Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 194. Kultivator Bergelar


__ADS_3

[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk kasih Like, Koment dan Rate 🌟 5 ]


*******


Semakin lama pertarungan antara kedua belah pihak semakin sengit, dimana mereka terlihat seimbang.


Tentu saja hal itu karena Kultivator peringkat Ke-10 memiliki rekan tim seekor macan hitam, sehingga Shen Long harus melawan dua sosok sekaligus.


Sementara di tempat lain terlihat Tetua Lu Quan diam-diam begitu tertarik kepada Shen Long, karena seni pedangnya begitu sempurna.


" Dari mana pemuda itu belajar seni pedang yang begitu sempurna?" Tanya salah satu Tetua kepada Tetua yang lain.


" Sepertinya itu teknik seribu pedang. Tidak, itu teknik pedang suci." Ucap Tetua yang lain.


" Sepertinya bukan dari keduanya." Ucap Tetua tertinggi di Akademi Pagoda Suci.


" Ya... Aku sependapat denganmu."


Para Tetua mengangguk setuju bahwa seni pedang yang dimiliki Shen Long bukan berasal dari Sekte Pedang Suci dan Sekte Seribu Pedang, karena mereka mengetahui dengan jelas cara bermain pedang di kedua Sekte tersebut.


Bahkan para murid Kelas Emas yang sudah mencapai Pendekar Bumi tingkat 9 juga tidak yakin jika mereka bisa berhadapan dengan Shen Long.


Hanya sembilan sosok yang tersenyum lebar saat menyaksikan pertarungan tersebut, karena mereka adalah sembilan Kultivator bergelar yang lain.


" Pemuda itu sangat menarik. Sepertinya dia bisa menduduki peringkat Ke-5 Kultivator bergelar." Ucap sosok pria yang di beri julukan Pendekar Pedang Kembar yang menduduki posisi Ke-2 sambil menatap ke arah sosok Pria yang diberi julukan Pendekar Tubuh Baja.


" Pemuda itu hanya mencapai Pendekar Bumi tingkat 8. Hanya dalam satu kali pukulan, aku yakin dia akan sekarat." Sosok pria yang menduduki posisi Ke-5 seakan tidak terima jika posisinya disetarakan dengan Shen Long.


" Jika itu terjadi, maka dia harus melawan ilusi milikku." Ucap sosok wanita berpakaian panas yang menduduki posisi Ke-4 yang dijuluki Pendekar Dewi Ilusi, sambil menatap ke arah pertarungan.


Meskipun wanita itu terlihat sangat cantik dan menggoda, namun tidak ada yang berani mendekatinya karena teknik Ilusi miliknya sangat sulit dipatahkan.


" Apa kalian meremehkanku?" Sosok wanita yang menggunakan cadar transparan dengan gaun serba putih yang diberi julukan Pendekar Dewi Es.


" Oh... Aku lupa tentangmu. Meskipun kamu berada di posisi Ke-9, tapi kamu bisa membekukan siapapun. Termasuk hatimu sendiri yang sangat dingin." Ucap Pendekar Dewi Ilusi sambil memperlihatkan tubuhnya yang semua serba minim.


" Kau..." Pendekar Dewi Es sangat marah, seketika wilayah sekitar menjadi dingin.


" Jangan lupa posisimu." Pendekar Dewi Ilusi juga tidak mau kalah, langsung melepaskan teknik Ilusi miliknya.


Traaang!

__ADS_1


Seketika teknik dari kedua wanita itu langsung dipatahkan dengan mudah oleh sosok wanita yang berada di posisi pertama.


" Gluug." Kedelapan sosok yang berada di tempat itu langsung menelan ludah berkeringat dingin.


Meskipun mereka sama-sama mencapai Pendekar Bumi tingkat 9, namun wanita yang berada di posisi pertama tidak bisa dianggap enteng.


Sesuai dengan julukannya Pendekar Dewi Roh, kekuatannya susah ditebak.


" Kita lihat saja nanti hasilnya. Tombak Petir milikku sudah lama tidak bertemu lawan." Ucap sosok pria sambil memegang tombak miliknya yang diberi julukan Pendekar Tombak Petir yang berada di posisi Ke-8.


" Tapi kamu selalu kalah denganku." Ucap pria yang lain yang menduduki posisi Ke-7 dengan julukan Pendekar Golok Api.


" Golok milikmu harusnya berada di tempat pemotongan hewan, karena tidak setajam cakar milikku." Pria yang menduduki posisi Ke-6 sambil memainkan jarinya yang memiliki cakar besi.


" Tapi senjata milik kalian tidak berfungsi sama sekali pada Tubuh Baja milikku." Pria yang menduduki posisi Ke-5 tersenyum lebar sambil menatap ke arah yang lain.


Tentu ketiga pria tersebut tidak ingin berurusan dengan Pendekar Tubuh Baja, karena senjata milik mereka tidak mampu menembus kulit pria tersebut.


Kegaduhan pun terjadi diantara Kultivator bergelar, sehingga Pendekar Dewi Roh menggunakan teknik miliknya membuat wilayah tersebut menjadi gelap.


Saat itu juga adu mulut langsung terhenti, karena mereka tidak ada yang berani mengusik seorang wanita yang memiliki posisi pertama.


Buussshh!


Shen Long yang tidak memiliki pilihan lain, dengan terpaksa harus melepaskan Aura Naga Ilahi.


Seketika Pendekar Buas dan macan hitam miliknya merasakan tubuhnya seperti ditimpa beban berat.


" Aura Pembunuh? Tidak! Sepertinya Aura ini lebih kuat dari Aura Pembunuh." Pendekar Buas memasang wajah serius sambil meningkatkan kewaspadaan.


Craaash! Craaash!


Saat memiliki celah, Shen Long langsung mengayunkan pedangnya dengan kekuatan penuh, sehingga Pendekar Buas dan macan hitam terkena luka sayatan.


Buussshh!


Pendekar Buas dan macan hitam melompat mundur ke belakang untuk merencanakan serangan berikutnya.


" Raungan Macan Hitam."


Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!

__ADS_1


Pendekar Buas dan macan hitam mengeluarkan teknik raungan ke arah Shen Long, membuat lantai arena langsung terkoyak.


" Langkah Naga Angin."


Wuush!


Shen Long melesat ke arah samping kedua lawannya, lalu mengambil kesempatan untuk menyerang balik.


" Tebasan Naga Penghancur."


Ggooooaaarr!


Bersamaan dengan ayunan pedangnya, terlihat bayangan Naga Emas melesat ke arah Pendekar Buas dan macan hitam.


Merasakan adanya serangan dari arah samping, Pendekar Buas memasang wajah jelek sambil menyilangkan kedua tangannya dimana macan hitam juga menciptakan pelindung bersama tuannya.


Bboooom!


Benturan keras dari serangan milik Shen Long menabrak pelindung dari kedua pihak lawannya.


Wuush!


Sebelum kedua lawannya menyeimbangkan diri, Shen Long langsung melesat dengan Langkah Naga Angin lalu mengayunkan pedangnya untuk melakukan serangan tebasan.


" Sialan... Cepat sekali." Pendekar Buas memutar bola matanya karena Shen Long sudah berdiri di depan mereka.


Craaash! Craaash! Craaash!


Tebasan demi tebasan dari Shen Long, membuat kedua lawannya banyak mengalami luka sayatan.


Hal itu membuat para penonton tercengang melihat kejadian itu, dimana Shen Long bisa membalikkan keadaan.


" Bayangan Naga?" Yang Yuan langsung bangkit berdiri, lalu menoleh ke arah para Tetua.


" Tetua, pemuda itu telah mencuri teknik yang dimiliki Sekte Naga Langit. Itu artinya dia telah melanggar aturan para Kultivator, karena dia bukan berasal dari Sekte Naga Langit." Yang Yuan yang terlihat marah karena dia menganggap bahwa teknik yang digunakan Shen Long berasal dari Sekte Naga Langit.


Mendengar ucapan tersebut, para Tetua menyipitkan matanya lalu menoleh ke arah Yang Yuan.


" Junior.... Apa kamu yakin teknik itu berasal dari Sekte Naga Langit? Aku melihat sendiri teknik itu jauh lebih sempurna dari Sekte Naga Langit." Semua Tetua yang berada di tempat itu sependapat dengan teknik yang dimiliki Shen Long tidak ada hubungannya dengan Sekte Naga Langit.


Mendengar ucapan dari para Tetua, anggota Klan Yang dan anggota Sekte Naga Langit memasang wajah jelek karena ucapan tersebut meremehkan teknik yang dimiliki Sekte Naga Langit.

__ADS_1


__ADS_2