Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 561. Shen Long Vs Pria Sepuh


__ADS_3

Shen Long juga tidak tinggal diam, langsung mengayunkan pedangnya untuk menyambut serangan dari pria sepuh.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Tebasan pedang dari tangan Shen Long, mampu ditangkis oleh pria sepuh, membuat tangan Shen Long terasa kebas.


" Pak tua ini sangat berpengalaman dalam bertarung." Pikir Shen Long, sambil mengayunkan pedangnya seraya melangkah ke belakang, untuk memperluas ruang geraknya.


Namun pria sepuh itu seakan memahami gerakan dari pihak lawan, sehingga dia terus bergerak maju untuk menyerang Shen Long.


" Pemuda ini benar-benar berbakat. Baru kali ini aku mendapatkan lawan yang memiliki pengalaman bertarung sangat tinggi." Pria sepuh berdecak kagum melihat permainan pedang yang dilakukan oleh Shen Long.


Pria sepuh itu tidak menganggap bahwa dia sedang bertarung melawan sosok yang masih muda, melainkan seperti sedang bertarung melawan seorang Kultivator yang sudah berusia ratusan tahun.


" Aku harus membunuh pemuda ini secepat mungkin. Jika dibiarkan hidup lebih lama, maka kemampuannya semakin tidak terbendung." Pikir pria sepuh, sambil bertukar serangan dengan Shen Long.


Pria sepuh itu merasa beruntung jika Shen Long tidak hidup pada generasinya, jika mereka memiliki usia yang sama, maka untuk menyentuh kulit Shen Long saja tidak mampu.


" Aku akui kemampuanmu anak muda. Namun sayang sekali... Sebelum kamu lahir, aku sudah menjalani banyak pertarungan." Pria sepuh tersenyum lebar, karena bagaimanapun Shen sangatlah muda


" Usia tidak menjamin kemenangan. Itu artinya sepanjang hidupmu begitu sia-sia." Ucap Shen Long, sambil menjaga jarak untuk melancarkan serangannya.


Mendengar perkataan dari Shen Long, pria sepuh memasang wajah jelek, karena ucapan dari Shen Long merupakan tamparan keras di wajahnya.


" Jika saja aku tidak dalam keadaan terluka, akan ku pastikan kamu akan membunuhmu dengan satu kali pukulan."


" Asal kamu tahu, akulah yang menciptakan pelindung disini untuk bersembunyi. Sayangnya akibat kemunculan wilayah baru itu, kemampuan pelindung yang aku ciptakan memiliki celah." Sambil bertukar serangan, pria sepuh menjelaskan kepada Shen Long, bahwa dialah yang memiliki gunung tersebut.


Namun akibat perpindahan wilayah kediaman Klan Long, pelindung yang dia ciptakan semakin melemah, hingga bisa terlihat oleh para Kultivator lainnya.


" Jika kamu ingin memberikan akar spiritual Immortal itu, maka kamu bebas mengambil Sumberdaya di tempat ini." Pria sepuh kembali bernegosiasi, karena dia tidak ingin lukanya semakin parah jika terus bertarung.


" Mau mengambil akar spiritual Immortal milikku? MIMPI." Ucap Shen Long, sambil bertukar serangan.


Mendengar ucapan tersebut, pria sepuh merapatkan giginya. Karena tidak ada pilihan lain, pria sepuh harus menambah kekuatanya untuk menghadapi Shen Long, meskipun sangat beresiko.


" Tinju Peremuk Tulang."

__ADS_1


Buussshh!


Pria sepuh mengalirkan Qi pada kepalan tangan kanannya, lalu mengarahkan kepada Shen Long.


Merasakan serangan dari pihak lawan sangat berbahaya, Shen Long dengan buru-buru menyilangkan kedua tangannya untuk memblokir serangan dari pihak lawan, karena dia tidak sempat menghindar.


Bboooom!


Sebuah pukulan keras bersarang pada pelindung yang diciptakan Shen Long, membuatnya terlempar hingga membentur dinding goa.


Perbedaan tingkat Kultivasi yang terlampau jauh, membuat Shen Long menyemburkan darah dari mulutnya, lalu kembali bangkit berdiri.


" Tidak menyangka jika kamu masih mampu menahan seranganku." Pria sepuh tersenyum pahit sambil menatap ke arah Shen Long dengan tatapan tidak percaya.


" Kamu pikir aku memikirkan hal ini sebelumnya?" Ucap Shen Long, sambil mengusap darah yang keluar dari mulutnya.


Shen Long juga menyadari bahwa serangannya tidak akan mampu mengalahkan lawannya.


Oleh karena itu, Shen Long lebih memilih untuk bertahan, agar pria sepuh mengeluarkan teknik yang dia miliki.


Dengan demikian, setiap teknik yang dilepaskan, maka pria sepuh akan mendapatkan serangan balik dari tekniknya sendiri, akibat luka dalam yang sudah lama dia alami.


" Sialan... Apa dia mengetahui luka dalam yang aku alami?" Pikir pria sepuh, sambil menatap ke arah Shen Long dengan tatapan serius.


" Jika kamu mampu membunuhku, keluarkan semua teknik yang kamu miliki." Shen Long dengan sengaja memprovokasi, agar pria sepuh mengeluarkan semua kemampuannya.


Mendengar ucapan tersebut, pria sepuh memasang wajah jelek, karena Shen Long sengaja memancingnya.


" Baiklah, jika itu yang kamu inginkan." Ucap pria sepuh, lalu merentangkan kedua tangannya.


Pria sepuh berniat untuk melumpuhkan Shen Long hanya dalam satu kali serangan. Dengan demikian, pria sepuh bisa mengambil paksa akar spiritual Immortal agar bisa memulihkan diri.


Sedangkan Shen Long sendiri harus menjaga jarak, agar bisa menghindari serangan dari pihak lawan, saat dalam keadaan terdesak.


" Tapak Darah Hitam."


Buussshh!


Sebuah tapak raksasa muncul dari tubuh pria sepuh, melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Shen Long.


" Seni Naga Emas, Langkah Bayangan."

__ADS_1


Wuush!


Shen Long mengalirkan Qi dalam jumlah besar pada kedua kakinya, langsung melesat ke sebuah arah untuk menghindari arah serangan.


Bboooom!


Tapak raksasa bersarang pada dinding goa, hingga membentuk ukiran tapak raksasa, membuat seisi goa bergetar hebat.


Sementara itu Shen Long juga terkapar di tanah. Meskipun serangan tapak raksasa bisa dihindari, namun efeknya masih mampu melukai Shen Long.


" Uhuuuk.... Serangan itu tadi sangat menakutkan." Gumam Shen Long, sambil memegang dadanya yang seakan remuk.


Bahkan darah yang keluar dari mulut Shen Long lebih banyak dari sebelumnya.


Di sisi lain, kondisi pria sepuh juga tidak dalam keadaan baik-baik, dimana pria sepuh langsung tersungkur ke tanah, sambil menyemburkan darah dari mulutnya.


" Bagaimana mungkin? Pemuda ini masih mampu menghindar dari seranganku?" Pandangan pria sepuh mulai buram karena kondisinya benar-benar sudah terluka berat.


Meskipun serangan Shen Long tidak mampu melukai kulitnya, namun akibat luka dalam yang menggerogoti organ tubuhnya, membuat luka yang dialami pria sepuh semakin parah.


Di sisi lain, Shen Long tersenyum lebar, karena rencananya untuk mengalahkan pria sepuh sudah berhasil.


Meskipun kondisinya juga sedang tidak baik, Shen Long kembali bangkit berdiri, lalu melesat ke arah pria sepuh.


" Sekarang giliranku."


Shen Long melesat dengan kecepatan tinggi, sambil mengayunkan pedangnya untuk menyerang pihak lawan.


Sementara itu, pria sepuh yang sudah mengalami luka berat, kini menggerutu dalam hati karena serangan sebelumnya tidak mampu membunuh Shen Long.


Pandangan pria sepuh yang sudah mulai pudar, kini berusaha untuk bangkit berdiri, seakan tidak terima jika dirinya bisa dikalahkan oleh seseorang pemuda yang hanya mencapai Pendekar Alam tingkat tiga.


Craaakk!


Craaakk!


Craaakk!


Sebelum pria sepuh menyeimbangkan tubuhnya, kini tebasan demi tebasan bersarang pada tubuhnya, membuat pria sepuh tidak bisa menghindar.


" Aku tidak rela." Pria sepuh berkata dengan nada lemah, karena kondisinya benar-benar sudah tidak berdaya, sehingga tidak mampu menghindari setiap tebasan dari Shen Long.

__ADS_1


Kondisi pria sepuh dipenuhi luka sayatan di sekujur tubuhnya, namun dia masih mampu bertahan meskipun sudah berlumuran darah.


__ADS_2