
Kini satu-persatu para murid melesat ke arah Api Alkemis, dimana mereka semua sudah menyelesaikan pertarungan dengan Kera Api sebelumnya.
" Api Alkemis ini milik Perguruan Naga Hitam." Ucap salah satu sosok dari Perguruan Naga Hitam.
" Tidak! Api Alkemis milik Perguruan Naga Tunggal." Sosok yang lain juga terlihat mau kalah, langsung menghadang murid Perguruan Naga Hitam.
" Api Alkemis milik Perguruan Naga Kabut." Long Duanjun juga tidak ingin ketinggalan bagian, langsung ikut bergabung dalam pertarungan bersama rombongannya.
Pertarungan itupun kembali pecah, karena mereka juga tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk mengambil Api Alkemis.
Membutuhkan waktu yang cukup lama, kini semuanya terlihat kelelahan karena sudah banyak mengeluarkan tenaga.
Bahkan diantaranya sudah banyak mengalami luka berat, membuat para murid harus menyerah agar tidak terbunuh.
" Mereka seperti sekumpulan orang barbar." Shen Long yang menyaksikan dari kejauhan, kini menggelengkan kepala karena semuanya tidak ada yang mengalah.
Wuush!
Shen Long melesat cepat ke arah Api Alkemis, lalu berdiri di depan para murid yang sedang bertarung.
" Kalian ini terlalu bodoh! Apa kalian tidak sadar bahwa murid Perguruan Naga Hitam dan Perguruan Naga Merah ingin membunuh kalian?" Shen Long yang sudah berdiri di depan, kini menatap tajam ke arah mereka.
Mendengar ucapan tersebut, pertarungan langsung terhenti, dimana semuanya menatap ke arah Shen Long.
" Kalian lihat sendiri kekompakan murid Perguruan Naga Hitam dan Perguruan Naga Merah? Sebelumnya Perguruan Naga Merah telah banyak membunuh murid Perguruan Naga Biru."
Jika tidak percaya, Silahkan tanyakan langsung kepada salah satu murid Perguruan Naga Biru jika kalian bertemu dengan mereka."
Shen Long menjelaskan tentang apa yang terjadi sebelumnya, membuat murid Perguruan Naga Kabut dan Perguruan Naga Tunggal saling berpandangan.
Kini semua murid Perguruan Naga Tunggal dan Naga Kabut mulai tersadar, karena mereka sebelumnya juga diingatkan oleh Tetua Naga Tunggal dan Tetua Naga Kabut.
Di sisi lain, murid Perguruan Naga Hitam dan Perguruan Naga Merah mengumpat dalam hati, karena rencana mereka sudah diketahui.
__ADS_1
" Kamu boleh mengambil Api Alkemis itu, tapi bukan berarti kamu bisa bebas." Salah satu murid Perguruan Naga Tunggal menatap ke arah Shen Long.
Untuk kali ini murid Perguruan Naga Tunggal tidak memiliki minat lagi untuk mengambil Api Alkemis, karena sebagai anggota Klan Long, mereka seakan dipermainkan oleh Perguruan Naga Hitam dan Perguruan Naga Merah.
" Kita harus menyelesaikan masalah ini. Dan kali ini aku akan memberikan Api Alkemis itu untukmu!" Long Duanjun juga lebih mementingkan keselamatan Klan Long.
Kedua murid perguruan itu yang memiliki garis darah murni Klan Long, berpikir bahwa Perguruan Naga Hitam dan Perguruan Naga Merah jauh lebih penting dari Api Alkemis, sehingga mereka mengesampingkan kepentingan pribadi.
" Kalian tenang saja, aku tidak berniat untuk mengambil Api Alkemis ini. Tapi aku akan memberikan kepada seseorang yang lebih cocok." Jawab Shen Long, lalu mengeluarkan kotak giok.
" Teman-teman, sebagai anggota Klan Long, kita harus membalaskan dendam saudara kita yang mereka bunuh!" Long Duanjun mengangkat tangan kanannya, memberi isyarat agar mereka bisa bertarung hidup dan mati.
" Serang!" Teriak kedua perguruan, lalu menggunakan semua kemampuannya untuk membunuh pihak lawan.
Di sisi lain murid Perguruan Naga Hitam dan Perguruan Naga Merah mengumpat dalam hati, karena situasi mereka tidak dalam keadaan baik-baik.
Kali ini pertarungan antara keempat perguruan semakin sengit, karena pertarungan itu menyangkut harga diri sebagai anggota Klan Long.
Di sisi lain Shen Long tidak ingin ikut campur, karena menurutnya Perguruan Naga Tunggal dan Perguruan Naga Kabut yang berjumlah 97 orang masih mampu mengalahkan Perguruan Naga Hitam dan Perguruan Naga Merah yang hanya berjumlah 53 orang.
Melihat kepergian Shen Long, pemimpin murid Perguruan Naga Hitam terlihat kesal, namun tidak bisa berbuat apa-apa, karena anggota Klan Long telah meluapkan kemarahan mereka terhadap Klan Gui.
*******
Di sisi lain Long Chieyu dan Long Qianxue terlihat khawatir karena Long Yutian belum juga muncul.
" Apa yang terjadi pada kakak?" Long Chieyu berjalan mondar mandir sambil menatap ke sebuah arah.
" Seharusnya aku yang lebih panik, karena aku adalah calon istrinya." Long Qianxue juga tidak kalah panik, bahkan berencana untuk kembali ke bukit sebelumnya untuk mencari Long Yutian.
Long Chieyu sama sekali tidak peduli dengan perkataan Long Qianxue, karena kekhawatirannya kepada Long Yutian begitu kuat.
Saat Long Qianxue ingin kembali ke bukit, kini terlihat Shen Long berlari ke arah mereka, dengan membawa sebuah kotak giok di tangannya.
__ADS_1
" Gege."
" Kakak."
Kedua gadis itupun berlari ke arah Shen Long, langsung memeluknya dengan erat, membuat Shen Long merasa sesak nafas.
" Apa kalian ingin membunuhku?" Shen Long terlihat kesal karena kedua gadis itu memeluknya dengan erat.
" Maaf." Keduanya melepaskan pelukannya sambil menundukkan kepala karena merasa malu.
" Aku sudah mendapatkan Api Alkemis. Sekarang kita cari tempat yang aman agar kamu bisa menyerap Api Alkemis ini." Shen Long tidak ingin membuang waktu, langsung membawa mereka meninggalkan tempat tersebut.
Dengan sebuah anggukan kecil, keduanya langsung berlari mengikuti Shen Long yang telah berlari untuk mencari tempat yang aman.
Setelah beberapa saat, kini mereka telah berada di sebuah goa yang kebetulan tidak jauh dari mereka.
" Sepertinya goa ini sangat cocok untuk tempat tinggal sementara waktu." Shen Long melangkahkan kakinya menuju ke mulut goa, sambil meningkatkan kewaspadaan.
Beruntung goa itu tidak memiliki penghuni, sehingga mereka bisa masuk ke dalam tanpa mengalami kendala apapun.
" Sebaiknya kamu menyerap Api Alkemis di batu besar itu." Ucap Shen Long, sambil menunjuk ke arah batu besar yang bagian atasnya terlihat rata.
" Mmmm." Long Chieyu mengangguk, lalu melompat ke arah batu besar.
Sambil menunggu proses penyerapan yang dilakukan Long Chieyu, Shen Long memilih untuk berjaga sambil membaca Kitab yang diberikan tiga master ketika masih berada di daratan Sangay.
" Gege... Kamu memiliki Kitab sebanyak ini, didapatkan dari mana?" Pada akhirnya Long Qianxue bertanya kepada Shen Long, karena buntalan kain milik Shen Long hampir semua diisi oleh Kitab.
" Kitab ini diberikan oleh seorang teman." Jawab Shen Long, sambil membaca Kitab di tangannya.
" Apa aku boleh ikut membacanya?" Tanya Long Qianxue, karena dia merasa yakin bahwa Long Yutian bisa seperti sekarang berkat bantuan Kitab yang selalu dia bawa.
Tanpa berkata apapun, Shen Long hanya mengangguk, dimana Long Qianxue mengambil salah satu Kitab yang membuatnya merasa tertarik.
__ADS_1
" Bukankah Kitab ini adalah milik Pendeta dari Kuil Cahaya Buddha?" Long Qianxue tidak menyangka bahwa Shen Long memiliki Kitab terlarang Kuil Cahaya Buddha.