
Beruntung Shen Long sudah menikah, sehingga dia masih mampu menahan hasrat saat melihat adegan yang berada di depannya.
" Aku pikir di Istana semegah ini sangat menjunjung tinggi aturan." Shen Long menggelengkan kepala, para wanita yang dia lihat sebelumnya masih muda dan cantik.
Tidak lama kemudian, terlihat pelayan sebelumnya muncul bersama dua pelayan yang mengantar Shen Long sebelumnya.
" Tuan... Kenapa anda bisa sampai disini?" Kedua pelayan menggelengkan kepala, karena Shen Long sudah jauh dari tempat tinggalnya.
" Maaf... Saat aku mencari kalian berdua, justru akan tersesat disini." Shen Long merasa malu karena kecerobohannya sendiri.
Beruntung ketiga pelayan itu sangat ramah, sehingga kedua pelayan itu dengan buru-buru membawa Shen Long kembali ke kediamannya.
Jika saja ada prajurit Istana, ataupun para selir yang melihat kemunculan Shen Long, maka dia akan dihukum.
" Pelayan... Apa kalian tau kediaman siapa yang berjejer disana?" Tanya Shen Long, sambil menunjuk ke arah beberapa bangunan tempat dia menyelinap sebelumnya.
" Maaf tuan muda... Disana adalah tempat tinggal para selir pangeran kesebelas." Jawab salah satu pelayan.
" Para selir? Kenapa mereka berhubungan intim sesama jenis?" Gumam Shen Long, tanpa menyadari ucapannya bisa didengar oleh kedua pelayan.
Mendengar suara pelan dari Shen Long, kedua pelayan saling berpandangan, karena Shen Long sudah mengetahui rahasia dari para selir pangeran.
" Tuan muda... Tolong jangan sampai rahasia ini bocor ke pihak luar. Sebenarnya para selir itu sangat tersiksa dan merasa kesepian." Salah satu pelayan menjelaskan kepada Shen Long tentang apa yang dialami oleh para selir pangeran kesebelas.
Tanpa ragu kedua pelayan menjelaskan bahwa pangeran kesebelas memiliki sepuluh Istri dan 300 selir.
Pangeran kesebelas menikahi mereka hanya sebagai simbolis demi kepentingan politik, agar kedudukannya tidak digeser.
Semakin banyak keluarga bangsawan yang menikah dengan pangeran kesebelas, maka posisi pangeran kesebelas semakin kuat.
Begitupun dengan keluarga bangsawan yang menikahkan putrinya kepada pangeran kesebelas, mereka juga banyak mendapatkan keuntungan.
" Namun karena pangeran kesebelas hanya menyukai sepuluh Istrinya, sehingga 300 selir itu diabaikan, bahkan ada beberapa yang tidak pernah disentuh."
" Karena itulah para selir menyalurkan hasrat mereka kepada sesama selir, untuk memenuhi kebutuhan biologis mereka." Kedua pelayan menutup penjelasannya.
Mendengar penjelasan dari kedua pelayan, Shen Long mengangguk kecil, sambil menghela nafas panjang.
__ADS_1
" Di dalam Istana sangat rumit." Gumam Shen Long.
Mendengar perkataan dari Shen Long, kedua pelayan saling berpandangan seakan memberi isyarat satu sama lain.
Sebagai pelayan para tamu, kedua pelayan memiliki tugas lain yang diperintahkan oleh para selir.
Para selir memberikan tugas kepada kedua pelayan untuk mencari tamu Istana yang memiliki kriteria tertentu untuk dijadikan sebagai penyalur hasrat biologis mereka.
Selain memiliki penampilan yang gagah perkasa, tampan dan berwibawa, orang itu juga harus bisa menyimpan rahasia.
" Bagaimana menurutmu tentang pemuda ini? Sepertinya dia memenuhi syarat." Salah satu pelayan mengirim pesan jiwa melalui Giok Jiwa, karena menurutnya Shen Long memiliki aura yang sangat kuat.
Disamping itu juga, Shen Long sangat tampan dan berwibawa, sehingga kedua pelayan berpikir bahwa Shen Long sudah memenuhi kriteria yang diinginkan oleh para selir.
Meskipun keduanya hanya pelayan, namun dari segi Kultivasi, mereka tidak bisa dianggap enteng, karena mereka sudah mencapai Pendekar Alam tingkat delapan, berkat bantuan dari pangeran kesebelas dan para selir.
" Ya... Sepertinya pemuda ini bisa menjadi korban pertama kita." Pelayan yang lain kembali mengirim pesan jiwa melalui Giok Jiwa.
Di sisi lain, Shen Long juga sedang berperang dengan pikirannya sendiri, karena jiwa naga kabut sedang merespon, hingga menimbulkan gejolak di pikiran Shen Long.
Namun Shen Long tetap berusaha menahan diri, karena tujuannya adalah mengeluarkan anggota Klan Wu dari pihak Istana.
" Terimakasih pelayan." Shen Long mengangguk kecil, lalu masuk ke kediamannya.
Kedua pelayan itupun, mengangguk kecil, lalu mengambil hidangan yang mereka sediakan sebelumnya di atas meja didepan pintu, lalu membawanya masuk.
Sambil meletakkan hidangan di atas meja di kediaman Shen Long, salah satu pelayan melirik ke arah Shen Long agar bisa mengingat wajahnya untuk dilukis.
" Silahkan dinikmati tuan muda." Kedua pelayan mempersilahkan kepada Shen Long, lalu meninggalkan tempat tersebut.
Shen Long mengangguk kecil, lalu mendekati hidangan yang disajikan, karena dia sendiri sudah merasa lapar.
Tanpa membuang waktu, Shen Long melahap makanan yang disediakan, terlebih hidangan di Istana sangat lezat, sehingga Shen Long memakannya dengan lahap.
Selesai menikmati makanan, Shen Long membersihkan diri di kamar mandi, dilanjutkan dengan membaca Kitab yang dia miliki, sebelumnya beristirahat.
*******
__ADS_1
Di tempat lain, terlihat dua pelayan sebelumnya datang ke kediaman para selir dengan membawa sebuah lukisan di tangannya.
" Salam nona." Kedua pelayan memberi hormat.
" Mmmmm... Silahkan masuk." Ucap salah satu wanita yang berada di tempat itu.
Kedua pelayan itupun mengangguk kecil, lalu masuk ke dalam ruangan yang cukup besar yang terdapat puluhan wanita sedang berkumpul.
Tanpa membuang waktu, salah satu selir meminta kepada kedua pelayan untuk melaporkan apa yang mereka dapatkan.
Kedua pelayan mengangguk kecil, lalu menempelkan lukisan di dinding yang sudah disediakan.
" Mohon maaf sebelumnya... Kami tidak tau apakah pemuda ini cocok atau tidak, karena baru pertama kali kami menjalankan tugas seperti ini." Ucap salah satu pelayan, sambil menunjuk ke arah lukisan di sampingnya.
Melihat wajah dari lukisan di depan mereka, para selir itupun terlihat bersemangat, karena sosok yang berada di lukisan terlihat sangat tampan dan berwibawa.
" Pemuda ini sudah memenuhi kriteria. Bahkan melebihi keinginan kami." Ucap salah satu selir.
" Ya... Bagaimana dengan kalian?" Tanya selir lainnya, sambil menatap ke arah beberapa selir muda yang tidak pernah disentuh oleh pangeran kesebelas.
" Pemuda ini sepertinya sangat gagah. Tapi, apakah dia bisa menyimpan rahasia kita?" Tanya selir muda yang lain.
Mendengar ucapan tersebut, semua terdiam sejenak, karena hal yang paling sulit adalah seseorang yang bisa menyimpan rahasia.
Terlebih para selir masih muda dan cantik, sehingga siapapun yang melihatnya pasti akan tergoda.
Jika itu terjadi, maka sangat sulit baginya untuk menyimpan rahasia dari orang luar.
" Mohon maaf sebelumnya, pemuda ini pernah datang kesini dan sudah mengetahui apa yang terjadi." Ucap salah satu pelayan dengan gugup.
" Bagaimana mungkin?"
Para selir membuka matanya lebar-lebar, karena kejadian di sore hari telah terekspos ke pihak luar.
Para selir pangeran kesebelas terlihat geram karena aksi mereka sebelumnya telah diketahui oleh Shen Long.
" Nona semuanya tenang saja! Sepertinya pemuda itu bisa menyimpan rahasia, aku yakin dia tidak akan membocorkan rahasia ini." Salah satu pelayan meyakinkan kepada para selir.
__ADS_1
" Baiklah, aku percayakan kepada kalian berdua. Aku akan memberikan 100 Batu Roh kepada kalian berdua jika pemuda itu bisa memuaskanku." Ucap salah satu selir.