
" Oh ya, Perkenalkan namaku Ying Shui. Di sebelahku Ying Huang, Ying Lu, Ying Zi, dan Ying Yiqiu." Ying Shui memperkenalkan diri mereka sambil menunjuk rekannya yang lain.
" Kalau boleh tau siapa nama saudara?" Tanya Ying Shui.
" Namaku Shen Long. Apa kalian melihat rekanku?" ucap Shen Long seraya mengulang kembali pertanyaannya.
" Oh ya, kami pernah berpapasan dengan seorang wanita, kalau tidak salah namanya Yan Rou Lie. Dia juga sedang mencari rekannya yang lain. Dia pergi ke arah selatan dari sini." Ucap Ying Yiqiu sambil menunjuk ke sebuah tempat.
" Terimakasih atas informasinya. Oh ya, jika kalian ingin mencari rumput sinar, kalian bisa mencarinya di lembah bagian sana. Rumput sinar hanya bisa tumbuh di atas bebatuan." Sebagai ucapan terimakasih karena sudah membantunya, Shen Long dengan senang hati memberitahukan letak rumput sinar lalu meninggalkan tempat tersebut secepat mungkin.
Kelima wanita itu yang ingin mengucapkan terimakasih, namun tidak sempat karena Shen Long lari begitu cepat.
" Haaahh... Ternyata seorang Pria itu tingkahnya memang sangat aneh." Ucap Ying Huang sambil berjalan mengikuti petunjuk yang diberikan Shen Long diikuti yang lain.
Sementara Ying Zi mengambil Inti Roh dari kedua laba-laba sebelumnya, karena Shen Long tidak mengambil Inti Roh tersebut.
" Saudari benar. Aku kira seorang Pria sangat kejam terhadap wanita seperti apa yang guru ceritakan." Ying Yiqiu ikut menimpal.
" Mungkin saja Saudara Long tidak seperti apa yang dikatakan Guru." Ying Lu mengeluarkan pendapat.
" Hei... Apa yang kalian bicarakan?" Ying Zi yang baru saja selesai mengambil Inti Roh langsung berlari menuju rekannya.
" Tidak ada." Jawab keempat wanita itu dengan serentak.
Meskipun demikian, kelima wanita itu memiliki penilaian masing-masing kepada Shen Long namun tidak ada yang berani untuk berkomentar.
*******
( Hutan dimensi wilayah yang lain )
Terlihat sosok wanita cantik sedang berjalan sendirian untuk mencari keberadaan rekannya yang lain sambil meningkatkan kewaspadaan.
Tidak jauh dari tempat itu, terdapat beberapa sosok yang sedang mengawasinya dengan tatapan penuh nafsu dimana mereka adalah murid Sekte Giok Hitam.
__ADS_1
" Saudara... Kini keberuntungan langit berpihak pada Sekte Giok Hitam." Ucap sosok yang bersembunyi di sisi paling kanan.
" Benar Saudara... Tetua bilang, jika kita melakukan hubungan intim kepada pemilik Tubuh Dewi Phoenix, maka kekuatan elemen Api kita akan meningkat. Bukan hanya itu saja, tapi kecepatan Kultivasi kita bertambah pesat." Ucap sosok di sampingnya.
" Wanita itu memiliki Kultivasi Pendekar Kaisar tingkat 5, jadi tidak masalah untuk kita." ucap sosok paling kiri.
Keempat Pemuda itupun seakan berkhayal ingin menikmati keindahan tubuh Yan Rou Lie, dimana lekuk tubuhnya begitu menggoda. Ditambah lagi dengan gunung kembar yang begitu besar, bahkan tanpa memiliki Tubuh Dewi Phoenix mereka dengan senang hati menikmati keindahan tubuh dari Yan Rou Lie.
" Tunggu apa lagi? lebih baik kita lakukan sekarang! Akan lebih sulit jika wanita itu sudah berkumpul dengan rekannya." Ucap sosok paling kanan membuyarkan khayalan ketiga rekannya.
Keempat Pemuda itupun langsung keluar dari tempat persembunyian, lalu menghadang Yan Rou Lie dengan tatapan penuh nafsu.
" Jangan halangi jalanku. Cepat menyingkir!" Yan Rou Lie terlihat panik sambil mengeluarkan Pedang miliknya.
" Hahahaha... Untuk apa kami menyingkir? Karena tujuan kami adalah ingin bersenang-senang denganmu." Ucap sosok paling kanan sambil memegang dagunya.
" Dasar mesum, akan aku butakan mata kalian. Cyaaat." Yan Rou Lie yang sangat marah langsung menyerang keempat pemuda itu.
Bahkan tanpa menggunakan senjata, keempat Pemuda itu berhasil melakukan serangan pukulan keras pada bagian perut Yan Rou Lie.
Bahkan dari sisi kiri dan kanan Yan Rou Lie berhasil melakukan tendangan keras bertumpu pada pinggang wanita itu yang membuatnya tersungkur.
" Sialan, kalian hanya bisa main keroyokan." Yan Rou Lie mengusap bibirnya yang mengeluarkan darah segar.
" Lebih baik kamu menyerah saja, dari pada harus menerima serangan kami. Sangat disayangkan jika kulitmu yang mulus harus mendapatkan luka." Ucap pemuda paling kanan.
" Hentikan!" Tiba-tiba muncul sosok wanita bercadar yang berlari menuju ke arah Yan Rou Lie lalu mengangkat bahu wanita itu.
" Kamu jangan ikut campur wanita aneh." Ucap Pemuda barisan kedua.
" Aku tidak akan membiarkan kalian melakukan hal semena-mena terhadap wanita." Cang Li Yuan menatap tajam ke arah mereka sambil mengarahkan pedangnya di hadapan keempat pemuda itu.
" Saudara... Sepertinya wanita ini juga ikut bersenang-senang dengan kita. Saya rasa tidak ada salahnya jika kita melayani wanita bercadar itu." Ucap pemuda paling kanan kepada rekannya.
__ADS_1
" Saudara benar. Lagi pula aku sangat penasaran dengan wajah dari wanita bercadar itu." Ucap pemuda di sampingnya.
Keempat Pemuda itupun langsung menyerang Cang Li Yuan dimana kedua wanita itu berhasil mengimbangi serangan dari keempat pemuda.
Suara dentingan pedang kini semakin kuat hingga menimbulkan percikan api, karena keempat pemuda sebelum sudah mengeluarkan Pedang milik mereka.
Sekian lama melakukan pertukaran serangan, kini mereka sama-sama kewalahan dimana dengan nafas memburu.
" Saudara... Kita tidak bisa melakukan pertarungan lebih lama lagi. jika tidak, kita akan ketahuan." Ucap pemuda paling kiri di sela pertukaran serangan pedang mereka.
" Saudara benar, lebih baik kita gunakan Racun Buta itu." Pemuda paling kiri tersenyum lebar sambil mengeluarkan sebuah botol kecil.
Racun buta adalah sejenis racun masih tingkat rendah, namun akan kerepotan jika terkena mata.
Sesuai dengan namanya, racun buta bisa membutakan mata korban selama 12 jam, setelah itu bisa pulih kembali seperti semula.
Tanpa disadari oleh Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie, salah satu dari keempat pemuda itu mencari kesempatan untuk menabur racun buta kepada kedua gadis itu.
" Wuush." Sebuah serbuk berwarna putih mengenai mata Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.
" Aaarrrggghhhh." Kedua wanita tersebut berteriak keras merasakan pandangan mereka menjadi gelap.
" Hahaha... Rasakan itu." Keempat pemuda tersebut tertawa lepas terlihat kesenangan.
Meskipun pandangan Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie menjadi gelap, namun kedua wanita itu terus melakukan tebasan pedang ke berbagai arah membuat keempat pemuda itu memilih untuk menjauhi mereka.
Kini posisi kedua wanita itu saling membelakangi untuk menyatukan diri dalam menghadapi keempat pemuda itu.
Sekuat apapun kedua wanita itu melakukan serangan, namun dengan mudah keempat pemuda tersebut memberikan pukulan keras di bagian dada maupun perut mereka.
Hal itu menjadi bulan-bulanan keempat pemuda tersebut untuk memukul dan menendang mereka.
Bahkan beberapa kali bagian bokong kedua wanita itu tidak lepas dari serangan mereka untuk melepaskan kekesalannya.
__ADS_1