
Karena tugas mereka sudah diselesaikan, Shen Long berniat untuk membawa mereka kembali ke Sekte Pedang Suci.
" Karena rumput sinar telah berhasil kita dapatkan, lebih baik kita kembali." Shen Long bangkit dari tempat duduknya sambil menatap mereka.
Mereka pun mengangguk setuju lalu memecahkan lencana mereka masing-masing hingga telah berpindah tempat di atas arena seperti semula.
Jin Song dan Lin Kun yang menyaksikan kelima Muridnya sudah berada di arena, kini bernafas lega karena sebelumnya Tetua Cang Mu mengatakan bahwa ada beberapa peserta yang sudah kehilangan nyawa.
Meskipun pihak penyelenggara turnamen mengetahui beberapa orang yang terbunuh, namun mereka tidak bisa mengetahui dengan jelas siapa yang mati tersebut.
Kini satu-persatu para peserta turnamen mulai bermunculan di atas arena, dimana mereka rata-rata mereka dalam keadaan tidak baik.
Namun dari beberapa peserta yang muncul, hanya beberapa orang yang masih terlihat baik-baik saja, yaitu lima Sekte Seribu Pedang, empat murid Sekte Pedang Suci dan satunya lagi belum muncul, tiga murid Sekte Bambu Kuning tapi dua murid lainnya belum muncul, dua murid Sekte Harimau Putih dan tiganya terluka parah, dan lima murid Sekte Bunga Sakura.
Sedangkan yang lain terlihat banyak yang terluka parah, bahkan ada murid Sekte maupun anggota muda Klan yang belum muncul.
Sesaat kemudian kini muncul satu murid dari Sekte Giok Hitam dengan kondisi segar bugar.
Setelah menunggu sampai sore hari, Tetua Cang Mu kembali ke mimbar dimana beberapa penyelenggara langsung mengaktifkan kembali lingkaran yang ada di arena tersebut.
Seketika para peserta yang sudah kehilangan nyawa muncul di atas arena, bahkan beberapa diantaranya dengan kondisi leher terpisah.
Tetua Sekte Bambu Kuning langsung berdiri saat melihat dua muridnya dalam kondisi kepala terpisah.
Hal yang tidak kalah buruk, yaitu Tetua Sekte Giok Hitam, dimana keempat Muridnya juga dalam kondisi kepala terpotong.
" Siapa yang melakukannya?" Kedua Tetua tersebut langsung terbang ke atas arena.
Begitupun dengan beberapa sosok yang lain. mereka juga tidak kalah marah, karena murid mereka juga banyak yang mati.
__ADS_1
Niat membunuh pun menyebar ke seluruh arena dimana mereka ingin menuntut balas atas kematian Muridnya.
" Uhuuk." Salah satu murid wanita yang berasal dari Sekte Pedang Suci terbatuk ditengah tumpukan mayat tersebut.
Kondisi wanita itu tidak dalam keadaan baik, dimana pakaiannya terdapat banyak robekan membuat Tetua Cang Mu langsung menutup tubuh gadis tersebut dengan sehelai kain.
" Minggir!" Salah satu Guru dari Sekte Pedang Suci menatap tajam ke arah beberapa sosok yang berdiri di atas arena.
Kini suasana semakin memanas, dimana mereka saling menuduh siapa pelaku pembunuhan tersebut.
" Itu adalah perbuatan kalian sendiri. Kalian telah mengizinkan para peserta untuk saling membunuh. Maka terimalah konsekuensinya." Jun Lixing terbang ke atas arena dengan melepaskan Aura Pendekar Suci tingkat 5 membuat para Tetua yang lain berkeringat dingin.
Para Tetua itupun langsung meninggalkan arena sangat menyesali keputusan mereka sendiri.
Jun Lixing pun mendekati gadis tersebut dan memeriksa kondisinya, lalu menatap tajam ke arah para peserta turnamen.
" Siapa yang melakukan hal keji ini?" Jun Lixing dengan niat membunuh yang kuat menekan semua para peserta.
" Putriku, siapa yang melakukannya?" Guru dari Sekte Pedang Suci sambil memeluk tubuh putrinya itu dengan kesedihan yang mendalam.
Tanpa berkata apapun gadis tersebut menunjuk ke sosok pemuda yang berkumpul bersama para peserta yang lain.
Jun Lixing yang melihat hal itu langsung melesat cepat ke arah satu murid yang berasal dari Sekte Giok Hitam lalu mencekik leher pemuda itu.
Shen Long yang melihat kejadian tersebut langsung memegang lehernya sendiri membayangkan jika perbuatannya ketahuan, namun berusaha untuk tetap tenang.
" Sekte Giok Hitam. Akan aku pastikan sekte kalian akan lenyap dari daratan ini." Ucap Jun Lixing sambil menatap Tetua Sekte Giok Hitam dengan nada mengancam.
" Bukan hanya Sekte Pedang Suci yang melakukan pembalasan atas penghinaan ini, Tapi Sekte Harimau Putih juga ikut membantu." Tetua Sekte Harimau Putih juga langsung berdiri.
__ADS_1
Kini pandangan Tetua Sekte Giok Hitam menjadi gelap membayangkan jika Sekte mereka dihancurkan oleh dua Sekte sekaligus.
Untuk Sekte Giok Hitam sendiri hanya sekte kecil yang berada di wilayah kerajaan Qing, sedangkan Sekte Pedang Suci dan Sekte Harimau Putih adalah Sekte besar di kerajaan Qing.
Aturan antar Sekte memang tidak boleh saling menyerang, karena Sekte yang lain pasti akan mengecam keras perbuatan tersebut.
Namun jika terjadi kasus seperti saat sekarang, maka sekte yang lain tidak akan pernah ikut membantu.
Bahkan jika ada Sekte yang berani ikut campur, maka pihak kerajaan lah yang akan bertindak.
" Mohon maaf atas kejadian ini. Biar aku sendiri yang akan memberi hukuman kepada Muridku. Sebagai gantinya Sekte Giok Hitam akan memberi kompensasi kepada Sekte Pedang Suci." Tetua Sekte Giok Hitam mencoba untuk bernegosiasi.
Dia tidak menyangka ada Muridnya yang berani bertindak kepada murid Sekte Pedang Suci.
Tetua Sekte Giok Hitam sebelumnya hanya meminta kepada muridnya untuk melakukan tindakan itu kepada murid Sekte Seribu Pedang saja karena Sekte Seribu Pedang tidak layak lagi dikatakan sebagai Sekte kecil sekalipun.
" Benar apa yang dikatakan Tetua Sekte Giok Hitam. Meskipun sebelumnya kita sepakat untuk para Peserta saling membunuh, tapi tidak untuk kasus pemerkosaan. Aku yakin yakin tidak ada Tetua yang lain menginginkan kejadian seperti itu." Kini petinggi Klan Yang angkat bicara.
" Saya setuju. Bagaimanapun Sekte Giok Hitam adalah Sekte yang diakui oleh pihak Kerajaan Qing. Namun sebagai hukuman untuk Sekte Giok Hitam, mereka tidak boleh ikut dalam turnamen ini sampai tiga puluh tahun kedepan. Mereka juga harus memberikan kompensasi yang pantas untuk Sekte Pedang Suci." Tetua Sekte Bambu Kuning juga ikut bersuara.
Kini beberapa Sekte maupun anggota Klan juga mengeluarkan pendapat masing-masing, dimana mereka seakan menentang keras atas penyerangan tersebut. Namun mereka tetap meminta kepada Sekte Giok Hitam untuk memberikan kompensasi.
Jun Lixing dan semua petinggi Sekte Pedang Suci juga langsung terdiam saat mendengar keputusan tersebut.
Meskipun mereka tidak terima atas tindakan dari murid Sekte Giok Hitam, namun kali ini mereka dihadapkan dengan situasi yang sulit.
Jika mereka bersikeras, maka bisa saja murid mereka akan terkena imbas.
" Guru Yao, bagaimana menurutmu?" Jun Lixing menoleh ke arah Guru tersebut yang masih memeluk Putrinya.
__ADS_1
" Semua aku serahkan kepada Matriak. Aku akan merawat putriku dulu." Guru Yao membawa gadis tersebut keluar dari arena.
Dengan napas berat, Jun Lixing tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena keputusan tersebut sudah banyak suara.