
Mendengar perkataan dari Shen Long, Xiao Ai Qing mengerutkan kening sambil menatap ke arah pemuda itu penuh selidik.
Tentu pemuda yang di depan Xiao Ai Qing sekarang sangat berbeda dari yang dia kenal, namun jika dilihat lebih detail memang ada kemiripan dengan sosok yang dia kenal.
" Saudara Long? Itu kamu?" Tanya Xiao Ai Qing sambil menyarungkan kembali pedangnya.
" Benar Nona." Jawab Shen Long sambil menghela nafas, karena sebelumnya dia sudah berpikir tidak lama lagi akan kehilangan nyawa.
Setelah itu Shen Long bangkit kembali, lalu memberi hormat kepada wanita itu.
Tentu Shen Long sangat menghargai Xiao Ai Qing, karena wanita itu telah menyelamatkannya saat dia sedang putus asa.
Di sisi lain Xiao Ai Qing berdiam mematung saat posisi mereka saling berhadapan, membuat jantung gadis itu berdetak kencang dengan memasang wajah memerah.
" Nona." Shen Long mengerutkan kening sambil memperhatikan wajah gadis itu yang awalnya putih bersih seperti salju, kini berubah seperti kepiting rebus.
" Ah." Xiao Ai Qing tersadar dari lamunannya sambil memperbaiki sikapnya.
" Maaf nona, ini kalung yang pernah kamu berikan." Shen Long mengembalikan kalung tersebut bukan tanpa alasan.
Yang pertama Shen Long harus berlatih lebih keras lagi, sehingga dia tidak akan memiliki waktu untuk menepati janjinya kepada Xiao Ai Qing untuk mengunjungi kediamannya.
Apalagi Shen Long sekarang juga memiliki janji kepada Yan Rou Lie, Cang Li Yuan dan Ming Yue Liang.
Tentu itu bukan perkara yang mudah, ditambah dengan status Xiao Ai Qing. Tentu Shen Long berpikir bahwa gadis itu memiliki latar belakang yang kuat.
" Kamu sudah berjanji untuk mengunjungi kediamanku. Apa itu sikap dari seorang pria sejati?" Xiao Ai Qing terlihat kesal karena Shen Long menyerah begitu saja, tanpa memiliki usaha untuk mencari dan mengunjungi tempatnya.
" Tapi nona..." Shen Long mencoba menjelaskan situasinya sekarang, namun ucapannya terputus.
" Sudah... Janji tetaplah janji. Aku akan menunggu kedatanganmu. Terimakasih sudah menjaga kalungku itu. Gunakan kembali kalung itu, dan jangan sampai terlepas." Ucap Xiao Ai Qing yang kini langsung membuang muka.
__ADS_1
Tentu Xiao Ai Qing tidak berani lagi menatap wajah Shen Long seperti pertama kali mereka bertemu, karena berusaha untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.
Di sisi lain Shen Long merasa heran karena perubahan sikap dari Xiao Ai Qing.
" Baik nona, aku akan berjanji." Shen Long teringat apa yang dikatakan Guang Louzhy mengenai Klan Xiao, yang mengarah kepada jati dirinya sendiri.
Tentu Shen Long berniat untuk mencari tau latar belakangnya yang memiliki dantian tidak seperti Kultivator yang lain.
" Itu baru namanya pria sejati. Ketika kamu mendatangi keluargaku, kamu tidak boleh memanggilku nona lagi, kamu harus memanggilku Qing'er!" Xiao Ai Qing dengan nada mengancam sambil mencuri pandangan kepada Shen Long.
Mendengar perkataan dari Xiao Ai Qing, Shen Long mengerutkan kening merasa heran, namun tidak ingin memikirkan terlalu jauh.
" Kalau begitu, aku pergi dulu. Selamat tinggal Long'gege." Xiao Ai Qing melesat dengan kecepatan tinggi, langsung masuk ke dalam hutan.
Shen Long yang menatap bayangan dari Xiao Ai Qing, kini merasa heran karena gadis tersebut sangat berani bepergian seorang diri.
" Siapa nona Ai Qing sebenarnya? Kenapa dia tidak merasa takut saat memasuki hutan." Shen Long bergumam sambil memperkirakan tingkat Kultivasi Xiao Ai Qing.
Bisa dikatakan kecepatan berlari Xiao Ai Qing tiga kali lipat dari Shen Long saat mencapai Pendekar Bumi tingkat 1.
" Haaahh... Kekuatannya diluar dugaanku. Lebih baik aku harus melanjutkan perjalanan." Shen Long mengeluarkan sebuah gulungan peta yang diberikan keluarga Zhang sebelumnya.
Di dalam peta tersebut, Shen Long tidak menemukan letak Akademi Pagoda Suci.
Namun Shen Long hanya menemukan letak beberapa Kota dan beberapa Sekte dan Klan.
Kini mata Shen Long tertuju pada sebuah titik yang menunjukkan keberadaan Klan Hao, tentu dia berpikir bahwa Hao Tian sudah keluar dari Sekte Naga Langit dan dapat dipastikan bahwa Hao Tian dan keluarganya kembali ke Klan Hao.
Setelah memperhatikan dengan seksama, Shen Long memperkirakan bahwa dia berada di perbatasan antara Kerajaan Ling dan Kerajaan Qing.
Itu artinya Shen Long hanya berjalan selama dua hari untuk mencapai ke kediaman Klan Hao, jika berjalan melewati pinggir hutan.
__ADS_1
" Sebaiknya aku pergi ke Klan Hao terlebih dulu. Siapa tau aku bisa menemukan petunjuk untuk menemukan letak Akademi Pagoda Suci." Shen Long mengembalikan gulungan peta, lalu mengambil jalur lain menuju Klan Hao.
*******
( Klan Hao )
Di sebuah tempat yang terlihat sepi, di bagian pinggir Klan Hao, terdapat sebuah bangunan sederhana yang memiliki hutan kecil di sampingnya.
Di hutan tersebut terlihat dua sosok gadis yang sedang berlatih, dimana keringat mereka bercucuran membasahi pakaian yang melekat di tubuh mereka.
Karena pakaian yang melekat gunakan sudah basah oleh keringat, kini memperlihatkan bagian lekukan tubuh mereka dan siapapun yang melihatnya pasti akan tergoda.
Beruntung tempat itu sangat jauh dari keramaian, jadi tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka. Kecuali dua orang, yaitu Hao Tian dan istrinya Yu Yangmi.
Kedua gadis itu tidak lain adalah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie yang selalu berlatih keras sepanjang waktu.
Kini Cang Li Yuan sudah mencapai Pendekar Alam tingkat 6 dan Yan Rou Lie masih mencapai Pendekar Alam tingkat 5.
Kedua gadis itu sedang dijaga oleh seekor Kura-kura yang merupakan Hewan Ilahi, meskipun masih seukuran dua kali telapak tangan.
Namun kura-kura tersebut memiliki kemampuan khusus untuk menciptakan pelindung yang sangat kuat jika dibandingkan dengan usianya sekarang.
Dengan tatapan sendu, kura-kura tersebut menganggap bahwa kedua gadis itu adalah ibunya.
Tentu kura-kura tersebut tidak mengetahui dirinya yang sebelumnya, karena saat dalam kritis Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie yang meneteskan darah mereka dengan bantuan Hao Tian yang memahami tentang hewan buas.
" Ibu, Yurou sudah lapar." Ucap kura-kura tersebut yang mereka namakan Long Yurou, dimana ingatannya terhapus tentang Shen Long dan Jun Mei Yin sebagai orang tuanya yang dulu.
" Yurou, kami harus berlatih lebih keras lagi untuk mencari keberadaan ayahmu." Ucap Cang Li Yuan di sela pertarungannya.
" Tapi ibu, Yurou sangat lapar." Terdengar suara sendu dari kura-kura tersebut seperti suara anak kecil.
__ADS_1
Mendengar suara yang menyedihkan dari Long Yurou, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie menghentikan latihan mereka, lalu berjalan mendekati Long Yurou yang sedang berada di atas batu besar.