Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Cang Li Yuan


__ADS_3

Setelah itu, Lin Kun menjelaskan tentang fungsi dari bunga Yin yang baru saja dia berikan kepada Shen Long.


Shen Long juga menceritakan siapa sebenarnya Pelayan yang memberikan Cincin itu kepadanya, yang merupakan Putri dari pemilik Assosiasi Menara Obat dengan perjanjian kerjasama.


Mendengar ucapan tersebut, Lin Kun merasa khawatir jika Shen Long harus berburu Inti Roh dan menjualnya kepada Assosiasi Menara Obat, maka perkembangan Shen Long akan terhambat dan tentu sangat beresiko.


" Long'er... Karena kamu tidak bisa menggunakan bunga Yin ini. Jika Guru memberikan saran, Bunga Yin memiliki 24 kelopak. Kamu bisa memberikan beberapa kelopak bunga Yin kepada gadis yang memberikan Cincin ini kepadamu sebagai balas budi. Agar di masa depan perjalanan hidupmu tidak terbebani dengan jasa gadis itu." Lin Kun menganggap bahwa Zhang Yuxing ingin memanfaatkan Shen Long untuk keuntungan Assosiasi Menara Obat dimana muridnya harus berburu setiap hari seumur hidup untuk membayar Cincin Ruang tingkat Surgawi.


" Baik Guru. Aku juga berniat untuk memberikan lima kelopak bunga Yin kepada Nona Yuxing. Aku rasa nilainya akan seimbang dengan harga Cincin Ruang ini." Shen Long menganggap lima kelopak bunga Yin memiliki nilai yang sebanding dengan Cincin Ruang miliknya.


" Mmmm... Guru juga berpikir begitu. Sisanya kamu bisa berikan kepada Lie'er dan Yin'er. Karena aku berpikir salah satu dari kedua gadis itu akan menjadi pasanganmu di masa depan." Ucap Lin Kun seraya tersenyum lebar.


" Gluug." Shen Long menelan ludah, karena dia sama sekali tidak pernah memikirkan hal seperti itu.


Meskipun saran dari Gurunya cukup masuk akal, tapi Shen Long memiliki cara lain untuk menyerahkan kelopak bunga Yin tersebut agar kedua gadis itu tidak merasa berhutang budi kepadanya.


" Guru... Aku memiliki satu permintaan kepada Guru." Ucap Shen Long.


" Long'er... Apa itu?" Lin Kun merasa penasaran memiliki firasat buruk saat melihat senyuman dari wajah Shen Long, walaupun pemuda itu berusaha menyembunyikannya.


" Murid serahkan kelopak bunga Yin ini kepada Guru untuk memberikan kepada mereka. Guru sudah tau sendiri bagaimana Yin'er selalu menempel padaku, bahkan Saudari Rou Lie juga ikut-ikutan. Jika murid yang memberikannya, bukan tidak mungkin kedua gadis itu malah semakin dekat denganku. Itu artinya mereka malah tidak fokus untuk berlatih." Ucap Shen Long lalu memberikan 19 kelopak bunga Yin kepada Lin Kun.


Mendengar ucapan tersebut, menurut Lin Kun cukup masuk akal. Namun yang menjadi pertanyaan sekarang di benak Lin Kun, sejak kapan Shen Long memiliki pikiran yang licik seperti itu.


Bahkan Lin Kun tidak bisa mengenali lagi sifat dari Shen Long sejak kepergiannya ke Wihara Cahaya Budha, sifatnya susah ditebak.


" Haaahh... Baiklah, aku akan memberikan kepada mereka." Lin Kun mengambil kelopak bunga Yin itu kembali lalu keluar dari kamar tersebut.


Setelah kepergian Lin Kun, Shen Long langsung mengunci pintu kamarnya lalu mencari tempat untuk mengambil posisi duduk bersila.


" Sepertinya aku harus mengambil Pedang Bayangan Malam itu untuk mengikuti turnamen." Shen Long merasa Pedang Bayangan Malam memiliki kualitas tinggi yang tentu sangat membantunya.

__ADS_1


Namun sebelum mengambil Pedang Bayangan Malam, Shen Long lebih memilih untuk menghilangkan Aura Pembunuh miliknya yang masih banyak tersisa.


*******


( Ruang rapat Sekte Pedang Suci )


Terlihat dua sosok yang sedang berada di tempat itu dengan wajah serius salah satunya adalah sosok wanita yang terlihat masih muda dan sangat cantik, namun sebenarnya sudah berusia 37 Tahun.


Wanita itu adalah Matriak Sekte Pedang Suci yang baru saja diangkat beberapa bulan yang lalu oleh Patriak sebelumnya dan juga sebagai Guru dari wanita tersebut.


Wanita itu bernama Jun Lixing, yang beberapa bulan yang lalu sudah menyelesaikan latihan tertutup selama 14 tahun.


" Salam Matriak, anggota Sekte Seribu Pedang baru saja sampai." Ucap Tetua Cang Mu.


" Mmmm... Apa kamu mengenal mereka?" Tanya Jun Lixing.


" Salah satunya adalah Tetua Jin Song dan Guru Lin Kun. Sedangkan kelima murid mereka adalah Putri dari Patriak Yan Ran dan Putra dari Tetua Jin Song. untuk kedua Pemuda dan satu wanita lagi saya belum mengenalnya." Cang Mu memberikan keterangan dari penyelidikannya terhadap anggota Sekte Seribu Pedang.


" Salah satunya Seorang Pemuda dan berwibawa yang terlihat sangat tampan yang sudah mencapai Pendekar Alam tingkat 4 seusai 17 tahun. Satunya lagi seorang gadis berusia 16 tahun terlihat cantik yang sudah mencapai Pendekar Alam tingkat 3. Sepertinya mereka sangat mirip dengan Matriak." Ucap Cang Mu.


" Sedangkan yang satunya lagi seorang Pria berkepala botak terlihat seperti biasa-biasa saja. Tapi aku tidak merasakan tingkat Kultivasinya." Lanjut Cang Mu.


" Hhmmm... Biarkan mereka menyelesaikan turnamen ini dulu. Tetua, aku perintahkan kepadamu untuk menyelidiki Pemuda botak yang kamu ceritakan! Aku pikir dia tidak sesederhana yang kamu pikirkan." Ucap Jun Lixing sambil menahan rasa rindu kepada kedua anaknya.


Terlebih untuk Putri kecilnya yang pada waktu itu masih bayi merah, dimana mereka harus berpisah demi keselamatan kedua anaknya.


" Baik Matriak. Kalau begitu aku pamit dulu." Cang Mu memakup kedua tangannya lalu meninggalkan ruangan tersebut.


Kini hanya tersisa Jun Yixing seorang diri sambil mengusap air matanya yang tidak henti mengalir.


" Jun'er, Yin'er... Kalian sudah besar nak. Aku harap kalian bisa memaafkan ibumu ini nak." Jun Yixing berusaha untuk menahan rasa rindu kepada kedua anaknya.

__ADS_1


" Suamiku... Aku harap kamu juga bisa melihat kedua anak kita dari sana." Ucap Jun Lixing sambil menatap ke arah langit-langit dengan tatapan kosong.


Wanita itu berjanji dalam hati untuk melindungi kedua anaknya tersebut dengan cara apapun, dimana dia sudah mengumpulkan berbagai Sumberdaya untuk kedua anaknya tersebut.


" Sekte Kalajengking Hitam... Suatu saat aku akan membalas dendam atas kematian Suamiku." Jun Lixing mengepal tangannya saat mengingat kembali kejadian pada saat keluarga Klan Jun dibantai oleh anggota Sekte Kalajengking Hitam, meskipun dia tidak mengetahui motif dari penyerangan tersebut.


Namun Jun Lixing sangat yakin bahwa ada Klan lain yang ingin menghancurkan keluarga Klan Jun dengan meminta bantuan kepada Sekte Kalajengking Hitam yang merupakan Sekte terbesar aliran Hitam di Kekaisaran Wei.


Tidak lama kemudian terlihat satu sosok wanita yang memakai penutup wajah mendatangi dimana Jun Lixing sedang berada.


" Salam Matriak." Ucap wanita itu sambil memberi hormat.


Wanita itu adalah cucu dari Patriak Sekte Pedang Suci sebelumnya dan merupakan Kultivator Muda jenius di Sekte Pedang Suci.


Namun tidak ada yang pernah melihat wajahnya, bahkan Jun Lixing sendiri sebagai Matriak dan sebagai Guru Gadis tersebut juga tidak pernah melihat wajahnya.


Wanita itu bernama Cang Li Yuan, sekaligus keponakan Cang Mu.


" Ada apa Yuan'er?" Tanya Jun Lixing.


" Maaf Matriak... Sebenarnya murid tidak ingin mengikuti kompetisi itu. Murid hanya ingin fokus berlatih." Ucap Cang Li Yuan.


" Yuan'er... Aku melakukan ini sesuai janjiku kepada Guru yang merupakan Kakekmu sendiri. Jika aku gagal, sama saja telah mengabaikan pesan dari Guru." Ucap Jun Lixing sambil menggelengkan kepala.


Jun Lixing memang mengetahui sifat dari Cang Li Yuan yang tidak ingin berinteraksi kepada siapapun kecuali Gurunya Jun Lixing dan mendiang kakeknya.


Untuk itulah Cang Li Yuan tidak ingin mengikuti kompetisi tersebut, karena harus berada di tempat keramaian.


" Baik Guru, murid akan mengikuti kompetisi itu." Cang Li Yuan tidak ingin membantah, karena bagaimanapun itu adalah perintah dari gurunya sendiri dan kakeknya.


Gadis itupun memberi hormat lalu meninggalkan ruangan tersebut sambil memperhatikan keadaan sekitar agar keberadaannya tidak diketahui siapapun.

__ADS_1


__ADS_2