
( Istana Pangeran Kesebelas )
Terlihat sosok pemuda yang sedang duduk di kursi kebesarannya, sambil menatap beberapa sosok yang berada di depannya.
" Penasehat hukum... Bagaimana menurutmu dengan prajurit perunggu dari keluarga Wu itu?" Tanya pangeran kesebelas, sambil menatap ke arah pria paruh baya.
" Mohon maaf pangeran... Menurut hamba, mereka tidak mungkin berkhianat kepada pangeran. Sepertinya ada kelompok yang tidak menyukai prajurit perunggu dari keluarga Wu." Penasehat hukum menjelaskan tentang pengamatannya terhadap anggota Klan Wu.
Penasehat hukum berpikir bahwa ada orang yang menyebarkan isu bahwa prajurit perunggu dari keluarga Klan Wu telah berkhianat, karena prestasi mereka selama ini.
Mendengar keterangan dari penasehat hukum, pangeran kesebelas terdiam sejenak sambil memikirkan cara untuk mengatasi situasi tersebut.
Di sisi lain, penasehat militer memasang wajah masam karena rencananya untuk menyingkirkan Klan Wu tidak sesuai dengan rencananya.
" Mohon maaf pangeran... Meskipun prajurit perunggu dari keluarga Klan Wu tidak memiliki bukti yang kuat, namun tetap saja kita harus mencurigai mereka." Penasehat militer mengeluarkan pendapatnya, karena dia tidak ingin Klan Wu menjadi perhatian pangeran kesebelas.
Jika itu terjadi, maka rencananya untuk menggulingkan kekuasaan pangeran kesebelas akan kesulitan, karena Wu Baihu tidak ingin menjalin kerjasama dengannya.
" Karena itulah kita harus meminta kepada mereka untuk menumpas para bandit." Penasehat militer melanjutkan ucapannya, karena dia sudah mengatur semuanya agar tidak ada satupun anggota Klan Wu yang selamat.
Terlebih kemampuan para bandit tidak bisa dianggap enteng, sehingga penasehat militer merasa yakin jika prajurit perunggu Klan Wu tidak akan mampu melawan para bandit.
" Pangeran... Aku kira ini terlalu berlebihan. Para bandit itu memiliki kekuatan besar dan jumlah yang banyak, sedangkan prajurit perunggu Klan Wu tidak lebih dari 30 orang." Penasehat militer berpikir bahwa prajurit perunggu Klan Wu hanya akan mengantar nyawa jika ditugaskan untuk menumpas para bandit.
Penasehat hukum meminta kepada pangeran kesebelas untuk menambah prajurit, agar bisa membantu menumpas para bandit.
Namun usulan tersebut langsung dibantah oleh penasehat militer, karena dia tidak ingin kehilangan banyak prajurit lain yang setia kepadanya.
" Pangeran... Jika kita menambah prajurit, tidak menutup kemungkinan jika prajurit perunggu Klan Wu justru memanfaatkan situasi untuk membunuh prajurit yang lain." Penasehat militer mengelak, agar tidak menambah jumlah prajurit.
" Benar pangeran... Jika prajurit perunggu Klan Wu bisa menyelesaikan tugas mereka, itu artinya mereka masih bisa dipercaya." Beberapa petinggi Istana pangeran kesebelas ikut menimpal.
__ADS_1
Beberapa petinggi Istana pangeran kesebelas yang lain juga menyetujui keputusan penasehat militer, karena sebagai seorang prajurit, harus bersedia untuk menanggung resiko.
Mendengar usulan dari para petinggi, pangeran kesebelas terdiam sejenak, sambil memikirkan cara untuk mengambil keputusan.
Pangeran kesebelas dikenal sebagai putra Xing Fujin yang peduli dengan rakyatnya, sehingga tidak mungkin mengorbankan prajurit.
Namun karena adanya hasutan dari penasehat militer dan beberapa petinggi Istana pangeran yang lain, pangeran kesebelas mulai meragukan kesetiaan prajurit perunggu Klan Wu.
" Sepertinya aku harus mengikuti keinginan penasehat militer, jika mereka berhasil, maka aku akan memberikan kontribusi kepada mereka." Pikir pangeran kesebelas.
Tidak lama kemudian, salah satu prajurit masuk ke dalam Istana dan melaporkan bahwa prajurit perunggu Klan Wu telah berada di halaman depan Istana.
" Prajurit... Sampaikan kepada komandan Baihu untuk menumpas para bandit dan membawa kepala mereka untukku."
" Jika mereka berhasil, maka setiap satu kepala para bandit senilai 1000 Batu Roh. Jika mereka berhasil membunuh pemimpin bandit, maka aku akan memberikan satu Pil Jiwa Abadi kepada seluruh prajurit perunggu." Pangeran kesebelas memberi perintah kepada prajurit, lalu memberikan sebuah Cincin Ruang.
Mendengar jumlah hadiah yang diberikan, penasehat militer dan beberapa petinggi Istana pangeran kesebelas membuka matanya lebar-lebar.
Selain menambah usia, Pil Jiwa Abadi juga bisa membuat seorang Kultivator yang mengalami kebuntuan menerobos kembali.
" Baik pangeran." Jawab prajurit, lalu meninggalkan ruangan.
Di sisi lain, penasehat militer dan beberapa petinggi Istana pangeran memasang wajah jelek, karena jumlah hadiah yang diberikan pangeran kesebelas sangatlah banyak, sehingga membuat mereka merasa iri.
" Sialan... Seharusnya aku yang mendapatkan Pil Jiwa Abadi itu." Penasehat militer mengumpat dalam hati, karena prajurit perunggu Klan Wu justru mendapatkan hadiah yang begitu besar.
Meskipun penasehat militer merasa yakin bahwa prajurit perunggu Klan Wu tidak bisa mengalahkan para bandit, namun karena tawaran tersebut sangat menggiurkan, membuat dirinya harus mencari cara untuk mendapatkan Pil Jiwa Abadi.
Sesaat penasehat militer dan beberapa petinggi Istana saling berpandangan, seakan memiliki rencana untuk mendapatkan Pil Jiwa Abadi.
*******
__ADS_1
Di halaman depan Istana, prajurit sebelumnya memberikan Cincin Ruang kepada Wu Baihu untuk menyimpan kepala dari para bandit.
Prajurit itupun menjelaskan bahwa prajurit perunggu Klan Wu akan diberikan hadiah, jika berhasil menumpas para bandit.
Mendengar ucapan tersebut, semua prajurit perunggu Klan Wu terlihat senang, karena Pil Jiwa Abadi sangatlah berharga.
Berbeda dengan Shen Long, jika pihak pangeran kesebelas memberikan hadiah yang besar, maka resikonya sangat tinggi.
" Terimakasih prajurit. Kalau begitu kami pamit dulu." Ucap Wu Baihu, lalu membawa mereka menuju ke sebuah gunung bagian utara.
Setelah keluar dari kota pangeran kesebelas, tatapan Shen Long tertuju pada sebuah pepohonan yang berada di tempat yang cukup jauh.
" Paman... Aku ingin kesana sebentar." Ucap Shen Long, lalu memisahkan diri dari rombongan.
Melihat Shen Long yang berjalan mendekati sebuah pohon besar, Wu Baihu berpikir bahwa Shen Long sedang buang air, sehingga dia meminta kepada para prajurit untuk memperlambat langkah mereka.
Sementara di tempat lain, Shen Long seperti sedang menatap pohon, karena dia dapat merasakan bahwa ada orang yang sedang mengawasinya.
" Salam Guru Suci... Sepertinya anda menyadari kehadiranku disini." Terdengar suara dari sebuah pohon besar, yang menjelaskan bahwa dirinya adalah anggota Klan Long yang sedang menggunakan teknik kamuflase.
Tentu Shen Long bisa mengetahui keberadaan sosok tersebut, karena dia juga memiliki teknik kamuflase, meskipun dia tidak bisa melihatnya.
" Senior... Apa yang sedang anda lakukan disini?" Tanya Shen Long.
" Guru Suci... Hamba ditugaskan untuk memastikan keselamatan anda." Jawab Tetua senior Klan Long, lalu memperlihatkan wujudnya yang terlihat sudah sepuh.
Meskipun dari tingkat Kultivasi, Tetua senior Klan Long itu lebih rendah dari Shen Long, namun dia memiliki kemampuan khusus dalam menyelinap.
" Kamu tidak perlu memikirkan keselamatanku." Shen Long menjelaskan bahwa dia sedang menjalankan tugas untuk menumpas para bandit.
Shen Long juga menjelaskan secara singkat bahwa dia adalah salah satu anggota Klan Wu yang secara tidak sengaja bertemu dengan keluarganya.
__ADS_1
Mendengar keterangan dari Shen Long yang mengatakan bahwa dia adalah anggota Klan Wu, Tetua itu terlihat bersemangat untuk melaporkan kejadian itu kepada Patriak Klan Long.