
Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di sebuah hutan dimana tempat keberadaan cabang Sekte Kalajengking Hitam.
Kini semua anggota Klan Yang menatap ke arah Shen Long dengan tatapan membunuh, namun berusaha untuk menahan diri karena tenaga Shen Long sangat dibutuhkan untuk melawan anggota cabang Sekte Kalajengking Hitam.
Shen Long yang menyadari hal itu, kini berusaha untuk tetap tenang, karena dia juga tidak mungkin bisa mengalahkan mereka sekaligus.
Terlebih di tempat itu juga terdapat anggota cabang Sekte Kalajengking Hitam, tentu Shen Long ingin memanfaatkan situasi tersebut.
" Saudara Louzhy... Untuk mencapai ke kediaman cabang Sekte Kalajengking Hitam, kita harus berjalan selama setengah hari." Ucap Yang Yuan sambil menoleh ke arah Shen Long.
" Tidak masalah... Lebih baik kita berjalan sekarang." Ucap Shen Long sambil memeriksa keadaan sekitar.
" Mmmm." Yang Yuan mengangguk, lalu berjalan menuntun mereka, sambil memberi isyarat kepada anggotanya agar tidak bertindak terlebih dulu.
Setelah melakukan perjalanan selama setengah hari, kini mereka telah berada di tempat yang cukup dekat dengan cabang Sekte Kalajengking Hitam.
" Tuan muda.... Apa kita harus menyerang mereka sekarang?" Tanya salah satu anggota Klan Yang.
" Baik... Lebih baik kita hancurkan mereka sekarang juga.". Yang Yuan yang semangatnya menggebu-gebu langsung berjalan mendekati pintu gerbang cabang Sekte Kalajengking Hitam.
" Tunggu! Aku tidak setuju jika kita melakukan penyerangan sekarang. Bukankah kalian lihat sendiri rekan-rekan yang lain banyak kehilangan tenaga saat berjalan kesini." Shen Long menghentikan langkah Yang Yuan dan yang lain sambil menunjuk ke arah anggota Klan Yang yang terlihat kelelahan.
Mendengar ucapan tersebut, Yang Yuan menoleh ke arah anggotanya di belakang, yang terlihat kelelahan.
" Saudara Louzhy benar. Jika kita melakukan sekarang, pasti akan ada banyak korban dari pihak kita." Yang Yuan tidak ingin anggotanya banyak yang mati.
Mendengar ucapan tersebut, semua mengangguk setuju lalu mengambil tempat untuk beristirahat sambil menunggu besok pagi.
Melihat hal itu, Shen Long hanya tertawa dalam hati karena rencananya telah berhasil.
Jika saja mereka adalah anggota Klan Zhang, maka Shen Long akan memberi usul agar melakukan penyerangan pada saat malam dimana jauh lebih menguntungkan karena banyak yang sedang beristirahat.
__ADS_1
" Saudara Yuan... Sepertinya ada yang aneh pada perutku." Pada saat malam hari, Shen Long tiba-tiba memegang perutnya seakan ingin buang air.
" Pergi sana! Kamu jangan mengganggu kesenangan kami." Ucap Yang Yuan dimana mereka sedang menikmati hidangan dari bekal mereka.
" Saudara Louzhy, aku akan mengawasi mu. Aku yakin kamu pasti ingin kabur." Hu Meiyin mengeluarkan suara saat Shen Long melangkahkan kakinya menjauhi rombongan.
" Tidak perlu. Aku hanya sebentar." Shen Long sedikit kesal karena dirinya sedang diawasi.
" Saudara Louzhy, apa kamu ingin kabur?" Yang Yuan sedikit curiga, sambil menatap ke arah Shen Long.
" Apa buang air harus diawasi?" Shen Long terlihat kesal karena ucapan Hu Meiyin membuat yang lain curiga.
" Kalau begitu, biarkan Hu Meiyin mengawasimu. Yin'er, awasi saudara Louzhy." Ucap Yang Yuan lalu meminta kepada Hu Meiyin untuk mengawasi Shen Long.
" Mmmm." Hu Meiyin mengangguk lalu berjalan mendekati Shen Long dengan perasaan senang.
Melihat hal itu, Shen Long hanya bersikap pasrah lalu berjalan menjauhi rombongan, meskipun Hu Meiyin mengekorinya.
" Biarkan saja dia bersama Guang Louzhy. Jika aku memiliki Pedang Taring Serigala, aku akan membuang wanita itu karena aku tau dia sangat menyukai saudara Louzhy." Yang Yuan tersenyum lebar sambil menatap ke arah Shen Long yang sudah tidak terlihat lagi dibalik gelapnya malam.
" Tapi bagaimana dengan tuan muda?" Tanya yang lain.
" Bukankah masih banyak wanita yang lain? Apalagi jika aku bisa menduduki posisi pertama sebagai Kultivator bergelar, maka aku bisa mendapatkan Pendekar Dewi Roh, Pendekar Dewi Ilusi atau Pendekar Dewi Es."
" Mereka tidak hanya cantik, tapi juga sangat kuat. Jika dibandingkan dengan ketiga wanita itu, Hu Meiyin tidak ada apa-apanya." Yang Yuan tersenyum lebar karena dia sendiri sudah bosan dengan Hu Meiyin dan ingin menikmati keindahan tubuh wanita yang baru.
" Benar juga... Kalian lihat sendiri bagaimana saudara Louzhy saat menduduki posisi pertama sebagai Kultivator bergelar, banyak sekali para wanita yang ingin mendekatinya."
Semua anggota Klan Yang mengangguk setuju, jika Yang Yuan berhasil menduduki posisi pertama maka banyak sekali para wanita yang mendekatinya.
Tentu itu juga akan berpengaruh pada seluruh anggota Klan Yang, dimana mereka lebih mudah mencari kekasih melalui Yang Yuan.
__ADS_1
Di sisi lain Shen Long yang sedang berjalan di kegelapan malam, kini memikirkan cara agar Hu Meiyin tidak mengikutinya.
" Tunggu! Saudara Louzhy, aku ingin menyampaikan sesuatu untukmu." Hu Meiyin menghentikan langkah Shen Long, saat mereka berada di tempat yang cukup jauh dari rombongan.
" Ada apa? Aku sudah tidak tahan ingin buang air." Shen Long memasang wajah jelek karena selalu diikuti.
" Ini sangat penting. Anggota Klan Yang ingin membunuhmu." Hu Meiyin menceritakan tentang rencana dari Yang Yuan.
Pada saat anggota cabang Sekte Kalajengking Hitam berhasil dikalahkan dan mendapatkan Pedang Taring Serigala, maka Yang Yuan akan membunuh Shen Long.
Mendengar ucapan tersebut, Shen Long tidak terlalu kaget karena dia sendiri memperkirakan hal itu.
Namun yang membuat Shen Long merasa tertarik adalah Pedang Taring Serigala yang mereka ceritakan, karena Guang Chen tidak memberitahukan kepadanya.
' Apa pihak Akademi Pagoda Suci juga tidak mengetahui hal ini? Atau hanya Klan Yang saja yang mengetahuinya.' Shen Long membatin sambil menatap ke arah Hu Meiyin.
" Kenapa kamu menceritakan hal ini kepadaku?" Tanya Shen Long sedikit menyelidik.
" Karena aku sangat menyukaimu." Hu Meiyin berkata jujur, membuat Shen Long terbatuk-batuk.
" Saudara Louzhy, sebaiknya kamu cepat pergi dari sini, sebelum mereka membunuhmu." Hu Meiyin terlihat khawatir karena dia tidak ingin Shen Long mati terbunuh.
Sesaat Shen Long menatap ke arah Hu Meiyin, meskipun wanita itu pernah membencinya, namun pada waktu kecil dia juga pernah ditolong oleh Hu Meiyin.
Jika saja tanpa bantuan Hu Meiyin, mungkin Shen Long sudah mati waktu masih berusia 12 tahun.
" Kamu tenang saja! Aku masih bisa menjaga diri. Besok pagi lebih baik kamu tidak ikut bertarung. Biarkan aku yang mengurus mereka." Ucap Shen Long, karena dia ingin memaafkan wanita itu untuk satu kesempatan sebagai balas jasa karena Hu Meiyin pernah menyelamatkan hidupnya.
Jika Hu Meiyin masih belum berubah, maka Shen Long tidak segan untuk membunuh wanita itu dengan tangannya sendiri.
" Kamu tunggu disini, aku ingin buang air." Shen Long melesat di kegelapan malam menuju ke arah pintu gerbang cabang Sekte Kalajengking Hitam.
__ADS_1