
Tanpa menjawab apapun, Wu Rong Rong hanya tersenyum lalu meminta kepada Shen Long untuk duduk di sampingnya di ayunan tersebut.
Seperti anak kecil yang merindukan kasih sayang dari kedua orang tuanya, Shen Long langsung duduk di samping Wu Rong Rong.
" Kamu telah berada di dunia dimensi yang diciptakan oleh senior Shen Shandian." Ucap Wu Rong Rong sambil mengusap pipi Shen Long.
" Dunia dimensi? Shen Shandian?" Shen Long sedikit kaget karena baru pertama mendengar nama itu.
" Mmmm... Sebelum senior Shen Shandian menghembuskan nafas terakhirnya, dia memberikan kepadaku sebuah kalung yang didalamnya terdapat kesadaran ku. Karena itulah kenapa kamu bisa berada di tempat ini." Ucap Wu Rong Rong.
" Ibu, siapa orang itu? Apa dia ada hubungannya denganku?" Tanya Shen Long.
" Bisa dikatakan dia juga ayahmu. Namun secara biologis, ayahmu tetap orang yang kamu kenal." Wu Rong Rong menjelaskan kepada Shen Long.
Mendengar ucapan tersebut, Shen Long sedikit mengerutkan kening karena masih belum mengerti apa yang dikatakan ibunya.
Melihat ekspresi dari wajah Shen Long yang masih penasaran, Wu Rong Rong hanya tersenyum lalu menatap ke langit.
" Ceritanya sangat panjang. Ini semua berasal dari saat ayah dan ibumu masih berada di daratan Suci, atau sering disebut Benua Timur." Ucap Wu Rong Rong, lalu menarik napas dalam-dalam.
" Sebelum ibu menceritakan tentang asal-usul kita, Apa kamu memiliki seorang kekasih?" Wu Rong Rong bertanya kepada Shen Long.
" Sangat sulit dijelaskan." Shen Long menghela nafas panjang.
" Kamu tidak perlu menutupi rahasiamu pada ibu! Ibu tidak akan menceritakan tentang kita jika kamu berbohong kepada ibu." Wu Rong Rong mendesak agar Shen Long menceritakan tentang kehidupannya saat dia dan suaminya Shen Wu meninggal dunia.
Seperti anak kecil yang polos, Shen Long menceritakan tentang kehidupannya saat dia kehilangan orang tuanya hingga sampai sekarang.
Tidak ada satupun yang Shen Long tutupi, hingga bagian pribadinya juga Shen Long ceritakan.
__ADS_1
Mendengar cerita dari anaknya, Wu Rong Rong terdiam sejenak lalu menoleh ke arah Shen Long.
" Sudah aku duga bahwa kamu akan mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi. Dunia Kultivator memang sangat kejam. Ketika kita bukan siapa-siapa, orang akan memandang rendah kita."
" Namun saat kita memiliki kekuatan besar, orang-orang akan menyembah kita layaknya seorang Dewa." Wu Rong Rong terlihat bersedih saat mendengar cerita dari putranya.
Sesaat Wu Rong Rong sangat tertarik dengan lima wanita yang diceritakan Shen Long putranya.
" Sepertinya wanita yang bernama Jun Mei Yin itu memiliki sifat yang hampir mirip denganku." Wu Rong Rong tersenyum canggung karena pada saat muda banyak Kultivator wanita yang dia bunuh.
" Maksud ibu?" Shen Long menaikkan alisnya.
" Ibu bukanlah orang yang baik. Pada saat ayahmu masih muda, dia banyak dikagumi oleh para Kultivator wanita, karena ayahmu memiliki kejeniusan diatas rata-rata."
" Karena cinta yang terlalu berlebihan, ibu membunuh semua yang ingin mendekati ayahmu. Baik itu dengan tanganku sendiri, atau meminta bantuan kepada para senior Klan Wu." Wu Rong Rong tersenyum pahit saat mengingat saat dia remaja.
Emosinya masih labil, sehingga membuat kerugian bagi orang yang berada di sekitar Wu Xiang atau Shen Wu.
Setelah itu Wu Rong Rong menceritakan bagaimana mereka bisa berada di daratan Sangay.
Karena ulahnya sendiri Shen Wu mendapatkan banyak masalah, hingga singkatnya hubungan Shen Wu dan Wu Rong Rong tidak direstui oleh Patriak Klan Wu, ayah Wu Rong Rong sendiri.
Pada akhirnya Shen Wu dan Wu Rong Rong menggunakan semua harta mereka untuk mengaktifkan portal teleportasi menuju ke daratan Sangay untuk menjalani kehidupan baru.
" Nak... Karena kamu dilahirkan di daratan Sangay ini, maka hukum alam membuatmu hanya memiliki garis keturunan darah Fana. Begitupun dengan ayah dan ibumu, secara perlahan garis keturunan darah Suci mulai menghilang hingga hanya memiliki garis keturunan darah Fana." Wu Rong Rong menjelaskan tentang perjalanan hidup mereka.
" Ibu... Lalu bagaimana dengan Shen Shandian yang ibu ceritakan?" Tanya Shen Long.
Sambil menarik napas dalam-dalam, Wu Rong Rong menceritakan bahwa Shen Shandian berkali-kali membantu mereka saat berhadapan dengan beberapa kelompok yang tinggal di daratan Sangay.
__ADS_1
Singkat cerita Shen Wu dan Wu Rong Rong menjadi murid Sekte Naga Langit, dimana Patriak pendahulu begitu tertarik dengan kejeniusan Shen Wu.
Saat Patriak Sekte Naga Langit pendahulu sudah meninggal, Shen Wu diangkat menjadi Patriak yang baru hingga mampu membawa Sekte Naga Langit mencapai kejayaan.
Pada saat Shen Long terlahir, Shen Shandian memberikan akar spiritual miliknya kepada Shen Long karena dia sangat yakin bahwa bayi mungil itu sangat berbakat.
Demi menghormati Shen Shandian, Shen Wu menyetujui hal tersebut hingga memberikan nama kepada anaknya Shen Long.
Agar Shen Long tidak mengalami dampak apapun, Shen Shandian mengorbankan nyawanya hingga memberikan sebuah kalung kepada Wu Rong Rong.
Tentu Wu Rong Rong curiga bahwa ada beberapa sosok yang tidak menyukai mereka, sehingga dia memberikan kesadarannya pada kalung tersebut dengan bantuan Shen Shandian.
" Karena ayahmu sangat dihormati, Raja Ling Minghao melakukan pertunangan antara kamu dan Ling Yi Hua." Wu Rong Rong menceritakan kepada Shen Long hingga sampai mereka mati terbunuh oleh kelompok yang menggunakan penutup wajah.
Tentu sebelum melancarkan aksi tersebut, Shen Wu dan Wu Rong Rong diracuni terlebih dulu hingga akhirnya kalung tersebut jatuh ke tangan kelompok yang membunuh mereka dengan bantuan dari orang dalam Sekte Naga Langit.
" Aku yakin Klan Yang lah pelakunya, karena aku mendapatkan kalung ini dari Putra Patriak Klan Yang itu sendiri." Ucap Shen Long sambil mengepal kedua tangannya.
" Untuk itu aku tidak tau. Beruntung senior Shen Shandian telah memasukkan kesadaranku pada kalung itu, sehingga aku bisa melihatmu sekarang." Ucap Wu Rong Rong.
Namun saat kalung tersebut terbuka, maka kesadaran Wu Rong Rong tidak bisa bertahan lama, sehingga dia ingin menghabiskan waktunya untuk bersama anaknya.
" Kamu tau, bahwa teknik rahasia Klan Wu bisa menjadikan tubuhnya seperti hewan buas. Dengan demikian, kekuatannya semakin meningkat." Wu Rong Rong tidak ingin menyiakan kesempatan tersebut untuk mengajarkan teknik rahasia Klan Wu kepada putranya.
Sesaat Wu Rong Rong bangkit berdiri, lalu membuat sebuah gerakan yang sangat rumit.
Buussshh!
Dalam hitungan detik, tubuh Wu Rong Rong berubah wujud menjadi seekor elang berwarna putih.
__ADS_1
" Anakku... Untuk menggunakan teknik ini harus menggunakan Inti Hewan Roh, dimana yang pertama kali kamu serap." Ucap Wu Rong Rong lalu kembali ke wujud aslinya.
Mendengar ucapan tersebut, Shen Long berpikir sejenak karena Inti Roh yang pertama kali di tubuhnya adalah Inti Roh Naga Ilahi, meskipun dia tidak bisa menggunakannya.