Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 270. Hukuman Cambuk Api


__ADS_3

Tidak lama kemudian, Tetua tersebut membawa Shen Long masuk ke dalam Aula Kehakiman, dimana terlihat beberapa sosok yang berada di tempat itu.


" Tetua, apa yang terjadi? Kenapa kamu membawa pemuda ini?" Tanya pria sepuh yang menjabat sebagai Tetua Kehakiman untuk murid Kelas Berlian.


" Tetua... Pemuda ini telah membunuh murid Kelas Berlian dari Fraksi Naga Merah." Tetua tersebut menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya.


" Oh..." Jawab Tetua Kehakiman, lalu menatap ke arah Shen Long penuh selidik.


Tentu Tetua Kehakiman sudah mendengar beberapa laporan mengenai Fraksi Naga Merah yang sering membuat ulah, namun tidak memiliki bukti yang cukup kuat untuk membubarkan Fraksi Naga Merah.


" Anak muda, apa kamu yang bernama Guang Louzhy?" Tetua Kehakiman merasa tertarik kepada Shen Long, karena pemuda itu tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun.


" Benar Tetua." Jawab Shen Long.


" Apa benar kamu telah membunuh murid Kelas Berlian?" Tanya Tetua Kehakiman.


" Benar Tetua... Tapi mereka terlebih dulu ingin membunuhku. Apa aku salah jika membela diri?" Tanya Shen Long yang masih terlihat santai.


" Lancang! Cepat berlutut! Kamu tidak tau siapa yang ada di depanmu?" Tetua yang merupakan pengurus Fraksi Naga Merah merasa tidak terima jika Shen Long membela diri.


Tanpa menjawab apapun, Shen Long menoleh ke arah Tetua tersebut lalu membuang muka seakan acuh tak acuh.


Melihat Shen Long yang sama sekali tidak menghormatinya, Tetua tersebut semakin marah lalu menoleh ke arah Tetua Kehakiman.


" Tetua Kehakiman... Sebuah aturan di Akademi Pagoda Suci sangat melarang seseorang murid saling membunuh. Aku harap Tetua Kehakiman bisa bersikap adil." Ucap Tetua tersebut.


Beberapa Tetua yang merupakan pengurus Fraksi 50 besar juga meminta kepada Tetua Kehakiman untuk menghukum mati Shen Long, karena semuanya sudah mengetahui bahwa pemuda itu sudah banyak membunuh murid mereka.


Tentu 50 Tetua tersebut sudah mengatur semuanya untuk berjaga-jaga jika Shen Long tidak berhasil dibunuh oleh anggota Fraksi Naga Merah.


Mendengar desakan dari 50 Tetua tersebut, Tetua Kehakiman menghela nafas berat, lalu menoleh ke arah Shen Long sambil memikirkan cara agar memberikan hukuman yang cukup ringan kepada Shen Long.


Dengan demikian 50 Tetua yang lain merasa tidak keberatan jika Shen Long diberikan hukuman yang pantas.

__ADS_1


" Bagaimanapun Guang Louzhy adalah murid Kelas Berlian. Kalian tidak memiliki hak untuk membunuhnya."


" Oleh karena itu, aku mengambil kebijakan untuk memberi hukuman kepada Guang Louzhy dengan hukuman Cambuk Api seribu kali." Dengan berat hati Tetua Kehakiman memberi hukuman tersebut kepada Shen Long.


Para Tetua yang lain sangat menyayangkan jika Shen Long mendapatkan hukuman cambuk api, karena sama saja merusak organ tubuhnya.


" Mampus kamu, kali ini dia tidak akan selamat." Pikir 50 Tetua yang masih menaruh dendam kepada Shen Long.


" Tetua Kehakiman... Apa itu tidak terlalu berat? Sebagai seorang Tetua, seharusnya kitalah yang bertanggung jawab untuk mendidik murid kita. Bukan untuk bertindak semena-mena kepada murid yang lain." Ucap salah satu Tetua yang merasa kasihan kepada Shen Long.


Tentu ucapan tersebut bertujuan kepada 50 Tetua yang tidak bisa mendidik muridnya, sehingga mereka sering berbuat onar kepada murid yang lain.


" Tetua Kehakiman... Bukankah besok adalah hari pertama bagi seluruh Fraksi untuk merawat Sumberdaya di gunung belakang Akademi Pagoda Suci. Seharusnya kita tidak memberi hukuman kepada Guang Louzhy. Tapi kita bisa memintanya untuk memanen Sumberdaya disana." Tetua yang lain memberi usul, agar hukuman bagi Shen Long bisa diringankan.


Mendengar ucapan tersebut, Shen Long terlihat bersemangat untuk mengambil Sumberdaya tersebut bagaimanapun caranya.


" Tidak masalah jika berkorban sedikit." Pikir Shen Long, sambil memikirkan cara untuk mengambil Sumberdaya tersebut lalu tanpa diketahui.


" Tidak masalah Tetua. Aku siap menjalankan hukuman cambuk api itu." Shen Long yang memiliki rencana lain, untuk mengambil Sumberdaya meskipun harus mengorbankan dirinya.


" Tuan muda, kamu sangat licik... Aku tau apa yang ada di pikiranmu." Guang Louzhy yang berada di alam jiwa Shen Long, kini membuka suara.


Tanpa menjawab apapun, Shen Long memasang wajah lesu, seakan meratapi nasibnya.


Tanpa menunggu lama, Tetua Kehakiman langsung meminta kepada Shen Long untuk menuju ke lapangan dan melepaskan pakaiannya, dimana terdapat dua sosok yang bersiap untuk memberikan hukuman cambuk api kepada Shen Long.


Ctaaak!


Aarrgggh!


Saat Shen Long membuka pakaiannya, saat itu juga kedua sosok tersebut memberi hukuman cambuk api kepadanya.


Para Tetua yang menyaksikan hal tersebut, merasa tidak enak, karena hukuman cambuk api bukanlah perkara mudah, dimana organ tubuh Shen Long bisa rusak.

__ADS_1


Di sisi lain 50 Tetua yang menaruh dendam kepada Shen Long, terlihat senyuman puas dari wajahnya, dengan demikian Shen Long bisa mati secara perlahan.


Begitupun para murid Kelas Berlian yang menyaksikan kejadian tersebut, mereka sangat yakin bahwa Shen Long tidak akan mampu bertahan.


Ctaaak!


Aarrgggh!


Shen Long mencoba menyadarkan diri, agar tidak pingsan, sambil menatap ke arah beberapa kelompok Fraksi yang menyaksikan hal itu.


Anggota Fraksi Gagak Emas yang ikut menyaksikan hukuman cambuk api tersebut merasa tidak enak, namun mereka juga tidak bisa membantunya.


Saat hukuman cambuk api telah selesai, para Tetua dan murid Kelas Berlian yang menyaksikan kejadian tersebut, merasa heran karena Shen Long masih mampu bertahan.


" Kuat sekali pemuda itu. Biasanya para murid yang terkena cambuk api sebanyak sepuluh kali sudah terluka parah."


" Benar saudara... Pemuda ini mampu bertahan hingga seribu kali hukuman cambuk api."


Sebuah diskusi dadakan dari beberapa murid Kelas Berlian, sambil menatap ke arah Shen Long yang sudah jatuh tersungkur dengan luka sayatan di sekujur tubuhnya.


" Saudara Louzhy." Wuya Jinwu yang melihat Shen Long dalam kondisi menggenaskan, kini langsung melesat ke arahnya lalu membopong pemuda tersebut.


Meskipun anggota Fraksi Gagak Emas sangat marah, namun mereka tidak bisa bertindak gegabah karena mereka baru saja pulang dari misi.


Di sisi lain kelompok Fraksi 50 besar tersenyum puas karena, menganggap bahwa kejadian tersebut seperti tontonan menarik.


Bahkan Lu Quan yang berada di kelompok Fraksi Naga Merah juga terlihat khawatir, karena dia dapat merasakan bahwa tatapan dingin dari Shen Long juga tertuju kepadanya.


Wuya Jinwu yang membawa Shen Long menuju kediamannya bersama anggota Fraksi Gagak Emas yang lain, kini langsung mengetuk pintu dengan buru-buru.


" Tu... Tuan muda." Guang Yunyi berteriak histeris saat melihat tubuh Shen Long bercucuran darah.


Mendengar teriakkan dari Guang Louzhy, Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin yang berada di kamarnya langsung bergegas keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2