Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Kebangkitan Tubuh Dewi Phoenix


__ADS_3

Kini kedua gadis itu terlihat murung karena kesucian mereka telah dinodai oleh orang yang tidak mereka ketahui.


Meskipun efek racun buta sudah menghilang, namun efek serbuk merah muda membuat mereka tidak mengetahui kejadian semalam yang menimpa mereka.


" Aku yakin pelakunya adalah keempat murid Sekte Giok Hitam itu." Cang Li Yuan mengeluarkan niat membunuh sambil menahan rasa sakit di bagian bawah perutnya.


" Jika begitu apa yang harus kita lakukan?" Yan Rou Lie tidak kalah marah juga menahan rasa sakit di bagian bawah perutnya.


" Kita harus meminta pertanggung jawaban mereka!" Cang Li Yuan mengepal tangannya lalu menatap ke arah sumber suara.


Kedua wanita itu pun memungut pakaian mereka lalu memasangkan kembali berniat untuk melakukan pembalasan.


Setelah menggunakan kembali pakaiannya, kedua wanita itu berjalan hingga saat beberapa saat kedua wanita itu dikagetkan dengan kedua mayat yang tergeletak di bagian goa.


Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie memperhatikan kedua mayat tersebut dengan penuh selidik, dimana mereka berdua berasumsi bahwa kedua pemuda itu adalah pelaku yang merenggut kesucian mereka.


" Coba kita periksa mereka." Cang Li Yuan langsung meraba tubuh salah satu mayat tersebut dimana Yan Rou Lie juga ikut memeriksa mayat yang lain.


Saat memeriksa tubuh kedua mayat tersebut, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie berhasil menemukan rumput sinar dari tiga jenis, beberapa koin perunggu, dan dua pil yang berwarna merah muda.


" Ternyata mereka adalah pelakunya. Aku yakin Pil ini adalah Pil untuk membangkitkan gairah. Sekte Bambu Kuning benar-benar licik." Cang Li Yuan sangat geram ingin sekali memotong mayat tersebut hingga menjadi beberapa bagian.


" Lalu apa yang harus kita lakukan? Jika kita melaporkan hal ini, maka kita membuka aib kita sendiri." Yan Rou Lie merasa tidak mungkin untuk mengumbar aibnya di depan orang banyak.


Mendengar ucapan tersebut, Cang Li Yuan mengerutkan kening dibalik cadarnya apa yang dikatakan Yan Rou Lie ada benarnya.


Kedua wanita itu pun tertunduk lesu sambil meratapi nasib mereka, lalu mengingat kembali saat mereka bertarung melawan murid Sekte Giok Hitam.


" Apa keempat murid Sekte Giok Hitam juga merenggut kesucian kita lalu kabur?" Cang Li Yuan membulatkan mata kembali berasumsi.


Sambil memangku lutut mereka, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie merasa telah kehilangan semangat lalu menangis sejadinya.


Shen Long yang berbeda di tempat persembunyiannya juga mendengar jelas tangisan dari kedua wanita itu yang membuatnya semakin terpukul.


' Maafkan aku Saudari Rou Lie, aku tidak bisa menjaga kalian semua.' Shen Long juga tidak kalah bersedih karena tangisan kedua wanita itu begitu menyayat hatinya.

__ADS_1


Setelah menunggu cukup lama, Isak tangis Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie mulai mereda lalu saling berpandangan.


" Saudari Rou Lie, lebih baik kita pulihkan diri. Tidak mungkin kita bisa melakukan perjalanan dengan kondisi seperti ini." Cang Li Yuan mengambil tempat untuk memulihkan diri karena bagian Inti tubuhnya masih terasa sakit.


Yan Rou Lie pun mengangguk lalu mengambil tempat untuk memulihkan diri dimana dia juga dalam keadaan tidak baik masih merasakan sakit di bagian bawah perutnya.


Melihat kedua wanita itu sedang memulihkan diri, Shen Long yang masih berada di tempat persembunyian juga memulihkan diri karena Qi miliknya sudah habis terkuras akibat melakukan Teknik Tinju Naga Penghancur.


Namun saat Yan Rou Lie sedang memulihkan diri, tiba-tiba dia merasakan dantian miliknya lebih kuat dari sebelumnya.


Bahkan Qi miliknya semakin bertambah, meskipun masih dalam kondisi pemulihan.


Shen Long yang menyadari kekuatan Yan Rou Lie semakin bertambah, kini langsung menghentikan pemulihannya dimana dari kejauhan dia terus mengawasi wanita itu.


Udara di sekitar goa tersebut kini semakin lama semakin liar membuat Cang Li Yuan menghentikan pemulihannya lalu menjauhi wanita itu.


Bbbzzzttt! Bbbzzzttt! Bbbzzzttt!


Yan Rou Lie yang awalnya dia hanya memiliki elemen Api, kini diselimuti elemen Petir membuat Shen Long merasa heran.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Elemen Petir keluar dari tubuh Yan Rou Lie dan bergerak liar menyambar ke berbagai arah.


Bahkan kedua mayat yang tidak jauh dari tempat tersebut tidak luput dari sambaran Petir dari tubuh Yan Rou Lie.


Di sisi lain Cang Li Yuan yang melihat kejadian itu semakin panik karena menganggap Yan Rou Lie telah dirasuki kekuatan besar.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Petir itu pun terus menyambar ke berbagai arah hingga secara perlahan tubuh Yan Rou Lie terangkat ke udara.


Duaarr!


Tiba-tiba sebuah sambaran petir berwarna merah turun dari langit diikuti langit yang begitu gelap dimana awan berkumpul di atas mereka.

__ADS_1


Duaarr!


" Aaarrrggghhhh." Yan Rou Lie merasakan sakit yang luar biasa karena sebuah sambaran petir turun dari langit bersarang pada tubuhnya.


Duaarr!


" Aaarrrggghhhh." Dengan jeda lima menit petir kembali menyambar tubuh Yan Rou Lie, yang membuat wanita itu kembali berteriak keras.


Duaarr!


" Aaarrrggghhhh." Sambaran petir yang ketiga bersarang di tubuh Yan Rou Lie diikuti bayangan burung Phoenix seukuran lima meter berada di atas kepala wanita itu.


Pada saat sambaran petir yang ketiga, langit yang awalnya terlihat gelap kini secara perlahan mulai cerah.


Begitu pun tubuh Yan Rou Lie yang awalnya masih terangkat, kini secara perlahan mulai turun hingga menyentuh tanah dimana beberapa helai rambutnya menjadi berwarna merah.


Beruntung kejadian tersebut terjadi di Hutan dimensi, jadi tidak ada seorangpun yang mengetahui hal tersebut kecuali para peserta turnamen yang berada di Hutan dimensi saja yang mengetahuinya.


Di sisi para peserta turnamen yang melihat kejadian dimana langit menjadi gelap, kini merasa heran sangat ketakutan berusaha untuk lebih cepat menyelesaikan tugas mereka.


Yan Rou Lie yang baru saja menyentuh tanah, kini langsung tersungkur karena tidak sadarkan diri.


" Saudari Rou Lie." Melihat kondisi gadis tersebut, Shen Long langsung melompat dari persembunyiannya berlari ke arah Yan Rou Lie.


Tanpa ragu Shen Long langsung mengangkat gadis tersebut, sedangkan Cang Li Yuan masih berdiri mematung karena masih belum mencerna situasi itu.


Dengan rasa khawatir Shen Long memeriksa denyut nadi gadis tersebut dimana masih berdenyut, sehingga Shen Long merasa lega.


Tanpa menoleh ke arah Cang Li Yuan, Shen Long membawa Yan Rou Lie yang dalam kondisi pingsan meninggalkan tempat tersebut.


" Kamu mau bawa kemana gadis itu?" Cang Li Yuan mengeluarkan pedangnya dengan sikap waspada.


Mendengar ucapan tersebut, Shen Long menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Cang Li Yuan dengan tatapan dingin.


*******

__ADS_1


Untuk kebangkitan Naga secara utuh pada Shen Long harap bersabar ya, karena masih belum waktunya. 🙏


__ADS_2