
Tetua itupun langsung meminta kepada empat pelayan untuk mengambil Sumberdaya yang dibutuhkan oleh keempatnya, dimana Shen Long dan ketiga wanita tersebut memberikan Cincin Ruang untuk menaruh Sumberdaya.
" Silahkan tunggu disini, sementara pelayan menyiapkan Sumberdaya untuk kalian." Ucap Tetua tersebut sambil menunjuk ke beberapa kursi yang kosong.
" Terimakasih senior." Shen Long mengepalkan tangannya lalu duduk di kursi yang disediakan.
Begitupun dengan ketiga wanita itu, langsung duduk di samping Shen Long.
" Pemuda ini sangat menarik. Tidak... Ketiga wanita ini juga memiliki kemampuan yang jarang ditemui di daratan Sangay ini." Batin Tetua tersebut, sambil memperhatikan keempat sosok yang sedang duduk.
Tentu Tetua yang bertugas sebagai penjaga Balai Sumberdaya terus memperhatikan Shen Long, saat pemuda itu mengunjungi Balai Sumberdaya.
Namun kali ini Tetua itu bisa melihat samar-samar potensi yang dimiliki Shen Long.
" Pantas saja ketiga Master melarangku untuk memberitahukan siapa yang mengambil Sumberdaya yang ada di belakang Akademi Pagoda Suci. Apa mereka berencana untuk meninggalkan daratan Sangay ini?" Tetua itu terus menatap ke arah Shen Long secara diam-diam penuh selidik.
Tetua yang bertugas menjaga Balai Sumberdaya, bukanlah orang biasa, bahkan sangat dihormati oleh Tetua pertama.
Namun Tetua itu lebih senang tinggal di Balai Sumberdaya, dibandingkan mengajar para murid.
Setelah menunggu cukup lama, keempat pelayan muncul di tempat itu lalu memberikan keempat Cincin Ruang kepada Tetua yang duduk di samping pintu masuk.
" Junior, ini Sumberdaya pesanan kalian." Tetua itu memberikan keempat Cincin Ruang kepada mereka.
" Terimakasih senior." Shen Long mengambil Cincin tersebut diikuti ketiga wanita yang bersamanya.
Saat Shen Long dan ketiga wanita ingin keluar dari Balai Sumberdaya, Tetua itupun menghentikan langkah mereka sambil memperhatikan keadaan sekitar.
" Ada apa senior?" Shen Long sedikit mengerutkan kening sambil menatap ke arah Tetua tersebut.
" Kalian berempat, ikutlah denganku!" Tetua itupun berdiri dari tempat duduknya, lalu membawa keempat sosok tersebut ke sebuah ruangan.
__ADS_1
Meskipun sedikit heran, Shen Long, Xiao Ai Qing, Jun Mei Yin dan Guang Yunyi berjalan mengikuti Tetua itu hingga masuk ke ruangan lainnya.
" Silahkan duduk junior." Tetua itu mempersilahkan keempatnya untuk duduk.
Saat keempatnya sudah duduk, Tetua itupun menarik nafas dalam-dalam lalu menoleh ke arah mereka.
" Shen Long... Itu namamu kan?" Tanya Tetua tersebut.
Mendengar pertanyaan itu, Shen Long mengangguk pelan. Tidak menyangka bahwa Tetua yang bertugas di Balai Sumberdaya juga mengetahui namanya.
" Kamu tau, ketiga Master Akademi Pagoda Suci sudah lama mencari tau siapa latar belakangmu."
" Saat ketiganya mencari tau tentang Klan Shen, mereka menemukan sebuah Kitab di ruangan ini yang bisa membantu mereka agar bisa menerobos Pendekar Dewa."
" Ketiga Master telah menyadari kekeliruan mereka, karena ternyata mereka hanya bisa mencapai Pendekar Suci tingkat 9 jika berada di daratan Sangay ini."
" Namun kemampuan mereka bisa mengalahkan tiga Kultivator yang mencapai Pendekar Suci tingkat 9 sekaligus."
Tetua itu menjelaskan kepada Shen Long tentang status tiga Master Akademi Pagoda Suci.
Hanya saja ketika saat remaja, ketiganya melakukan kesalahan, sehingga melarikan diri ke daratan Sangay.
Itulah kenapa mereka bisa memahami tentang Formasi yang digunakan oleh anggota Akademi Pagoda Suci, sehingga mampu berpindah tempat dengan Lencana dan Plakat yang diberikan kepada murid Akademi Pagoda Suci.
" Saat itu ketiga Master Akademi mengangkat sepuluh murid. Salah satunya adalah aku dan Patriak Sekte Kalajengking Hitam yang sekarang."
" Sayangnya diantara kami hanya aku dan Patriak Sekte Kalajengking Hitam saja yang masih hidup, karena semuanya sudah termakan usia."
" Namun diantara kami, tidak ada satupun yang bisa mewarisi kemampuan ketiga Master Akademi, karena bukan dari garis darah mereka. Sekalipun kami sudah berlatih keras."
Tetua itupun menceritakan awal mula berdirinya Akademi Pagoda Suci yang didirikan oleh muridnya, yaitu Tetua pertama yang bertujuan untuk mencari Batu Roh dan Batu Spiritual agar tiga Master Akademi Pagoda Suci bisa kembali ke tempat asal mereka.
__ADS_1
Namun pada generasi berikutnya, kondisi Akademi Pagoda Suci semakin kacau, karena ada beberapa Tetua yang diangkat memiliki ambisi lain.
Karena itulah Akademi Pagoda Suci memprioritaskan kepada para murid untuk menjalankan misi.
" Junior... Aku sangat menghormati guruku. Kamu tau sendiri bagaimana rasanya jika jauh dari keluarga. Jika kamu memberikan Batu Roh dan Batu Spiritual untukku, maka aku tidak mempermasalahkan Sumberdaya yang telah kamu ambil."
" Aku hanya ingin berbakti kepada guruku yang mengambilku di pinggir jalan. Sebagai gantinya, kamu boleh mengambil Kitab yang berada di ruangan pribadiku ini." Ucap Tetua tersebut sambil menunjukkan rak-rak buku yang berjejer rapi.
Mendengar ucapan tersebut, Shen Long merasa terharu karena bagaimana rasanya kehilangan keluarga juga kehilangan guru yang sangat dia hormati.
Terlebih Tetua itu juga sudah mengetahui bahwa Shen Long sudah mengambil Sumberdaya di belakang Akademi Pagoda Suci, membuatnya merasa tidak enak.
" Tetua... Berapa banyak jumlah Batu Roh dan Batu Spiritual yang mereka inginkan." Tanya Shen Long.
" Ketiga guruku pernah mengatakan bahwa mereka membutuhkan 5 juta Batu Roh dan 5 juta Batu Spiritual, karena perjalanan mereka sangatlah jauh." Tetua itu menggelengkan kepala karena dia juga tidak mengetahui bagaimana bentuk dari kedua benda tersebut, kecuali gurunya sendiri.
Tanpa ragu, Shen Long mengeluarkan Batu Roh dan Batu Spiritual sesuai dengan yang dibutuhkan ketiga Master Akademi Pagoda Suci.
Meskipun Shen Long mengetahui bahwa kedua benda tersebut sangatlah berharga, namun dia berfikir untuk sekarang dia tidak membutuhkan kedua benda tersebut.
Melihat tumpukan Batu Roh dan Batu Spiritual, mata Tetua tersebut seakan keluar dari tempatnya, karena tidak menyangka bahwa Shen Long memiliki kedua benda itu sangat banyak.
" Junior... Kamu boleh mengambil apapun yang kamu inginkan di Akademi Pagoda Suci ini! Tidak, kalian bertiga juga." Tetua tersebut sangat senang dengan mata berkaca-kaca saat melihat pemandangan tersebut.
Saking bahagianya, Tetua itupun berlari ke sebuah sudut ruangan, lalu mengambil sebuah kotak kecil.
" Junior... Aku tidak tau apa benda ini apa cocok untukmu. Guru mengatakan bahwa benda yang berada di dalam kotak ini adalah Api Surgawi." Tetua itu memberikan Kotak tersebut kepada Shen Long.
Tanpa ragu Shen Long mengambil kotak tersebut, karena dia juga sangat membutuhkan Api Surgawi jika dia sudah mencapai Pendekar Suci.
" Terimakasih senior." Ucap Shen Long, lalu memasukkan kotak tersebut ke Cincin miliknya.
__ADS_1
Shen Long langsung memeriksa rak-rak Kitab yang berjejer rapi, namun tidak ada yang cocok untuknya meskipun banyak Kitab yang terlihat sudah tua.
Terlebih Shen Long sudah memiliki teknik yang diajarkan oleh Ming Yue Liang dan Ibunya, tentu bagi Shen Long itu sudah cukup.