang spesial dari Pedang milikku. Tapi aku sangat tertarik." Shen Long mengeluarkan pedang miliknya, lalu menaruh di atas meja didepan mereka.


" Aku akan menerimanya." Yan Rou Lie memegang Pedang Kesunyian, hingga terlihat sebuah cahaya keluar dari pedang tersebut.


Begitupun dengan Pedang Kesunyian yang awalnya berwarna keemasan, kini bercampur dengan warna merah menyala di beberapa bagian Pedang Kesunyian.


" Apa yang terjadi?" Yan Rou Lie merasakan getaran yang hebat dalam tubuhnya sehingga dengan cepat dia melepaskan pedang tersebut.


" Sepertinya pedang ini memulihkan rambutmu." Shen Long yang tidak mengetahui dengan jelas apa yang terjadi pada Yan Rou Lie, namun dia hanya melihat rambut Yan Rou Lie kembali berwarna hitam.


Mendengar apa yang dikatakan Shen Long, Yan Rou Lie langsung mengambil sebuah cermin lalu melihat wajahnya.


Kedengarannya terdiam sejenak mencoba mencerna situasi tersebut, namun sama sekali tidak menemukan jawaban.


" Syukurlah, rambutku kembali seperti semula." Yan Rou Lie tidak ingin berpikir terlalu jauh, karena kejadian itu sangat singkat dan diluar nalar.


" Lie'er, apa kamu tidak berlatih? Sebaiknya kita manfaatkan waktu selama dua hari kedepan untuk berlatih." Shen Long yang tidak ingin menyiakan kesempatan tersebut untuk mengembangkan seni Pedang miliknya.

__ADS_1


" Long'gege, bagaimana kalau kita berlatih bersama?" Yan Rou Lie terlihat bersemangat untuk menjajal kemampuannya.


" Kedengarannya cukup bagus." Shen Long beranjak dari tempat tersebut menuju lapangan yang ada di halaman depan.


Kini mereka berdua saling menunjukkan kemampuan seni Pedang yang mereka miliki, seakan tidak ingin kalah dari rivalnya.


Jin Song dan Lin Kun yang mendengar ada suara pertarungan, kini langsung keluar dimana mendapatkan Shen Long dan Yan Rou Lie sedang berlatih.


" Guru Lin Kun, sudah waktunya kita mengajarkan kepada mereka Teknik Seribu Pedang. Aku rasa mereka sudah memiliki Qi yang cukup." Jin Song tidak menyangka bahwa gadis tersebut yang dikenal dingin terhadap Pria, kini mulai membuka diri.


Teknik Seribu Pedang itu sendiri terbagi menjadi banyak tahap, namun semakin naik ke tahap selanjutnya, maka semakin besar Qi yang dikeluarkan.


Sebelumnya Lin Kun hanya mengajarkan sembilan tahap dasar dari Teknik Seribu Pedang untuk Shen Long, dimana tahap dasar itu tidak perlu mengeluarkan Qi.


Bagi setiap Sekte itu sendiri, memiliki Teknik khusus yang diajarkan kepada muridnya. Namun tidak semua murid yang mendapatkan Teknik tersebut karena tergantung pada bakatnya.


Dari setiap generasi, hanya ada satu atau dua orang saja yang mampu memahami Teknik Seribu Pedang, bahkan tidak mendapatkan sama sekali.


" Tapi kita tidak membawa Kitab itu." Jawab Lin Kun sambil menatap ke arah Shen Long dan Yan Rou Lie.


" Kebetulan Patriak Yan Ran menitipkan Kitab itu bersamaku." Jin Song mengeluarkan sebuah Kitab yang terlihat lusuh dimana Kitab tersebut adalah kebanggaan Sekte Seribu Pedang pada masanya.


Sambil memeriksa keadaan sekitar, Jin Song mengisyaratkan kepada Lin Kun agar mengawasi tempat tersebut agar tidak ada yang mengetahui apa yang mereka ajarkan kepada murid mereka.


" Long'er, Lie'er... Kemarilah!" Jin Song menghentikan latihan kedua muridnya yang tengah sibuk berlatih.


" Baik Tetua." Shen Long dan Yan Rou Lie menghentikan latihan mereka. lalu berjalan mendekati Jin Song.


" Long'er, Lie'er... Pelajarilah Kitab Seribu Pedang ini! Ingat, jangan sampai ada yang mengetahuinya jika kalian sedang mempelajari Kitab ini." Jin Song mengingatkan kepada mereka agar tidak bertindak gegabah ketika belajar Teknik Seribu Pedang.

__ADS_1


__ADS_2