
[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk berikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]
*******
Tetua tersebut menjelaskan mengenai Hu Meiyin yang juga menjebak seorang pemuda bernama Guang Louzhy, karena dia ingin memiliki pemuda itu.
Namun karena Guang Louzhy masih perjaka, maka pihak Akademi Pagoda Suci membebaskan pemuda tersebut dari segala tuduhan.
" Patriak... Hanya itu saja yang aku ketahui. Aku tidak memiliki akses untuk bertemu dengan Guang Louzhy. Sedangkan Hu Meiyin sudah mati akibat kemarahan murid yang lain." Ucap Tetua tersebut.
Kini Yang Gang terdiam sejenak sambil menyimpulkan keterangan dari Tetua yang dia utus untuk menyelidiki kematian Yang Yuan.
" Aku tidak menyangka bahwa Hu Meiyin telah merencanakan hal ini demi mendapatkan Guang Louzhy yang merupakan Kultivator bergelar itu."
" Apakah Klan Hu telah merencanakan hal ini agar bisa mendapatkan seorang menantu seorang Kultivator bergelar. Seorang Kultivator yang memiliki kemampuan untuk menyerap Kultivasi korbannya bisa dihitung dengan jari." Begitu banyak pertanyaan di benak Yang Gang tentang kematian Yang Yuan dan anggotanya.
Karena Hu Meiyin telah mati, hanya ada satu sosok yang merupakan saksi mata tentang pembantaian tersebut, yaitu Guang Louzhy itu sendiri.
" Patriak... Menurut perkiraan ku, Klan Hu telah menyewa Kultivator tingkat tinggi untuk membunuh anggota kita setelah mereka berhasil menghancurkan cabang Sekte Kalajengking Hitam dan hanya menyisakan Guang Louzhy, agar mau menjadi menantu keluarga Klan Hu." Salah satu Tetua berasumsi dengan kejadian tersebut.
" Klan Hu... Apa sebenarnya yang kalian rencanakan? Bukankah selama puluhan tahun kita menjalin kerjasama dengan baik." Yang Gang yang emosinya terpancing, kini kini amarahnya memuncak.
" Patriak... Tenangkan dirimu! Kita sudah terlalu banyak musuh. Disamping Sekte Kalajengking Hitam yang selalu menekan kita, kita juga memiliki hubungan tidak baik terhadap Kerajaan Ling. Meskipun Klan Hu adalah Klan kecil, namun kita tidak boleh bertindak gegabah." Salah satu Tetua mengingatkan kepada Yang Gang.
Yang Gang dan para Tetua yang lain tidak menyangka bahwa mereka telah dihadapkan dengan situasi seperti itu, untuk menghancurkan Klan Hu yang kecil saja mereka harus berpikir dua kali karena adanya Sekte Kalajengking Hitam.
" Yang Kiang juga tidak tau pergi kemana, setelah dantiannya dilumpuhkan. Yang Yuan yang merupakan harapanku satu-satunya telah mati." Yang Gang memasang wajah jelek karena situasi mereka dalam keadaan tidak baik.
__ADS_1
Terlebih dengan keberadaan Shen Long yang juga telah berada di Akademi Pagoda Suci dimana keberadaannya masih misterius.
" Untuk mencari keberadaan Shen Long, kita serahkan kepada Yang Yuchen. Berikan sketsa wajah Shen Long ini kepadanya." Yang Gang memberikan sebuah lembaran sketsa wajah Shen Long kepada salah satu Tetua.
" Baik Patriak. Meskipun tuan muda Yang Yuchen tidak bisa bergerak bebas dan hanya bisa mengawasi murid Kelas Berlian saja, namun dia pasti memiliki cara tersendiri untuk mencari keberadaan Shen Long." Ucap Tetua tersebut.
Setelah mengambil keputusan, satu-persatu para Tetua meninggalkan ruangan tersebut kembali ke pekerjaan masing-masing.
*******
( Klan Hu )
" Patriak, mohon maafkan kami. Aku tidak berhasil mendidik cucuku dengan baik." Ucap salah satu Tetua yang merupakan kakek dari Hu Meiyin.
" Kamu tau, meskipun cucumu sudah mati. Tapi dia telah meninggalkan masalah untuk Klan kita." Patriak Klan Hu sangat geram dengan tindakan Hu Meiyin yang mencoreng nama baik Klan Hu.
" Itu hanyalah masalah kecil. Jika kalian berhasil menemukan Kitab Teknik Tinju Naga Penghancur, maka aku akan memberikan harta yang berlimpah kepada kalian. Tidak hanya itu, aku juga akan membantu kalian untuk menghancurkan Sekte Naga Langit." Ucap salah satu sosok pria botak yang menggunakan pakaian Biksu berwarna merah.
' Bagaimana orang ini bisa begitu percaya diri? Sedangkan dia hanya mencapai Pendekar Langit tingkat 7?' Patriak dan para Tetua Klan Hu merasa heran karena pria botak tersebut terlalu percaya diri bisa membunuh seorang Pendekar Suci dengan mudah.
" Kalian meragukan kemampuanku? Jangan samakan aku dengan penghuni daratan Sangay ini dengan daratan Tibet. Daratan Sangay hanyalah tempat terpencil yang minim pengetahuan." Ucap pria botak sambil menatap ke arah mereka secara bergantian.
Wuush!
Bboooom!
Dengan satu kali kibasan tangan, seorang Tetua yang sudah mencapai Pendekar Suci tingkat 3 terpental membentur dinding dan muntah darah.
__ADS_1
" Gluug." Semua yang berada di tempat itu menelan ludah berkeringat dingin.
Mereka tidak menyangka bahwa seorang Pendekar Langit tingkat 7 dari daratan Tibet bisa mengalahkan Pendekar Suci tingkat 3 dengan mudah.
" Asal kalian tau bahwa garis keturunan darah Fana dan garis keturunan darah murni bagaikan langit dan bumi." Ucap pria botak penuh rasa percaya diri.
Meskipun demikian, pria botak memiliki kekhawatiran tersendiri, karena masih ada lagi yang memiliki garis keturunan yang lebih tinggi dari mereka, yaitu garis keturunan darah Suci.
Dia pernah mendengar dari para pendahulu mereka bahwa ada Klan Kuno di daratan Sangay yang pernah memiliki garis keturunan darah Suci, namun mereka telah pergi dan tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka.
" Tuan Tao yang agung. Mohon kerendahan hatinya, bagaimana cara kami agar memiliki garis keturunan darah murni?" Tanya Patriak Klan Hu dengan tangan gemetar.
" Baiklah... Karena aku adalah seorang Biksu, tidak ada salahnya untuk menyebarkan kebaikan. Cara pertama, ketika kalian sudah mencapai Pendekar Dewa di daratan Sangay ini, maka secara otomatis kalian akan berpindah tempat ke sebuah daratan yang disebut Benua. Namun untuk bertahan hidup, kalian harus mencari cara agar memiliki garis keturunan darah murni, atau lebih tinggi lagi yaitu garis keturunan darah Suci." Pria botak menjelaskan kepada mereka.
" Cara yang kedua?" Patriak Klan Hu kembali bertanya.
" Kalian harus mencari keberuntungan di berbagai daratan di wilayah ini! Mulai dari daratan Sangay, hingga sampai daratan Tibet di bagian barat tempat ini. Tapi ada berapa wilayah yang tidak mengizinkan seorang Kultivator untuk terbang, sekalipun kalian sudah mencapai Pendekar Suci."
" Tapi aku yakin, baru saja kalian keluar dari daratan Sangay dapat dipastikan kalian sudah mati. Cara ini sangat sulit, namun saat berada di sebuah Benua kalian sudah siap." Pria botak tidak mempermasalahkan jika memberikan sepenggal pengetahuan yang dia miliki, karena dia yakin bahwa tidak ada seorangpun yang berani melakukan perjalanan ke arah barat.
Tujuan Pria botak ke daratan Sangay tidak lain untuk mencari Kitab Tinju Naga Penghancur yang merupakan teknik rahasia Kuil Cahaya Buddha.
Ribuan tahun yang lalu Kitab Tinju Naga Penghancur pernah dibawa oleh murid jenius Kuil Cahaya Buddha menuju ke daratan Sangay.
" Kamu pernah mengatakan bahwa peta tempat menyimpan Kitab Tinju Naga Penghancur ada di Wihara Cahaya Buddha, lalu dimana peta itu sekarang?" Tanya pria botak.
Tetua Klan Hu pun menjelaskan bahwa peta tersebut telah diambil oleh seseorang yang tidak diketahui.
__ADS_1