Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 137. Tuan Muda Kota


__ADS_3

Namun hal yang sangat Jun Mei Yin sesali adalah karena dendam di hatinya dia hampir saja membunuh pujaan hatinya saat berbentuk Naga tanpa mendengar penjelasan dari Yan Rou Lie.


Kini Jun Mei Yin sangat membenci Jun Lixing ibunya sendiri karena telah berbohong kepadanya dan memaksa dirinya untuk membunuh Naga Emas yang merupakan wujud dari Shen Long.


" Long'gege, paling tidak aku bisa melihatmu di hari pernikahanku." Jun Mei Yin tidak bisa berbuat apapun karena sudah terlanjur menjadi calon Selir pangeran keempat.


Apalagi semenjak kejadian itu Jun Yun menghilang begitu saja tanpa diketahui kabarnya.


Sementara Jun Lixing masih tinggal di Sekte Pedang Suci dan masih sebagai Matriak.


Jun Lixing jauh lebih tertekan karena Jun Mei Yin tidak membolehkan dia menemui putrinya di Istana Kerajaan Qing.


Akibat kedua anaknya begitu membencinya, Jun Lixing meluapkan kemarahannya kepada Shen Long, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie yang tiba-tiba mengusik kebahagiaan mereka.


Tok tok tok...!


Terdengar suara ketukan pintu kamar Jun Mei Yin.


" Tuan Puteri, ini aku." Terdengar suara wanita dari luar kamar.


" Silahkan masuk." Ucap Jun Mei Yin yang sudah mengenal suara tersebut.


Kreek!


Pelayan langsung membuka pintu, lalu menyajikan hidangan kepada Jun Mei Yin.


" Silahkan dinikmati Tuan Putri." Ucap pelayan, lalu berbalik untuk meninggalkan kamar tersebut.


" Pelayan, apa ada kabar tentang kakakku?" Tanya Jun Mei Yin sambil menghadap ke arah pelayan.


" Belum ada kabar Tuan Putri. Maaf..." Ucap pelayan sambil menundukkan kepala.


" Terimakasih pelayan." Jun Mei Yin mempersilahkan kepada pelayan untuk melanjutkan pekerjaannya.


Saat pelayan itu sudah pergi, Jun Mei Yin tidak kuasa membendung air matanya, karena dihantui rasa bersalah.


Disamping kehilangan orang yang sangat dia cintai, Jun Mei Yin juga tidak mengetahui kabar tentang kakaknya.

__ADS_1


Kini Jun Mei Yin hanya bisa meratapi nasibnya akibat ambisi ibunya dan terjebak dalam dendamnya sendiri.


" Ya Dewa... Hukuman apa yang harus aku jalani, sehingga aku dihadapkan dengan situasi seperti ini." Jun Mei Yin menyeka air matanya yang terus menetes.


Jun Mei Yin sempat berfikir akan mengakhiri hidupnya, namun hal itu dia urungkan karena dia ingin sekali bertemu dan meminta maaf kepada Shen Long dan Yan Rou Lie.


Meskipun perasaannya sudah hancur, Jun Mei Yin masih tetap fokus berlatih. Apalagi dia membangkitkan darah murni Naga Awan, mendapatkan warisan dari pemilik Dunia kecil saat berada di hutan dimensi dan diberikan Sumberdaya yang berlimpah dari pihak Kerajaan Qing.


Tentu bukanlah sulit baginya untuk meningkatkan Kultivasi, dimana dia sekarang sudah mencapai Pendekar Bumi tingkat 1.


*******


( Di tempat lain )


Terlihat Shen Long bersama Istrinya telah berada di kota kecil perbatasan antara Kerajaan Ling dan Kerajaan Qing.


Karena sudah lama melakukan perjalanan, Shen Long berniat untuk membawa Istrinya beristirahat di kota tersebut.


Saat memasuki kota tersebut, Shen Long dan kedua istrinya tidak mengalami kendala apapun karena mereka menggunakan lencana pengenal dari Klan Hao.


Tentu itu semua telah disediakan oleh Hao Xiong, agar Shen Long tidak mengalami kesulitan ketika masuk ke permukiman warga.


" Suamiku, apa kita akan mencari Sumberdaya lagi di kota ini?" Tanya Yan Rou Lie yang terus menempel pada suaminya.


Begitupun dengan Cang Li Yuan juga menempel di sisi kiri suaminya, membuat banyak pasang mata yang melihat mereka.


" Sepertinya Pil Kultivasi tidak cocok untukku. Lebih baik kita cari pakaian yang cocok untuk kalian berdua agar tidak gerah." Shen Long membawa mereka ke sebuah toko pakaian yang terlihat megah.


" Mmmm." Kedua istrinya hanya menurut untuk mengikuti keinginan suami mereka.


Tentu Shen Long membeli pakaian yang memiliki kualitas terbaik untuk istrinya.


" Selamat datang Tuan muda. Apa yang bisa aku bantu?" Tanya wanita paruh baya tersebut saat melihat Shen Long bersama Istrinya masuk ke tokonya.


" Bibi... Aku mau mencari pakaian terbaik untuk Istriku." Shen Long menatap ke arah wanita paruh baya yang terlihat ragu.


" Tuan tinggal pilih saja! Di tempat ini sangat lengkap. Mulai dari harga 10 koin perunggu hingga sampai 10.000 koin emas per lembar." Wanita paruh baya berusaha bersikap ramah, meskipun sedikit ragu dengan penampilan pelanggannya.

__ADS_1


" Bibi, kalau boleh tau seperti apa pakaian yang seharga 10.000 koin emas?" Shen Long sedikit kaget dengan harga seperti itu.


" Tuan, untuk yang seharga 10.000 koin emas adalah jenis kain terbaik. Bahkan kalangan bangsawan saja sangat jarang membelinya. Tapi memiliki kualitas yang kuat dan sangat lembut." Ucap wanita paruh baya sambil menuntun mereka ke sudut ruangan.


" Suamiku, kainnya sangat kuat. sepertinya ini cocok untuk kami." Ucap Yan Rou Lie yang begitu tertarik.


" Ya... kalian boleh ambil yang kalian suka." Shen Long terlihat senang karena pakaian tersebut cukup longgar sehingga bisa menutupi bagian tubuh istrinya.


" Suamiku, aku beli lima." Ucap Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie secara bersamaan membuat wanita paruh baya tersebut membulatkan mata.


Wanita paruh baya tidak menyangka bahwa kedua wanita itu memiliki suami yang sama.


Terlebih jumlah pakaian tersebut kebetulan ada sepuluh dan sudah bertahun-tahun tidak laku.


" Baiklah aku akan membelinya." Shen Long langsung mengeluarkan koin senilai 100.000 koin emas.


Dengan cepat wanita paruh baya mengemasi pakaian tersebut, lalu memberikan kepada Yan Rou Lie.


" Akhirnya pakaian itu laku juga." Wanita paruh baya tersenyum lebar karena akibat pakaian tersebut dia harus banyak mengalami kerugian.


Di sisi lain Shen Long dan kedua istrinya yang sudah keluar dari toko pakaian, kini langsung mencari penginapan untuk beristirahat.


*******


Pada keesokan pagi Shen Long dan istrinya kembali melanjutkan perjalanan menuju arah pintu gerbang.


Namun saat mendekati pintu gerbang kota, mereka berpapasan dengan seorang tuan muda kota bersama bawahannya menyeret dua sosok yang terlihat dalam kondisi menggenaskan.


" Tolong ampuni adikku tuan muda. Adikku tidak tau apapun." Sosok pemuda terus menciumi kaki tuan muda kota.


Tentu pemuda tersebut sangat khawatir akan adiknya, karena sudah pasti tuan muda kota akan menjadikan adiknya sebagai budak atau dijual ke rumah bordil.


" Sudah berkali-kali aku katakan. Bayar utang kalian." Tuan muda terlihat marah.


" Tidak masalah kakak. Aku tidak keberatan jika dijadikan sebagai budak. Yang penting keluarga kita bisa makan." Ucap gadis tersebut yang merasa tidak enak karena kakaknya dipukul habis-habisan.


" Bagus. Itu namanya tau diri." Tuan muda kota tersenyum lebar sambil menatap ke arah gadis tersebut penuh nafsu.

__ADS_1


Hal itu tidak lepas dari pandangan Yan Rou Lie, sehingga dia juga merasa prihatin.


__ADS_2