
Tentu mereka memiliki jumlah koin yang tidak sedikit sebagai bekal perjalanan mereka.
" Baik, jika itu yang kamu inginkan. Tapi pihak penyelenggara tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padamu." Tetua tersebut tidak keberatan jika mereka harus bertarung sekaligus.
Tetua itu berpikir dengan tindakan dari Shen Long tentu akan mempercepat proses seleksi.
" Dasar sampah, berani sekali menantang kami sekaligus. Semuanya, Ayo kita sama-sama memberi pelajaran pada sampah itu!" Ucap salah satu peserta yang merasa terprovokasi langsung membawa yang lain untuk menyiksa Shen Long secara bersamaan.
Tanpa menunggu lama beberapa peserta turnamen langsung menuju atas arena, karena tidak sabar ingin memberi hukuman kepada Shen Long.
" Boss... Kamu tidak perlu turun tangan! Biarkan kami saja yang memberi pelajaran kepada sampah itu!" Ucap salah satu bawahan Yang Yuan.
Tentu saja mereka ingin menunjukkan royalitas mereka, agar Yang Yuan merasa puas dan memberikan Sumberdaya untuk mereka.
" Mmmm... Kalau bisa, bunuh saja sampah itu! Aku akan memberikan hadiah yang pantas untuk kalian." Yang Yuan tersenyum lebar.
" Yuan'Gege... Perintah mereka untuk memberi pelajaran kepada sampah itu agar cacat seumur hidup." Hu Meiyin juga tidak kalah muak karena dia bertemu dengan Shen Long yang pernah menjadi kekasihnya.
Mendengar perkataan dari Hu Meiyin, Yang Yuan tersenyum lebar sambil menatap gadis tersebut.
" Yin'er, kamu tenang saja." Yang Yuan tidak keberatan dengan permintaan kekasihnya itu, apalagi selama ini Hu Meiyin selalu melayaninya dengan baik.
" Kalian dengan itu? Lakukan perintahnya!" Meskipun Yang Yuan ingin sekali menghukum Shen Long secara langsung, namun dia tidak ingin tangannya dikotori oleh sesuatu yang tidak berharga.
Tanpa menunggu lama, semua murid Sekte Naga Langit langsung maju ke atas arena dimana ingin mendapatkan keuntungan dari Yang Yuan.
Sementara itu beberapa sosok yang tidak ingin berurusan dengan masalah tersebut, lebih memilih untuk diam.
Kini para peserta yang sudah berada di atas arena, sudah tidak sabar ingin mencabik-cabik tubuh Shen Long dan hanya menunggu instruksi dari pemandu turnamen.
__ADS_1
" Sebelum kita bertarung, aku ingin memasang taruhan kepada kalian. Kalian boleh meminta apa saja dariku, begitupun sebaliknya. Saya harap Tetua menyetujuinya." Ucap Shen Long sambil menatap ke arah Tetua tersebut.
Shen Long mulai memahami apa yang dikatakan Jin Song sebelumnya, Akademi Pagoda Suci hanya seperti alam liar. Tentu Tetua tersebut akan menyetujuinya.
" Taruhannya adalah nyawamu sendiri. Bagaimana?" Salah satu peserta sangat geram melihat sikap Shen Long yang begitu santai.
" Baik! Aku tidak keberatan jika harus kehilangan nyawa disini. Tapi aku juga bertaruh dengan semua harta yang kalian miliki." Ucap Shen Long yang penuh percaya diri, membuat para peserta yang ada di atas arena membulatkan mata.
Tetua tersebut hanya bisa menggelengkan kepala karena Shen Long pasti akan mendapatkan masalah.
Namun Tetua tersebut tidak terlalu peduli, karena Shen Long bukan dari kalangan orang penting.
" Apa kalian ingin menyerah? Silahkan tinggalkan arena ini." Shen Long terus memprovokasi mereka yang ada di atas arena yang sekitar 20 orang.
" Baik. Aku akan menyerahkan semua harta yang ada di Cincin penyimpanan ku." Salah satu peserta yang merasa tidak keberatan dengan hartanya.
Dia berpikir dengan jumlah mereka sangat banyak, tentu akan lebih mudah untuk mengalahkan Shen Long.
Bahkan dengan kekuatannya sendiri, dia berpikir akan lebih mudah untuk mengalahkan Shen Long.
Kini satu-persatu para peserta yang berada di atas arena menyerahkan semua harta yang mereka miliki kepada beberapa sosok yang bertugas untuk berjaga di tempat itu.
" Dengarkan semuanya, para peserta ini melakukan latih tanding dengan cara yang berbeda. Untuk itu pihak Akademi Pagoda Suci tidak akan bertanggung jawab." Ucap Tetua tersebut sambil menatap ke arah layar dimana tempat yang bisa dilihat oleh perwakilan dari berbagai Klan ataupun Sekte.
Para pengurus Sekte atau Klan yang menyaksikan kejadian itu, kini memasang wajah serius.
Tidak menyangka bahwa ada satu peserta yang ingin menyumbang nyawa di dalam turnamen.
" Tetua, bukankah itu adalah Shen Long si sampah itu?" Salah satu Tetua dari Sekte Naga Langit yang terus memperhatikan wajah dari pemuda berkepala botak tersebut.
__ADS_1
" Ya, ternyata sampah itu masih hidup. Tapi tidak lama lagi dia akan mati." Ucap Tetua yang lain yang berasal dari Sekte Naga Langit.
Mereka sama-sama menginginkan agar Shen Long cepat mati, mengingat Hao Tian sudah keluar dari Sekte Naga Langit demi pemuda tersebut.
Tentu hal itu membuat kerugian besar bagi Sekte Naga Langit, bahkan putra pertama Patriak Sekte Naga Langit harus kehilangan Kultivasi yang membuat kekuatan Sekte Naga Langit menurun.
Ditambah lagi dengan Hao Tian yang mengambil Sumberdaya dan Harta Sekte Naga Langit, tentu akan menambah kerugian.
" Tetua, aku sangat tertarik dengan pemuda botak itu. Bagaimana kalau kita juga taruhan? Aku ingin bertaruh kepada pemuda botak itu." Yi Duan yang sejak awal mendengar percakapan mereka, kini merasa tertarik untuk mengambil harta mereka.
" Hmmm... Apa Tetua yakin ingin bertaruh kepada pemuda sampah itu?" Meskipun suara Tetua Sekte Naga Langit dengan nada pelan, namun bisa didengar oleh semua orang yang ada di ruangan tersebut.
" Ya... Apa kalian keberatan?" Tanya Yi Duan sedikit memprovokasi.
Mendengar perkataan itu, kedua Tetua dari Sekte Naga Langit tersenyum lebar dan tentu tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk meraup keuntungan yang besar.
Para penjaga yang melihat reaksi dari beberapa sosok yang berada di ruangan tersebut juga tidak ingin ketinggalan bagian.
Mereka langsung bertindak cepat sambil melirik salah satu yang memiliki posisi paling tinggi di Akademi Pagoda Suci.
Menyadari isyarat tersebut, Tetua itu tersenyum lebar sambil menunggu situasi yang tepat.
" Hei... Bukankah pemuda itu adalah putra dari Patriak Sekte Naga Langit sebelumnya? Kalau tidak salah, dia pernah dijodohkan dengan Putri Ling Yi Hua. Aku dengar pihak Istana Kerajaan Ling membatalkan pertunangan itu karena pemuda itu tidak bisa Berkultivasi." Salah satu dari anggota Kekaisaran Wei ikut memanas-manasi situasi tersebut.
Mendengar ucapan tersebut semua para petinggi yang berada di ruangan itu terdiam sejenak.
Ada beberapa sosok yang sangat menyayangkan jika Putra Shen Wu tidak bisa Berkultivasi, karena mereka masih mengingat sepak terjang Patriak Sekte Naga Langit sebelumnya.
Di sisi lain Ling Minghao yang juga berada di tempat itu memasang wajah memerah padam, namun dia tidak berani bertindak apapun karena sosok yang berkata seperti itu adalah anggota keluarga Kekaisaran Wei.
__ADS_1
Sementara para Tetua dan Guru yang bersama rombongan Jin Song, kini merasa segan terhadap Shen Long.