Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 210. Pencarian Pedang Taring Serigala


__ADS_3

[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk berikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]


*******


Melihat kepergian Shen Long yang dengan mudah melewati kegelapan malam, Hu Meiyin hanya berdiam mematung karena dia sendiri tidak bisa berjalan jika tidak mengikuti Shen Long.


" Kenapa saudara Louzhy bisa berjalan di tengah kegelapan seperti ini? Apa yang harus aku lakukan?" Hu Meiyin berkeringat dingin karena tidak bisa kembali ke tempat rombongan sebelum Shen Long kembali.


Meskipun terlihat takut, mau tidak mau Hu Meiyin harus menunggu kedatangan Shen Long untuk menuntun jalan mereka.


Di sisi lain Shen Long yang sudah berada di samping pintu gerbang cabang Sekte Kalajengking Hitam, kini berjalan mengendap-endap menuju ke arah dua Kultivator yang berjaga.


" Langkah Naga Angin."


Wuush!


Shen Long melesat cepat ke arah kedua sosok tersebut, sambil mengalirkan Qi pada kepalan tangannya.


Buuug!


Salah satu penjaga gerbang terjatuh pingsan, dimana Shen Long langsung menutup mulut penjaga yang lain.


" Mmmm... Mmmm." Penjaga yang ditutup mulutnya, berusaha untuk memberontak dan berteriak ingin meminta bantuan.


" Diam! Atau aku akan memotong kemaluanmu." Shen Long yang menutup mulut penjaga gerbang dengan telapak tangan kirinya, sedangkan tangan kanan memegang Pedang Kesunyian yang mengarah kepada bagian pusaka penjaga tersebut.


Daripada pusaka kebanggaannya harus dikebiri, penjaga gerbang mengangguk sambil berkeringat dingin.


" Baik... Aku datang kesini karena ingin memberitahukan kepada kalian, karena besok pagi anggota Klan Yang ingin menyerang kalian." Ucap Shen Long, saat penjaga gerbang bersikap pasrah karena pusakanya diambang kehancuran.


" Anggota Klan Yang? Menyerang kesini?" Penjaga gerbang sontak kaget, namun tidak berani bergerak sedikitpun.

__ADS_1


" Ya... Kalian boleh percaya atau tidak, karena kita memiliki musuh yang sama. Jika kalian tidak percaya, silahkan pergi ke arah sana! Disana ada kelompok anggota Klan Yang yang sedang berkumpul untuk menyerang Sekte kalian besok pagi. Kebetulan aku ikut bersama mereka, jadi kita harus bekerjasama untuk membunuh mereka." Ucap Shen Long, lalu melesat ke arah yang gelap.


" Siapa dia? Hantu? Tidak... Tidak mungkin. Jika dia hantu, dia tidak bisa menyentuhku." Penjaga gerbang berkeringat dingin karena saking takut, lalu menyadarkan rekannya yang pingsan.


Sesaat penjaga gerbang yang awalnya telah pingsan, kini sudah sadar sambil mencerna situasi tersebut.


" Saudara, apa yang terjadi?" Penjaga gerbang menggoyangkan kepalanya yang masih terasa sakit.


" Kita sedang diawasi oleh anggota Klan Yang. Kamu tunggu disini, aku akan melaporkan hal ini kepada Patriak." Ucap penjaga gerbang,. lalu bergegas menuju ke arah kediaman Patriak cabang Sekte Kalajengking Hitam.


Saat sedang dalam perjalanan, petugas patroli yang lain merasa heran karena penjaga gerbang terlihat sedang buru-buru.


" Saudara... Apa yang terjadi?" Tanya beberapa penjaga yang berpatroli.


" Ini sangat penting! Aku harus melaporkan kejadian ini kepada Patriak." Ucap penjaga gerbang, lalu melanjutkan langkahnya.


Tidak lama kemudian penjaga gerbang mengetuk pintu kamar Patriak cabang Sekte Kalajengking Hitam hingga berkali-kali.


" Ada apa? Siapa yang berani mengetuk pintu kediamanku pada saat sedang beristirahat?" Terdengar suara dari dalam rumah dengan nada tinggi.


" Anggota Klan Yang? Ternyata mereka benar-benar ingin memusnahkan semua cabang Sekte Kalajengking Hitam. Lalu siapa yang memberitahukan hal ini kepadamu?" Patriak cabang Sekte Kalajengking Hitam sedikit mengerutkan kening, lalu bertanya kepada penjaga gawang.


" Aku juga tidak mengenalinya. Tapi pemuda itu mengatakan bahwa dia juga ikut bersama rombongan. Namun dia bersedia untuk membantu kita." Ucap penjaga gerbang, lalu menceritakan tentang Shen Long yang tiba-tiba muncul dari kegelapan malam.


" Aneh sekali... Kenapa dia melakukan hal itu? Apa dia bukan berasal dari Klan Yang?" Patriak cabang Sekte Kalajengking Hitam merasa heran, karena ada sosok yang malah memberitahukan keberadaan mereka.


Sesaat Patriak cabang Sekte Kalajengking Hitam berpikir sejenak, dimana dia teringat pada Pedang Taring Serigala yang belum mampu mereka temukan di dalam goa di belakang cabang Sekte Kalajengking Hitam karena terlalu banyak Formasi jebakan.


" Entah benar atau tidak, siapkan semua anggota Sekte Kalajengking Hitam ke arah pintu gerbang. Dengan demikian kita memiliki banyak keuntungan saat berada di benteng pertahanan." Patriak cabang Sekte Kalajengking Hitam memberi perintah.


" Baik Patriak." Ucap penjaga gerbang, lalu meninggalkan tempat tersebut menuju kediaman anggota cabang Sekte Kalajengking Hitam untuk menyambut kedatangan anggota Klan Yang.

__ADS_1


Sementara itu, Patriak cabang Sekte Kalajengking Hitam mengambil sebuah batu giok yang merupakan sebagai alat komunikasi antar anggota Sekte Kalajengking Hitam.


Tentu Patriak cabang melaporkan kejadian tersebut kepada Patriak utama Sekte Kalajengking Hitam tentang penyerangan yang dilakukan oleh anggota Klan Yang.


*******


Di sisi lain Shen Long yang sudah berada di tempat semula, kini langsung berjalan mendekati Hu Meiyin yang sedang menunggunya.


" Saudara Louzhy, kenapa kamu sangat lama?" Hu Meiyin terlihat khawatir karena dia tidak bisa kembali ke tempat rombongan.


" Aku terlalu banyak buang air. Mari kita kembali." Ucap Shen Long, sambil melangkahkan kakinya.


" Bagaimana caramu membersihkannya? Apa ada air disana?" Hu Meiyin merasa enggan untuk mendekati Shen Long, karena habis buang air.


" Tenang saja, disana ada sumber air." Shen Long menggelengkan.


Mendengar ucapan tersebut, Hu Meiyin bernafas lega lalu berjalan mendekati Shen Long.


Tidak lama kemudian, Shen Long dan Hu Meiyin telah berada bersama rombongan, dimana Yang Yuan dan anggotanya menatap ke arah Shen Long penuh selidik.


" Kenapa sangat lama? Apa yang kalian lakukan?" Tanya Yang Yuan dengan nada datar.


" Saudara Yuan, kamu sendiri yang meminta saudari Hu Meiyin mengawasiku. Kamu tau sendiri dia berjalan begitu lambat di tempat yang gelap seperti ini." Shen Long menggelengkan kepala karena Yang Yuan telah berpikir bahwa dia sudah melakukan sesuatu kepada Hu Meiyin.


Saat mereka semua sudah tertidur pulas, Shen Long secara diam-diam menjauhi rombongan untuk mengatur rencananya sendiri.


Tentu Shen Long ingin masuk ke bagian belakang cabang Sekte Kalajengking Hitam untuk mencari keberadaan Pedang Taring Serigala.


Meskipun dengan jalan memutar agar tidak ketahuan, Shen Long sama sekali tidak memiliki hambatan apapun karena dia menggunakan Mata Dewa yang bisa membantunya saat berjalan di tengah kegelapan malam.


" Sepertinya tembok cabang Sekte Kalajengking Hitam ini masih dalam pembangunan. Dengan begini aku bisa memasuki wilayah mereka." Shen Long tersenyum lebar sambil menatap ke arah samping tembok.

__ADS_1


Shen Long memperkirakan bahwa cabang Sekte Kalajengking Hitam berada di bawah kaki bukit tersebut, dimana bagian bukit masih belum ditutupi.


Tanpa menunggu lama, Shen Long menaiki bukit tersebut dengan jalan memutar, meskipun harus menempuh perjalanan yang cukup lama.


__ADS_2