Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Kerajaan Qing


__ADS_3

Yi Hao dan yang lain juga tercengang mendengar ucapan dari Cang Li Yuan yang begitu lembut kepada Shen Long.


" Aku sudah kenyang." Jawab Shen Long langsung berdiri dari tempat duduknya lalu meninggalkan tempat tersebut, namun langsung ditarik oleh kedua gadis tersebut.


" Long'gege, makan dulu!" Yan Rou Lie berusaha berkata selembut mungkin lalu menyodorkan makanan tersebut di mulut Shen Long.


Biar bagaimanapun Pemuda itu adalah calon suaminya, Yan Rou Lie harus membiasakan diri.


Shen Long juga tidak keberatan dengan Yan Rou Lie bersikap seperti itu, namun yang menjadi permasalahan adalah Cang Li Yuan yang tiba-tiba berubah sikap.


Dengan senyuman kecil, Shen Long membuka mulutnya dimana Yan Rou Lie senantiasa memberi suapan kepada pemuda itu.


Entah apa yang membuat Cang Li Yuan begitu cemburu melihat Yan Rou Lie dan Shen Long begitu dekat, sehingga dia juga tidak mau kalah.


" Long'gege, aku minta maaf jika sikapku merasa tidak enak. Aku akan melupakan kejadian itu, asalkan kamu tidak membenciku." Cang Li Yuan tertunduk lesu, berusaha untuk selembut mungkin.


Mendengar perkataan dari Cang Li Yuan, Shen Long sedikit menaikkan alisnya sambil menatap gadis tersebut yang terlihat beberapa cairan bening keluar dari kelopak matanya.


" Nona Li Yuan, seharusnya akulah yang meminta maaf." Shen Long merasa tidak enak saat melihat gadis tersebut sedang menangis.


Sesaat Shen Long memperhatikan keadaan sekitar dimana beberapa pasang mata tertuju kepada mereka.


" Kita tidak bisa membahasnya disini." Shen Long bangkit dari duduknya kembali ke kamar.


Kedua gadis itu pun mengangguk setuju lalu menikmati hidangan mereka dengan perasaan berkecamuk.


Selesai menikmati hidangan, Cang Li Yuan meminta kepada Yan Rou Lie untuk bersamanya.


Yan Rou Lie pun mengangguk lalu mengikuti gadis tersebut ke kamarnya lalu mengunci pintu.


" Saudari Rou Lie, kamu tau posisi kita sama. Aku harap kamu tidak melarang ku bersama Long'gege." Ucap Cang Li Yuan saat mereka berada di kamarnya.


Mendengar ucapan dari Cang Li Yuan, Yan Rou Lie terlihat serba salah.


Di sisi lain Yan Rou Lie tidak ingin ada wanita lain di hati Shen Long, namun disisi lain mereka berdua sudah melakukan hubungan intim dengan Shen Long meskipun tanpa disengaja.

__ADS_1


" Saudari Li Yuan, aku tau perasaanmu. Tapi kamu tau sendiri Long'gege sudah bersamaku." Yan Rou Lie yang sudah mengetahui tujuan gadis tersebut.


" Aku tau itu. Tapi aku tidak ingin seperti wanita murahan dengan harga kelopak bunga Yin ini." Cang Li Yuan melempar dua kelopak bunga Yin di lantai.


" Lalu apa yang kamu inginkan?" Yan Rou Lie tidak menyangka bahwa gadis itu berubah pikiran, bahkan membuang Sumber daya berharga begitu saja.


" Aku juga meminta tanggung jawab pemuda itu." Jawab Cang Li Yuan dengan tegas.


" Kamu memiliki derajat lebih tinggi dari kami. Bukankah kalian selalu memandang rendah Sekte Seribu Pedang. Lagi pula akan banyak orang yang menentang, yang tentu akan berimbas pada Sekte Seribu Pedang. Jangan katakan ini hanya karena terpaksa." Yan Rou Lie langsung meninggalkan tempat tersebut kembali ke kamarnya.


Sedangkan Cang Li Yuan kini berdiri mematung, sambil mencerna apa yang dikatakan Yan Rou Lie.


" Haaahh... Perbedaan status sosial memang sangat merepotkan. Semoga saja aku tidak salah dalam bertindak." Cang Li Yuan mengambil kembali dua kelopak bunga Yin.


Cang Li Yuan pun mengunci pintu kamarnya, lalu mengambil posisi duduk bersila untuk menyerap kelopak bunga Yin.


*******


Satu minggu mereka sudah berada di desa tersebut, kini para Tetua dan Guru sudah kembali dari pencarian mereka terhadap para perampok.


Di dalam perjalanan, Yi Hao meminta izin kepada Tetua Jin Song dan Lin Kun untuk melakukan latihan bersama Shen Long.


Sesuai dengan kesepakatan mereka sebelumnya, Shen Long dan Yi Hao hanya bertarung menggunakan kekuatan fisik.


Begitupun dengan para peserta yang lain, mereka juga melakukan latih tanding saat mereka menghentikan perjalanan jika hari sudah sore.


Pemahaman para peserta pun semakin bertambah, karena mereka berlatih dengan keras dan kooperatif.


Setelah melakukan perjalanan selama tiga hari, kini mereka telah sampai di kota Kerajaan Qing yang terlihat begitu megah dimana tembok besar mengelilingi kota tersebut.


Di Kota Kerajaan Qing terdiri dari dua lapis tembok, dimana di tengah ibukota terdapat tembok yang lebih tinggi lagi dimana tempat Istana Kerajaan Qing.


" Istana Kerajaan Qing memang sangat megah." Gumam Shen Long sambil menatap Istana yang menjulang tinggi dari kejauhan.


" Long'er, pakailah koin ini untuk membeli keperluanmu." Lin Kun memberikan satu kantong berisi koin hasil jarahan mereka saat menghancurkan markas perampok.

__ADS_1


Begitupun dengan para Tetua dan Guru yang lain, mereka juga mendapatkan bagian yang sama.


Beruntung para perampok tidak ada yang mencapai Pendekar Suci, jadi mereka dengan mudah mengalahkannya.


" Tapi Guru... Koin ini terlalu banyak." Shen Long merasa tidak enak dengan pemberian tersebut.


" Long'er, jangan menolak pemberian Gurumu ini." Lin Kun merasa bahwa Shen Long memang pantas mendapatkannya.


" Baik Guru." Shen Long tidak berani membantah perintah Gurunya, lalu memasukkan kantong koin tersebut.


" Para Tetua dan Guru semuanya. Kalian boleh mencari penginapan di tempat ini. Aku akan melaporkan kedatangan kita kepada pihak Istana Kerajaan." Cang Mu menundukkan kepala, lalu meninggalkan tempat tersebut menuju Gerbang Istana Kerajaan Qing.


Begitupun dengan para Tetua yang lain, mereka semua membawa murid mereka untuk mencari penginapan.


Ibukota Kerajaan Qing memang sangat luas, bangunan-bangunan berjejer rapi seluas mata memandang.


Kini Jin Song dan Lin Kun membawa kedua murid mereka berjalan ke arah lain untuk mencari penginapan yang cukup sederhana.


Jin Song dan Lin Kun lebih memilih mencari penginapan sederhana, bukan karena tidak memiliki koin. Namun demi keamanan mereka, karena tidak ingin bersinggungan dengan anggota Sekte atau Klan yang lain.


Apalagi di Ibukota Kerajaan Qing tidak seperti kota Dahyan yang merupakan hanya anggota Cabang.


Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di sebuah penginapan di paling pinggir Ibukota, dimana tidak terlalu ramai pengunjung.


Melihat kedatangan keempat sosok tersebut, salah satu Pelayan langsung berlari kecil menghampiri mereka.


" Selamat datang Tuan-tuan dan Nona. Apa yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan tersebut dengan ramah.


Hal itu tentu dia lakukan karena penginapan mereka jarang sekali mendapatkan pengunjung.


Hanya karena akan diadakan turnamen, penginapan tersebut baru didatangi pengunjung.


" Pelayan, kami ingin memesan empat kamar selama satu minggu." Ucap Jin Song.


" Untuk satu malam senilai 600 Koin perunggu untuk satu kamar. Totalnya 16 koin perak dan 800 koin perunggu." Jawab pelayan tersebut karena penginapan mereka bisa dibilang paling murah.

__ADS_1


Jika saja di penginapan berkelas, maka sudah pasti menghabiskan puluhan koin emas hanya untuk satu malam.


__ADS_2