Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Pil Berwarna Kuning


__ADS_3

Dia berharap agar bisa keluar dari Pedang Kesunyian saat kekuatanya pulih kembali, meskipun kemungkinan hanya sedikit.


Setelah mendengar perkataan dari Guang Louzhy, Shen Long terdiam sejenak sambil memikirkan cara untuk mengeluarkan roh wanita itu dari Pedang Kesunyian.


Shen Long tidak ingin ada 'benalu' di dalam dirinya yang tentu energi yang dia serap akan terbagi.


Seandainya saja Pedang Kesunyian bisa dimasukkan ke Cincin miliknya, Shen Long sudah melakukannya sejak awal.


Pedang Kesunyian seakan menolak untuk tinggal di Cincin Ruang, dan hanya bisa tinggal di tubuh Shen Long tepat di alam jiwanya.


Tidak ada jawaban apapun, Shen Long kembali ke tempat semula membuat Guang Louzhy semakin kesal karena Shen Long tidak peduli padanya.


" Dasar tidak berperasaan." Guang Louzhy mendengus kasar.


Hal itu memang wajar, karena Guang Louzhy tidak memiliki teman bicara selama lebih dari seribu tahun yang tentu sangat kesepian.


" Sebaiknya aku harus menyerap energi dari alam jiwa ini, paling tidak agar bisa bicara dengan orang lain melalui pesan jiwa." Gumam Guang Louzhy merasa bersyukur karena Pedang Kesunyian tidak memiliki Aura kematian lagi meskipun dengan pengorbanan yang hampir menyedot energi kehidupannya.


*******


Sementara di dekat perkemahan mereka, Cang Li Yuan memperhatikan wilayah sekitar dimana melihat semua pada sibuk dengan Berkultivasi.


Cang Li Yuan pun memberanikan diri untuk mendekati Yan Rou Lie, lalu berbisik kepada gadis tersebut sehingga dia membuka mata.


" Saudari Li Yuan, ada apa?" Tanya Yan Rou Lie yang merasa heran.


" Aku hanya ingin memberikan Pil ini untukmu!" Bisik Cang Li Yuan sambil memberikannya Pil berwarna kuning di telapak tangan Yan Rou Lie.


Yan Rou Lie memperhatikan Pil tersebut dengan seksama, namun dia tidak menemukan Aura apapun yang terpancar dari Pil tersebut.


" Saudari Li Yuan, Pil apa ini?" Tanya Yan Rou Lie.


" Ssssttt, pelankan suaramu! Aku bersusah payah mendapatkan Pil ini. Pil ini bisa membuat kita tidak bisa hamil akibat kejadian itu. Apa kamu ingin hamil diluar nikah?" Cang Li Yuan terlihat serius sambil menatap ke arah Yan Rou Lie.


Cang Li Yuan mengingat bagaimana susahnya mencari Pil tersebut agar tidak ketahuan siapapun.

__ADS_1


Sehingga dia membutuhkan bantuan pelayannya untuk membeli Pil tersebut dengan berbagai macam alasan.


" Terimakasih saudari Li Yuan." Yan Rou Lie sangat senang meskipun awalnya sangat kaget.


Gadis itu tidak pernah terpikirkan seperti itu karena dia hanya fokus berlatih.


" Mmmm. Cepatlah telan Pil itu! Jangan sampai ada yang mengetahuinya." Bisik Cang Li Yuan, lalu kembali ke tempat semula.


Tanpa menunggu lama, Yan Rou Lie langsung menelan Pil tersebut sambil memeriksa keadaan sekitar agar tidak ketahuan.


Meskipun Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie sangat trauma dengan kejadian itu, namun mereka tidak ingin bersedih terlalu lama karena malah akan memperburuk keadaan.


Selesai menyerap Pil tersebut, Yan Rou Lie kembali melanjutkan Kultivasinya dimana Cang Li Yuan juga duduk Berkultivasi.


*******


Pada keesokan pagi, semua rombongan membereskan tempat tersebut untuk melanjutkan perjalanan.


Meskipun perjalanan mereka terlalu awal dari waktu yang ditentukan, namun Tetua Cang Mu memilih untuk mempercepat perjalanan karena takut akan terjadi kendala.


Tiga hari telah berlalu, kini rombongan tersebut telah sampai di sebuah permukiman warga dimana terdapat tembok yang sangat tinggi mengelilingi desa tersebut.


Di dalam pintu gerbang desa tersebut telah berdiri beberapa Kultivator yang ditugaskan untuk menjaga keamanan desa tersebut.


Para penjaga yang melihat kedatangan orang asing, mereka langsung meningkatkan kewaspadaan dimana para Kultivator yang berada di atas tembok langsung mengangkat panah.


Pemimpin penjaga yang melihat mereka menggunakan pakaian Sekte, langsung mengisyaratkan kepada bawahannya untuk menurunkan panah.


" Penjaga, kami sedang melakukan perjalanan jauh. untuk itu kami ingin singgah di desa ini untuk bermalam." Ucap Cang Mu menyapa ramah kepada para penjaga.


" Si.. Silahkan senior! Hanya saja desa ini tidak aman untuk sekarang." Jawab pemimpin penjaga sambil menjelaskan situasi yang terjadi.


" Penjaga, memang apa yang terjadi di desa ini?" Tanya Jin Song sedikit menyelidik.


" Beberapa hari yang lalu ada empat gadis di desa ini diculik oleh para perampok, karena mereka tidak mampu membayar setoran keamanan." Jawab pemimpin penjaga, dimana mereka seakan tidak berdaya saat perampokan itu terjadi karena jumlah mereka terlalu banyak.

__ADS_1


Beruntung saja para perampok tersebut tidak melakukan pembunuhan dan hanya menjarah harta saja.


" Penjaga, apa kamu tau dimana letak markas mereka?" Tanya Yi Duan yang tidak ingin tinggal diam jika mendengar adanya perampokan tersebut.


" Saya juga tidak tau Senior. Yang jelas mereka telah membawa keempat gadis itu ke arah hutan bagian barat di sana." Jawab pemimpin penjaga sambil menunjuk ke sebuah arah.


" Kami ingin sekali menolong mereka, hanya saja kami tidak mampu untuk melawan." Pemimpin penjaga melanjutkan pembicaraan.


Mendengar perkataan dari pemimpin penjaga, mereka langsung terdiam sejenak sambil memikirkan cara untuk menghadapi masalah tersebut.


Pemimpin penjaga itu pun mempersilahkan kepada mereka untuk masuk ke dalam, karena tidak ingin mengambil resiko.


" Para Tetua dan Guru yang lainnya. Sebaiknya kita melakukan pencarian kepada para perampok itu. Jika mereka tidak berhasil dihancurkan, maka di kemudian hari mereka pasti akan datang kesini lagi." Ucap Tetua Yi Duan sambil melanjutkan langkahnya.


" Aku juga setuju. Aku yakin markas mereka tidak jauh dari tempat ini." Ucap Jin Song.


Mendengar ucapan tersebut, para Tetua dan Guru yang lain berfikir sejenak lalu menoleh ke arah muridnya.


" Baiklah, kita akan mencarinya besok pagi. Dan untuk para murid, mereka akan menunggu di tempat ini!" Ucap Cang Mu yang tidak ingin jenius muda tersebut mengalami masalah.


" Mmmm... Sebagai Sekte aliran lurus, kita wajib menjaga keamanan di sekitar kita." Ucap Tetua Yao Mo.


Mereka pun kembali berjalan untuk mencari sebuah Penginapan, dimana letaknya di tengah desa.


Setelah berada di sebuah penginapan, mereka pun satu-persatu mengambil kamar yang ada di penginapan. Namun semua ditanggung oleh Tetua Cang Mu.


Shen Long yang sudah berada di kamarnya, kini langsung membersihkan diri lalu kembali untuk Berkultivasi.


" Tok... Tok Tok." Terdengar suara ketukan pintu kamar milik Shen Long.


" Siapa?" Tanya Shen Long sambil membuka mata.


" Saudara Long, ini aku." Terdengar suara dari Yi Hao di luar pintu.


Dengan sedikit mengerutkan kening, Shen Long berjalan mendekati pintu kamar lalu membukanya " Masuklah!" Shen Long sambil menatap empat sosok yang berdiri di depan pintu.

__ADS_1


" Terimakasih Saudara Long." Yi Hao membawa yang lain masuk ke kamar Shen Long.


Meskipun sedikit kesal, Shen Long berusaha untuk bersikap ramah kepada teman barunya itu, karena mereka teman seperjalanan.


__ADS_2