Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 335. Pencurian di Istana Kerajaan Ling


__ADS_3

Seandainya Shen Long tau bahwa Ming Yue Liang adalah putri Kaisar Ming, maka dia berpikir dua kali untuk mendekatinya. Apalagi untuk menyentuhnya.


Bahkan jika Guang telah menyerap informasi dari Ratu Rubah Giok pada waktu itu dan mengetahui bahwa Ming Yue Liang adalah keturunan Kaisar, dia pasti akan meminta kepada Shen Long untuk menjauhi wanita itu.


Bukan tanpa alasan, karena akan banyak kekuatan besar yang mengincar Shen Long, karena dianggap tidak pantas untuk menjadi suami seorang putri Kaisar.


Kecuali Shen Long memiliki pendukung yang memiliki latar belakang yang kuat.


Shen Long yang sudah keluar dari ruang penyimpanan harta, kini dengan buru-buru meninggalkan Istana Kerajaan Ling, lalu mencari tempat yang aman untuk Berkultivasi.


" Lebih baik aku kembali ke Sekte Naga Langit." Shen Long tidak ingin mengambil resiko, memilih untuk Berkultivasi di Sekte Naga Langit agar tidak terganggu.


*******


Pada keesokan pagi, pihak Istana Kerajaan Ling tengah gempar karena seluruh harta mereka raib tanpa sisa.


Raja Ling Minghao dan para petinggi Istana Kerajaan Ling memasang wajah jelek karena ada yang berani masuk ke dalam Istana.


" Bunuh semua prajurit yang tidak becus itu!" Raja Ling Minghao yang sangat marah, langsung memberi perintah kepada salah satu Jenderal untuk memberi hukuman mati kepada prajurit yang berjaga di ruang penyimpanan harta.


" Ba-Baik Yang Mulia Raja." Jawab Jenderal tersebut, lalu meninggalkan ruangan.


" Kalian semua, cari perampok itu! Aku yakin dia masih berada di Ibukota ini, dan perketat penjagaan." Raja Ling Minghao juga memberi perintah kepada Jenderal yang lain untuk memeriksa di seluruh sudut Ibukota Kerajaan Ling.


Bahkan para warga yang ingin keluar dari Ibukota Kerajaan Ling, harus menjalani pemeriksaan.


" Yang Mulia Raja... Sepertinya kejadian ini ada hubungannya dengan pemuda itu." Perdana menteri mengeluarkan pendapat, karena tidak ada yang berani mengusik Kerajaan Ling, kecuali Shen Long yang sudah mengatakan bahwa dia akan berkunjung ke Istana Kerajaan Ling.


Tentu perdana menteri masih mengingat jelas apa yang dikatakan Shen Long pada saat mereka bertemu di Akademi Pagoda Suci.

__ADS_1


" Tapi bagaimana pemuda itu bisa masuk ke dalam Istana? Sedangkan Istana ini dijaga dengan ketat." Tanya Raja Ling Minghao.


" Yang Mulia Raja... Bukankah dari informasi yang kita dapatkan, bahwa Shen Long berhasil membalikan keadaan saat mereka menyerang pihak Istana Kerajaan Qing. Meskipun telah dibantu oleh Sekte Bambu Kuning dan Klan Hu." Perdana menteri menjelaskan tentang sepak terjang Shen Long.


Perdana menteri itupun memberitahukan bahwa Shen Long pernah berpesan untuk datang ke Istana Kerajaan Ling.


Ling Yi Hua yang kebetulan berada di tempat itu, kini memasang wajah serius karena dia sendiri pernah bermimpi melihat Shen Long datang ke Istana Kerajaan Ling.


" Pemuda itu benar-benar mengerikan. Saat masih mencapai Pendekar Suci tingkat 8 saja dengan mudah mengalahkan seorang Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Suci tingkat 9. Apalagi jika dia sudah mencapai Pendekar Suci tingkat 9." Ling Minghao yang sudah mendengar bahwa Shen Long lah yang membunuh tiga pengawal Istana Kerajaan Qing seorang diri, kini terlihat pucat.


Raja Ling Minghao sangat menyesal karena telah membatalkan pertunangan antara Shen Long dan Ling Yi Hua.


" Jika saja dulu aku membawa Shen Long kesini, mungkin nasib Kerajaan Ling tidak akan terancam." Ling Minghao tertunduk lesu, sambil memikirkan cara untuk menghadapi situasi tersebut.


Bahkan dengan menyewa Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Suci saja tidak menjamin bahwa Shen Long akan mati. Apalagi sekarang mereka sudah kehilangan harta.


Di sisi lain Para Jenderal yang menyusuri seluruh sudut Ibukota Kerajaan Ling, hanya berharap agar pelakunya bukanlah Shen Long.


" Jenderal Besar... Kenapa anda terlihat tidak bersemangat? Apa kamu sedang sakit?" Tanya Jenderal yang lain, yang sudah akrab dengan Jenderal Besar.


Keempat Jenderal itu sangat mengenal baik Jenderal Besar mereka, sehingga keempatnya merasa heran saat melihat raut wajah Jenderal Besar seperti tidak bersemangat.


" Aku sudah sangat lama mengabdi kepada Kerajaan Ling, sehingga aku tau apa yang terjadi pada Kerajaan Ling."


" Pikirkan saja jika pelaku pencurian itu adalah Shen Long, apa kita mampu melawannya?" Tanya Jenderal Besar yang berharap bukan Shen Long pelakunya.


Mendengar ucapan tersebut, keempat Jenderal yang ditugaskan untuk mencari keberadaan pelaku pencurian, seketika wajahnya langsung pucat.


" Jenderal Besar, lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah satu Jenderal.

__ADS_1


" Lakukan saja tugas kita dengan baik. Jika pemuda yang bernama Shen Long itu datang, aku harap kalian bisa mengambil keputusan dengan baik." Jenderal Besar memberi pesan kepada mereka agar bijak dalam mengambil keputusan.


Jika tidak, maka keluarga mereka yang berada di rumah akan ikut terkena dampaknya.


Mereka pun terus melanjutkan pencarian ke seluruh sudut Ibukota Kerajaan Ling, sesuai dengan perintah dari Raja Ling Minghao.


*******


Tempat yang sangat jauh terdapat sebuah bangunan yang berjejer rapi dan berdiri di berbagai tempat, seakan memenuhi wilayah gunung dan sebuah lembah.


Tempat itu tidak lain adalah kediaman keluarga Klan Yan yang sudah berdiri sejak ribuan tahun, juga sebagai tempat berdirinya Sekte Seribu Pedang.


Di sebuah bangunan yang cukup besar, terlihat sosok pria sepuh yang rambut dan jenggotnya sudah memutih.


Di ruangan pribadinya pria sepuh membuka mata sambil menatap ke arah ruang hampa yang muncul lingkaran teleportasi.


Tidak lama kemudian, muncul sosok pemuda yang tidak lain adalah Jin He yang merupakan murid luar Sekte Seribu Pedang.


" Salam guru." Ucap Jin He, sambil menundukkan kepala kepada sosok pria sepuh yang merupakan Tetua Pedang Putih di Sekte Seribu Pedang.


Tetua Pedang Putih adalah sosok yang pernah datang ke Sekte Seribu Pedang di daratan Sangay saat Sekte tersebut dihancurkan.


Tetua Pedang Putih sangat senang atas pencapaian Jin He selama ini yang berlatih keras, meskipun tidak bisa menjadi murid luar ataupun murid inti karena dia bukan berasal dari Klan Yan.


" Jin He... Maafkan gurumu, karena hanya membantumu menjadi murid luar." Tetua Pedang Putih sangat menyayangkan jika Jin He tidak mendapatkan Sumberdaya seperti murid yang lain, karena bukan berasal dari Klan Yan.


Bahkan tetesan darah Banteng Emas yang merupakan hasil buruan Jin He juga langsung diambil alih oleh pengurus Sekte Seribu Pedang.


Meskipun itu hanya keberuntungan, karena pada saat itu Jin He menemukan Banteng Emas sedang sekarat dan melarikan diri dari para Kultivator yang lain saat Jin He sedang berlatih di hutan.

__ADS_1


Beruntung Tetua Pedang Putih berhasil mengambil kembali tetesan darah Banteng Emas, dan beralasan untuk dia gunakan.


Sayangnya jika Jin He menyerap tetesan darah Banteng Emas, maka para Tetua yang lain akan mengetahuinya karena Tingkat Kultivasinya masih rendah.


__ADS_2