Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Shen Yin


__ADS_3

Dengan cepat Shen Long langsung mengambil sebuah peti yang berdekatan dengan letak telur sebelumnya lalu membukanya.


Terlihat sebuah catatan dan sebuah mahkota berwarna putih kristal yang begitu indah, sehingga Shen Long dengan buru-buru membaca catatan tersebut.


{ Siapapun yang menemukan Telur ini, harus merawatnya dengan baik. Agar telur ini bisa menetas, harus membutuhkan tetesan darah dari seorang Pria dan wanita dengan menggunakan kekuatan spiritual mereka. }


Di dalam catatan itu juga menerangkan cara untuk menetaskan telur tersebut, agar tidak terjadi kesalahan.


Jun Mei Yin yang melihat hal itu juga ikut membacanya sehingga kedua sosok tersebut saling berpandangan.


" Long'gege, tolong bantu aku untuk menetaskan telur ini." Jun Mei Yin seakan memelas.


" Baiklah, aku akan membantumu." Dengan sedikit mengatur napas, Shen Long mengangguk setuju.


" Terimakasih Gege." Jun Mei Yin terlihat senang sesaat matanya tertuju pada sebuah mahkota yang berada di peti tersebut.


" Sepertinya ini cocok untukku." Jun Mei Yin mengambil mahkota tersebut lalu memakainya.


Sesaat kemudian Jun Mei Yin merasa suatu keanehan di kepalanya, sehingga wanita itu langsung berdiri mematung.


" Yin'er, ada apa denganmu?" Shen Long merasa heran sambil menatap ke arah Jun Mei Yin.


Namun sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari gadis itu membuat Shen Long terlihat panik dengan menggoyang-goyangkan tubuh Jun Mei Yin.


" Mengapa bisa seperti ini?" Shen Long terlihat kebingungan lalu mengangkat tubuh gadis tersebut lalu membaringkan di atas batu besar yang atasnya terlihat datar.


Tidak lupa Shen Long juga meletakkan telur tersebut di pangkuan Jun Mei Yin.


*******


Di alam kesadaran Jun Mei Yin telah berada di kaki gunung tempat mereka berdua dengan Shen Long muncul sebelumnya.


" Kenapa aku bisa kembali lagi kesini?" Jun Mei Yin merasa heran karena telah berpindah ke tempat semula.


" Ya, karena Dunia kecil ini milikmu sekarang." Terdengar suara wanita menggema di udara.

__ADS_1


" Siapa kamu?" Jun Mei Yin sontak kaget langsung meningkatkan kewaspadaan.


" Aku adalah pemilik Dunia kecil ini sebelumnya. Sekarang kamu akan menjadi pewaris Dunia kecil ini." Ucap suara tersebut.


" Bawa aku kembali ke tempat semula, Aku ingin bertemu Long'gege." Jun Mei Yin tidak memperdulikan tentang warisan atau apapun, karena dia hanya ingin bertemu pujaan hatinya.


" Dasar manusia tidak tau berterima kasih. Kamu telah dibutakan oleh cinta. Sekarang aku ingin bertanya kepadamu, apa kamu ingin menjadi lebih kuat atau menjadi seorang wanita yang mengemis cinta?" Tanya suara wanita tersebut.


Jun Mei Yin pun langsung terdiam sambil memikirkan sesuatu. Jika dia bisa kuat, maka dia bisa bersama Shen Long selamanya dan melindungi pujaan hatinya dari gadis-gadis yang lain.


" Guru, aku bersedia menjadi murid." Jun Mei Yin berlutut hingga menyentuh tanah.


" Bagus. Sekarang kamu usir pemuda itu, karena Dunia kecil ini agar kamu bisa menyerap semua informasi yang ada di Dunia kecil ini. Tapi sebelumnya, kamu boleh meminta bantuan pemuda itu untuk menetaskan telur yang pernah aku dapatkan ribuan tahun yang lalu sebelum menciptakan Dunia kecil ini." ucap suara wanita tersebut.


Mendengar ucapan tersebut Jun Mei Yin terlihat murung, bagaimana mungkin baginya mengusir Shen Long yang sebagai pujaan hatinya.


" Apa Guru tau tentang telur itu?" Tanya Jun Mei Yin.


" Guru juga tidak mengetahuinya." Jawab suara wanita itu dengan singkat.


Beruntung di sisa kesadarannya, dia sempat menulis catatan dan menaruhnya di dalam peti kecil.


" Sekarang seraplah sisa kekuatanku! Lanjutkan perjuangan Gurumu ini." Terlihat sebuah cahaya berwarna putih dari atas langit lalu masuk ke tubuh Jun Mei Yin.


Seketika Jun Mei Yin membuka mata dimana posisinya sedang berbaring.


" Yin'er. Syukurlah kamu masih hidup." Shen Long terlihat senang sambil memegang tangan gadis tersebut.


Melihat wajah pemuda itu begitu khawatir kepadanya, Jun Mei Yin terlihat senang lalu memeluk Shen Long yang ada di sampingnya.


" Yin'er, sebenarnya apa yang terjadi denganmu?" Tanya Shen Long terlihat penasaran.


" Tidak terjadi apapun. Mungkin saja karena aku kelelahan." Jun Mei Yin tidak mungkin menceritakan kejadian yang baru saja dia alami.


" Sebaiknya kita pergi dari tempat ini." Shen Long beranjak dari tempat tersebut berniat untuk keluar dari goa.

__ADS_1


" Long'gege, tunggu! Kita harus menetaskan telur ini terlebih dulu." Jun Mei Yin mengambil sebuah tempat lalu meletakkan telur tersebut di depannya.


Shen Long pun berbalik ke arah Jun Mei Yin, lalu mengambil posisi duduk berhadapan dengan gadis itu dimana di tengah mereka terdapat sebuah telur.


Mereka berdua pun memejamkan mata menggunakan spiritual sesuai petunjuk dari catatan sebelumnya.


Tidak lama kemudian Shen Long dan Jun Mei Yin menggigit jari mereka, lalu meneteskan darah tersebut di cangkang telur di tengah mereka.


Seketika udara sekeliling bergetar hebat, hingga dalam beberapa saat telur tersebut menimbulkan respon dimana terdapat beberapa goresan.


Mereka pun satu-persatu membuka mata sambil menatap ke arah telur di tengah mereka.


" Apakah berhasil?" Shen Long dan Jun Mei Yin memperhatikan telur tersebut masih belum menetas.


" Yei... Akhirnya aku bisa hidup kembali." Terdengar suara dari dalam telur tersebut.


" Apa? Bagaimana mungkin?" Shen Long dan Jun Mei Yin merasa tidak percaya karena mendengar sebuah telur bisa bicara.


" Ayah, Ibu... Ada apa dengan kalian?" Tanya telur tersebut.


Mendengar ucapan tersebut Shen Long langsung membulatkan mata dengan rahang terbuka, sedangkan Jun Mei Yin juga mengalami hal yang sama namun terlihat senang dengan panggilan itu.


" Aku bukan Ayahmu." Shen Long terlihat kesal, karena sosok dibalik telur tersebut menganggap mereka sebagai orang tuanya.


" Ayah jahat. Aku hidup karena bantuan darah dari ayah dan ibu. Apa ayah tidak ingin mengakuiku sebagai anakmu?" Tanya telur itu.


" Anakku, kamu jangan begitu kepada ayahmu. Biar ibu yang akan merawat mu." Jun Mei Yin memeluk telur tersebut dengan lembut.


" Terimakasih ibu. Ibu sangat baik, pelukan ibu begitu hangat." Ucap telur tersebut.


" Karena kamu anakku, maka ibu akan memberimu nama Shen.... Yin.... Gabungan dari nama ayah dan ibumu." Jun Mei Yin ingin menggabungkan namanya bersama Shen Long.


Shen Long yang mendengar nama tersebut, kini langsung terbatuk-batuk bagaimana Jun Mei Yin bisa berpikir seperti itu.


Bahkan jika Shen Long dan Jun Mei Yin sudah menikah, Pemuda itu tidak akan mengakui seekor hewan buas sebagai anaknya. Apalagi Shen Long tidak pernah berpikir untuk menikah, ditambah lagi dia menganggap Jun Mei Yin sebagai adiknya.

__ADS_1


Disisi lain Jun Mei Yin terlihat begitu bahagia dengan kehadiran Shen Yin sebagai anaknya bersama Shen Long, dimana dia terus memeluk erat telur tersebut.


__ADS_2