
Bahkan saat Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie sudah tidak berdaya lagi, keempat pemuda tersebut terus menendang dan menginjak tubuh mereka hingga sampai pingsan.
Setelah puas menghajar kedua wanita itu, keempat pemuda itupun langsung mengangkat dan membopong mereka mencari tempat yang aman untuk melancarkan aksi mereka.
Dengan suara tawa, keempat pemuda itu membawa Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie mencari sebuah goa untuk menikmati tubuh kedua wanita itu.
*******
Di sisi lain Shen Long yang terus berlari untuk mencari keberadaan rekannya tersebut, kini merasakan ada sesuatu yang aneh dibalik sebuah pohon yang begitu besar.
" Ada apa ini? kenapa Aura dari pohon itu sangat familiar?" Shen Long menghentikan langkahnya sambil menatap ke sebuah pohon yang terlihat aneh tersebut.
Pohon tersebut adalah sebuah formasi yang diciptakan selama ribuan tahun yang lalu oleh seorang Dewa saat turun ke Dunia untuk menjalani hukuman.
Tidak ada yang pernah tau jika di Hutan dimensi memiliki tempat yang lain yang tidak pernah dijamah oleh manusia.
Hanya seseorang yang memiliki garis keturunan Dewa atau Hewan Ilahi saja yang bisa mengetahui tempat itu.
Bahkan jika seseorang yang tidak memiliki garis keturunan Dewa dan Hewan Ilahi memaksakan diri untuk memasuki formasi tersebut, maka tubuh mereka akan hancur seketika.
Namun untuk Shen Long yang tanpa sengaja darahnya telah menyatu dengan Naga Ilahi yang dia bunuh di alam jiwanya serta Kera Salju yang merupakan memiliki gabungan antara darah Hewan Suci dan Peri, tidak begitu sulit untuknya bisa menemukan formasi tersebut bahkan untuk memasukinya.
Dengan rasa penasaran, Shen Long mendekati pohon tersebut hingga menemukan sebuah celah kosong seperti sebuah pintu kecil.
" Ini aneh. Kenapa pohon ini ditengahnya seperti tembus pandang." Shen Long merasa heran karena pintu tersebut seperti menembus memperlihatkan bagian belakang pohon tersebut.
Untuk memastikan bahwa pintu itu seperti lorong, Shen Long pun mengitari pohon tersebut namun di belakangnya masih terlihat utuh dan tidak berhubungan dengan pintu sebelumnya.
Dengan mengumpulkan keberanian, Shen Long kembali ke pintu sebelumnya untuk memasukinya.
" Long'gege." Tiba-tiba suara terdengar dari arah belakang Shen Long.
__ADS_1
Mendengar suara yang familiar, Shen Long pun menoleh ke arah belakang dimana Jun Mei Yin terlihat sedang berlari ke arahnya.
Jun Mei Yin pun tidak kesulitan untuk memasuki formasi tersebut, karena dia juga garis keturunan Naga Awan meskipun belum bangkit.
Wanita itu terlihat senang karena orang yang pertama kali dia temui adalah pujaan hatinya, bahkan Jun Mei Yin tanpa ragu langsung memeluk erat Shen Long seperti sudah lama tidak bertemu.
" Yin'er, pelukanmu membuat aku merasa sesak." Shen Long merasa sesak nafas atas perlakuan gadis tersebut.
" Maaf Long'gege, aku terlalu bersemangat." Jun Mei Yin sedikit malu lalu melonggarkan pelukannya.
" Yin'er, apa kita akan terus seperti ini." Shen Long merasa heran karena gadis tersebut terus memeluknya.
" Aku tidak mau ada wanita lain di hati Long'gege, kecuali aku. Gege harus berjanji di masa depan harus menikah denganku." Jun Mei Yin merasa itu adalah waktu yang tepat untuk mengutarakan perasaannya sambil melepaskan pelukannya.
Dengan napas berat Shen Long berpikir keras untuk menjawab apa yang dikatakan Jun Mei Yin, agar wanita itu tidak terlalu berharap kepadanya.
" Yin'er, perjalanan kita masih panjang. Aku juga tidak tau apa yang akan terjadi suatu saat nanti, karena aku sendiri harus menjadi lebih kuat lagi untuk membalas dendam kepada Sekte Naga Langit. Untuk masalah itu, aku belum memikirkannya." Shen Long tidak tau harus berbuat apa agar gadis tersebut tidak terlalu berharap kepadanya.
" Aku akan memeriksa dibalik pintu ini. Apa kamu mau ikut?" Shen Long mengalihkan pembicaraan, tidak ingin terlalu membahas tentang perasaan, lalu memasuki pintu tersebut.
Meskipun sedikit kesal karena tidak mendapatkan jawaban, Jun Mei Yin tidak ingin menyerah begitu saja sambil berjalan mengikuti Shen Long.
Saat Shen Long dan Jun Mei Yin memasuki pintu tersebut, seketika tubuh mereka telah berpindah tempat dimana terlihat telah berada di kaki gunung.
" Long'gege, tempat apa ini?" Jun Mei Yin sedikit ketakutan sambil memeluk lengan kiri Shen Long.
" Aku juga tidak tau, tapi kita harus memeriksa puncak gunung ini." Shen Long melangkahkan kaki menuju gunung tersebut diikuti Jun Mei Yin.
Setelah melakukan pendakian cukup lama, kini Shen Long dan Jun Mei Yin telah sampai di puncak gunung tersebut dimana terlihat dataran yang cukup luas.
" Long'gege, Sepertinya disana ada sebuah goa." Jun Mei Yin sambil menunjuk ke sebuah tempat dimana terdapat sebuah goa.
__ADS_1
" Ya, kita akan memeriksa goa itu. Semoga saja ada sesuatu yang berharga." Shen Long mengangguk lalu berjalan menuju arah goa tersebut.
Tidak lama kemudian mereka telah sampai di mulut Goa dimana terlihat bebatuan warna-warni yang menyinari seisi goa tersebut.
" Long'gege, tempat ini cantik sekali." Jun Mei Yin begitu terpana melihat kilauan batu kristal tersebut yang begitu indah.
" Yin'er, jangan terlena dengan tempat ini. Tetap waspada, siapa tau di tempat ini ada Hewan Roh yang sangat kuat." Shen Long mengingatkan kepada Jun Mei Yin yang berada di sampingnya yang terlalu fokus memperhatikan kelap-kelip cahaya dari batu kristal.
" Mmmm." Jun Mei Yin memperbaiki sikap dengan meningkatkan kewaspadaan.
Mereka pun berjalan menyusuri goa tersebut, namun tidak menemukan apapun kecuali bebatuan biasa meskipun terlihat indah.
Sesampai di bagian terdalam goa, mereka dikejutkan dengan sebuah telur yang sangat besar dan sebuah peti berukuran kecil.
Sekilas telur tersebut seperti memiliki cangkang membentuk sisik berwarna putih, namun memiliki Aura yang sangat kuat.
" Long'gege, aku ingin membawa telur itu." Jun Mei Yin berlari kecil ke arah telur yang berada di tumpukan bebatuan.
" Yin'er, hati-hati! Siapa tau ada induknya." Shen Long memperingatkan kepada Jun Mei Yin, namun tidak digubris oleh gadis tersebut.
Kini Jun Mei Yin langsung mengambil dan memeluk telur tersebut sambil mengusapnya lalu mengambil tempat untuk duduk.
" Gege, telur ini sangat cantik. Aku ingin menjadi orang tuanya ketika telur ini menetas." Jun Mei Yin mengeluarkan unsur elemen api miliknya untuk menghangatkan telur tersebut
Mendengar ucapan tersebut, Shen Long terbatuk-batuk sambil membulatkan mata, bagaimana seorang gadis memiliki anak seekor hewan buas.
Sesaat kemudian telur tersebut seakan merespon, sehingga mengeluarkan sebuah cahaya dari dalamnya.
" Gege, ternyata telur ini sangat senang denganku." Ucap Jun Mei Yin kegirangan.
Sedangkan Shen Long sontak kaget karena Aura yang dipancarkan telur itu bertambah kuat.
__ADS_1